Titisan Dewa

Titisan Dewa
Menyerang Markas Klan Rhu


__ADS_3

Selama 1 minggu waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses renovasi terhadap gedung Hotel dan Restoran itu, YoLang telah membawa 6 orang anggota keluarga Shang yang akan menjalani proses pengobatan pencucian darah mereka dari Kota Bintang ke Kota Rata melalui gerbang teleportasi yang telah dibuatnya...


"Kakak Tang...! tolong sampaikan kepada saudara-saudara yang lain bahwa besok kita akan melakukan pengobatan tahap terakhir...!", kata YoLang.


"Ahh... baik adik Yo... akan saya sampaikan kepada mereka agar bersiap...!", kata Shang Tang kemudian menemui anggota keluarganya yang akan menjalani proses pengobatan tahap akhir tersebut.


Sementara itu YoLang kembali kekamarnya untuk mempersiapkan bahan-bahan herbal dan bahan obat yang akan digunakannya dalam pengobatan kepada anggota keluarga Shang besok hari, dia juga menyampaikan hal ini kepada sang istri untuk membantu proses pengobatan tersebut. Keesokan harinya ke-6 orang anggota keluarga Shang yaitu Shang Tang, Shang Tung, Shang Bun, Shang Chao, Shang Teng dan Shang Yuen, mulai menjalani proses pencucian darah mereka, proses pengobatan masing-masing orang memakan waktu selama 5 jam dengan bantuan istrinya YoLang melakukan yang terbaik bagi anggota keluarganya. Malam harinya semua proses telah selesai dilakukan kemudian YoLang memberikan arahannya kepada mereka semua,...


"Kakak semua... pengobatan telah selesai...! tapi proses didalam tubuh belum selesai...? kita masih harus menunggu selama 1 bulan untuk memberikan waktu kepada darah yang baru untuk beradaptasi dan menyesuaikan dengan organ-organ lainnya didalam tubuh...! untuk itu selama 1 bulan kedepan tidak boleh menggunakan tenaga phisik kalian...! jadi fokuslah bermeditasi untuk saat ini...!", kata YoLang menjelaskan.


"Dan untuk sementara saya dan beberapa anggota pasukan Naga akan kembali kedalam Hutan Bintang untuk mengawasi pergerakan Klan dan kedua Sekte itu...!", kata YoLang melanjutkan.


"Baiklah adik... kami akan mengikuti arahanmu...!", kata Sang Tang mewakili saudara-saudaranya.


YoLang kembali mendapatkan anggota Pasukan Naganya yang saat ini berkumpul dilantai 2 dimana kamar-kamar mereka berada, Jendral Wang Yhu, Jendral Lung Wei dan Jendral Prapat Tung serta 12 orang Pasukan Naga...


"Paman sekalian... kita akan bergerak cepat...! karena kalau menunggu anggota inti keluarga Shang...? kita masih akan menunggu sampai 1 bulan kedepan... untuk itu saya minta paman Wang Yhu untuk kembali ke Benua Besar dan menjemput perwira lainnya serta tambahan anggota pasukan untuk datang kesini...! kita juga akan memperkuat lokasi-lokasi gerbang teleportasi dibenua pulau hitam ini...! karena kita belum bisa mengandalkan kekuatan keluarga kita disini... mereka semua masih lemah dan masih butuh waktu untuk berlatih...!", kata YoLang menjelaskan kepada mereka.


"Berapa banyak kekuatan yang akan saya bawa kesini tuan muda...? tanya Jendral Wang Yhu.


"Hmm... bawa serta 5 orang perwira dengan tingkat Surgawi Puncak serta 30 anggota Pasukan Naga dengan tingkat Hitam...! tapi paman jangan menggangu pasukan yang sedang menjaga pelabuhan di Kota BunNan... karena disana juga penting...!", kata YoLang.

__ADS_1


"Baik tuan muda...! dan juga kalau diperbolehkan saya akan mendatangi perguruan Belati Emas dan Klan Mu untuk mendapatkan tambahan anggota...! karena disana juga sudah banyak anak murid dengan tingkat Hitam...!", kata Jendral Wang Yhu menambahkan.


"Silahkan paman asalkan saja tidak mengganggu aktivitas mereka disana...!",


"Siap laksanakan tuan muda...! saya berangkat dulu...!", kata sang Jendral kemudian berlalu menuju ke Benua Besar.


