Titisan Dewa

Titisan Dewa
Pedang Ilahi


__ADS_3

"Master penempa tingkat Surgawi diatas Langit sana butuh waktu 30 menit untuk membuat pedang tingkat legenda seperti ini... dan untuk master penempa sepertimu...? harusnya lebih cepat dan hasilnya lebih dari mereka...! ini hasil buatanmu selama 42 menit kualitasnya seperti pedang tingkat bumi tidak berisi... kembali harus diingat... saat kau mengendalikan meterial batu meteor itu kamu juga secara bersamaan mengisi jiwa/spiritual milikmu... agar pedang itu berisi dan benar-benar menjadi sebuah pedang tingkat legenda... apa kamu paham...?", kata sang guru menjelaskan.


"Maafkan muridmu ini... akan kucoba lagi Guru...!", kata YoLang.


"Ya... tidak apa-apa... lanjutkan dan buat yang lebih baik waktumu seharusnya 15 menit cukup... setelah lancar kau coba dengan membuat tingkat yang lebih tinggi dengan mencampur bahannya dengan bahan-bahan ini... cukup mencampurnya dengan 2 macam bahan saja... misalnya batu meteor dengan biji baja merah... atau batu meteor dengan batu intan ini... atau dengan baja karbon ini... terserah mau kau pasangkan dengan yang mana",


"Murid mengerti...!", kata YoLang.


"Baik... lakukanlah...!", kata sang guru.


YoLang kembali mulai membuat dengan bahan pedang gagal buatan pertamanya, dia mencairkan kembali pedang itu dan mulai membentuknya kembali menjadi sepasang belati, sambil mengisi kedua belati tersebut dengan kekuatan jiwanya.


Whhuuzzz... whuuzzz...


Sepasang belati hitam pekat keluar dari dalam tungku dan melayang diatasnya memancarkan kabut/aura berwana ungu, kemudian dia menarik kedua belati tersebut dan memberikan pegangan/gagang terbuat dari kayu besi yang sangat keras setelah itu membuatkan kotak kayu tempat untuk menyimpan kedua belati tersebut.


"Nah... bagus... 12 menit sepasang belati jadi dengan sempurna... bagusnya setiap selesai membuat senjata Legenda keatas... kau harus memberikan sebuah nama kepada senjata tersebut... apakah karena bahannya, pembuatnya atau situasi tertentu sehingga senjata itu tercipta... dan yang perlu kau ingat ketika sebuah senjata buatanmu selain memancarkan aura tapi kemudian senjata tersebut bergetar keras... kemungkinan senjata buatanmu berada di tingkat Ilahi... dan senjata tersebut memerlukan pengukuhan sebagai senjata Ilahi melalui Pembaptisan Petir... sama seperti ketika membuat pil tingkat Surgawi...!", kata sang guru.


"Ohh... begitu...! mmm... bagaimana belati yang tadi aku buat... aku namakan Sepasang 'Belati Naga Hitam'... itu karena belatinya berwarna Hitam kemudian belati tersebut tercipta atas petunjuk Guru Dewa Naga... bagaimana Guru... hehehe...", tanya YoLang.


"Hahaha... bagus... bagus... aku suka... hahaha...", jawab sang Dewa Naga senang sambil tertawa terbahak-bahak.


"Baiklah berlatihlah terus... sampai sempurna dan ingat kekuatan phisikmu baru boleh kau gunakan sebulan kemudian... aku pergi menemui kedua gadis itu dulu...!", kata sang guru kemudian menghilang tanpa menunggu jawaban dari muridnya.


Whhuuuuzzzz...


Perginya sang guru tidak membuat YoLang beristirahat atau bersantai ria, tapi dia melanjutkan pembuatan senjatanya sambil dia mengasah ketrampilannya terutama kecepatan membuatnya. Apalagi dia memiliki bahan batu meteor yang sangat besar, bisa untuk membuat senjata tingkat langit ratusan buah.


"Hmmm... batu intan bahan terkuat dan paling keras... aku coba saja berapa lama mencairkannya... sekalian bereksperimen dengan lebih dari 2 bahan", gumam Yolang dalam hati karena berencana membuat sebuah pedang dengan bahan lebih dari 2 macam.


Kemudian dia mulai menambah panas 'Tungku Hua' miliknya sampai badan tungku terlihat memerah, kemudian memasukkan batu intan terlebih dahulu, selain membakar tungku api surgawinya juga membantu membakar langsung batu intan tersebut agar lebih cepat mencair. 30 menit berlalu, terlihat batu intan itu mulai mencair, segera YoLang memasukkan batu meteor kedalam tungku dan menambahkan butiran besi putih yang diambilnya dari cincin jiwanya.


