Titisan Dewa

Titisan Dewa
Berkunjung kembali keDesa YaoYo


__ADS_3

YoLang berkumpul bersama Anbin dan kedua orang tuanya yaitu paman AnTam dan bibi YueChan diruangan tengah Wisma Pendiri Desa, dia juga sudah menarik kedua istrinya untuk bersama-sama diruangan itu,...


"Nak Yo... sebaiknya acara pesta pernikahan kalian diadakan didesa yang nak Yo dirikan ini...? apalagi dermaga pelabuhan sudah sementara dilakukan pembangunannya... paman yakin kedepannya desa ini akan menjadi kota yang ramai...!", kata paman AnTam.


"Betul nak...! penduduk desa sangat mengharapkan hal itu... karena hampir setiap hari bibi mendengarkan perbincangan mereka... dan mereka sangat menghormati nak YoLang dan nak Lun serta nak Mayang...!", kata Bibi YueChan.


"Ahh... paman dan bibi terlalu memuji saya dan kedua istriku ini... itu semua hal yang biasa dan sudah menjadi kewajiban saya melakukannya... karena akan sangat bersalahnya kami jika hanya membiarkan dan menonton ketidakadilan terjadi didepan mata tanpa berbuat sesuatu untuk mencegahnya terjadi...!", kata oLang menjelaskan.


"Hehehe... ayo nak Lun dan nak Mayang... bantu bibi didapur...! kita akan membuat masakan enak untuk malam ini... nih... ada ikan dari danau Es...!", ajak bibi YueChan kepada istri YoLang kedapur.


"Ahh...ikan danau...! sudah lama aku tidak makan ikan ini... hehehe...", teriak Mayang saat teringat masa lalu yang berebut ikan dengan YoLang.


Sore hari itu diruangan tengah Wisma tersisa YoLang, Anbin dan paman AnTam, mereka menikmati teh hijau hangat buatan bibi YueChan, sementara para perempuannya sedang membuat makan malam untuk mereka nikmati bersama nantinya,...


"Paman...! menurut pengamatan paman...! bagaimana progress pembangunan dermaga pelabuhan itu... dan kira-kira membutuhkan waktu berapa lama untuk selesai...?", tanya YoLang membuka percakapan mereka.


"Hmm... dengan bantuan tenaga ahli dan anak-anak murid dari kota Klentang... pekerjaan pembangunannya jadi lebih mudah dan cepat... karena arus pengiriman barang jadi lebih lancar dengan adanya gerbang teleportasi yang kamu buat nak... dan untuk waktunya paman rasa tidak akan lebih dari 6 bulan...!", kata paman AnTam menjelaskan.


"6 bulan ya...! mmm... saya rasa waktunya cukup...! karena saya bermaksud membawa paman dan bibi serta Anbin ke Benua Besar...! kami disana membutuhkan perabotan untuk kediaman yang sementara dibangun disana...!", kata YoLang.


"Wah... kamu serius nak...! pamanmu ini memang ingin melihat-lihat bagaimana sebenarnya benua besar itu yang selama ini hanya paman dengar... hehehe... perkara perabotan serahkan kepada pamanmu ini yang adalah ahlinya...!", kata paman AnTam.

__ADS_1


"Ya... aku akan membicarakannya dengan kakek MuChin dan paman MuDhong saat mereka datang kesini nanti...", kata YoLang.


"Sudah paman sampaikan kepada mereka tadi... dan akan kesini malam ini untuk bertemu nak YoLang...?", kata paman AnTam.


"Bagus paman...! nanti besok tolong paman segera mencari orang yang akan menggantikan paman dan bibi untuk menjaga dan mengurus Wisma ini...! karena keahlian paman sangat saya butuhkan diBenua Besar...dan kita akan segera kesana paling lambat besok sore atau malam harinya...", kata YoLang menjelaskan.


"Baik besok pagi-pagi sekali... akan paman carikan orang yang dapat dipercaya untuk menggantikan kami menjaga dan mengurusi Wisma ini...!", kata paman AnTam.


Perbincangan ketiga pria diruangan tengah itu terhenti ketika mereka mendengar panggilan dari ruang makan,...


"Suamiku... ikan danau Es telah menunggumu...! segeralah kesini untuk makan malam bersama...", teriak Mayang dari arah ruangan makan.


"Baik sayang... kami segera kesana...!", jawab sang suami dan segera beranjak dari tempat duduknya dan menuju keruangan makan.


"Salam para tetua sekalian... mari masuk... dan silahkan duduk buatlah diri kalian senyaman mungkin...!", sambut YoLang mendahului para orang tua tersebut.


