
Inti meteor sebenarnya mengandung Energi Semesta, tapi karena telah berada dialam fana ini selama berjuta-juta tahun maka Energi Semesta telah berevolusi dan berubah mengikuti dengan jenis energi tempatnya berada sekarang yaitu Energi Alam, hal ini diketahui oleh YoLang melalui pemahaman miliknya pemberian sang guru Dewa Cahaya.
"Ayah... paman bertiga... lanjutkan menyerap inti batu meteor ini... aku akan melihat lihat kedalam hutan...", kata YoLang.
"Baik putraku...", kata PiYo.
Sebelum menuju dalam hutan YoLang meninggalkan aura kekuatan spiritualnya dipondok perburuan tersebut untuk mencegah hewan buas mendekat dan kekuatan auranya akan dirasakan oleh hewan buas dalam radius 2 kilometer, setelah itu dia memasuki hutan bagian dalam dan mengedarkan energi spiritualnya untuk melihat keberadaan hewan biasa atau hewan buas. Dan benar saja seekor Sapi hutan yang sangat gemuk sedang makan pucuk daun muda berjarak 300 meter dari posisinya, segera dia menarik hewan tersebut dengan teknik 'Cahaya Meraih Bintang' dan saat mendekat dia langsung menyentuh kepala sapi hutan untuk menjinakkan hewan tersebut lalu memasukkan kedalam cincin jiwa tingkat Dewa miliknya.
Didalam cincin jiwa untuk ruang tempat mahluk hidup sudah dia bagi beberapa tempat yang dia batasi dengan pagar energi sehingga hewan didalamnya tidak bercampur baur. Sambil berkeliling dengan senantiasa mengedarkan energi spiritualnya kembali menemukan kelompok kuda liar berjumlah belasan ekor, kelompok kecil rusa berjumlah 5 ekor dan 2 ekor kera.
Berniat mencari hewan buas YoLang melesat kearah area inti hutan dan menemukan hewan buas tingkat 4 dan 5, setelah membunuh beberapa dari mereka dia melanjutkan dengan tujuan untuk mencari hewan buas tingkat 7 sampai 9 karena hewan buas tingkat 7 keatas sudah memiliki inti hewan yang gunanya selain bahan pembuatan obat/pil juga inti hewan tersebut mengandung energi murni yang dapat diserap menjadi kekuatan hawa murni.
Mendekati pinggiran inti hutan Tembo dia merasakan aura kuat dari hewan buas dia berlari mendekat dan melihat seekor Harimau belang tingkat 7 sedang bertarung dengan seekor Beruang Hitam tingkat 8, tanpa menunggu lama dengan teknik 'Tebasan Seribu Pedang' kedua hewan buas itu menggeletak mati dan dengan tekniknya 'Cahaya Meraih Bintang' dia menarik kedua inti hewan buas yang sudah mati itu dan menyimpannya didalam cincin jiwa bersama kedua bangkai hewan buas tersebut.
Memasuki inti Hutan Tembo yang juga merupakan area terlarang, dia kembali merasakan aura hewan buas yang lumayan banyak, ada sekitar 50 ekor lebih berbagai tingkatan dia mendekat dan melihat ternyata kawanan Serigala yang kesemuanya berada ditingkat 7,8 dan 9 dan dengan sigap YoLang membuat pagar energi mengelilingi kawanan serigala tersebut kemudian,
"Niat Pedang"
"Hujan Pedang"
Ssiiinnnggg...
Jleeb... jleeb... jleeb... jleeb... jleeb...
Puluhan pedang energi melesat turun dari atas langit dan tertancap di kepala dan tubuh kawanan serigala tersebut, panen 54 inti hewan buas dan daging serigala puluhan ekor masuk dalam cincin jiwanya. Merasa cukup YoLang melesat bagaikan kilat kembali ke pondok perburuan tempat keempat sosok pria dewasa sedang bermeditasi.
