Titisan Dewa

Titisan Dewa
Untuk Desa YaoYo


__ADS_3

Didalam gedung senjata ada beberapa ruangan, ada gudang senjata kayu buat latihan para murid, gudang senjata tajam dan ruang peralatan latihan lainnya dan ada sebuah ruangan khusus yang diperuntukkan untuk para tetua.


"Kakek... saya bekerja diruangan para tetua saja... dan tolong jangan diganggu... saya butuh beberapa jam disana...!", kata YoLang.


"Silahkan tuan muda... kami berdua akan menunggu disini sampai tuan muda selesai...!", jawab kakek MuChin.


YoLang menuju ruangan itu dan menutup pintunya, dia duduk bersila kemudian...


Whuuuzzz...


YoLang masuk kedalam dunia jiwanya, dia mulai menambang batu giok biru dan batu giok warna lainnya, batu intan, baja karbon, baja merah dan biji besi putih serta mengambil pecahan batu meteor kemudian memotong batang pohon kayu jati tua menjadi beberapa potongan sepanjang 2 meter dan mengambil/menampung tetesan minyak kayu jati yang keluar dari inti kayu (minyak kayu jati tua adalah bahan campuran untuk Pil/Obat). Pohon kayu jati itu sangat spesial, selain umurnya sudah lebih dari 100 tahun, juga dibagian inti kayu sudah berwarna hitam pekat dan terdapat kandungan baja karbon, bahan yang sangat cocok untuk membuat Tombak dan Busur Panah, karena sifat kayu jati yang keras bercampur dengan sifat baja karbon yang kuat dan lentur. YoLang mencurigai bahwa kayu jati ini tumbuh diatas tanah yang mengandung baja karbon, untuk itu dia berniat melihat lokasi tumbuhnya pohon itu. Setelah semua bahan yang dia perlukan telah terkumpul, dia keluar dari dunia jiwa sambil membawa serta bahan-bahan tersebut.


Yolang mulai membuat gagang dan sarung untuk Pedang Ilahi 'Pedang Intan Naga Es' dengan bahan batu Giok Biru, dia mulai memanaskan Tungku Hua untuk mencairkan batu giok biru. Setelah mencair dia mulai membentuk gagang/pegangan menyerupai kepala naga bermata emas, demikian juga dengan sarung pedang yang penuh ukiran naga. Sarung yang berwarna biru, bergaris putih dan beberapa tempat terdapat tempelan emas sehingga terlihat sangat elegan untuk seorang pendekar wanita.


"Hmmm... cantik... cocok buat Mayang... sekarang untuk yang lain...!", kata YoLang dalam hati, sambil memandang senang hasil buatannya.


Dan selanjutnya YoLang membuat gagang dan sarung untuk 4 pedang lainnya, 2 kotak penyimpanan pedang ilahi terbuat dari batu giok dan 4 buah kotak kayu dari bahan kayu jati tua untuk sepasang belati, 2 buah pedang surgawi dan untuk sebuah pedang Dewa, yang kesemuanya berukir Kepala Naga. Kemudian dia melanjutkan dengan membuat berbagai macam senjata sesuai daftar yang diberikan paman MuBai,...


- 5 buah Senjata tingkat Surgawi untuk Pusaka Klan Mu. (3 pedang dan 2 Tombak)


- 6 buah senjata tingkat Dewa untuk para tetua Klan Mu (3 pedang, 1 Tombak dan 1 Busur Panah)


- 10 buah senjata tingkat Kuno (5 Tombak, 3 Busur Panah dan 2 Belati).


- 20 buah senjata tingkat Legenda untuk para petinggi Klan Mu dan petinggi desa YaoYo (5 Pedang, 5 Tombak, 5 Belati dan 5 Busur Panah)?


- 200 buah senjata tingkat Langit untuk para murid elit perguruan Klan Mu dan para komandan penjaga desa (50 Pedang, 50 Tombak, 50 Belati dan 50 Busur Panah).


- 1.000 buah senjata tingkat Bumi untuk para murid perguruan lainnya dan para penjaga desa.


- 200 Busur Panah.


- 5.000 buah senjata kayu untuk latihan para murid.

