Titisan Dewa

Titisan Dewa
Keluarga pertama diBenua Pulau Hitam


__ADS_3

Dengan menyamarkan aura dan tingkat kekuatannya YoLang menyusuri Kota Duma sambil mencari tempat yang sepi, setelah berada disebuah jalan kecil yang sepi dia menggeluarkan sang istri dan keempat Jendralnya dari dalam dunia jiwa,...


Whuuzz...whuuzz... whuuzz...


"Kita sudah berada diKota Duma Benua Pulau Hitam... samarkan aura dan tingkat kekuatan kalian sampai tingkat Hitam Akhir...!", kata YoLang sesaat mereka ditarik dari dalam dunia jiwa milik YoLang.


"Baik suamiku...", kata YoLun.


"Siap laksanakan tuan muda...!", kata keempat Jendral itu serempak.


"Paman Wang Yhu dan paman Prapat Tung... kearah pelabuhan dan mencari informasi disana... dan sementara itu paman Lung Wei dan paman Xiao Lai mencari Gedung perpustakaan Kota dan membeli buku-buku atau peta informasi tentang Benua Pulau Hitam ini... saya dan istriku akan mencari Hotel untuk kita menginap nanti...!", kata YoLang membagi tugas kepada mereka.


"Baik tuan muda...", kata mereka dan segera bergerak menuju lokasi tujuan masing-masing.


"Ayo sayang... kita keliling kota sambil melihat hotel yang bagus...", ajak YoLang kepada sang istri dan merekapun mulai berkeliling kota Duma.


Kota Duma sebuah kota yang cukup besar yang juga sebagai kota pelabuhan didaratan atas benua pulau hitam ini, dari kota inilah berdatangan para pedagang dan petualang dari benua lain termasuk yang dari benua pulau hijau. Demikian juga dengan 2 buah Kapal Naga milik YoLang yang masih dalam pelayaran menuju Benua Pulau Hitam ini, mereka akan berlabuh didermaga ini dan akan melanjutkan pelayaran mereka menuju pelabuhan berikutnya yaitu Pelabuhan Kota Kuala di Daratan Bawah kemudian Pelabuhan Kota Merah yang berada dibagian selatan Daratan Tengah Benua Pulau Hitam. YoLang dan YoLun masih berkeliling Kota Duma sudah beberapa Hotel dan Penginapan yang mereka lihat tapi mereka lebih tertarik dengan sebuah Gedung besar berlantai 3 karena didepan gedung tersebut terdapat tulisan bahwa gedung tersebut sedang dijual oleh pemiliknya, segera keduanya memasuki gedung tersebut dan menemui orang-orang yang berada didalamnya,...


"Salam bibi...!", kata YoLang saat memasuki gedung tersebut dan mendapatkan seorang wanita dewasa yang sedang didalamnya.


"Salam tuan muda dan nyonya... ada yang bisa saya bantu...?", katanya menyambut YoLang dan YoLun.


"Iya... saya YoLang dan ini istri saya YoLun... kami pedagang dari benua pulau hijau dan ingin menanyakan soal pengumuman yang berada diluar gedung ini...", kata YoLang menjelaskan maksudnya.


"Ahh... iya itu pemberitahuan yang kami buat... maaf... kenalkan saya Windy Shu... memang benar gedung ini akan kami jual karena usaha perdagangan kami mulai menurun... hal ini disebabkan karena suami saya sudah tidak bisa membantu usaha dagang kami karena sudah lama sakit dan tak kunjung sembuh...", kata wanita itu.


"Hmm... kami tertarik untuk menawar penjualan gedung ini... apakah bisa kita bicarakan...?", kata YoLang yang tertarik karena lokasi gedung yang sangat strategis karena berhadapan dengan dermaga pelabuhan.


"Memang sudah ada beberapa orang yang menanyakan dan memberikan penawaran... tapi mereka menawar dengan harga yang murah... kami akan menjualnya kepada yang cocok dan berani membayar dengan harga yang sesuai dengan harga yang kami tawarkan...", kata bibi Windy Shu.


"Berapa nilai penjualan gedung ini yang bibi tawarkan...", tanya YoLang.


"Hmm... kalau tuan muda serius...! kami akan menjualnya kepada tuan muda dengan harga 180 juta koin emas... tidak kurang... itu sudah saya kurangi karena sebelumnya kami membuka dengan harga 200 juta koin emas...!", kata bibi Windy mengatakan harga jual gedung mereka.

__ADS_1


"Wah... mahal juga harganya bibi... apa sudah tidak bisa dikurangi lagi...?", kata YoLun ikut menawar.