Setelah melihat seluruh bahan mencair semua dia mulai menggunakan kekuatan energi spiritualnya untuk mengaduk-aduk campuran bahan senjata itu, sampai terlihat cairan dari 3 bahan sudah menyatu, dia mulai memberikan energi spiritualnya kedalam campuran itu dan dia mulai membentuk sebuah pedang (rencana YoLang membuat senjata untuk Mayang) sedikit tipis dan terlihat ramping, setelah terbentuk dia mulai mendinginkan tungku dan dengan kekuatan energi Yin miliknya dia membasuh batang pedang tersebut dengan energi Yin dan dia bermaksud agar pedang tersebut cepat menjadi dingin kemudian terlihat asap putih mengepul dari dalam tungku...


Wuuuussss... wuuuussss...


Zheeessss... zheeessss...


Bhooooommmmm.......

__ADS_1


Brruuukkk...


Nguuunnnng... nguuunnnng...


Zheeetttt... zheeetttt...


Suara ledakan yang sangat keras datang dari dalam tungku tersebut, membuat YoLang terlempar ke dinding pondok. Kemudian dia kembali duduk dan melihat, dengan perlahan sebuah pedang berwarna putih yang ditengahnya terdapat lapisan tembus pandang membentuk garis lurus dan memancarkan cahaya dan di sekeliling mata pedang yang tajam keluar kabut/aura dingin, sambil melayang keluar dari dalam tungku mengeluarkan suara mendengung dan bergerak sendiri ke kiri dan ke kanan seperti menebas sesuatu.


"Hahhh... Pedang Ilahi...? Ciri-cirinya seperti yang guru katakan...", kata YoLang dalam hati dan terkejut bercampur gembira dengan hasil ciptaanya dan kemudian...


Whhuuuzzz....


"Apa yang terjadi muridku...?", tanya sang guru cemas karena mendengar ledakan dari pondok YoLang.


"Kakak... kak... kakaaaakkkk...", Teriakan LoryMei dan Mayang dari luar pondok.


Brruuuaakkkk...


Kedua gadis kecil itu tanpa menunggu persetujuan pemilik pondok, langsung mendobrak pintu pondok yang tertutup dan masuk kedalam menemui sang kakak.


"Kak... apa kamu baik-baik saja...?", tanya Mayang.


"Hmmm... lihat itu... itu yang membuat ledakan tadi...!", jawab YoLang sambil menunjuk sebuah pedang berwarna putih memancarkan cahaya dan beraura dingin.


"Ini...? astaga muridku...!", tanpa berkata lebih lanjut sang guru menggerakkan kedua telapak tangannya membentuk sebuah Array/Formasi pelindung dan membungkus pedang tersebut.


"Haahh... bakatmu memang menentang surga muridku...! kau baru saja membuat sebuah Pedang tingkat Ilahi yang memiliki energi spiritual sendiri dan beraura Yin... sepanjang pengetahuanku tentang Alam Semesta ini, 'Pedang Ilahi' baru 2 sosok yang berhasil membuatnya... mereka adalah 'Kaisar Dewa' dan sang 'Dewa Pedang' sendiri... itu artinya kamu adalah orang ketiga diSemesta ini yang berhasil membuatnya muridku...! hahhh... sungguh aku sangat bangga kepadamu...!", kata Dewa Naga tersenyum puas sambil tetap menahan pedang tersebut diudara tepat diatas tungku.


"Nanti saat kau menjalani kesengsaraan petir dialam surgawi bawalah pedang ini juga bersamamu agar menerima juga pembaptisan petir untuk mengukuhkannya sebagai 'Pedang Ilahi'... dan sementara pedang ini aku buatkan segel tingkat Ilahi untuk menyembunyikan keberadaannya... agar tidak tercium oleh orang-orang Langit yang menginginkannya...!", kata sang Dewa Naga menjelaskan.


"Buatkan gagang dan sarung pedang yang sesuai dengan nilai pedang ini sebagai penghormatan keIlahiannya... aku akan mencari 'Giok Laut'... (Giok Laut sejenis batu Giok yang terdapat didasar lautan yang dalam, sangat keras dan kuat dapat menahan tekanan dan benturan yang besar dan berwarna Biru keputih-putihan) sebagai bahannya nanti...!", kata gurunya.


Kedua gadis kecil, Mayang dan LoryMei terlihat bingung, kaget dan sangat gembira mendengar penjelasan sang Dewa Naga.


"Kalian berdua... ayo kita kembali...kita akan melanjutkan yang tadi... biarkan YoLang fokus dengan latihannya... jangan diganggu...!", kata sang Dewa Naga memberi perintah.


