
61 orang anggota Assosiasi Matahari Merah termasuk sang pemimpin yang menggunakan Jubah Kuning menjadi tawanan LoryMei dan saat ini berada diruang dimensi dalam cincin jiwanya, dan puluhan lainnya telah tewas dan tenggelam kedasar laut bersama 3 buah kapal mereka. PiYo, MaiLang dan LoryMei beserta seluruh anak buah kapal kembali keposisi mereka masing-masing karena melihat situasi sudah kembali aman, dan didermaga pelabuhan terlihat banyak orang berdiri dipinggiran dermaga karena sebelumnya mereka melihat ada 3 buah kapal layar yang terbakar kemudian meledak dan tenggelam kedasar laut.
Hari telah menjelang pagi dan beberapa saat lagi cahaya mentari akan bersinar untuk menghangatkan benua pulau biru dari dinginnya embun pagi, PiYo dan MaiLang masih bersiaga dianjungan kapal Naga Laut sementara itu sang putri LoryMei berada diatas tiang utama tempat dimana menara pengawas berada sambil duduk dia mengawasi keadaan sekitar kapal dan aktivitas dipelabuhan yang mulai bergairah. Para anak buah kapal juga sudah menempati tempat tugasnya masing-masing, ada yang berjaga ditempat gerbang portal dan ada juga ditangga untuk naik keatas kapal.
Matahari baru bersinar tapi aktivitas dipelabuhan dan didalam kota sudah terlihat banyak orang berlalu lalang dan para pedagang mulai membuka toko-toko mereka untuk menyambut para pembeli yang berburu barang dagangan, LoryMei kembali menyamar dengan merubah wajah dan bentuk tubuhnya menjadi seorang pemuda tampan dan bergegas menuju kesebuah restoran karena sebelumnya dia mendengar bahwa disaat-saat seperti ini banyak pengunjung yang berada direstoran. Setelah menemukan sebuah restoran dia masuk dan mencari meja kosong kemudian memesan beberapa bakpao dan makanan ringan serta sepoci teh hangat, kemudian mulai mendengar percakapan yang terjadi didalam restoran itu. Satu-persatu percakapan ditiap meja didengarnya dan memilah mana percakapan yang bukan membicarakan tentang bisnis dan hanya ada 2 meja yang membicarakan tentang terbakarnya 3 buah kapal layar disubuh hari tadi, dan secara kebetulan kedua meja itu berdekatan dengan masing-masing meja terdapat 2 dan 3 orang pengunjung,...
"Aku tak menyangka kapal-kapal itu bisa meledak dan hancur... entah bagaimana nasib orang-orang diatas kapal itu... tapi herannya tidak ada mayat yang hanyut sampai kepinggir pantai...?", kata seorang pria dewasa.
"Hmm... aku sampai didermaga sudah tidak melihat apapun... hanya mendengar cerita orang-orang yang pertama melihatnya...!", kata seorang lainnya.
"Saya masih sempat melihat kapal yang terakhir meledak dan hancur... samar-samar saya melihat bendera identitas kapal berwarna merah... tapi saya tidak yakin bendera assosiasi perdagangan mana itu...?", kata yang lain lagi.
"Apa ada yang sudah mendengar pengumuman dari penguasa pelabuhan...?", tanya seseorang.
"Ahh... setahu saya waktu subuh begitu para penjaga pelabuhan masih tertidur nyenyak karena semalam mereka mabuk arak wangi...!", kata seseorang.
"Kalau itu dari assosiasi dagang dari kota Shang ini... pasti saat ini mereka sudah ribut dikantor penguasa pelabuhan...! tapi saya melihat disana tenang-tenang saja...!", kata yang lain.
"Kalau saya... ketiga kapal itu adalah para perompak/bajak laut...! mereka sedang membawa mesiu dan bahan peledak dikapal mereka untuk tujuan jahat... kemudian tidak sengaja meledak dan merembet kekapal lainnya yang juga sedang mengakut bahan peledak...! sehingga semua kapal itu ikut meledak dan hancur serta menewaskan semua orang yang berada diatas ketiga kapal tersebut...", kata seseorang menganalisa kejadian tersebut.
"Ahh... benar juga kata saudara... karena tidak mungkin assosiasi dagang membawa bahan peledak dikapalnya...! itu akan sangat berbahaya...! dan apabila diketahui oleh penguasa pelabuhan akan dituntut dengan denda yang sangat besar", kata seseorang menambahkan.
