Titisan Dewa

Titisan Dewa
Penyelidikan diDaratan Seribu Suku


__ADS_3

"Kakak... kalau tidak ada badai malam ini ... diperkirakan besok siang kita akan tiba diperairan sebelah barat dekat dengan lokasi desa Matahari Terbit berada...", kata LunGon.


"Bagus adik... perlambat kecepatan kapal... aku mau memeriksa terlebih dahulu...", kata yoLang, kemudian mengeluarkan Jula untuk terbang menuju daratan seribu suku tempat dimana desa matahari terbit berada.


Whhuuzzz...


"Jula... bawa aku ke daratan itu...",


Khaaakkk...


Whuukk... whuukk...whuukk...


Jula mengepakkan sayapnya terbang katas langit dan melesat kearah daratan seribu suku, setelah terbang selama 2 jam YoLang mulai melihat keberadaan sebuah daratan didepannya dan,...


"Jula tambah naik lagi... aku mau melihat lokasi dimana keberadaan desa atau pemukiman...",


"Khhaakkk...


Dari atas Langit Yolang dapat melihat ada beberapa desa atau pemukiman yang tidak banyak penduduknya, dan ada juga beberapa desa kecil ditengah pulau tempat para penduduk asli daratan ini tinggal. Sepanjang mata memandang YoLang hanya melihat hamparan tanah gersang dan batu karang dipinggir pantai dan hampir sepanjang pantai ada beberapa kapal layar yang sedang menambatkan jangkarnya, hanya ada sebuah dermaga kecil yang menjorok agak jauh dari pantai tepat didepan sebuah desa dan ada terdapat 2 buah kapal layar yang besar. Dari ketinggian YoLang mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk melihat keberadaan orang-orang didermaga itu dan mendengar percakapan mereka.


"Kita sudah tidak bisa berlama-lama ditempat ini... karena sudah 2 minggu kita menetap dilokasi ini dan tidak alam lagi pemilik sebelumnya akan kembali...", kata seseorang.


"Iya... dari yang kudengar... pemukiman ini adalah tempat tingalnya para anggota assosiasi dagang terbesar dari benua besar... dan mereka memang akan kembali setiap 2 bublan sekali kesini...!", kata yang lain.

__ADS_1


"Mereka sebenarnya bukan assosiasi dagang...! tapi mereka adalah perompak atau bajak laut yang menyamar sebagai sebuah organisasi dagang...", kata seorang yang lain.


"Hmm... bagaimanapun juga mereka sangat berbahaya...! kita harus menghindari mereka...",


"Iya... barang-barang daganganku banyak...! bisa bangkrut keluarga saya kalau sampai dirampok oleh mereka...",


"Segera memberitahu yang lain... setelah penampungan air bersih telah penuh...! kita akan segera berlayar...",


"Baik kapten...",


"Hmm... sepertinya pemukiman itu sedang ditempati oleh para pedagang yang sedang singgah untuk mengambil air bersih... sebaiknya aku membuat pemukiman sendiri saja...", kata YoLang dalam hati, kemudian mengarahkan Jula untuk menelusuri sepanjang pinggiran daratan tersebut untuk mencari tempat yang cocok ddirikan sebuah pemukiman sementara.


Dalam pikirannya YoLang mulai berpikir bahwa dia akan membutuhkan waktu yang lama untuk mencari informasi, karena yang jelas desa 'Matahari Terbit' masih ada tapi penghuninya adalah orang lain yaitu sebuah kelompok saudagar besar dan para pedagang dan bukan anggota assosiasi Matahari Merah yang sedang dicarinya. YoLang kemudian memutuskan untuk mengirim Juli untuk menjemput LoryMei, Mayang dan YoLun sementara itu dia bersama Jula akan mencari sebuah tempat untuk dijadikan pemukiman sementara dan membuat sebuah dermaga tempat kapal Naga Lautnya bersandar. Hal ini dia lakukan untuk menanti kedatangan para anggota assosiasi Matahari Merah yang dicarinya itu, setelah menemukan tempat cocok dia mulai membersihkan area itu dibantu oeh Jula yang dengan kebasan sayapnya membersihkan permukaan tanah dari sampah dan batu-batu kecil yang bertebaran di sekitar area tersebut.