__ADS_1


YoLang juga membuatkan sarung dan kotak penyimpanan untuk semua senjata pedang dan belati, mulai dari tingkat Legenda sampai tingkat Surgawi, setelah kurang lebih 2 jam membuat senjata-senjata tersebut dia keluar dari ruangan.


"Kakek... Paman... senjata-senjatanya sudah jadi semua... silahkan disimpan... semua yang berada didalam kotak adalah senjata tingkat Legenda, Kuno, Dewa dan Surgawi... saya serahkan kepada Kakek yang mengaturnya nanti...!", kata YoLang.


"Sekarang kita keperpustakaan... tolong paman MuBai siapkan perlengkapan alat tulisnya...!", kata YoLang melanjutkan.


"Baik tuan muda... mari ikut saya...!", jawab paman MuBai.


Sementara itu kakek MuChin dengan dibantu beberapa orang Klan Mu memindahkan senjata-senjata buatan YoLang kedalam gudang senjata, YoLang dan paman MuBai menuju perpustakaan untuk membuat beberapa teknik beladiri. Didalam ruangan dia mulai menulis salinan turunan teknik yang sudah dikuasainya, membuat teknik yang sederhana agar mudah dipahami sampai tingkat Bumi dan tingkat Langit juga membuat 2 buah teknik tingkat Kuno untuk tangan kosong dan pedang. Semua teknik ciptaan YoLang berdasarkan semua teknik tingkat Surgawi miliknya yang diberikan para Dewa gurunya, ada yang turunan langsung ada juga hasil gabungan beberapa teknik yang dikuasainya. Tumpukan kertas setinggi 30 Cm mulai dipilah dan diikat dengan benang membentuk sebuah kitab, setelah membuat belasan kitab teknik dan menyerahkan kepada paman MuBai, dia keluar untuk menemui paman MuDhong.


YoLang berjalan sendiri menuju gedung Klan Mu, meninggalkan kakek MuChin yang sedang mengatur digudang senjata dan paman MuBai yang sedang mengatur diperpustakaan. Sesampainya diruangan pertemuan Klan Mu dia melihat paman MuDhong sedang berbincang-bincang dengan beberapa anggota Klan Mu,...


"Tuan muda... mari... silahkan duduk...!", sambut paman MuDong.


"Terimakasih paman...! bagaimana persiapan acara besok...?", tanya YoLang.


"Berjalan sesuai rencana tuan muda... besok siang semua penduduk desa yang juga semuanya adalah anggota keluarga Mu akan hadir merayakan pesta... hanya beberapa penjaga gerbang yang tetap berjaga nantinya", jelas paman MuDong.


"Hmmm... bagus... saya setuju dengan rangkaian acara itu... siapkan makanan enak paman... kalau saya sediakan ikan bakar dari danau dan teh hijau saja... jangan arak...! arak buat yang tua-tua saja... hehehe...", kata YoLang.


"Baik tuan muda... dan itu... keempat pemuda murid Klan yang bertugas mencari herbal yang menemukan kayu jati...!", kata paman MuDhong.


"Ohhh... iya... besok pagi tolong antarkan saya kelokasi itu ya...?", kata YoLang.


"Baik tuan muda...!", jawab mereka serempak.


Setelah itu YoLang dan paman MuDhong melanjutkan pembicaraan tentang acara pesta rakyat besok siang, ditengah pembicaraan terlihat kakek MuChin memasuki ruangan pertemuan itu,...


"Ehhh... kakek... bagaimana...? apa sudah cukup senjatanya...?", tanya YoLang.


"Ahhh... tuan muda... itu sudah sangat lebih dari cukup... bahkan untuk sebuah kerajaan...hanya ini... tingkat senjata Legenda dan diatasnya harus saya simpan tersendiri... mungkin dikediaman saya... karena untuk ukuran daratan utara ini senjata tingkat langit sudah paling tinggi tuan muda...!", kata kakek MuChin.


"Apa tidak ada ruangan rahasia untuk menyimpan pusaka...?", tanya YoLang.

__ADS_1


"Ruang rahasia hanya untuk pertemuan tertutup kami berlima dan anak saya MuDhong... dan itu tempatnya hanya kami yang tahu tuan muda...!", kata kakek MuChin.


"Antarkan saya... kita lihat...!", kata YoLang.


"Mari ikut saya tuan muda...!", paman MuDhong mengajak.


