
"Juli berhenti...! tunggu disini biarkan kami berdua yang mengurusi mereka...!", kata Mayang yang mencegah Juli untuk ikut turun kebawah.
Khhaaakkk...
(Baik nyonya muda... hmmm... padahal aku juga ingin menghajar para bandit itu : kata Juli dalam hati)
Whuuzzz... Whuuzzz...
2 sosok wanita dewasa melesat dengan cepat mendapatkan kelompok 'Bandit Topeng Hitam' yang sedang beristirahat kemudian,...
"Wahhh... ada peri cantik yang datang mengunjungi kita...? hahaha...", suara dari seorang anggota bandit yang melihat kedatangan Mayang dan LoryMei.
"Heeiii cantik...? kesini mendekat sama babang tampan ini...!", kata bandit lainnya.
"Huuffttt... perasaan kita sudah mengganti wajah kita dengan wajah pedagang dipasar... apa kita memang semenarik itu Lory...?", tanya Mayang.
"Hmmm... mereka tidak melihat wajah kita karena gelap... mata mereka tertuju ketubuh kita ini yang...? aastagaaa Mayang...!", kata Lory yang kaget karena melihat pakaian yang mereka kenakan terlihat kekurangan bahan.
"Jiaahhh kenapa jadi begini Lorrryyyy...? aahhh...!", kekagetan juga terlihat diwajah Mayang yang sedang mengenakan pakaian tembus pandang.
"Hahaha... kemarilah gadis-gadis...! kita akan bersenang-senang malam ini...! hehehe...", kata seorang bandit.
"Heiii kawan...! aku yang pertama melihat mereka... yang baju biru itu milikku... hahaha... kesinilah manis...? bakpau milikmu terlihat enak...! hehehe...", kata bandit yang bertubuh gemuk sambil merentangkan tangannya mendekat kearah LoryMei.
"Huuhh... nih... makan bakpauku...!", kata LoryMei sambil mengirim pukulan tangan kosongnya kewajah bandit itu...
Duuughhh... Dheesss...
Aahhh... Aduuuhhh...
"Wooaahhh... jangan galak-galak cantiikk... aku tidak akan menyakitimu... hehehe kesinilah...!", kata sang bandit yang tidak jera setelah menerima dua pukulan diwajah dan bagian perutnya.
Sementara itu 2 orang bandit telah mengelilingi Mayang dan terlihat mulai mencoba menggerayanginya.
"Ayo manis sini ikut abang...! ayo mari kita bersenang-senang...hehehe...", kata bandit itu.
"Hmmm... kalian tidak boleh dikasih hati ternyata... Lory... ayo kita beri pelajaran kepada mereka...", kata Mayang yang mulai marah dengan tingkah para bandit yang menyebalkan itu dan...
"Intan Es Abadi"
Whuuttt... Whuuttt...
Chreesss... Chreesss...
Seketika tubuh kedua bandit terdiam dan menjadi beku terkena serangan teknik Mayang, sementara itu disisi lain LoryMei dengan gesit menghindari terjangan sang bandit gemuk yang berusaha untuk menarik dan memeluknya.
"Huuffttt... menjijikan...! nih makan bakpau panasku...! hiaattt ...!", karena kesal, LoryMei menggunakan tekniknya untuk memberi pelajaran kepada sibandit gemuk itu.
"Tarian Phoenix Api"
Whuurrr... Whuurrr....
Seketika kedua telapak tangan LoryMei mengeluarkan api berwarna biru dan...
Hiaaattt...
Dheesss... Dheesss...
Aarrgghhkk... aahhkkk...
"Ka... kau... iblis betina... Aahhkkk...", jeritan sibandit gemuk yang terlihat sekarat karena wajah dan lehernya sudah menghitam dan hangus terbakar akibat pukulan dari LoryMei.
"Bajingan...! teman-teman ringkus kedua iblis betina ini... jangan beri ampun lagi...!", teriak seorang bandit melihat kedua rekannya telah diam membeku dan seorang lagi menjerit karena sebagian wajah dan lehernya terbakar hangus.
"Habisi saja mereka berdua...!", kata anggota bandit yang lain.
