
YoLang sedang menyiapkan beberapa anggota keluarga dan para perwiranya yang akan tinggal sementara di Desa Jing Bun, mereka adalah Paman MuDhong bersama istrinya Sun LeiYin, Kedua pamannya LunFai bersama istri Jendral Ai Yun dan LunFei dengan istrinya Jendral Ai Yin, Jendral Lung Wei bersama istrinya Jendral Ing Hua, Jendral Xiao Lai, Jendral Prapat Tung bersama istrinya Jendral Weng Sin, Jendral Deng Sun dan Jendral Yastaki. Sementara Jendral Xong Te tidak ikut berpartisipasi karena sedang menemani istrinya Jendral Bhu Yin yang sedang hamil tua, dan untuk Jendral Wang Yhu akan menyertai YoLang ke Daratan Buyan untuk mencari keberadaan Zhuan Ban dan anaknya Zhuan Bun yang berambisi untuk menguasai Benua Tengah dalam genggaman mereka. YoLang meninggalkan banyak sumber daya untuk anggota keluarga dan para perwira Pasukan Naga serta untuk para penduduk yang sedang serius berlatih dan berkultivasi, setelah mempersiapkan segala sesuatunya YoLang bersama kedua istri dan adiknya Lory Mei melesat dengan kecepatan cahaya dalam kegelapan malam diatas punggung Jula siHitam dan Juli siPutih.
Sambil tetap mengedarkan kesadaran spiritual mereka melintas langit Daratan Dong Yan menuju Daratan BuYan disebelah utara Benua Tengah, dengan perjalanan biasa akan membutuhkan waktu selama 1 minggu untuk mencapai perbatasan kedua daratan tersebut dan tidak untuk 2 hewan surgawi Rajawali Dua Alam milik YoLang dengan tingkat kekuatan Jula dan Juli saat ini yang sudah berada ditingkat Monarch mereka hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk sampai diperbatasan antara Daratan Dong Yan dan Daratan BuYan itu. Kota terdekat dari perbatasan adalah Kota Liu Sui sebuah kota besar bawahan dari Kerajaan Liu dan satu-satunya Kerajaan yang memerintah di Daratan BuYan, Kerajaan Liu berpusat di Kota Liu Pang berjarak 2 hari perjalanan biasa dari Kota Liu Sui dengan melewati 3 desa kecil disepanjang jalan lintas antar kota itu.
YoLang bersama kedua istri dan adiknya LoryMei diturunkan Jula dan Juli dipinggiran Kota Liu Sui saat hari menjelang malam, kemudian mereka berjalan memasuki kota setelah melewati gerbang kota yang dijaga oleh para pasukan keamanan Kota Liu Sui. YoLang melihat suatu keanehan dipintu gerbang tersebut karena biasanya yang menjaga gerbang masuk kota adalah para penjaga biasa tapi kali ini yang menjaga pintu masuk kota adalah pasukan keamanan kota dengan perlengkapan pasukan yang siap berperang, YoLang kemudian membawa kedua istri dan sang adik untuk mencari hotel atau penginapan untuk tempat mereka beristirahat. Mereka mendapati sebuah hotel yang cukup besar dan terlihat nyaman untuk ditempati kemudian menyewa 2 buah kamar VIP yang terletak dilantai 3 hotel tersebut.
"Kota ini sangat aneh... baru sekarang pintu gerbang dijaga oleh pasukan keamanan yang bersenjata lengkap seolah-olah sedang bersiap untuk berperang...!", kata YoLang kepada YoLun istrinya ketika mereka sudah berada didalam kamar, sementara itu Mayang dan Lory Mei berada dikamar lain.
"Iya... saya juga memperhatikan akan hal itu...! apa sebaiknya kita menyelidiki Kota ini suamiku...?", kata YoLun.
"Hmm... aku berencana untuk melihat keberadaan Kota ini malam ini... apa kamu mau ikut...?", tanya YoLang kepada sang istri.
"Ya... aku ikut... dan lebih bagus juga kamu mengajak adik May dan Lory biar kita berbagi tugas... bagaimana...?", kata YoLun.
"Baiklah akan kuberitahu mereka dengan rencana ini... tapi tunggulah sampai tengah malam... sekarang beristirahatlah dulu...!", kata YoLang.
__ADS_1
Menjelang tengah malam, Mayang dan Lory Mei telah bergabung dan berada didalam kamar YoLang dan YoLun,...
"Kalian berdua akan menyusuri kawasan kota sebelah utara... sementara itu kami bagian selatan... fokus kepada aura hitam dan aura aneh lainnya... dan jika menemukan aura gelap tandai saja dulu lokasinya dan akan kita urus kemudian...!", kata YoLang memberikan instruksi.
"Baik kakak...! ayo kakak May... kita berangkat sekarang...!", kata Lory Mei kemudian mengajak Mayang dan dengan diantar Juli mereka melesat dengan cepat diatas langit Kota Liu Sui.