Mereka bertiga YoLang, kakek MuChin dan paman MuDgong berjalan menuju ruang Alkemis Klan Mu yang terletak dibagian belakang gedung Klan Mu, terlihat ruangan sederhana seperti gudang tapi setelah melewati pintu kedua tampaklah ruangan tempat membuat pil karena didalamnya terdapat 2 buah tungku Alkemis yang diletakkan di kedua sisi ruangan itu. Kakek MuChin menuju tungku sebelah kiri dan menggeser tungku tersebut kemudian terbukalah sebuah pintu geser dilantai samping tungku tadi sebelum digeser dan ada sebuah tangga menuju ruang bawah tanah, setelah turun sedalam 5 meter terlihat sebuah ruangan cukup besar ada sebuah meja pertemuan dengan kursi-kursi disekelilingnya, dibelakang kursi ketua/pemimpin Klan terdapat sebuah lemari besar sampai memenuhi dinding yang terisi barang- barang penting milik klan Mu...


"Nah... inilah ruangan rahasia itu tuan muda...!", kata kakek MuChin.


"Bagus cukup tersembunyi... mmm... baik akan saya bantu buatkan gudang rahasia... tempat menyimpan pusaka klan... kakek dan paman mundur kearah pintu itu dan geser mejanya merapat kedinding...!", kata YoLang.


Kemudian YoLang dengan kekuatan spiritualnya menarik lemari yang memenuhi dinding kearahnya sambil diputar menyamping dan terlihat dinding yang kokoh, kemudian mulai membuat lobang dan menggali dinding tersebut membentuk gua sejauh 10 meter dan diujung gua dia membuat ruangan sebesar ruang rahasia tadi. Semua tanah galian dia kirimkan kedalam dunia jiwanya, kemudian dia melapisi seluruh dinding dan langit-langit ruangan itu dengan baja karbon setebal jengkal orang dewasa. YoLang juga membuat beberapa lemari penyimpan dan rak kayu yang mengelilingi dinding ruangan tersebut dengan menggunakan elemen kayunya, juga membuat pintu masuk dari besi baja yang cara membukanya hanya kakek MuChin dan paman MuDhong yang tahu, setelah itu dia keluar,... (semua material logam tersebut dia ambil dari hasil tambang gunung batu yang diambilnya dari dasar laut kemudian dipindahkan kedalam dunia jiwanya)


"Nah... selesai... silakan kakek dan paman mengaturnya...!", kata YoLang setelah mengajarkan ayah dan anak tersebut cara membuka pintu gudang rahasia tersebut.


"ba... baik tuan muda...!", jawab kakek MuChin terbata-bata karena sangat takjub dengan apa yang dilihatnya, membuat gudang rahasia berlapis baja hanya dalam hitungan menit menambah keyakinan mereka bahwa YoLang bukan anak biasa.


Setelah memasukkan semua senjata tingkat tinggi dan beberapa benda pusaka turun temurun keluarga Mu, kakek MuChin mengunci ruangan tersebut kemudian bersama anaknya MuDhong mengembalikan letak lemari menutup dinding dimana pintu besi gudang rahasia berada dan juga menata ruangan rahasia itu dengan rapi.


"Tuan muda semua urusan sudah selesai... sebaiknya tuan muda kembali kewisma untuk beristirahat dan biarkan saya mengantarkan tuan muda...!", kata paman MuDhong.


"Ahh... tidak apa-apa paman... saya bisa kembali sendiri... jangan lupa ingatkan pemuda-pemuda itu saya tunggu besok pagi...!", kata YoLang.


"Baiklah kalau begitu...!", jawab paman MuDhong.


"Ya... selamat beristirahat kakek... paman... saya pamit dulu...!", katanya kemudian...


Whhuuuuzzzz.....


YoLang tiba-tiba menghilang hanya terasa hembusan angin menerpa 2 sosok ayah dan anak didalam ruangan rahasia itu, yang terlihat terkejut dan bingung semua keanehan yang ditunjukkan YoLang kepada mereka.


Sekejap YoLang tiba diwisma kediamannya dan saat itu sudah tengah malam kemudian dia bermeditasi menunggu pagi menjelang dan memikirkan kembali semua yang baru dibuatnya, sambil tersenyum dia berkata semuanya Untuk Desa YaoYo.

__ADS_1


__ADS_2