Khaakkk...


Whhuukkk... whuukk... whuukk...


"Hmm... kakak dimana desanya...?", tanya LoryMei saat turun dari punggung Juli si Putih.


"Itu... 2 kilometer dari sini... tapi orang lain yang menghuni desa itu...", jawab YoLang.


"Terus kita harus mencari mereka dimana...? apakah kita akan mencari mereka ditengah samudera tak berujung saja...?", kata Mayang kemudian.

__ADS_1


"Ahh... tidak... akan membuang-buang waktu kita... sebaiknya kita menunggu beberapa waktu disini...! sebaiknya kalian bertiga mulai membuat beberapa bangunan untuk kita tempati sampai orang-orang yang kita cari kembali kedaratan ini...!", kata YoLang kepada mereka bertiga.


"Ohh... baiklah... suamiku...!", kata YoLun kemudian berdiskusi dengan Mayang dan LoryMei untuk merencanakan pembuatan bangunan yang dimaksud YoLang.


Sementara itu YoLang memeriksa pinggiran pantai dan mulai membuat sebuah dermaga yang cukup untuk bersandarnya sebuah kapal seperti kapalnya sang Naga Laut, Dengan kemampuan mereka terlihat sebuah dermaga mulai terbentuk demikian juga ada 3 buah bangunan tempat tinggal mulai berdiri. YoLang dan ketiga gadis itu bekerja sampai matahari terbenam, walaupun terlihat belum 100% selesai semuanya, tapi ada sebuah bangunan tempat tinggal yang sudah selesai yang didalamnya terdapat 3 buah kamar tidur, ada ruangan tamu dan ruangan tengahnya ada juga ruang makan serta dapur,...


"Cukup dulu untuk hari ini...! akan kita lanjutkan lagi besok sambil menunggu kedatangan kapal Naga Laut...", kata YoLang yang hampir menyelesaikan pembuatan dermaganya.


"Baik suamiku...", kata YoLun.


"Malam ini kita akan berkeliling... kita akan memeriksa semua yang berada diatas 'Daratan Seribu Suku' ini... sekalian mencari informasi atau sesuatu yang aneh didaratan ini..." kata YoLang kepada mereka bertiga.


"Baik aku akan bersama Lory dengan Juli... kami akan mengarah keselatan dan kalian kearah utara bagaimana calon suamiku...?", kata Mayang kepada YoLang.


"Hmm... baik... jangan lupa menandai beberapa tempat yang mudah diingat...! eennmm...?",


"Beres kak... !", jawab LoryMei.


"Bagus... jangan lupa kenakan pakaian hangat... karena cuaca akan sangat dingin saat malam hari...", kata YoLang memperingati mereka.


Sebelum meninggalkan pemukiman yang baru mereka bangun, YoLang membuat Array/Formasi Pelindung dan Ilusi untuk menutupi area tersebut sehingga tidak ada seorangpun yang dapat melihat jika di area tersebut terdapat beberapa bangunan dan sebuah dermaga. Kemudian Jula siHitam membawa YoLang dan YoLun terbang kearah utara dari daratan tersebut dan sebaliknya Juli siPutih membawa Mayang dan LoryMei kearah bagian selatan, diketinggian langit terlihat 2 ekor Rajawali Dua Alam sedang terbang perlahan membawa tuan dan nyonyanya diatas punggung. Jula yang membawa YoLang dan YoLun terlihat dengan pakaian hangatnya duduk bersandar didada sang suami yang duduk dibelakangnya sambil melihat kebawah dan mengedarkan kesadarakan spiritual mereka untuk merasakan pergerakan dan sesuatu yang aneh dibawah sana.


Mereka mulai menyusuri sepanjang pantai bagian utara daratan seribu suku dan mendapatkan beberapa pemukiman para pedagang dan petualang, kemudian bergerak kebagian tengah daratan dan hanya mendapati beberapa desa kecil tempat pemukiman para penduduk asli daratan seribu suku ini.

__ADS_1


__ADS_2