Titisan Dewa

Titisan Dewa
Misteri Danau Merah 3


__ADS_3

"Baiklah dengarkan saya...! kita tidak bisa langsung membereskan ke-20 orang itu...! sepertinya masih ada kelompok lain yang sedang mencari bahan herbal yang dipimpin oleh Tetua Keempat... nah apakah sekarang kita akan menunggu atau pergi mencari kelompok lain itu...!", tanya YoLang memberikan opsi.


"Suamiku...! apakah kamu tidak bisa menyelidiki mereka yang berada didalam formasi perlindungan itu...?", tanya sang istri YoLun.


"Bisa saja aku lakukan hal itu istriku...! formasi perlindungan mereka hanya berada ditingkat Dewa...! hanya saja tetap akan membuat mereka curiga... karena yang pasti orang yang membuat formasi tersebut akan merasakan bahwa formasinya dapat ditembusi oleh sebuah kekuatan yang lain...!", kata YoLang menjelaskan.


"Ohh begitu ya...! hmm... begini saja...! aku akan mengawasi mereka dari atas punggung Juli kemudian paman Wang Yhu dan paman Xong Te akan mengawasi dari dua sisi dengan jarak dekat dan sementara itu kamu dengan Jula mencari kelompok lainnya itu...! bagaimana...?", kata YoLun mengatur strategi.


"Bagus...! sepertinya idemu baik untuk dilaksanakan... tapi ingat...! paman berdua tetap menyamarkan aura keberadaan kalian...! dan tetap siaga dan berhati-hati... 3 orang disana itu tingkat kekuatannya sudah berada di Ranah Akhir Alam Kultivator...!", kata YoLang memperingatkan.


"Baik tuan muda...! kami akan berhati-hati...!", kata kedua Jendral tersebut.


"Satu lagi...! biar aman telanlah dulu Pil anti Racun ini...! karena Pil itu akan bertahan didalam tubuh selama 24 jam... karena mereka sering menggunakan racun...? dan sebelum matahari terbit kita akan berkumpul lagi ditempat ini...!", kata YoLang menambahkan.


Sebelum berpencar mereka semua menelan Pil anti Racun tingkat Surgawi buatan YoLang, Artefak pelindung sudah mereka aktifkan dan juga telah menyamarkan aura kekuatan spiritual mereka sehingga orang lain tidak akan mengetahui keberadaan mereka. YoLun yang berada diatas punggung Juli mengawasi kelompok itu yang sedang berada didalam kubah formasi perlindungan, sementara itu YoLang dibawa JuLa mengitari kawasan hutan yang berada disekitar 'Danau Merah'. Beberapa saat kemudian Yolang merasakan adanya pergerakan aura kehidupan diarah depannya, segera dia memfokuskan kekuatan spiritualnya kelokasi yang dia curigai itu dan mendapati ada sekelompok orang yang sedang mencari tanaman herbal. Jumlah kelompok itu ada 11 orang yang dipimpin oleh seseorang yang berada ditingkat Kaisar Awal dan selebihnya berada ditingkat Surgawi Akhir sampai Surgawi Puncak,...


"Tetua Keempat...! sepertinya bahan-bahan tanaman untuk membuat racun sudah cukup kita dapatkan... kita akan kembali lagi kesini jika persediaan ini sudah habis... mengingat persediaan racun yang dipegang oleh anggota kita dikubah perlindungan hanya sampai beberapa hari lagi...!", kata seseorang yang kekuatannya berada ditingkat Surgawi Puncak.


"Hmm... baiklah... ayo kita kembali kesana...!", kata sosok yang dipanggil Tetua Keempat itu.


"Apa tidak sebaiknya kita kembali kemarkas Klan untuk segera meracik Racun...? karena akan memakan waktu kalau kita harus kekubah perlindungan dulu baru kemarkas Klan...", kata seseorang.