"Kirim mereka keakhirat...!", kata seorang bandit yang lain.
Hiaaatt...
"Rasakan tombak langitku ini iblis betina...", kata seorang bandit.
"Golok pembantai"
Hiaattt...
"Jarum Hitam menusuk hati"
__ADS_1
Hiaaattt...
Whuuttt...
Swiinnggg...
Shuut... shuutt... Shuut...
Serangan beruntun dari para anggota bandit Topeng Hitam dengan berbagai macam senjata, yang mulai mengepung Mayang dan LoryMei, dengan emosi yang mulai naik sambil menghindari serangan para bandit, keduanya mengeluarkan senjata andalan mereka...
"Pedang Intan Naga Es"...
"Pedang Amukan Phoenix Api"...
"Mari kita hajar mereka Mayang...!", kata LoryMei kemudian mulai membalas serangan para bandit Topeng Hitam itu...
"Kebasan Sayap Phoenix"... Hiaatttt...
Whuuusss... Whuuusss...
Dhuuaarr... Dhuuaarr...
Aahhkkk... Aahhkkk...
LoryMei yang sudah diselimuti api kemarahan karena merasa dilecehkan oleh sibandit gemuk, tanpa sadar langsung mengeluarkan teknik dengan menggunakan kekuatan spiritualnya sehingga membuat 2 orang bandit Topeng Hitam tewas mengenaskan dengan tubuh menghitam hangus terbakar. Disisi lain Mayang juga telah mengeluarkan tekniknya dan menghajar para bandit itu...
"Cahaya Intan Menebar Pesona"
Swiinggg... swiinnggg...
Bhoommm... Bhoommm...
Lesatan cahaya putih dari 'Pedang Intan Naga Es' dalam sekali tebasan membekukan 2 sampai 3 orang bandit kemudian meledak, Mayang yang tidak menyadari akan kekuatannya telah menggunakan teknik terbaiknya sehingga hanya dengan 2 kali tebasan dia telah menewaskan 6 orang bandit Topeng Hitam dengan tubuh yang hancur dan tak berbentuk. Kawanan bandit yang lain melihat beberapa anggota mereka telah tewas dengan mengenaskan, bukannya menyerah atau lari tapi dengan nafsu membunuh mereka lebih meningkatkan serangan mereka terhadap Mayang dan LoryMei,...
"Kepung mereka berdua...",
"Cincang mereka...",
"Serang bersama-sama... jangan biarkan mereka lolos...",
Serangan para bandit terlihat hanya seperti angin yang menerpa batu karang yang tetap berdiri kokoh dan sebaliknya serangan kedua gadis itu bagaikan amukan badai yang memporak-porandakan tumpukan jerami, satu persatu mereka tumbang tak bernyawa dengan tubuh tak berbentuk hingga,...
"Langkah Seribu Bintang"
Whuuzzz... whuuzzz... whuuzzz...
"Intan Es Abadi"
Whuuttt... whuuttt... whuuttt...
Chresss... chresss... chresss...
Dhuuaarrr... dhuuaarrr... dhuuaarrr...
"Langkah Phoenix Api"
Whuuzzz... whuuuzzz...whuuzzz...
"Tarian Phoenix Api"
Whuurrr... whuurrr... whuurrr...
Dhesss... dhesss... dhesss...
Bhoommm...bhoommm...bhoommm...
Jeritan para bandit membawa mereka keAlam Bawah dengan tubuh membeku dan terbakar kemudian meledak hancur, dan sepanjang mata memandang terlihat puluhan potongan tubuh mayat para bandit Topeng Hitam berserakan diatas tanah. Mayang dan LoryMei akhirnya tersadar dan terkejut melihat keadaan disekitar mereka yang dipenuhi oleh potongan-potongan tubuh manusia.
"Astaga... Mayang... kita tidak mengontrol kekuatan kita... ahhh... kenapa bisa kebablasan seperti ini...? apa yang akan kita katakan kepada kakak...?", kata LoryMei terlihat ada rasa penyesalan dari dalam hatinya.
