
YoLang sampai di Kota Seo Hung ketika malam perlahan mulai merangkak, ditempat sepi dia mengeluarkan istrinya YoLun dan paman Wang Yhu kemudian bertiga mereka memasuki Kota Seo Hung yang terlihat mulai sepi. Setelah membayar biaya masuk kepada penjaga gerbang kota, mereka kemudian menuju pusat kota untuk mencari hotel untuk menginap dan juga sebagai tempat awal menyusun rencana serta tempat untuk mendapatkan informasi awal tentang kota yang baru pertama kali mereka datangi. Memasuki kawasan pusat kota mereka melihat sebuah hotel besar berlantai 5, segera YoLang mengajak sang istri dan paman Wang Yhu untuk masuk...
"Selamat datang di 'Hotel Malam Indah' tuan-tuan dan nyonya...! mari silahkan masuk...!", sambut sang petugas hotel dengan ramah.
"Kami membutuhkan beberapa kamar terbaik... apakah hotel anda menyediakannya...?", tanya YoLang kepada sang petugas hotel tersebut.
"Ahh... kami memiliki kamar VIP dan kamar VVIP... untuk saat ini semua kamar khusus tersebut lagi kosong... untuk kamar VIP biaya semalamnya sebesar 200 koin emas sudah termasuk sarapan dan makan malam... sementara itu untuk kamar VVIP biaya semalamnya sebesar 500 koin emas sudah termasuk biaya makan yang akan kami antarkan kesetiap kamar... jumlah kamar VVIP hanya ada 6 buah dan semuanya berada dilantai 5... bagaimana tuan...?", tanya sang petugas setelah menjelaskan fasilitas yang dimiliki hotel itu.
"Hmm... baik... kami akan menyewa seluruh kamar VVIP selama 3 hari... dan tolong buatkan 1 ruangan makan diluar kamar... karena anggota keluarga saya akan beristirahat tanpa diganggu setelah melalui perjalanan yang jauh... dan ini biayanya... silahkan dihitung...!", kata YoLang sambil menyerahkan sebuah cincin jiwa dasar-2 yang berisikan koin emas sebanyak 9.100 koin emas.
"Ahh... terima kasih tuan... biayanya sudah pas bahkan ada lebihnya... mari silahkan ikuti saya...!", kata sang petugas hotel kemudian mengambil kunci-kunci kamar dan menuju lantai 5 dimana semua kamar VVIP berada.
"Ini kunci-kunci kamarnya tuan...! saya akan segera menyiapkan tempat makannya yang berada ditengah ruangan ini... setelah selesai menata meja makannya kami akan memberitahu tuan dan nyonya...!", kata sang petugas kemudian bergegas untuk mengatur tempat makan yang diminta YoLang.
YoLang bersama sang istri kemudian masuk kedalam kamar no.1 dan melihat suasananya yang terlihat sangat mewah sesuai dengan harga sewanya, kemudian dia berteleportasi kembali keluar hotel dan mengeluarkan paman Lun Fai dan paman Lun Fei beserta istri masing-masing dan mengatakan agar segera menuju 'Hotel Malam Indah' tempat mereka menginap. Setelah kedua pasangan suami istri itu pergi YoLang kembali mengeluarkan 2 orang anggota pasukan Naga dan 2 orang anggota Pasukan Putri Naga dari dalam dunia jiwanya dan mengatakan hal yang sama kepada mereka, setelah itu YoLang berteleportasi kembali kekamar no.1 tempatnya menginap. Sesampainya didalam kamar YoLang membuat formasi pelindung didalam kamarnya dan menarik keluar istrinya Mayang...
__ADS_1
Whuuuzzz...
"Ahh... kita sudah berada dimana suamiku...?", tanya Mayang.
"KIta sudah berada di Kota Seo Hung... dekat dengan perbatasan Daratan HeYan... kita akan menginap disini selam 3 hari... nah manfaatkan waktu itu untuk mencari beberapa informasi tentang kota ini...!", kata YoLang yang juga telah menyampaikan hal tersebut kepada paman Wang Yhu untuk diteruskan kepada anggota Pasukan Naga yang lain.
"Hmm... tapi ini masih malam hari sayang... kakak Lun kemana...?", tanya Mayang yang tidak melihat saudarinya YoLun tidak berada didalam kamar itu.
"Saudarimu sedang memberitahu paman LunFai dan paman LunFei dikamar sebelah... tentang rencana yang akan kita jalankan mulai besok pagi... sebentar lagi dia akan kembali...!", kata YoLang.
"Baiklah... apakah malam ini kita akan berultivasi Yin dan Yang...? atau berkultivasi biasa...!", tanya sang istri.
"Ya... sudah ayo... aku duluan biar kakak Lun menyusul... eennmm...?", kata sang istri yang terlihat sangat antusias.
Kemudian mereka berdua mulai berkultivasi pasangan, 1 jam kemudian Energi Yang telah memenuhi tubuh Mayang dengan segera dia mulai menyerap Energi pemberian sang suami itu menjadi energi kekuatan spirtitualnya yang terlihat mulai memenuhi lautan dantiannya. Hal yang sama dilakukan YoLang, Energi Yin sang istri mulai diserapnya menjadi energi kekuatan spiritual kemudian dialirkan memenuhi samudera dantiannya. Kemudian terlihat YoLun memasuki kamar no.1 tempat mereka menginap dan melihat sang suami dan saudarinya sedang berkultivasi pasangan, dan tanpa persetujuan sang suami dia langsung bergabung ikut berkultivasi Yin dan Yang. Sepanjang malam sampai pagi harinya mereka secara bergantian memberikan Energi Yin kepada sang suami dan demikian juga sebaliknya YoLang setia memberikan Energi Yang miliknya kepada kedua istrinya.
