
Hari kedua dipaviliun keluarga PiYo dan MaiLang masih terlihat ramai, banyak anggota keluarga Naga Emas anggota Pasukan Naga Emas masih tetap tinggal dan sedang mengatur bangsal pesta pernikahan menjadi sebuah tempat pertemuan besar yang akan diselenggarakan besok hari. Demikian juga dengan utusan keluarga dari berbagai kota di 5 benua masih tetap berada di Kota Klentang, sambil menunggu waktu berlangsungnya acara pertemuan besar mereka menyempatkan diri mengunjungi kota-kota yang berada di benua pulau hijau untuk menjajaki peluang bisnis yang bisa mereka dapatkan. Lain halnya dengan 3 sosok yang berada disebuah kamar mewah dalam Istana Naga Emas didunia jiwa milik YoLang, dari malam sampai pagi mereka berpacu dalam melodi dan saat hari telah menjelang siang mereka bertiga masih terlelap dalam mimpi.
Beberapa saat kemudian YoLang terbangun dari tidurnya karena merasakan ada dua sosok tubuh yang menghimpitnya dari sisi kiri dan kanan sehingga dia merasa terjepit ditengah dan kesulitan bernafas,...
"Hahh... hmm... chuupphh... chuupphh...!", ucapan selamat pagi oleh sang suami kepada kedua istrinya dengan memberikan sebuah kecupan dikening mereka masing-masing.
"Mmm... selamat pagi sayang...? selamat pagi suamiku...!", kata keduanya bersamaan ketika membuka mata mereka karena merasakan mendapat kecupan selamat pagi dari sang suami.
"Bagaimana perasaanmu istri sejatiku...?", kata YoLang kepada Mayang.
"Hmm... aku sangat senang dan bahagia...! sudah menjadi pendampingmu yang sejati...! eennmm...?", kata Mayang.
"Hehehe... terus apakah masih sakit...?", tanya sang suami selanjutnya.
"Sudah tidak lagi setelah kamu mengobatinya subuh tadi...! hehehe... kakak Lun ternyata benar... rasanya benar-benar seperti membuat aku melayang...! huhh... kalau tau rasanya enak seperti itu... sudah dari dulu aku mau melakukannya...!", kata Mayang berantusias.
"Hihihi... adik baru merasakan sekarang...? sudah aku katakan dari dulu... nah sekarang baru merasakan... hehehe... sudah...! aku akan memberikan waktu seminggu untuk kalian berdua...!", kata YoLun menyela.
__ADS_1
"Hmm... apa kalian lupa dengan teknik meditasi yang saya berikan 2 tahun yang lalu...?", kata YoLang kepada keduanya.
"Sudah kami kuasai suamiku...! sekarang tinggal kamu saja yang memutuskan... apakah kita akan mulai berkultivasi Yin dan Yang atau menunggu sampai kita berada di Alam Tinggi...!", kata YoLun.
"Ahh... iya baiklah...! kita akan menunggu sampai kita naik ke Alam Tinggi saja...! mmm...?", jawab YoLang kemudian memulai kembali musik yang mereka mainkan semalam, dari yang berirama pelan sampai lagu yang berirama musik cadas.
Diluar dunia jiwa para Pasukan Naga Emas masih terlihat sibuk mengatur tempat pertemuan, ratusan kursi diatur berjejer mengelilingi puluhan meja-meja bundar berukuran sedang didalam bangsal yang telah dirubah sedemikian rupa sehingga menjadi tempat untuk sebuah pertemuan besar. Panglima Pasukan Naga Jendral Wang Yhu memimpin anggota pasukannya untuk melaksanakan perintah junjungan mereka dalam menyiapkan tempat pertemuan itu, demikian juga dengan beberapa perwira tinggi lainnya ada yang mengatur penjagaan disekitar paviliun, ditempat-tempat anggota keluarga yang menginap dan ada juga yang menjadi pengawal anggota keluarga yang sedang mengunjungi kota-kota di Benua Pulau Hijau.
