
Subuh hari ketujuh sosok rombongan YoLang keluar dari hotel menuju gerbang sebelah utara kota Zong Duzi, setelah melewati jarak 200 meter dari gerbang kota YoLang memasukkan paman Wang Yhu dan paman Lung Wei bersama istrinya Jendral Ing Hua kedalam dunia jiwa dan selanjutnya menarik keluar Jula yang akan dijadikan tunggangan oleh YoLang dan YoLun menuju pusat Kerjaan Zong di Kota Zong Lhai. Tanpa beristirahat mereka tiba dipinggiran Kota Zong Lhai pada sore menjelang malam hari, setelah memasukkan kembali Jula siHitam kedalam dunia jiwa pasangan suami istri itu berjalan memasuki kota yang terlihat dijaga oleh beberapa orang penjaga, mereka berdua dikenakan 10 koin emas saat masuk kedalam kota dan hal itu tidak menjadi masalah buat YoLang dan istrinya YoLun. Berjalan memasuki kota yang terlihat masih ramai dan keduanya melihat sebuah restoran yang cukup banyak pengunjungnya,...
"Mari silahkan masuk tuan dan nyonya... masih ada meja kosong dilantai 2... mari ikuti saya...", kata seorang pemuda pelayan yang menyambut kedatangan YoLang dan YoLun.
"Wah... rame sekali restoran ini... lantai 1 sudah penuh... lantai juga hampir penuh... apakah masakannya memang seenak itu...? sampai-sampai banyak para pelanggan yang berdatangan kerestoran ini...", kata YoLun berbisik kepada sang suami.
"Kita coba saja... nanti kamu pesankan makanan terbaik yang dimiliki restoran ini...", kata YoLang dengan cara yang sama berbisik kepada sang istri.
"Mari tuan dan nyonya... saya pilihkan tempat yang dapat melihat pemandangan kearah pusat kota...! disana sedang ada pesta karnaval tahunan... nanti tuan dan nyonya dapat menontonnya dari sini...! silahkan dilihat menunya tuan... nyonya...", kata sang pelayan ramah.
"Hmm... hidangkan semua makan terbaik yang dimiliki restoran ini...! kami ingin mencicipinya... mmm... kalau ada teh hijau hangat bawakan kami 1 poci juga...!", kata YoLun.
"Ahhh... baik hidangan akan segera kami siapkan...! mohon tuan dan nyonya menunggu sebentar...", kata sang pelayanan yang masih terlihat muda berusia sekitar 18 sampai 20 tahun itu kemudian berlalu meninggalkan meja dimana YoLang dan YoLun duduk.
"Suamiku...! apakah kau memperhatikan anak muda yang menjadi pelayan tadi...? kalau belum perhatikan baik-baik tubuhnya dan tingkat kekuatannya...!", kata YoLun yang melihat pemuda sebelumnya yang melayani mereka memiliki tubuh spesial tapi tingkat kekuatannya baru berada ditingkat penyempurnaan Qi tahap Awal.
"Aku sempat merasakannya tadi... tapi tidak sempat melihat lebih dalam... mungkin ini merupakan sebuah keberuntungan kita atau berkah yang sudah diatur oleh langit...?", kata YoLang berandai-andai.
"Wah... suamiku...! itu pertunjukkannya sudah dimulai... rame juga orang yang menonton... jalanan sampai dipenuhi para penduduk kota...", kata YoLun senang.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian 4 orang peayan berdatangan kemeja YoLang dan YoLun dengan masing-masing membawa 2 buah baki makanan berbagai jenis, mulai dari ayam, bebek, hewan buas dan bahkan ada ikan yang entah dari mana mereka mendapatkannya karena jarak dari kota ditepi pantai hanya dapat ditempuh dengan waktu selama 7 hari paling cepat untuk sampai kekota ini...
