Titisan Dewa

Titisan Dewa
Membangun Kembali Desa Jing Bun


__ADS_3

Mao Yu kepala desa Jin Bun yang sudah berusia 89 tahun dengan tingkat kekuatan berada ditingkat Surgawi Puncak merasa senang karena semua anggota kelompok Klan Pintu Dewa telah dibinasakan oleh YoLang dan anggota Pasukan Naga, walaupun melihat desanya yang telah porak-poranda akibat pertarungan antara kelompok Klan Pintu Dewa dan kelompok YoLang. Dengan langkah pelan dia menuju kearah YoLang dan anggota keluarganya yang sedang berkumpul ditengah perkampungan itu,...


"Tuan muda...! sekali lagi saya atas nama penduduk Desa Jing Bun mengucapkan terima kasih...! puluhan tahun kami hanya bisa menurut perintah para orang jahat itu...!", kata Mao Yu sang kepala desa.


"Kakek Mao Yu tidak usah sungkan...! itu sudah menjadi kewajiban saya melenyapkan segala penindasan yang terjadi dimanapun...! nah sekarang apa rencana kakek dan para penduduk desa...?", kata YoLang.


"Kami akan membangun kembali desa ini...! hanya masih ada kekhawatiran kami karena pemimpin orang jahat itu masih hidup... dan setahu saya mereka sedang kembali ketempat asal mereka di Daratan Buyan...!", kata kakek Mao Yu.


"Hmm... saya mendengar perkataan para tetua yang sudah tewas itu... bahwa Patriak Klan Pintu Dewa yang bernama Zhuan Ban sedang berada di Alam Dewa bersama anaknya Zhuan Bun yang katanya sudah menjadi Dewa... apakah hal itu benar...?", kata YoLang sambil bertanya untuk memastikan informasi yang dia dapatkan sebelumnya.


"Hahh... itu hanya impian si Zhuan Ban saja...! memang dia sedang berusaha untuk meningkatkan kekuatan anak tunggalnya itu... sampai dia menyembunyikan tempat kultivasi tertutup sang anak yang bernama Zhuan Bun...! dan kemudian membuat berita bahwa anaknya sudah naik ke Alam Dewa...! padahal yang sebenarnya tidak...", kata kakek Mao Yu menjelaskan.


"Ohh...begitu...? terus apakah kakek mengetahui dengan pasti dimana mereka sekarang berada..?", tanya YoLang.


"Zhuan Ban saat ini sedang mengunjungi anaknya Zhuan Bun di Daratan BuYan... dia sedang menyiapkan sebuah sumber energi kekuatan yang besar untuk sang anak agar tingkat kekuatannya segera meningkat dengan drastis... untuk tempat pastinya saya juga tidak mengetahui... saya hanya pernah mencuri dengar percakapan Zhuan Ban dengan leluhur mereka yang sudah tewas itu... bahwa dia akan kembali ke daratan Buyan... tapi tuan muda dapat memeriksa isi kamar Zhuan Ban siapa tau didalam kamar pribadinya itu terdapat informasi yang dapat memberikan petunjuk untuk kita...? mari saya tunjukkan tempatnya...!", kata kakek Mao Yu kemudian mengajak Yolang dan istrinya YoLun kesebuah rumah yang cukup luas untuk ditempat seorang diri.


"Nah... ini rumahnya...! mari masuk tuan muda... nyonya... dan itu kamar pribadi Zhuan Ban... saya tau persis karena setiap hari saya yang melayaninya makan dan minumnya...! kekuatan saya juga bisa sampai seperti ini karena dia memberikan saya Pil Energi dan dia sebut dengan Pil Dewa... silahkan tuan muda periksa isi kamarnya...!", kata kakek Mao Yu mempersilahkan YoLang dan YoLun untuk memeriksa kamar pribadi Zhang Ban.

__ADS_1


Yolang dan YoLun kemudian memasuki kamar Zhang Ban dan memeriksa isi didalam kamar tersebut, YoLang melihat ada 2 gulungan kulit kayu dan sebuah kitab kuno yang berada diatas meja samping tempat tidur. didinding kamar juga terlihat sebuah lukisan besar yang menggambarkan sebuah pemandangan alam dengan latar belakang bukit dan pegunungan yang tergantung dengan rapi oleh sebuah bingkai kayu berukiran huruf-huruf kuno. Dengan teliti YoLang dan YoLun memeriksa isi lemari dan laci meja dalam kamar itu sambil mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk merasakan aura-aura aneh didalam kamar itu dan juga mencari ruangan rahasia yang disembunyikan oleh sang pemilik kamar, 1 jam melakukan pemeriksaan YoLang dan YoLun tidak menemukan sesuatu yang aneh dan mencurigakan dan hanya 2 gulungan kulit kayu dan sebuah kitab kuno yang mereka temukan.