"Aduuhhh Lory...! aku juga sudah tidak sadar telah menggunakan kekuatan penuh-ku...! Ahhh... Itu salah mereka...! kenapa mereka memprovokasi dan melecehkan kita sebelumnya...?", kata Mayang tapi terlihat tangannya gemetar melihat potongan-potongan tubuh manusia didepannya karena ini adalah pengalamannya yang 'pertama kali membunuh' manusia.
"Hmmm... ya sudah kita katakan yang sebenarnya kepada kakak nanti... sekarang bereskan mayat-mayat ini... aku menggali lobang dan kau kumpulkan potongan- potongan tubuh mayat itu untuk kita kuburkan...!", kata LoryMei kemudian mulai membuat lobang yang cukup besar. Sementara itu Mayang mengumpulkan potongan tubuh yang berserakan diatas tanah dan setelah itu keduanya menguburkan potongan tubuh mayat para bandit tersebut.
Ditempat lain YoLang dan YoLun masih berada diatas punggung Jula siHitam yang sedang terbang diatas langit menyusuri jalan lintas yang menuju kota Polak untuk mencari dan mengejar pasukan pengintai yang dikirim oleh Pangeran Pertama, dan mereka tidak mengetahui bahwa ditempat lain telah terjadi pembantaian oleh kedua gadis kecil terhadap puluhan anggota kelompok Topeng Hitam. Sambil mengedarkan kesadaran spiritualnya YoLang mengamati dan memeriksa keadaan dibawah mereka hingga dia mulai merasakan keberadaan puluhan aura kehidupan yang sedang bergerak dengan cepat dijalan lintas, dan segera memerintahkan Jula untuk terbang secara perlahan...
"Perlahan-lahan Jula...! Itu mungkin mereka... hmmm... 20 orang berpakaian biasa... tapi semuanya membawa senjata pedang...? Jula turun mendekat dan jangan berisik...!", kata YoLang kemudian mereka mendekat kearah kelompok yang terlihat terburu-buru itu sambil mendengarkan percakapan mereka.
__ADS_1
"Komandan... Kita sudah sejauh ini tapi belum bertemu dengan kelompok Kelelawar Malam dan Topeng Hitam...? apakah mereka telah mengkhianati yang mulia Pangeran...?", tanya seorang prajurit kepada komandannya.
"Tempat pertemuan masih 2 Kilometer didepan... mungkin mereka telah menunggu kita disana... jangan banyak bicara dan bergerak terus...!", kata sang komandan.
"Siap komandan...!", jawab sang prajurit kemudian terlihat berlari menggunakan teknik meringankan tubuh.
"Jula ikuti mereka sampai ditempat yang mereka katakan sebagai tempat pertemuan... kita akan lihat apa yang apa yang akan mereka lakukan...!", kata YoLang.
"Sayang kenapa tidak kita hajar saja mereka disini... kalau yang tadi kita hilangkan sebelah tangannya kalau yang ini adalah bawahan langsung sang pangeran...! harus dengan kakinya kita hilangkan...!", kata YoLun dengan ketus.
"Aiihhh... istriku... kenapa pikiran kejam seperti itu yang ada dikepalamu...? mereka itu cuma bawahan yang mengikuti apa yang diperintahkan oleh atasan mereka...!", kata YoLang kepada sang istri.
"Suamiku... coba kau lihat aura hitam pekat yang keluar dari tubuh mereka... Itu tandanya mereka telah banyak membunuh...!", sanggah sang istri karena melihat sang suami seakan-akan membela orang-orang dibawah sana.
Adu argumentasi terjadi antara sepasang kekasih diatas punggung sang Rajawali dan tidak melihat ada sebuah bayangan hitam melesat kearah kelompok orang yang sedang berlari dibawah, Juli siPutih menukik kebawah mengantar Mayang dan LoryMei mencegat 20 prajurit pengintai yang sedang bergerak dengan cepat dan...
Whuuzzz... Whuuzzz...
"Hei... paman-paman... tunggu... kami sedang tersesat...!", teriak LoryMei yang sudah turun dan berlari mengejar para prajurit pengintai itu.