"Silahkan dinikmati tuan dan nyonya... mmm... tuan dan nyonya pasti bertanya-tanya dari mana kami memperoleh ikan laut ini...? hehehe... kami mengambilnya dari para nelayan yang berada di Kota Zong Nan... dan menyimpannya ditempat khusus agar tetap awet dan gurih setelah dimasak... dan inilah masakan andalan restoran kami ini... silahkan tuan dan nyonya cicipi... saya akan tetap berdiri disudut sana... jika ada keperluan silahkan memanggil saya...", kata pelayan yang masih muda itu.
"Baik... terimakasih informasinya...hmm... siapakah namamu anak muda...? saya YoLun dan ini suamiku YoLang... kami sedang berkelana kebenua timur dan singgah diKota Kerajaan Zong ini...", kata YoLun raman.
"Ahh... maafkan saya nyonya Lun dan tuan Lang... saya biasa dipanggil Qian atau Bao Qian... dan saya berasal dari daratan tengah ini hanya saja saya dari desa kecil yang jaraknya 2 hari dari kota kerajaan ini...", kata Bao Qian.
"Hmm... sudah berapa lama kamu bekerja direstoran ini... saya melihat kamu punya potensi yang bagus dalam hal ilmu beladiri apa kamu tidak mau menjadi seorang kultivator...?", tanya YoLang.
"Aduhh...! itu cita-cita saya tuan Lang... tapi apa daya tidak ada Klan atau Sekte yang mau menerima saya karena tingkat kekuatan saya masih terlalu rendah...", kata Bao Qian melanjutkan.
"Hmm... akan saya pikirkan tuan YoLang... nyonya YoLun... apakah tuan dan nyonya akan menginap dikota ini...? kalau mau akan saya antarkan kehotel terbaik di Kota Raja ini... karena beberapa saat lagi saya sudah lepas tugas pekerjaan saya hari ini.... dan akan kembali bekerja besok siang...", kata Bao Qian menjelaskan.
"Baik... kalau kamu sudah selesai bekerja... datanglah kembali kemeja ini... kami akan menunggumu...", kata YoLun kemudian melanjutkan menikmati hidangan yang sudah tersaji diatas meja makan mereka.
Selesai makan sepasang suami istri ini melihat sang pemuda bernama Bao Qian sudah selesai dengan tugas pekerjaannya hari ini dan sedang berjalan menuju meja mereka karena sudah berjanji akan mengantarkan pasangan suami istri itu kesebuah hotel yang bagus,...
"Bagaimana...? apa kamu siap mengantarkan kami kehotel yang kau sebutkan tadi...?", tanya YoLun.
__ADS_1
"Baik mari ikuti saya tuan... nyonya...", kata Bao Qian kemudian membawa YoLang dan YoLun kelantai 1 dan setelah membayar biaya makan mereka dengan diantar Bao Qian mereka menyusuri jalan utama Kota Zong Lhai menuju kesebuah bangunan besar berlantai 5 dengan papan nama didepan gedung tersebut tertulis 'Hotel Purnama'.
"Ini hotel yang saya maksudkan tuan... karena kebetulan adik saya juga bekerja dihotel ini... mari saya antarkan untuk memesan kamar...", kata Bao Qian kemudian menuju kemeja petugas hotel.
"Selamat datang di Hotel Purnama... tuan dan nyonya terhormat... kami menyediakan 3 jenid kamar untuk menginap... ada kamar biasa, VIP dan kamar spesial VVIP... silahkan tuan dan nyonya akan memilih kamar yang mana...?", kata sang petugas hotel.
"Kami pesan kamar VVIP untuk 1 hari... karena kami akan melanjutkan perjalanan besok siang atau sore hari...", kata YoLang
"Baik tuan... biayanya sebesar 1.500 koin emas untuk 1 hari... makanan akan disediakan setiap waktu dan beberapa layanan yang tersedia diruangan kamar tuan dan nyonya... demikian juga dengan para pelayan sebanyak 4 orang akan melayani tuan dan nyonya selama menginap...", kata sang petugas hotel.
