Titisan Dewa

Titisan Dewa
Rahasia isi Pikiran BaiKing


__ADS_3

Kapal Naga Laut kembali kedaratan seribu suku dengan membawa kemenangan dan tawanan serta barang-barang berharga hasil perampokan bajak laut tersebut. Dan dengan informasi yang didapatkan YoLang dari isi pikiran BaiKing dia mengetahui bahwa Assosiasi Matahari Merah memiliki 8 buah kapal layar, dengan posisi 2 buah didaerah benua-benua bagian selatan dan kedua kapal tersebut sudah disita YoLang dan sedang dalam tahap renovasi didermaga keluarga Am' dikota Sompoi benua pulau merah kemudian ada 3 buah didaerah benua pulau biru yang menyerang kapal Naga Laut didermaga pelabuhan kota Shang dan sudah ditenggelamkan oleh YoLang disusul dengan tewasnya siJubah Kuning yang ternyata adalah BaiWong adik dari BaiKing siJubah Biru. Selanjutnya 3 buah diperairan samudera tak berujung yang dipimpin oleh BaiKing siJubah Biru yang barusan sudah ditaklukkan oleh pasukan kapal Naga Laut.


Hal itu menandakan bahwa saat ini perompak/bajak laut Matahari Merah sudah tidak ada lagi dipairan samudera tak berujung maupun didaerah benua-benua bagian selatan, maka dari itu YoLang memerintahkan beberapa anggota pasukannya untuk memberitahukan berita gembira tersebut kepada para pedagang yang sedang bermukim disepanjang pantai bagian barat daratan seribu suku agar mereka menjadi tenang dan tidak kuatir lagi dalam pelayaran perdagangan mereka.


Karena misi utama mereka didaratan seribu suku telah selesai maka YoLang memutuskan untuk segera melanjutkan petualangannya dengan berlayar menuju keBenua Besar, untuk itu dia merencanakan untuk menyerahkan pemukiman yang telah dia buat untuk penduduk/suku asli daratan seribu suku. YoLang kemudian mengirim beberapa anggota pasukannya untuk menjemput penduduk/suku asli dimana kakek LunWei dan LunDa tinggal sebelumnya untuk datang dan mendiami pemukiman yang dibangunnya. Setelah menyelesaikan semua urusan dan meninggalkan beberapa sumber daya kepada suku asli yang akan menjaga dan merawat pemukimannya YoLang memerintahkan kepada sang kapten LunGon untuk segera bersiap melanjutkan pelayaran mereka ke Benua Besar.


Hari masih pagi, sinar matahari baru saja menghangatkan permukaan tanah daratan seribu suku terlihat aktivitas diatas kapal Naga Laut yang sudah menaikkan 3 layar utama dan mulai bergerak meninggalkan dermaga. Kapten LunGon dari anjungan mengemudikan kapal Naga Laut mengarah kebarat laut dimana 'Samudera Tak Berujung' menanti mereka untuk melintas dan membawa keBenua Besar, sebuah daratan terbesar diAlam Fana ini...


"Paman...! dengan kecepatan maksimum kita... kira-kira berapa lama kita akan mencapai Benua Besar...?", tanya LunGon kepada paman AmPhong yang setia mendampinginya saat berlayar.


"Hmm... setahu paman... kapal-kapal besar membutuhkan waktu 7 sampai 8 bulan kapten Gon... karena pelayaran sering terganggu dengan adanya badai... sehingga harus memutar arah kapal untuk menghindari badai... itu salah satu yang membuat pelayaran diSamudera Tak Berujung ini menjadi lama...!", jawab paman AmPhong.


"Kapal kita sangat kuat...! saya kira kita bisa menerjang badai besar sekalipun paman...!", kata LunGon.


"Mmm... terlalu beresiko kapten... badan kapal mungkin akan bertahan tapi... anjungan dan tiang-tiang utama kapal bisa patah...! dan akan membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaikinya...!", kata paman AmPhong memberikan penjelasan.


"Aku akan berhati-hati paman... dan sebisanya menghindar kalau ada badai yang besar...", kata LunGon sang kapten.


"Lihat saja kalau ada awan hitam disertai petir didepan... lebih baik menghindar...! itu pertanda badai besar yang ombaknya bisa melebihi tinggi kapal ini...!", kata paman AmPhong menjelaskan.

__ADS_1


"Baik paman...! aku akan memperhatikan hal itu...", kata sang kapten.