"Ahh... tuan dan nyonya... gedung ini berlantai 3 dan berada dilokasi strategis... juga dengan harga tadi... tuan dan nyonya sudah membantu kami yang akan membawa suami saya berobat kebenua pulau hijau... karena disana menurut tabib disini ada seorang tabib yang dapat mengobati penyakit suami saya...", kata Windy Zhu menjelaskan mengapa mereka memutuskan menjual gedung usaha mereka dan akan pergi kebenua pulau hijau untuk mengobati sang suami.


"Ohh...begitu... begini bibi Windy... suami saya ini juga seorang tabib... kalau diperbolehkan biarkan kami melihat keadaan suami bibi...!", kata YoLun.


"Hmm... tuan muda juga seorang tabib...? dan dari benua pulau hijau...? ahh... apakah mungkin tuan muda yang dimaksud tabib dikota ini... sebab katanya tabib yang bisa mengobati suami saya itu berada diKota Klentang... ?", kata bibi Windy yang terlihat terkejut sekaligus senang.


"Iya mungkin yang dimaksud adalah kakek saya... sebab dikota itu hanya kakek dan nenek saya yang berprofesi sebagai tabib...!", kata YoLang selanjutnya.


"Ohh... begitu... mari tuan muda dan nyonya... tolong lihat keadaan suami saya... dia sedang berada dilantai 2 yang menjadi kediaman kami...", kata bibi Windy kemudian mengajak YoLang dan YoLun naik kelantai 2 gedung itu dimana tempat suaminya beristirahat.


Dalam perjalanan kelantai 2 YoLang mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk melihat isi gedung itu dia mendapati hanya terdapat 1 sosok kehidupan didalam sebuah ruangan dan dalam kondisi lemah dan hampir mati, karena dari tubuh sosok itu memancarkan aura kelabu dan hampir menjadi hitam, kemudian ada tumpukan barang dagangan yang tersisa didalam sebuah ruangan. Setelah berada dilantai 2 mereka menuju kesebuah kamar tempat suami bibi Windy berada,...


"Suami saya berada didalam... mari tuan dan nyonya ikut saya masuk...", kata bibi Windy mengajak sepasang suami istri itu masuk kedalam kamar dan mendapati sosok seorang pria dewasa yang sedang berbaring lemah diatas tempat tidur.


"Suamiku... bangunlah sebentar... saya membawa seorang tabib yang berasal dari benua pulau hijau...!", katanya membangunkan sang suami.


"Ahh... paman tiduran saja... jangan banyak membuang energi... saya akan memeriksa paman terlebih dahulu...!", kata YoLang.


"Ohh... baik... baik... silahkan periksa saya tuan muda...", kata sosok yang lemah itu.


YoLang mulai memeriksa keadaan dalam tubuh pria itu, satu persatu organ dalam tubuhnya dia jelajahi dan seluruh jaringan aliran darah, saluran pencernaan sampai saluran pernapasan dan mulai membuat kesimpulan jenis penyakit yang diderita serta teknik pengobatan apa yang akan dia lakukan serte jenis obat apa yang akan dia berikan,...


"Paman sudah berapa lama merasakan sakit dibagian punggung...?", tanya YoLang untuk lebih menggali informasi tentang asal muasal penyakit pria itu.


"Hmm... kalau penyakit dipunggung itu sudah saya alami sejak saya masih muda... sebelum kami menikah...?", kata sosok pria itu.


"Mmm... setelah menikah... apakah paman mulai merasakan lemah dikedua tangan dan sering pusing bahkan pernah sampai pingsan...?", kata YoLang menebak sejarah penyakit pria tersebut.


"Ahh... bagaimana tuan muda bisa tahu...? benar kejadiannya seperti itu... dan kami sudah 7 tahun menikah dan belum dikaruniai keturunan... apakah hal itu juga karena disebabkan oleh penyakit saya ini...?", kata pria itu.


"Iya benar... penyakit paman dikarenakan ada kelainan didalam darah paman dan mungkin ini bawaan sejak lahir... saya bisa mengobatinya... tapi akan membutuhkan waktu selama 1 sampai 2 bulan lamanya... karena pengobatan akan dilakukan beberapa tahap... pertama mengobati beberapa organ dalam ditubuh paman satu persatu... kemudian mencuci darah paman sehingga menjadi bersih dan sehat...!", kata YoLang menjelaskan.

__ADS_1


"Apakah suami saya masih bisa disembuhkan tuan muda YoLang...?", tanya bibi Windy Shu.


"Bibi Windy tidak usah kuatir... suami saya pasti akan berusaha untuk menyembuhkan paman... karena suami saya seorang tabib yang sudah berpengalaman...?", kata YoLun menjelaskan.