Setelah membayar biaya sewa awal, YoLang dan YoLun diantar oleh para pelayan kekamar VVIP yang berada dilantai teratas hotel tersebut. Sementara itu sang pemuda Bao Qian sedang menemui adiknya yang bekerja diHotel Purnama ini setelah memberitahu pasangan suami istri itu bahwa dia akan mendatangi kamar mereka dilantai 5 bersama sang adik. Kamar VVIP yang disewa YoLang hampir sama dengan yang mereka gunakan dikota sebelumnya, memiliki ruangan tersendiri sebagai ruangan makan dan ada juga ruangan tamu tersendiri serta ada ruangan pijat dan tempat mandi air panas. YoLang dan YoLun terlihat duduk diruangan tamu sambil menikmati makanan ringan yang sudah tersedia diatas meja sambil menunggu kedatangan Bao Qian dan adiknya, dan beberapa saat kemudian kedua anak muda tersebut terlihat memasuki kamar VVIP tersebut dan menyapa pasangan suami istri YoLang dan YoLun.
"Salam tuan dan nyonya... saya Bao Jian adik dari Bao Qian... kebetulan saya bekerja dihotel ini sebagai pembantu juru masak...", kata Bao Jian yang masih terlihat sangat mudah dengan kisaran umur 16 sampai 18 tahun.
"Hmm... mari duduklah disini... kita bicara santai disini... tapi apakah kalian akan pulang ketempat yang jauh atau hanya disekitar dalam kota ini...", kata YoLang sambil bertanya kepada kakak beradik itu.
"Kami tinggal didekat sini tuan YoLang... ada sebuah rumah yang menyewakan kamar-kamar bagi para pekerja yang berasal dari luar kota...", kata Bao Qian sang kakak.
Perbincangan mereka berlangsung sampai laut malam hal itu karena YoLang banyak bertanya sekaligus mencari informasi yang bisa dia dapatkan, sementara itu dia telah memeriksa keberadaan dan membaca seluruh pikiran dan isi hati kedua pemuda tersebut. Bao Qian memiliki tubuh spesial jenis 'Tubuh Yang' dengan Elemen bawaan Api dan Angin dan keistimewaan pemilik tubuh jenis ini adalah bisa menjadi seorang Alkemis tingkat tertinggi (seperti gelar alkemis yang dimiliki YoLang) dan tingkat kekuatan yang tak tertandingi karena memiliki energi kekuatan Api atau Panas (Yang) disertai elemen api yang sangat kuat, sementara itu adiknya Bao Jian walaupun tubuhnya tidak sespesial seperti kakaknya Bao Qian tapi dia memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan memiliki daya ingat yang kuat dan cepat memahami sesuatu yang baru seperti keistimewaan pada pemilik 'Tubuh Roh' sehingga tubuh Bao Jian ini disebut 'Tubuh Setengah Roh'.
__ADS_1
Setelah diberi pemahan oleh YoLang keduanya bersedia mengikuti YoLang dan berjanji akan setia dan selalu mengikuti semua yang diarahkan oleh YoLang dan keluarganya, mereka juga mengharapkan agar ayah mereka dapat ikut serta karena mereka mengkhawatirkan sang ayah yang hidup seorang diri tanpa ada keluarga lainnya didesa tempat mereka tinggal. Sedangkan sang ibu menurut cerita ayahnya menghilang tanpa jejak sejak Bao Qian berusia 2 tahun 3 bulan dan Bao Jian baru berumur 3 bulan 2 hari, dan tidak pernah kembali sampai saat ini mereka telah berusia 19 dan 17 tahun. Semenjak saat itu ayahnya membesarkan kedua anaknya ini seorang diri dan tidak berniat untuk kawin lagi, sampai mereka ditemukan oleh YoLang dan YoLun yang menyebutkan kedua kakak beradik ini sebagai 'Para Jenius' karena jika diberi latihan yang baik hanya dalam waktu dekat keduanya akan menyamai tingkat kekuatan para perwira Pasukan Naga bahkan akan melampauinya.