__ADS_1


"Ahh... benar juga...! baiklah... kita akan kembali ke Markas Klan untuk membuat racun terlebih dahulu... baru setelah selesai kita kembali kekubah perlindungan...!", kata Tetua Keempat.


YoLang yang mendengar pembicaraan mereka kembali dibuat terkejut karena masih ada markas 'Klan Pintu Dewa' seperti yang disebutkan sosok dibawah sana, kemudian YoLang berpikir jumlah kekuatan yang akan mereka hadapi jika masih ada banyak anggota di Markas Klan seperti maksud pembicaraan kelompok 11 orang tersebut. Menjelang subuh YoLang masih mengikuti kelompok 11 orang itu yang menuju kesebuah bukit yang berjarak puluhan kilometer dari kawasan Danau Merah, YoLang telah memasukkan Jula kedalam dunia jiwa dan saat ini dengan kemampuan menghilangkan aura keberadaanya dia mengikuti kelompok itu sambil mengedarkan kesadaran spiritualnya dengan luas jangkauan 10 kilometer. Dari kejauhan YoLang telah merasakan keberadaan sebuah desa atau perkampungan karena terdapat bermacam-macam warna aura dari ratusan aura kehidupan disana, terdapat beberapa anak kecil, wanita muda dan perempuan dewasa serta para lanjut usia.


YoLang segera menandai lokasi perkampungan tersebut dan menarik keluar paman MuDhong dan Jendral Xiao Lai kemudian berkata...


"Paman berdua nanti akan berjaga ditempat ini...! saya telah membuat formasi perlindungan serta menyamarkan dengan formasi ilusi ditempat pengawasan ini...! awasi pergerakan yang masuk dan keluar perkampungan itu... dan segera kabari saya jika ada hal-hal yang mencurigakan...! oh iya... telan pil anti racun ini...! tempat itu adalah markas 'Klan Pintu Dewa' mereka sering menggunakan racun jadi berhati-hatilah...! akan akan kembali ketempat YoLun, paman Wang Yhu dan paman Xong Te berada...!", kata YoLang menjelaskan dengan singkat tugas kedua pamannya itu.


"Baik tuan muda...! akan kami awasi dengan cermat perkampungan itu...!", kata Jendral Xong Te. Kemudian YoLang kembali kelokasi dimana sang istri dan kedua Jendralnya berada.


Whhuuuzzz...


"Ahh... maaf... ada perkembangan baru...! disebelah utara kawasan 'Danau Merah' ada sebuah perkampungan dan disana ternyata adalah markas dari 'Klan Pintu Dewa'...! nah disana sudah saya tempatkan paman MuDhong dan paman Xiao Lai untuk mengawasi pergerakan dimarkas itu...! dan disini bagaimana situasinya...?", kata YoLang menjelaskan situasi baru yang ditemukannya.


"Subuh hari tadi ada sekelompok yang keluar dari kubah perlindungan dan mengadakan patroli disekitar kawasan 'Danau Merah'...! mereka ternyata memang ditugaskan untuk menjaga kawasan danau ini sambil setiap siang hari menebarkan kabut racun agar tidak ada yang berani mendekati kawasan ini...!", kata YoLun.


"Benar tuan muda...! dari tempat saya mengintai terlihat ada 3 orang dengan tingkat kekuatan mereka yang tertinggi dan dipanggil sebagai Tetua... masing-masing dari mereka membawahi 10 orang anggota jadi jumlah orang yang berada didalam kubah itu sebanyak 33 orang termasuk 3 tetua itu...!", kata paman Wang Yhu.


"Hmm... kelompok yang mencari tanaman herbal beracun juga berjumlah 11 orang termasuk sang tetua... dan saat ini mereka berada di markas Klan sedang membuat 'Racun Kabut Merah' untuk mereka gunakan dkawasan 'Danau Merah' ini... ahh... diperkampungan itu juga ada banyak anak-anak kecil dan lanjut usia... bagaimana paman...? bantu aku mencari solusi agar kita tidak salah mengambil tindakan...!", kata YoLang bingung harus bertindak.