Beberapa hari kemudian Tambahan Pasukan Naga dari Benua Besar berdatangan di Kota Rata, YoLang langsung mengirim bantuan pasukan yang sedang menjaga gerbang teleportasi di tiap kota dari 2 orang menjadi 5 orang anggota Pasukan Naga dan 1 orang perwira, sedangkan untuk lokasi gerbang teleportasi antar benua di Kota Duma dia tempatkan 1 orang perwira tinggi serta 10 orang anggota Pasukan Naga, selebihnya sebanyak 30 orang anggota pasukan bersiap di Kota Rata untuk bertindak menumpas KLan Rhu, Sekte Gunung Kabut dan Sekte Hutan Merah dikawasan area luar Hutan Bintang. Demikian juga dengan jumlah Jendral Pasukan Naga bertambah dengan datangnya Jendral Charles Ma yang bergabung di Kota Rata, YoLang segera membagi kelompok dan jenis tugas yang akan dilaksanakan oleh Pasukan Naga tersebut...


"Kita akan masuk dari 3 arah... disini kelompok paman Wang Yhu dan paman MuDhong beserta 10 orang anggota pasukan Naga...! dari lokasi ini Jendral Lung Wei dan Jendral Charles Ma serta 10 orang Pasukan Naga... dan terakhir dari lokasi ini Jendral Prapat Tung, Lan Jian, Chun Bao dan Yun Chao serta 10 orang pasukan...!", kata YoLang menjelaskan kepada mereka dengan menunjukkan sebuah peta besar yang dibuatnya.


"Paman Wang Yhu dan paman MuDhong akan menyergap para tetua Klan Rhu dilokasi ini...! disini ada 3 buah rumah yang tidak terlalu besar dan itu tempat mereka... yang disebelah ini terdapat sebuah bangunan besar tempat para pimpinan Sekte Gunung Kabut dan itu bagiannya kelompok Jendral Lung Wei... kemudian lokasi ini... markas para pemimpin Sekte Hutan Merah yang akan menjadi tugas kelompok Jendral Prapat Tung...! nah sampai disana penjelasan saya... apakah ada pertanyaan...?", tanya YoLang.


"Siap kami mengerti tuan muda...!", kata mereka serempak.


"Siap laksanakan tuan muda...!", kata mereka kembali secara serempak.


"Bagus... kita akan bergerak ketika hari sudah malam...! persiapkan diri kalian...! dan paman Wang Yhu perlengkapi ketiga anak muda itu dengan Zirah Perang milik kita...!", kata YoLang.


"Baik tuan muda...", kata Jendral Wang Yhu.


Malam harinya para Jendral Pasukan Naga mulai bergerak secara senyap dan dengan kemampuan mereka yang sudah berada diranah Alam Tinggi , satu persatu mereka melesat menuju pinggiran Hutan Bintang dimana lokasi kawasan kediaman target mereka berada. YoLang dan sang istri sudah berada diatas langit mengawasi para anggota pasukannya yang sedang bergerak dari atas punggung Jula siHitam,...

__ADS_1


"Istriku sesampainya kita disana kita langsung keposisi tengah...! tempat para pemimpin Klan Rhu dan Ketua-ketua Sekte berada... saat seperti ini mereka biasanya sedang bersama-sama...!", kata YoLang.


"Baik suamiku...! kamu serang dari arah kiri... aku dari arah kanan... aku akan buat mereka panik sebelumnya...! hehehe... sudah lama juga aku tidak menggunakan busur kesayanganku ini...?", kata YoLun sambil memandang senjata tingkat Ilahi miliknya 'Busur Asmara Intan Petir'.


"Baik... tapi lihat dulu situasinya... siapa tau ada orang lain ditempat mereka itu...! kalu tidak yah... selesaikan dengan cepat...! jangan buang-buang waktu kita...! eennmm...?", kata YoLang.


Mereka sudah berada diatas langit kawasan kediaman Klan Rhu dan 2 Sekte komplotannya itu, terlihat masing-masing kelompok sudah bersiap dan menunggu aba-aba dari YoLang untuk menyerang, kemudian secepat kilat YoLun melompat kebawah dengan senjata Busur yang sudah direntangkan...


"Hujan Amarah Petir"


Whuuzz... whuuzz... whuuzz... whuuzz...


Jleebb... jleebb... jleebb... jleebb...


Dhuaarr... dhuaarr... dhuaarr... dhuaarr...


"Maju...


"Sekarang...


"Serang...

__ADS_1


Serentak terjadi ledakan-ledakan spiritual disekitar kediaman besar yang berada dilokasi bagian tengah kawasan itu, kemudian disusul dengan bergeraknya 3 kelompok Pasukan Naga dengan target masing-masing yang telah disampaikan YoLang.


__ADS_2