LoryMei mendengar perbincangan mereka dan mulai menyimpulkan bahwa banyak juga orang yang tidak senang dengan keberadaan para perompak/bajaklaut tersebut, setelah membayar biaya makan dan minum dia meninggalkan restoran dan kembali kekapal Naga Laut.
Sesampainya dikapal dia melihat sebuah keramaian disekitar kamar-kamar anggota keluarga dan melihat ternyata para lansia yang pergi ke Alam Tinggi untuk menerima pembaptisan petir telah kembali, segera dia mendatangi anjungan kapal karena merasakan keberadaan kakak dan kedua istrinya berada disana bersama kedua orangtuanya...
"Wah... kakak ipar terlihat bertambah cantik saja setelah mengalami kesengsaraan petir...?", kata LoryMei menyapa YoLun.
"Hehehe... adik bagaimana situasinya...? kabarnya adik habis berpesta dengan kelompok bajak laut...?", kata YoLun yang sudah mendengar cerita dari ayah dan ibu mertuanya.
"Nih... lihat sendiri diruang dimensiku...", kata LoryMei kemudian menyodorkan cincin jiwanya.
"Weh... lumayan banyak...", kata Mayang yang ikut melihat isi ruang dimensi cincin jiwa milik LoryMei.
"Ahh... kak...! coba urus yang ini kak... dia memiliki informasi yang lumayan banyak dan penting...!", kata Lory Mei kemudian menarik keluar sang pemimpin berjubah kuning yang masih pingsan dengan sekujur tubuhnya dipenuhi luka.
Whhuuuzzz...
Brruuukkkk...
__ADS_1
"Sadarkan dia adik...! biar kakak membaca ingatannya...", kata YoLang kemudian mengerak-gerakan tangannya dan menempelkan ujung jarinya dikening sang pemimpin berjubah kuning tersebut.
Ahhhkkk... uuhhhkk...
Suara erangan kesakitan dari sosok berjubah kuning tersebut, karena merasa ada sebuah kekuatan yang berjalan-jalan didalam pikirannya.
"Hmm... Istri-istriku... LoryMei dan Ayah... Ibu...! tolong sampaikan kepada seluruh anggota keluarga yang akan kembali untuk segera bersiap... karena 2 hari lagi kita akan segera berlayar kembali...! kita akan menuju ke 'Daratan Seribu Suku'...! dan gerbang portal akan disegel...!", kata YoLang
Kemudian YoLang mulai menginterogasi sosok berjubah kuning tersebut, sementara yang lain telah menuju kamar-kamar anggota keluarga untuk memberitahukan pesan dari YoLang.
"Apakah kamu sudah bisa mendengar suaraku...?", tanya YoLang.
"Ahhkk... si... siapa sebenarnya kalian...!", kata sosok tersebut.
"Apakah tidak salah paman menanyakan hal itu...? yang seharusnya bertanya begitu adalah saya...! siapakah kalian yang telah berniat menyerang kapalku ini...!", tanya YoLang.
"Hmm... kalian akan mengadapi gunung yang sangat tinggi anak muda...! kami yang kalian kalahkan hanyalah sebuah bukit yang tidak melebihi tingginya pohon pinus dihutan badai angin...!", jawab sosok tersebut yang seperti seorang sastrawan.
"Hehehe... kalian juga sudah salah menginjakkan kaki kalian diatas sebuah batu kecil... yang tidak kalian ketahui itu hanyalah sebuah sisik dari seekor Naga yang sedang berhibernasi...!", kata YoLang.
"Boleh juga kamu anak muda...! tapi ketahuilah... jika kamu membebaskan aku dan anak buahku sekarang...! mungkin masih ada kesempatan bagi kalian untuk menghirup udara segar beberapa bulan lagi kedepan... jika tidak segeralah membuat surat wasiat untuk keluargamu...!", katanya mengancam.
"Ohh... mari kita lihat...! pertama aku akan memanggil adikku yang menangkap paman sebelumnya...!", kata YoLang kemudian mengirim pesan spiritual kepada LoryMei untuk datang keanjungan kapal.
"Bajingan...! setan keriting...! lepaskan aku...!", teriak sosok tersebut ketika melihat LoryMei.
"Hehehe... apakah paman mau tangan dan kakinya lepas dari tubuh paman...?", kata LoryMei mulai mengancam dan tiba-tiba YoLun dan LunGon tiba dianjungan dan melihat kejadian tersebut.