__ADS_1
Pagi harinya para perwira Pasukan Naga satu-persatu meninggalkan kamar hotel menuju lokasi tujuan pencarian informasi sesuai perintah YoLang, hal yang sama juga dilakukan kedua paman mereka yaitu LunFai dan LunFei bersama istri masing-masing juga menuju beberapa pusat keramaian untuk mencari informasi tentang seluk beluk Kota Seo Hung itu. Beberapa jam kemudian terlihat YoLang dan kedua istrinya keluar dari hotel dan menuju perpustakaan Kota, diperpustakaan kota mereka hanya menemukan sebuah kitab yang berisi data sejarah perjalanan Kota Seo Hung dari berbentuk sebuah desa sehingga menjadi sebuah kota didekat perbatasan antara Daratan Seo Yan dengan Daratan HeYan.
Dengan perasaan sedikit kecewa ketiganya kembali menuju 'Hotel Malam Indah' tempat mereka menginap, dan setelah berada dikamar mereka YoLang kembali membaca kitab yang dibelinya dari perpustakaan kota tersebut. Informasi dari kitab tersebut adalah data pertumbuhan jumlah penduduk kota setiap 5 tahun saat penguasa kota mengadakan sensus kependudukan, didalam kitab tersebut juga menyampaikan data tingkat kesejahteraan para penduduk kota yang setiap tahunnya meningkat dan jumlah angka kemiskinan dan pengangguran menurun. Gambaran situasi dari buku tersebut dapat terlihat dengan jelas ketika YoLang dan kedua istrinya menyusuri kota saat menuju gedung perpustakaan mereka tidak melihat satupun pengemis didalam kota itu, juga melihat kondisi rumah-rumah tinggal para penduduk yang terlihat terawat dengan rapi dan dalam keadaan layak untuk ditinggali.
Sore harinya para perwira yang ditugaskan YoLang mulai kembali kehotel tempat mereka menginap, kemudian satu-persatu memberikan hasil pencarian informasi mereka kepada sang junjungan...
"Bagaimana paman...? apa yang paman dapatkan...!", tanya YoLang kepada paman Wang Yhu yang pertama kembali ke hotel.
"Dikota ini hanya ada 2 toko obat dan sebuah toko senjata... informasi dari toko obat bahwa mereka tidak pernah kekurangan Pil maupun tanaman herbal... hal itu dikarenakan akhir-akhir ini mereka mendapat pasokan Pil dari daratan HeYan dan sesuai pengamatan saya beberapa jenis Pil yang mereka jual adalah Pil milik kita... jadi hasil analisa saya mereka mengirimkan kurir untuk membeli Pil -pil yang kita jual kemudian mereka jual kembali dikota ini dengan harga lebih tinggi... selanjutnya ditoko senjata tidak banyak informasi tuan muda... hanya sang pemilik toko mengatakan bahwa sudah sejak dulu penjualan senjatanya tidak berkembang... karena rata-rata para penduduk hanya membutuhkan alat-alat pertanian dan alat untuk berburu... juga tidak ada sekte dikota ini... yang ada hanya Klan yang selalu menutup diri dan tidak menerima anggota selain keluarga mereka...!", kata paman Wang Yhu menjelaskan hasil tugasnya.
"Hmm... baik... terimakasih paman... silahkan beristirahat... selanjutnya paman Lung Wei... bagaimana hasil pencarian informasi yang paman lakukan...?", kata YoLang.
"Saya telah berkeliling pasar dan mendatangi hampir semua pemilik kios besar didalam pasar... mereka semua sudah puluhan tahun berada dikota ini khususnya sebagai pedagang... dari semua yang mereka sampaikan bahwa semua barang konsumsi harian penduduk kota berasal dari daratan ini sendiri... barang yang datang dari luar sangat sedikit dan itupun sebatas perhiasan mahal, bahkan mereka menyiapkan bahan-bahan makanan setiap minggu karena ada pedagang besar dari daratan lain yang datang membeli kekota ini... untuk situasi keamanan para pedagang belum pernah terjadi tindak kekerasan ataupun pemerasan terhadap mereka... karena secara rutin ada patroli dari pasukan penguasa kota didalam area pasar... mereka hanya membayar pajak keamanan setiap bulan sekali dengan nilai yang terjangkau oleh para pedagang...!", kata paman Lung Wei menjelaskan hasil penyelidikannya.
"Sepertinya kota ini baik-baik saja... dan terlihat para penduduknya berkecukupan... ini mungkin karena kepemimpinan penguasa kota yang adil dan merata... saya juga tidak melihat seorang pengemis yang berada di dalam kota ini...!", kata YoLang.
__ADS_1
"Benar tuan muda... saya juga tidak melihatnya...!", kata paman Wan Yhu menambahkan.
Diruang yang dijadikan sebagai tempat makan itu mereka berdiskusi menyampaikan hasil-hasil pencarian informasi yang ditugaskan YoLang, dan terakhir penyampaian oleh kedua pamannya LunFai dan LunFei yang menyusuri pusat bisnis dikota itu bersama istri masing-masing. Informasi yang kedua pamannya itu dapatkan tidak jauh berbeda dengan yang didapatkan oleh paman Wang Yhu dan paman Lung Wei, sehingga YoLang memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanannya menuju Kota selanjutnya.