"Astaga suamiku... bukankah kedua wanita dewasa itu adalah adik Lory dan Mayang...? lihat tubuh mereka...!", kata YoLun yang melihat LoryMei dan Mayang yang sedang menyamar dan berganti wajah telah mencegat para prajurit itu.
"Hmmm... aura membunuh...? apa yang telah dilakukan oleh kedua gadis kecil itu...? mmm... sayang kau turunlah dan awasi mereka...!", kata YoLang kepada sang istri dan tidak ada jawaban tapi,...
Whhuuuzzz...
Seketika YoLun telah melesat turun dan berada disamping Mayang dan LoryMei.
"Ehh... kakak... ayo bersenang-senang kak...", kata LoryMei melihat YoLun telah berada disamping mereka.
"Hehehe... kakak Lun tidak mau ketinggalan rupanya...!", sambung Mayang dengan senyumannya.
"Heiii... siapa kalian...! malam-malam begini ada perempuan ditengah hutan...? apa kalian manusia atau makhluk halus penunggu hutan ini...!", teriak seseorang didepan sana.
"Ahh... paman jangan bercanda... kami kakak beradik sedang tersesat... mau minta bantuan kepada paman sekalian...!", kata Mayang kepada kelompok itu.
"Kalian mau kemana...?", tanya seorang yang lain.
"Kami mau kekota Wui...! tapi tersesat dan tidak tahu jalan pulang...!", kata LoryMei kemudian.
"Ahh... rejeki tidak bisa ditolak komandan... orang baik sepertiku ini rejeki pasti datang dengan sendirinya... yang pakai baju biru itu akan menemaniku malam ini...hehehe...", kata seorang prajurit.
"Heii... kalian bertiga mendekatlah kesini... kami akan membantu kalian pulang kerumah dengan aman dan nyaman... hehehe...", kata sang komandan tertawa senang.
"Baik paman...", kata YoLun sambil mengerahkan kekuatan spiritualnya dan menatap fokus kearah kelompok 20 orang itu dan berbisik perlahan kepada Mayang dan LoryMei untuk membuat 20 orang itu tidak bisa bergerak.
Dan sesampainya mereka bertiga diantara 20 orang prajurit pengintai, dengan cepat mengeluarkan teknik bergerak cepat mereka dan melumpuhkan ke20 orang tersebut diam terpaku hanya bisa bersuara...
"Langkah Petir"... suara YoLun.
"Cahaya Rembulan"... Tatapan kaku...!
"Langkah Seribu Bintang"... suara Mayang.
"Intan Es Abadi"... Membeku...!
"Langkah Phoenix Api"... suara LoryMei.
"Mata Phoenix Api"... Diam...!
Kombinasi serangan ketiga gadis itu mengakibatkan 20 orang terdiam dan ada yang membeku serta ada yang terlihat bingung dengan tatapan kosong.
"Iblis terkutuk...! siapa kalian...!", kata sang komandan yang terbungkus Es.
"Kami adalah 3 malaikat pencabut nyawa dan akan mengirim kalian keAlam Bawah...!", kata LoryMei.
"Bajingan lepaskan kami...! kami adalah prajurit Kerajaan...!", kata seorang prajurit .
"Hehehe... prajurit suruhan Pangeran Pertama...? lebih baik kalian pulang dan jauhi sang pangeran licik itu atau...?", kata Mayang,
YoLang yang melihat semua kejadian dibawah hanya tersenyum dan mengirimkan suara kepada ketiga gadis tersebut sambil membuat gerakan tangan dan melesatkan beberapa cahaya putih kearah kepala 20 orang prajurit pengintai tersebut.
"Lepaskan mereka...! aku sudah menghapus ingatan mereka tentang Pangeran Pertama dan tugas-tugas meraka... jika mereka bertemu dengan junjungannya mereka tidak akan saling kenal...!", kata YoLang.
"Buat mereka tidur tak sadarkan diri... kita segera kembali...!", kata Yolang selanjutnya.
Setelah membuat 20 orang itu tak sadarkan diri, mereka berempat kembali ke punggung masing-masing tunggangan mereka dan kembali ke penginapan sejahtera di kota Wui.
__ADS_1