"Bibi tolong sediakan air hangat satu baskom dan beberapa lembar kain untuk membasuh tubuh paman... saya akan mulai mengobati paman... tapi sebelumnya minumkan 2 butir pil ini kepada paman dengan air hangat...", kata YoLang yang mulai mengobati pria itu.


YoLang seringkali menghadapi situasi yang tidak terduga seperti ini, dan dengan pengetahuan pemberian para gurunya dia memahami bahwa keadaan seperti adalah salah satu tugas pemberian langit untuk dia jalankan diAlam Fana ini. Membantu mereka yang tidak mampu seperti para tawanan dan wanita diKota BunNan Benua Besar, mengembalikan sifat dan perbuatan jahat para bandit kejalan yang baik dan berguna untuk banyak orang seperti anggota Klan Mu diDesa YaoYo, menyembuhkan Mayang sehingga menjadi calon istrinya dan saat ini dia mengulurkan tangannya untuk membantu sepasang suami istri yang sang suami sedang sakit dan hidupnya berada diujung tanduk. Pengobatan tahap pertama dilakukan YoLang sepanjang hari itu sampai malam hari, dan terlihat sosok pria itu sudah bisa berjalan keluar dari kamarnya tempat dia terbaring lemah selama 6 bulan lamanya,...


"Bagaimana perasaan paman...?", tanya YoLang.


"Ahh... tuan muda... saya mulai merasa kuat... walaupun masih agak kaku... karena saya sudah tertidur selama 6 bulan lamanya ditempat tidur itu... panggil saya Wei saja tuan muda dan nyonya...atau lengkapnya Shang Wei...", kata Shang Wei memperkenalkan nama dan nama keluarganya.


"Baik paman Wei... saat ini saya baru melancarkan aliran darah diseluruh bagian tubuh paman... berikutnya saya akan mengobati organ dalam yaitu hati, jantung, empedu dan paru-paru paman... kemudian dilanjutkan dengan saluran pencernaan dan saluran pernapasan... karena sekian tahun tidak diobati... panyakit paman telah membuat hampir semua organ dalam tubuh paman seperti membeku dan tidak berfungsi dengan baik... dan yang terakhir saya akan mencuci darah paman...!", kata YoLang menjelaskan dengan rinci pengobatannya.


"Hmm... kami sangat berterimakasih kepada tuan muda dan nyonya yang sudah mau mengobati saya...! ahh... mungkin ini karena berkah dari langit sehingga kita bisa bertemu...mmm...!", kata Shang Wei sambil berpikir banyak dalam kepalanya.


"Hehehe... paman tidak usah sungkan dan berpikir yang bukan-bukan... saya melakukan ini karena saya memiliki kemampuan sebagai seorang tabib... tidak usah paman dan bibi memikirkan biaya untuk membayar saya...!", kata YoLang yang melihat Shang Wei mulai memikirkan biaya pengobatannya kepada YoLang.


"Ahh... bukan begitu tuan muda YoLang... karena kami memang sudah berniat untuk menjual gedung ini hanya untuk pengobatan saya di benua pulau hijau...!", kata Shang Wei.


"Sudah... saya sudah disini... paman dan bibi tidak usah pergi jauh-jauh lagi... lebih baik beristirahat dan saya akan membantu mengobati paman disini...!", kata YoLang.


"Istriku... tolong kau bawa harta pusaka keluarga kita pemberian leluhur keluarga Shang...", kata Shang Wei kepada istrinya Windy Shu.


"Baik suamiku...", kata sang istri kemudian beranjak pergi kekamar mereka, untuk mengambil harta pusaka leluhur keluarga Shang sesuai permintaan sang suami Shng Wei.


"Nah... tuan muda YoLang dan nyonya YoLun... sebagai tanda terimakasih kami berdua dengan disaksikan pusaka leluruh keluarga Shang saya Shang Wei keturunan ke-7 Klan Shang akan mengikat persaudaraan dengan tuan muda YoLang bersama istri nyonya YoLun... bagaimana...? apakah tuan muda dan nyonya bersedia..?", tanya Shang Wei.


"Saya menerima dengan baik niat paman Wei... demikian juga dengan istriku YoLun... bukan begitu istriku...?", kata YoLang


"Iya benar... saya menerima ikatan keluarga ini...", kata YoLun menambahkan.


Kemudian 4 sosok itu berlutut diatas lantai dalam gedung berlantai 3 itu dan melakukan upacara pengangkatan saudara diantara mereka disaksikan Langit dan Bumi.

__ADS_1


__ADS_2