"Ehh... siapa orang ini suamiku...?", tanya YoLun kepada YoLang.
"Ini adalah salah seorang pemimpin tingkat 2 Assosiasi Matahari Merah yang menguasai benua-benua yang berada disebelah selatan benua besar termasuk benua pulau hitam, pulau hijau, pulau merah dan benua pulau biru ini... dan dia menamakan dirinya sebagai 'Pemimpin dan Penguasa Benua Kecil' ini...!", kata YoLang menjelaskan.
"Wah... seorang pemimpin sekaligus penguasa...? hmm... berarti paman mengetahui kejadian 15 tahun yang lalu dibenua pulau hijau...! tepatnya didaratan utara dikota Banto yang berhubungan dengan sebuah klan kecil yaitu Klan Lun...! apakah paman mengingatnya...?", tanya YoLun.
"Ahh... persetan dengan kejadian 15 tahun lalu...! sekarang bebaskan aku...! atau...?", belum selesai sosok itu bicara,...
Shuuuttt...
Dhuuaarr...
__ADS_1
"Aahhkkk... ba... bajing... bajingan...!" suara rintihan dari sosok tersebut karena tangannya telah hancur tak berbentuk lagi.
"Bagaimana paman...? itu karena mengabaikan pertanyaan kakak iparku...! segera jawab atau anggota tubuhmu yang lain akan menyusul seperti tangan kirimu itu...!", kata LoryMei mengancam sosok tersebut dengan serius.
"Kalian anak-anak setan...! tidak akan bisa mengorek keterangan dariku...!", katanya tapi sudah disusul oleh jawaban dari LoryMei.
Shuuuttt...
Dhuuaarr...
"Aahhkkk... oohhh... kakiku... aahhkkk...!", kembali rintihan kesakitan keluar dari mulut sosok berjubah itu.
"Bagaimana...? apakah masih mau bungkam...?", kata LoryMei kemudian mengobati dan menutup luka yang menganga ditangan dan kaki yang telah hancur itu agar darah tidak banyak yang keluar dari tubuh sosok berjubah tersebut.
"Ahh... sebentar kak... masih ada satu lagi mungkin wakilnya...!", kata LoryMei kemudian mengeluarkan sosok yang memakai topi merah dari ruang dimensi dalam cincin jiwanya.
Whhuuuzzz...
Brruuukkk...
"Woahh... Aduuhhh...! aahhkkk... ketua...! a..ak...!", belum selesai berkata sosok tersebut sudah dipotong oleh LoryMei dengan sebuah tamparan keras dimulutnya
Plaaakkk...
"Diaaamm...! berisik... jangan buka mulut kalau tidak disuruh bicara mengerti...?", kata LoryMei.
"Uuhhkkk...!",
"Nah... paman...? bagaimana sekarang apakah mau menjawab pertanyaan kakak iparku...?",
"A...Aku... tidak mengetahui kejadian 15 tahun yang lalu dibenua pulau hijau seperti yang kamu katakan... karena aku belum pernah kesana...! mungkin wakilku ini yang sudah pernah kesana...!", kata sang pemimpin.
"Ohh... jadi paman wakil ini sudah pernah kebenua pulau hijau...? hmm... paman wakil 15 tahun yang lalu apakah paman mengingat sebuah keluarga bernama Klan Lun...? ingat jawab yang benar kalau tidak...! silahkan lihat tangan dan kaki bossmu itu...!", kata YoLun.
"Aku kesana 5 tahun yang lalu... dan sebelumnya saya masih berada dibenua besar... aku bersumpah itulah yang sebenarnya... mungkin orang lain yang kesana...!", kata sang wakil.
"Apakan paman berdua tahu siapa yang pernah kebenua pulau hijau sebelumnya...?",
"Ahh... kakak... mereka berdua ini tidak berguna... serahkan saja kepadaku biar kujadikan santapan ikan hiu saja mereka...!", teriak LunGon sang kapten yang terlihat sudah marah.
__ADS_1
"Tenang adik ipar...! sabarlah... kita masih membutuhkan mereka berdua...!", kata YoLang menenangkan mereka.
Setelah tidak mendapatkan informasi yang lebih LoryMei kembali memasukkan kedua pimpinan itu keruang dimensi didalam cincin jiwanya, kemudian YoLang mengajak semua anggota keluarga menuju bagian buritan kapal untuk menjelaskan beberapa hal sehubungan dengan pelayaran mereka selanjutnya.