YoLang keluar dari kamar dan menemui kakek Mao Yu sementara itu YoLun yang masih berada didalam kamar tersebut tertarik dengan lukisan yang tergantung didinding kamar dan berpikiran bahwa lukisan yang bagus itu adalah karya seorang pelukis terkenal karena gambarnya yang sangat indah kemudian dia segera mengambil dan memasukkan lukisan tersebut kedalam cincin jiwanya, diluar kamar Yolang sedang berbincang dengan kakek Mao Yu...


"Kakek Yu... kami hanya menemukan kitab-kitab kuno ini dan setelah saya baca... 2 gulungan ini adalah turunan dari sebuah teknik kultivasi tingkat tinggi dan bisa diajarkan kepada penduduk desa...! dan kitab kuno ini adalah teknik untuk Alkemis didalamnya ada beberapa resep untuk membuat racun dan penawarnya...! kalau kakek berminat silahkan pelajari...!", kata YoLang.


"Ahh... tidak tuan muda...! penduduk kami ada 2 orang yang berprofesi sebagai Alkemis...! tapi mereka tidak mengerti tentang racun... lebih baik musnahkan saja teknik pembuat racun itu karena akan lebih banyak menyusahkan dari pada mendatangkan keuntungan...!", kata kakek Mao Yu.


"Ehh... kakek aku telah mengambil lukisan yang tergantung didinding kamar... aku melihat lukisannya bagus dan indah... jadi kalau kakek mengijinkan saya akan mengambilnya untuk hiasan dikediaman kami...!", kata YoLun


"Ahh... itu untuk nyonya saja... silahkan diambil... kami disini tidak membutuhkan lukisan itu... ahh... terus didalam kamar itu tidak ada yang bisa dijadikan informasi ya...! sungguh sayang sekali...!", kata sang kepala desa itu.


"Ahh... tuan muda sangat baik...! segera saya sampaikan kepada penduduk untuk membersihkan desa ini dari peninggalan klan jahat itu...!", kata kakek Mao Yu kemudian meninggalkan YoLang dan YoLun.


Kemudian YoLang mengumpulkan semua perwiranya dan paman MuDhong yang telah selesai menguburkan mayat-mayat anggota Klan Pintu Dewa, YoLang menyampaikan kepada mereka bahwa akan tinggal sementara didesa itu dan membantu membangun kembali desa yang hampir hancur itu. Untuk memudahkan proses pembangunan kembali Desa Jing Bun, YoLang telah membuat gerbang teleportasi yang menuju ke arah Kota Seo Moi karena dikota itu banyak terdapat toko-toko yang menjual bahan bangunan. Dalam pembangunan itu YoLang memanfaatkan tenaga para pasukan bonekanya yang telah bertambah dari sebelumnya 22 orang telah menjadi 57 orang dan terdapat 2 orang yang tingkat kekuatannya telah berada ditingkat Kaisar Puncak yaitu tetua ketiga dan tetua keempat sementara lainnya berada ditingkat Jendral Awal sampai Raja Mahir, pembangunan kembali desa Jing Bun tersebut juga melibatkan seluruh penduduk baik pemuda dan para pria dewasa sedangkan untuk para wanitanya menyiapkan makanan untuk para pekerja.


Mereka semua berjumlah 88 orang dan menyisakan 12 orang anak kecil serta 3 orang lanjut usia termasuk kakek Mao Yu dari 45 keluarga, selang 2 minggu berjalan mulai terlihat deretan rumah penduduk yang telah selesai dibangun. Kediaman untuk kepala desa dan sebuah bangunan besar untuk tempat pertemuan dibuat tersendiri dan berada ditengah perkampungan itu, dan rumah-rumah yan diperuntukkan bagi para penduduk dibuat berderet disisi kiri dan kanan dari kedua bangunan tersebut. sementara itu dibagian depan dibuat sebuah lapangan yang dapat digunakan sebagai tempat latihan dan dibagian belakangnya dimanfaatkan untuk lahan kebun tanaman herbal maupun untuk kandang ternak, YoLang juga membuat sarana kultivasi dan latihan bagi para penduduk desa serta membuatkan senjata dan memberikan mereka pengetahuan tentang Alkemis, Tabib dan Penempa Senjata.