"Ahh nak Yo... kamu itu tidak berubah... selalu saja merendahkan diri dihadapan kami ini yang tidak ada apa-apanya...!", kata kakek MuChin kemudian mengajak anggota rombongannya yang lain untuk duduk.


"Kakek MuChin tidak usah sungkan... itu adalah hal yang sudah sewajarnya... yang muda harus menghormati orang yang lebih tua darinya... apa kakek mau saya disambar petir Langit...! karena tidak menjalankan norma-norma kehidupan...? hehehe...", kata YoLang sambil bercanda.


"Ahh... kamu nak... ada saja alasanmu...! jika saja semua orang di alam fana ini seperti dirimu... maka tidak akan ada lagi orang-orang yang menderita...", kata kakek MuChin.

__ADS_1


"Iya nak... kami ada mendengar berita dari daratan selatan tentang rencana pemberontakan pangeran pertama... tapi katanya semua pengikut sang pangeran telah dibantai habis oleh 3 orang pendekar wanita...!", kata kakek MuHoa.


"Sekarang ini mulai banyak bermunculan tokoh-tokoh beladiri yang sangat ahli... oleh karena itu kami selalu berlatih untuk meningkatkan kekuatan kami...!", kata paman MuDhong.


"Hehehe... apa kakek dan paman tidak mengetahui kalau dua pendekar wanita itu ada diWisma saat ini...? itukan kedua istriku dan adikku siLoryMei... kami yang membuat sang pangeran tak berkutik dan membatalkan niatnya untuk melakukan pemberontakan itu... hmm... tapi tidak usah disebar luaskan berita ini... hanya untuk kita saja yang mengetahuinya...!", kata YoLang menjelaskan.


"Hahaha... sudah aku duga sebelumnya...! kejadian itu berhubungan dengan kepergian nak YoLang kedaratan selatan waktu itu...!", kata kakek MuChin.


"Baiklah kakek sekalian... paman...! bagaimana progres pembangunan dermaga pelabuhan... dan apa yang bisa saya bantu...!", kata YoLang melanjutkan pembicaraan serius mereka.


"Nah itu tujuan kami kesini untuk melaporkannya nak Yo... proses pembangunan berjalan dengan lancar berkat bantuan tenaga ahli dan tenaga kerja dari saudara-saudara di Kota Klentang... juga dengan adanya gerbang teleportasi membuat aliran bahan-bahan bangunan menjadi lancar... karena banyak bahan berasal dari Kota Arung dan Kota Klentang...!", kata kakek MuChin menjelaskan.


"Dan untuk waktu pembangunan kami perkirakan akan membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 6 bulan untuk dermaga pelabuhannya...! sementara untuk sarana penunjang lainnya seperti gedung-gedung masih dalam proses pembuatan sketsa dan jenis-jenis bangunan yang akan dibuat masih dalam tahap perencanaan...! mungkin kalau ada masukan atau saran dari nak YoLang...?", kata kakek MuChin melanjutkan.


"Hmm... baiklah aku akan membantu membuat sketsanya setelah melihat pelabuhan dan tempat dermaganya... besok pagi kami akan kesana...! apakah jalan yang menuju kesana sudah bagus...?", kata YoLang.


"Sudah nak... dengan kereta kuda hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai kepantai timur dimana lokasi pelabuhan berada...!", jawab paman MuDhong.


"Oh begitu... baiklah...! paman AnTam nanti tolong siapkan kereta saya... besok saya dan istri-istriku akan menggunakannya untuk kelokasi pelabuhan...!", kata YoLang kapada paman AnTam ayahnya Anbin.


"Baik nak Yo... akan saya siapkan...!", jawab paman AnTam.

__ADS_1


Perbincangan mereka berlanjut sampai larut malam, dan dalam perbincangan itu YoLang juga memberitahukan tentang pembangunan kediaman dan markas Naga Emas di kota TanJun serta akan membawa paman AnTam dan keluarganya untuk membantunya dibenua besar. Para tetua Klan Mu merasa senang karena mereka akan setiap saat dapat berkunjung ke benua besar, karena dengan adanya gerbang teleportasi yang akan dibuat YoLang secara permanen dilokasi pemukiman dan markas Naga Emas yang sedang dalam tahap pembangunan itu. Mereka juga menyampaikan akan membantu usaha perdagangan yang akan dilakukan oleh keluarga YoLang dengan mengirimkan barang-barang khas dari daratan utara benua pulau hijau ke Perusahaan Dagang JinLong di benua besar.


__ADS_2