Keesokan harinya sejak pagi terlihat beberapa kelompok rombongan mulai berdatangan memasuki kawasan paviliun milik keluarga PiYo dan MaiLang, dan tidak sampai tengah hari bangsal pertemuan sudah dipenuhi dengan seluruh anggota Keluarga Naga Emas dari 5 benua. YoLang dan kedua istrinya YoLun dan Mayang sudah duduk dibagian depan panggung didampingi kedua orangtuanya PiYo dan MaiLang serta kedua mertuanya LunPing dan Maya, disisi panggung terlihat juga paman Lun Chao bersama bibi Sitti Han yang akan memandu acara pertemuan sudah bersiap untuk memulai acara pertemuan akbar tersebut.
"Perhatian...! saudara-saudara sekalian...! baiklah kita akan segera memulai acara 'Pertemuan Besar Kedua'...! 'Keluarga Besar Naga Emas' dari 5 Benua...! acara pertama adalah sambutan pembukaan yang akan disampaikan oleh pemimpin Kediaman Pusat Keluarga Naga Emas di Kota TangJun Benua Besar yaitu tuan PiYo... dipersilahkan...!", kata bibi Sitti Han membuka acara pertemuan besar itu.
"Selanjutnya...! kami juga sebagai tuan rumah... akan melayani semua kebutuhan anggota keluarga Naga Emas yang berdatangan dari 5 Benua...! silahkan sampaikan kepada kami melalui petugas yang berada didepan paviliun...! apa saja yang dibutuhkan akan kami layani semampu kami...! demikian penyampaian kami...!", kata PiYo menutup sambutan pembukaan tersebut.
"Acara selanjutnya adalah perkenalan beberapa anggota keluarga Naga Emas yang baru bergabung... pertama dari Benua Pulau Hitam...! kami persilahkan perwakilan Klan Shu...! dan dilanjutkan dengan perwakilan Klan Shang...!", kata paman Lun Chao, kemudian terlihat perwakilan dari Klan Shu sudah berdiri dan menghadap kearah semua yang hadir.
"Terimakasih atas waktunya...! perkenalkan saya Shu Liang dan berdiri disamping saya Chin Phei istri saya...! kami berasal dari Kota Mayori Daratan Tengah bagian utara Benua Pulau Hitam...! ditempat kami memiliki banyak bahan-bahan hasil hutan yang dapat dijual dan dijadikan perabotan serta berbagai jenis tanaman herbal yang belum kami ketahui... untuk itu mohon bantuan kepada saudara-saudara yang sudah memiliki pengetahuan tentang Alkemis...! agar dapat bersama-sama dengan kami untuk saling bertukar pikiran dan berbagi ilmu tentang Alkemis... terimakasih...!", kata Shu Liang memperkenalkan diri dan potensi Kota tempat tinggalnya.
__ADS_1
"Terimakasih...! perkenalkan saya Shang Tang dan istri saya Suchi Lan mewakili Klan Shang yang berada di Kota Bintang daratan bawah... saat ini saya sebagai pemimpin Klan Shang di Benua Pulau Hitam... juga bersama adik saya Shang Wei dan istrinya Windy Shu yang bertanggung jawab di Kota Duma Daratan Atas... selanjutnya adik perempuan saya Shang Yuen bersama suaminya Bin Yang yang bertanggung jawab di Kota Rata Daratan Tengah... kemudian sepupu saya Shang Tung dan istrinya Chun Lei yang bertanggung jawab di Kota Kuala yang juga adalah kota pelabuhan terbesar di Daratan Bawah dan terakhir sepupu saya Shang Bun dan istrinya Yun Wang yang bertanggung jawab di Kota Merah yang juga adalah sebuah pelabuhan terbesar di Daratan Tengah Benua Pulau Hitam...!", kata Shang Tang.