Sementara itu diatas geladak kapal YoLang, YoLun, Mayan dan LoryMei sedang melanjutkan interogasi mereka kepada BaiKing si Jubah Biru yang masih tetap bungkam dan memperlihatkan sikap untuk tetap tidak tunduk kepada YoLang, WangYhu dan XongTe yang mendampingi tuan dan nyonya mereka terlihat mulai emosi,...


"Tuan muda... nyonya...! serahkan saja kepada kami orang ini... dia sudah tidak bisa diajak bekerjasama... akan kami bereskan dengan cara kami...!", kata Wang Yhu sang panglima pasukan.


"Apa yang dikatakan saudara panglima benar tuan muda... nyonya...! biarkan kami yang mengurusnya... tuan muda dan nyonya tidak usah mengotori tangan hanya karena situa bangka ini yang keras kepala...!", kata Xong Te menambahkan.


"Kalian tenang saja...! orang ini akan menjadi urusan saya...! karena penyebab kematian ibuku dan beberapa anggota keluargaku berhubungan erat dengannya...!", kata YoLun


"Bagaimana BaiKing...? siapa sebenarnya yang menyuruh kalian menghabisi keluargaku 15 tahun yang lalu dikota Banto...?", kata YoLun.


"Hmm... 'Yang Mulia siJubah Merah...? hahaha... orang yang sudah bau tanah itu...? pikirkan kembali BaiKing... kakakmu itu tidak akan perduli lagi denganmu...!", kata Xong Te yang sudah mengetahui hubungan siJubah Merah dengan BaiKing dan BaiWong karena mendapat informasi itu dari YoLang yang sudah menguras Rahasia isi pikiran BaiKing.


Ketiga orang itu adalah kakak beradik yang menjadi pimpinan dari Assosiasi Matahari Merah yang tertua BaiZhu siJubah Merah kemudian BaiKing siJubah Biru dan disusul BaiWong siJubah Kuning, Mereka terlahir dari perkawinan campuran antara Ibu yang adalah penduduk asli benua besar dengan Ayah seorang petualang dari benua timur yang dikenal dengan sebutan 'Bangsa Kate'. Bangsa Kate terkenal dengan bangsa pelaut dan sebagian besar dari mereka adalah perompak atau bajak laut yang menguasai perairan bagian timur, karena faktor keturunan itulah sehingga ketiga orang kakak beradik Bai menjadi bajak laut dan menguasai perairan bagian selatan.


Bangsa Kate mendiami beberapa pulau-pulau kecil dibagian timur, terkenal dengan kekejaman mereka dilaut dan sering merampas dan menguasai beberapa pulau atau daratan disekitar wilayah mereka atau yang mereka temukan dalam pelayaran mereka. Teknik beladiri para pendekar bangsa kate sangat berbeda dengan para pendekar benua besar dan rata-rata dari mereka menggunakan senjata pedang panjang dan mempunyai senjata rahasia beracun, namun mereka hanya mengandalkan kekuatan hawa murni sehingga setelah bertemu dengan pembudidaya energi spiritual mereka tidak bisa berkutik.


"BaiKing...! aku akan memberikan kesempatan terakhir untukmu...! 'SIAPA YANG MENYURUH' kalian...!!! ", tanya YoLun dengan tegas dan terlihat emosinya sudah memuncak.

__ADS_1


"Hahaha... kakakku akan membalas perbuatan kalian padaku...!", BaiKing hanya tertawa kemudian menatap YoLun sambil senyum.


"Hmm... itu kata katamu yang terakhir...? baiklah...!", kata YoLun yang bersiap mengeluarkan tekniknya.


"Tinju Badai Petir"


Whhuuuttt...


"Istriku tunggu...!", cegah YoLang tapi terlambat tangan YoLun dengan cepat telah mendarat didada BaiKing dengan kekuatan spiritual yang penuh.


Bhhuuuggg...


Aahhkkk... Aarrgghhh...


Bhhooommm...


Tubuh BaiKing bergetar kemudian meledak hancur menjadi potongan-potongan kecil dan berhamburan diatas lantai geladak kapal Naga Laut, WangYhu dan XongTe yang melihat hal tersebut ikut gemetar ketakutan karena baru melihat kekuatan nyonya mereka yang sebenarnya ketika sedang marah sehingga membuat mereka semakin tunduk dan patuh kepada tuan dan nyonya mereka itu.


"Paman Wang Yhu dan paman Xong Te...! tolong bersihkan lantai kapal ini...! maafkan saya sudah terlalu berlebihan dihadapan kedua paman...!", kata YoLun.

__ADS_1


"Tidak mengapa nyonya...! kami juga akan berbuat demikian jika menghadapi situasi seperti yang nyonya alami...!", kata Xong Te.


__ADS_2