"Sabar dan tenangkan diri tuan muda...! mari kita pikirkan bersama... saya juga tidak akan tega menghabisi orang-orang yang tidak berdosa...! hmm... bagaimana kalau kita culik dulu anak-anak kecil itu dan orang tua yang sudah lanjut usia...! dan setelah itu baru kita serang markas 'Klan Pintu Dewa' itu...", kata paman Wang Yhu memberikan solusi.

__ADS_1


"Hmm... kalau paman Xong Te bagaimana sebaiknya...?", tanya YoLang.


"Memang agak merepotkan jika mereka berada didalam sebuah perkampungan... yang jelas banyak juga orang-orang tak berdosa disana... bagaimana kalau kita memancing semua anggota Klan Pintu Dewa itu keluar dari markas...! sehingga hanya ada orang-orang tak berdosa didalam perkampungan itu...!", kata paman Xong Te memberikan usulannya.


"Hmm... bagus juga...! tapi bagaimana dengan kelompok yang berada disini...? mmm... istriku apakah kamu ada merasakan atau melihat mereka membawa artefak...?", tanya YoLang kepada sang istri untuk memastikan.


"Aku tidak melihat atau merasakan keberadaan artefak ditubuh mereka...! ketiga pemimpin mereka itu hanya membawa senjata mereka dan memakai cincin jiwa...?", kata YoLun menjelaskan.


"Hmm... baiklah...! dengarkan rencanaku...! pertama kita akan melumpuhkan orang-orang yang berada disini... kita akan menunggu sampai ke-33 orang itu keluar dari dalam kubah perlindungan... jika masih ada yang berjaga maka segera lumpuhkan... kemudian setelah bersih akan kubuat sebuah kubah perlindungan yang sama persis disebelah kubah mereka... dan kubah mereka kan kulapisi dengan formasi ilusi sampai mereka hanya melihat kubah yang kubuat... kubah yang kubuat itu adalah kubah yang akan menjebak mereka didalamnya...! setelah itu baru kita mengambil 3 buah Inti Batu Jiwa atau Batu Spiritual didalam dasar Danau Merah... setelah itu baru kita bereskan markas Klan itu...! bagaimana...?", tanya YoLang setelah memberitahu rencana dan strateginya.


"Ehh... rencanamu bagus sekali sayang...! hehehe... biar aku yang akan mengambil Inti Batu yang berada didasar danau itu...!", kata YoLun.


"Baik... tapi sebaiknya kamu temani aku untuk melakukan tahap pertama rencana yang kusampaikan tadi...!", kata YoLang.


"Baiklah... ayo kita bergerak sekarang...!", kata YoLun.


"Paman berdua sementara tetap berada disini sambil mengawasi pergerakan anggota kelompok yang sedang berpatroli itu...!", kata YoLang.


"Baik tuan muda...! berhati-hatilah...!", kata paman Wang Yhu.


Segera YoLang dan YoLun melesat dengan cepat keluar dari formasi perlindungan mereka dan menuju lokasi dimana kubah perlindungan anggota Klan Pintu Dewa itu berada, Dengan teknik penyamaran tingkat Surgawi milik YoLang para anggota Klan Pintu Surgawi tidak menyadari kehadiran YoLang dan YoLun yang sedang membuat sebuah formasi yang sama dengan milik mereka disamping kubah perlindungan mereka. Menjelang tengah hari terlihat sisa anggota Klan itu yang berada didalam kubah perlindungan keluar karena akan bergantian berpatroli dengan anggota sebelumnya, mengetahui kubah itu telah kosong YoLang segera mengaktifkan kubah buatannya dan memasang formasi ilusi terhadap kubah perlindungan yang asli tanpa disadari oleh anggota Klan Pintu Dewa yang masih berada disekitar kubah mereka itu.

__ADS_1


__ADS_2