"Ditempat kami banyak memiliki potensi bisnis...! yaitu untuk hasil laut banyak terdapat di Kota Duma Daratan Atas, Kota Kuala di Daratan Bawah dan Kota Merah di Daratan Tengah... untuk hasil hutan berasal dari hutan terbesar di Benua Pulau Hitam yaitu 'Hutan Bintang'... hutan ini dapat diakses melalui kota Rata di Daratan Tengah atau dari tempat kami di Kota Bintang Daratan Bawah...! berbagai macam herbal langka terdapat dalam hutan itu... juga kayu-kayu pilihan yang sudah berumur ratusan tahun terdapat dibagian dalam hutan itu...! mungkin itu yang dapat kami sampaikan dalam perkenalan ini dan mohon bantuan dan bimbingan dari keluarga yang sudah lebih berpengalaman dari kami... terimakasih...!", kata Shang Tang memberikan sambutan perkenalannya dan memberikan informasi potensi yang berada di Benua Pulau Hitam tersebut.
'Baik kita lanjutkan dengan perkenalan anggota keluarga yang baru dari Benua Pulau Merah... kami persilahkan...!", kata bibi Sitti Han.
"Baik...! terimakasih untuk kesempatannya... perkenalkan saya Kwee Tang dan istri saya Shan Sin...! saya saat ini adalah sebagai pemimpin Klan Kwee di Daratan Atas Benua Pulau Merah... kami yang bertanggungjawab di Kota Nagari yang adalah ibukota dari Kerajaan Wuyang di Daratan Atas Benua Pulau Merah... dari tempat kami adalah kulit hewan yang banyak ditemukan dirawa besar yang berada dibagian utara Kota Nagari... itu saja yang dapat kami sampaikan...! terimakasih...", kata Kwee Tang mengakhiri sambutan perkenalannya.
"Selanjutnya...! dipersilahkan perwakilan dari Kota Bening di Daratan Atas Benua Pulau Merah...!", kata Lun Chao melanjutkan
"Terimakasih...! saya Wen Fang dan istri saya Lana Chun...! saya sebagai pemimpin Klan Wen dari Kota Bening dan sebagai Ketua 'Perguruan Elang Terbang' yang adalah perguruan beladiri keluarga Wen kami... kami bertanggung jawab atas Kota Bening di Daratan Atas dan ditempat kami ada potensi bisnis yang bersumber dari laut, yaitu mutiara untuk perhiasan dan rumput laut yang dapat dijadikan sebagai bahan obat serta berbagai jenis ikan laut...! itu yang dapat kami sampaikan dan kami sangat senang dan bangga menjadi bagian dari Keluarga Besar Naga Emas...! terimakasih...", kata Wen Fang menutup sambutan perkenalannya.
"Selanjutnya berturut-turut dari Kota Minyak, dan Kota Tude... dipersilahkan...!", kata Sitti Han melanjutkan acara perkenalan itu.
"Terimakasih... saya Thio Sun dan istri saya Lara kami yang bertanggung jawa terhadap Kota Minyak... dan sesuai nama kotanya ditempat kami terdapat sumber minyak yang berasal dari dalam tanah dan dapat dijadikan sebagai bahan bakar...! dan sebagai informasi di Kota kami banyak membutuhkan barang-barang untuk pakaian dan perabotan dari bahan logam, batu maupun kayu...! itu saja yang dapat saya sampaikan... terimakasih...!", kata Thio Sun.
"Saya Sun Gang dan istri saya Lei Yun kami bertanggung jawab untuk Kota Tude...! yang adalah sebuah kota pelabuhan yang banyak juga terdapat hasil-hasil laut... untuk peluang bisnis cukup menjanjikan dengan penjualan Pil obat dan bahan-bahan herbal lainnya yang sangat dibutuhkan penduduk di kota kami...! Toko Paviliun Naga Emas kami sering kehabisan persediaan Pil untuk itu mohon bantuannya dari saudara-saudara lainnya...! terimakasih...", kata Sun Gang menutup sambutan perkenalannya.
__ADS_1
Acara berlangsung sampai sore hari setelah acara perkenalan anggota keluarga yang baru bergabung dilanjutkan dengan berbagai diskusi diantara mereka karena banyaknya usulan dan ide-ide baru dari setiap perwakilan benua, kemudian atas kesepakatan bersama acara dilanjutkan sampai malam hari setelah beristirahat untuk makan malam bersama ditempat pertemuan itu.