"Ayo istriku kita berangkat sekarang...", kata YoLang mengajak sang istri YoLun kemudian melesat bagai cahaya diatas langit bersama JuLa siHitam.
Berjam-jam mereka mengitari kawasan Kota Liu Sui dan banyak sosok beraura merah dan hitam sampai hitam pekat yang mereka temukan, keberadaan sosok-sosok tersebut ada yang berkelompok dan ada juga yang hanya berdua atau sendiri dalam 1 rumah atau sebuah gedung besar bahkan ada yang menempati sebuah kawasan yang terdiri dari beberapa rumah dalam kawasan kediaman itu...
"Baik... ayo Jula arahkan kami kegedung itu...!", kata YoLang kemudian dibalas dengan anggukan kepala oleh hewan surgawi tersebut sambil menukik kebawah dan mengarah kegedung yang dimaksud tuannya.
YoLang dan YoLun melesat turun dari punggung Jula siHitam dan mendarat diatas atap gedung tersebut kemudian keduanya mengedarkan kesadaran spiritual mereka dan fokus kepada 2 sosok yang memancarkan aura hitam pekat dari tubuh mereka,...
"Kita harus bergerak cepat...! kalau tidak pasukan keamanan akan segera berdatangan... ini semua karena tindakan ceroboh yang dilakukan tetua tidak tahu diri itu...!", kata sosok yang tingkat kekuatannya berada ditingkat Kaisar Puncak.
__ADS_1
"Tetua kedua harus memikirkan kembali... karena anggota kita belum semuanya berada di Kota ini... mereka masih dalam perjalanan... mungkin 3 hari lagi baru sampai... kalau kita mengandalkan anggota kita yang sekarang sedang bersiaga maka akan sangat beresiko karena jumlah mereka hanya ada 12 orang ...", kata seseorang yang tingkat kekuatannya sudah berada ditingkat Kaisar Akhir.
"Menunggu 3 hari...? walaupun bantuan yang datang itu 100 orang tapi kalau 500 orang pasukan keamanan sudah berada dikota ini mau apa lagi... hahh...!", kata sosok yang dipanggil sebagai tetua kedua terlihat emosi.
"Benar juga... ahh... sangat disayangkan 'Sekte Pintu Dewa' sudah lebih dahulu mundur dari rencana ini... hanya karena Ketua Sekte mereka yang sedang dalam kultivasi tertutup...!", kata sosok yang berada ditingkat Kaisar Akhir.
"Ahh... mereka mundur bukan karena itu... mereka merasa tidak mendapatkan keuntungan dari misi ini... terlebih ayah dari Ketua Sekte Pintu Dewa sedang merencanakan misi lain... mereka rencananya akan menguasai daratan Nam Yan dan Daratan Dong Yan dan bergabung dengan Klan mereka yang berada disana...?", kata sosok yang dipanggil sebagai tetua kedua.
"Ahh... mereka juga memiliki Klan sendiri...? hmm... sungguh sebuah kekuatan yang besar...", kata sosok yang berada ditingkat Kaisar Akhir.
"Benar Klan mereka juga bernama 'Klan Pintu Dewa'... sama seperti nama Sekte yang berada didaratan ini... jadi sang ayah memimpin Klan dan anaknya memimpin 'Sekte Pintu Dewa'...", kata sosok yang dipanggil tetua kedua.
"Benar-benar para pemimpin Puncak Gunung Pedang sangat mengerikan... mereka telah melebihi kekuatan para Dewa...", kata sosok yang berada ditingkat Kaisar Akhir.
YoLang dan YoLun saling melirik setelah mendengar perbincangan yang terjadi didalam gedung tersebut, dan setelah merasa cukup mendapatkan informasi mereka melesat kembali keatas punggung Jula siHitam dan kembali kekamar hotel tempat mereka menginap setelah menandai lokasi kedua sosok yang berada didalam gedung tersebut. Mayang dan LoryMei juga mendapatkan beberapa sosok yang memancarkan aura hitam dari dalam tubuh mereka serta mencuri dengar perbincangan orang-orang itu dan tak lupa menandai sosok-sosok tersebut. Menjelang subuh mereka berempat berkumpul dikamar YoLang dan YoLun, dan satu persatu mulai menyampaikan hasil penyelidikan yang masing-masing dapatkan sepanjang malam sampai subuh hari itu. Dari hasil peyelidikan mereka ternyata di Kota Liu Sui sedang terjadi pergolakan antara penguasa Kota yang sudah mendapat bantuan dari pihak Kerajaan Liu dengan 3 Sekte Besar yang berada di Kota Liu Sui, Sekte sekte tersebut adalah 'Sekte Pedang Langit', 'Sekte Raja Pedang' dan 'Sekte Pintu Dewa'.
__ADS_1