__ADS_1


YoLang dan anggota Pasukan Naganya juga mendapatkan 4 buah rumah tinggal yang berukuran besar, dan masing-masing rumah terdapat 4 buah kamar yang dapat ditempati oleh 4 orang anggota pasukan. Sementara para perwira lainnya sudah dikirim kedalam dunia jiwa dan sewaktu-waktu akan ditarik keluar mengingat mereka juga sedang menantikan kedatangan sang Patriak Klan Pintu Dewa Zhuan Ban yang menurut kakek Mao Yu sedang berkunjung di Daratan Bu Yan menemui anaknya Zhuan Bun yang sedang melakukan kultivasi tertutup disana. Sebulan telah berlalu gairah kehidupan desa Jing Bun telah kembali dan banyak dari mereka telah mulai berlatih dan berkultivasi berkat sarana latihan yang dibuatkan YoLang untuk mereka, sudah terdapat 2 orang Alkemis tingkat ahli yang sudah bisa membuat Pil tingkat 6 dan 7, demikian juga dengan Tabib sudah berada ditingkat ahli dan Penempa Senjata yang masih berada ditingkat langit.


Tingkat kekuatan para petinggi desa itu sudah mulai meningkat dan saat ini kakek Mao Yu dari tingkat Surgawi Puncak telah naik dan berada ditingkat Raja Mahir demikian juga dengan para penduduk dari yang sebelumnya belum bisa berkultivasi sekarang sudah berada ditingkat Pembentukan Qi tahap Puncak, melihat hasil yang dicapai selama kurang lebih 1 bulan itu Yolang merasa senang karena begitu bersemangatnya para penduduk desa dibawah pimpinan sang kepala desa kakek Mao Yu. Karena penantian yang cukup lama akhirnya YoLang mengumpulkan para perwiranya dan kakek Mao Yu untuk membicarakan tentang Patriak Zhuan Ban yang tak kunjung kembali ke Desa Jing Bun...


"Kalau kita menunggu terus disini maka waktu kita akan terbuang percuma...! bagaimana...? apakah kalian ada rencana...?", tanya YoLang dalam pertemuan itu.


"Saya mempunyai rencana tuan muda... bagaimana kalau kita segera berangkat menuju daratan BuYan dan mencarinya disana... dan untuk berjaga disini biar beberapa dari kami yang akan tinggal...!", kata paman Wang Yhu memberikan usulannya.


"Hmm... bagus juga rencana paman...! kalau yang lainnya bagaimana...?", tanya YoLang selanjutnya.


"Tuan muda... dari saya mengusulkan... sebaiknya menunggu lagi beberapa hari... karena hitungan saya Zhuan Ban telah pergi selama 3 bulan... nah dengan waktu selama itu saya kira saat ini dia sedang dalam perjalanan kembali kesini... 3 bulan yang lalu Zhuan Ban pergi bersama 2 orang leluhur lainnya yang tingkat kekuatan mereka sudah berada ditingkat Saint Mahir hanya Zhuan Ban saja yang telah berada ditingkat Saint Puncak...", kata kakek Mao Yu.


"Hmm... baiklah... kita akan menunggu lagi selama seminggu... jika dalam waktu itu dia belum kembali maka saya memutuskan untuk pergi langsung ke Daratan Bu Yan bersama istri-istri saya...! dan yang akan berjaga disini saya minta paman MuDhong dan semua perwira lainnya yang sudah berada ditingkat Holy Tyrant dan tingat Dao...! dan saya rasa walaupun Zhuan Ban membawa orang yang tingkatannya lebih tinggi dari tingkat Dao... kalian para perwira masih bisa mengalahkannya karena kekuatan kalian sudah bisa digunakan 100% setelah mengalami pembaptisan petir sedangkan mereka saya yakin belum mengalami kesengsaraan petir sehingga kekuatan mereka hanya bisa digunakan sebesar 40 sampai 60%... saya juga akan meninggalkan artefak pemanggil bantuan jika dalam keadaan terdesak segera pecahkan kalung artefak itu... dan saya dan istri-istri saya akan segera kembali kesini...! bagaimana...?", kata YoLang memberikan penjelasannya.


"Tuan muda benar...! baik kami akan mengikuti rencana tuan muda...!", kata Jendral Lung Wei yang juga adalah wakil panglima Pasukan Naga.


"Bagus... selama 1 minggu ini tolong bantu kakek Mao Yu... untuk memberikan latihan dan kultivasi kepada para penduduk... berikan buah-buah abadi dan Pil Energi ini setiap hari... saya yakin dalam seminggu mereka bisa naik 1 tingkat...!", kata YoLang melanjutkan.

__ADS_1


Dengan rencana YoLang untuk menambah waktu 1 minggu membuat para penduduk berlatih dengan lebih keras lagi, mereka berharap bisa meningkatkan tingkat kekuatan mereka dalam waktu yang singkat itu.


__ADS_2