"Baik kakek Dewa...!", kata mereka serempak kemudian keluar dari pondok milik YoLang dan menuju pondok Mayang dimana mereka berdua mendapat pelatihan dari Dewa Naga.


YoLang memperbaiki pintu pondoknya yang rusak akibat terjangan kedua adiknya tadi, kemudian membuat kotak kayu untuk tempat penyimpanan sementara dari pedang ilahi yang baru dibuatnya itu. Kemudian dia melanjutkan membuat pedang kembali dengan sisa bahan Batu Meteor, biji baja merah, baja karbon dan biji besi putih.

__ADS_1


"Bahannya masih cukup untuk 4 batang pedang... ahhh... seandainya masih ada baru intan... aku mau buat pedang cahaya intan nantinya... dan yang tadi bagusnya diberi nama apa ya...?", kata YoLang dalam hati sambil memikirkan nama pedang ciptaanya itu.


Pedang 'Intan Naga Es' itu adalah nama yang diberikan YoLang untuk pedang ciptaannya dan dia merasa akan sangat cocok dengan Mayang yang memiliki tubuh spesial jenis tubuh Yin, setelah itu dia kembali mulai membuat senjata dengan resep pertama campuran bahan, batu meteor dan biji baja merah sebanyak 2 batch (2 kali pembuatan) dan akan diisi dengan elemen api. Kemudian resep kedua campuran bahan, batu meteor dan baja karbon dan akan diisi dengan elemen petir dan resep yang ketiga campuran batu meteor dengan biji besi putih dia menambahkan elemen cahaya dan tentunya dari semua resep tersebut dia juga menambahkan kekuatan spiritualnya.


Pembuatan resep pertama ini memakan waktu yang agak lebih lama dari sebelumnya yaitu selama 40 menit, karena mungkin 2 batch sekaligus dia masukkan kedalam tungku yang artinya akan menghasilkan 2 buah pedang. Setelah menunggu beberapa saat dia mulai membentuk 2 buah bilah pedang dari cairan berwarna merah kehitaman itu dengan menggunakan kekuatan spiritualnya bersamaan dengan energi Yang miliknya serta menembakkan elemen api kearah pedang yang mulai terbentuk dengan sempurna, terlihat asap berwarna merah mulai keluar dari dalam tungku dan...


Wuuuussss... wuuuussss...


Zheeessss... zheeessss...


Bhooooommmmm.......


Brruuukkk...


Nguuunnnng... nguuunnnng...


Zheeetttt... zheeetttt...


Kejadian yang sama kembali terjadi tapi terlihat hanya ada sebilah pedang yang bergerak-gerak seakan menebas sesuatu disekitarnya, pedang berwarna merah mengkilat mengeluarkan aura Yang disertai percikan api dari keliling sisi yang tajam dan yang satunya hanya diam melayang diatas tungku. Seketika gurunya kembali sudah berada disampingnya sambil menatap dua bilah pedang yang melayang diatas tungku.


"Ohh... muridku...! entah apalagi yang harus kuucapkan kepadamu... hanya sebuah sebutan penghargaan dari Langit yang cocok untukmu saat ini... yaitu 'Master Penempa Ilahi' dan selama 12 juta tahun aku hidup... belum ada seorangpun yang mendapatkan gelar tersebut.


*6 Dewa tertinggi saat ini adalah sisa dari pembantaian yang terjadi 1 juta tahun yang lalu diseluruh alam semesta, dan mereka inilah yang memilih YoLang yaitu :



Dewa Cahaya - umur 10 juta tahun, tingkat Kaisar Dewa Pencipta tahap 38.


Dewa Obat - umur 11 juta tahun, tingkat Kaisar Dewa Pencipta tahap 40.


Dewa Naga - umur 12 juta tahun, tingkat Kaisar Dewa Pencipta tahap 42.


Dewa Perang - umur 10 juta tahun, tingkat Kaisar Dewa Pencipta tahap 38.


Dewa Pengetahuan - umur 15 juta tahun, tingkat Kaisar Dewa Pencipta tahap 41.


Kaisar Dewa - umur 18 juta tahun, tingkat Kaisar Dewa Penguasa tahap 31*.


YoLang terdiam bingung dan kaget mendengar perkataan gurunya Dewa Cahaya, kemudian sang guru memasang segel dengan membentuk Array/Formasi pada salah satu pedang yang bergerak-gerak itu. Kemudian YoLang membuatkan kotak kayu sebagai tempat penyimpanan sementara untuk pedang ilahi ciptaannya yang kedua sambil menunggu bahan terbaik.

__ADS_1



__ADS_2