Sesampainya dia melihat belum setengah dari inti batu meteor yang terserap oleh mereka, sambil menunggu dia ikut duduk bersila ikut menyerap energi dari inti batu meteor tersebut. Hari mulai gelap tapi belum ada satupun dari mereka yang siuman dari meditasinya, 1 jam kemudian YoLang mulai merasakan lonjakan energi dari dalam tubuhnya dan sesaat kemudian,...
Bhuumm...
Ledakan energi tanda kenaikan tahap kekuatan tingkat 'Hitam Mahir' atau 'Jendral Awal' (tingkat di alam tinggi/alam kultivator). YoLang tetap dengan posisinya melanjutkan untuk menstabilkan aliran energinya akibat kenaikan tahap tingkatan, dia melihat ayahnya dan ketiga pamannya belum menyelesaikan proses penyerapan....
"Ah kenapa belum habis...? padahal sudah aku bantu... apakah tingkat penguasaan teknik mereka belum sempurna...?", katanya dalam hati.
"Mmm... sebaiknya aku tunggu saja...", kata YoLang dalam hati sambil berlalu menyiapkan api unggun karena hari sudah mulai gelap.
Cahaya api unggun menerangi sekeliling pondok perburuan itu, suara burung malam dan jangkrik bersahutan menemani empat sosok yang khusuk bermeditasi, terlihat gejolak energi di tubuh PiYo ayah YoLang,...
Bhuumm... Merah Awal
Bhuumm... Merah Mahir
Bhuumm... Merah Akhir
__ADS_1
Tersenyum PiYo membuka matanya....
"Hahh... akhirnya... setelah sekian tahun naik juga tingkatkanku...!", kata PiYo dalam hati.
"Selamat ayah sudah naik tingkat...! sekarang stabilkan aliran energinya... setelah itu ayah seraplah inti hewan buas ini bisa untuk naik satu tingkat lagi...!", kata YoLang kepada ayahnya sambil menyerahkan sebuah inti hewan buas tingkat-9.
"Baik nak...!", kata PiYo sambil melakukan meditasi untuk menstabilkan energi dalam tubuhnya kemudian lanjut menyerap energi hewan buas yang diberikan anaknya.
Beberapa saat kemudian susul menyusul pamannya Bua dan Tulong mengalami ledakan energi...
Bua...
Bhuumm... Biru Mahir
Bhuumm... Biru Akhir
Bhuumm... Merah Awal
Bhuumm... Merah Mahir
Tulong...
Bhuumm... Biru Mahir
Bhuumm... Biru Akhir
Bhuumm... Merah Awal
Bhuumm... Merah Mahir
Sepuluh menit kemudian pamannya Randang menyusul naik tingkat,...
Bhuumm... Merah Mahir
Bhuumm... Coklat Awal
Sama seperti yang lainnya YoLang memberikan sebuah inti hewan buas tingkat-9 untuk pamannya Randang.
Setelah itu YoLang masuk dalam pondok untuk beristirahat sementara diluar pondok ada empat sosok pria dewasa yang sedang bermeditasi mengelilingi api unggu. Keesokan harinya kembali YoLang melanjutkan perburuanya dan langsung menuju pinggiran area inti hutan.
Tujuannya hari ini adalah hewan buas yang sudah memiliki inti hewan yaitu tingkat-7 keatas, sambil mengedarkan kesadaran spiritualnya dia mencari keberadaan hewan hewan tersebut dan tidak sia-sia dia menemukan kawanan biawak, panjang hewan itu 2 - 3 meter dengan tubuhnya besar dan berkulit tebal, ini tangkapan bagus karena dagingnya lezat berenergi juga kulitnya sangat mahal setelah kulit ular dan tanpa berpikir lama puluhan biawak tingkat-9 itu tersapu bersih masuk kedalam cincin jiwa.
Berjalan masuk lebih kedalam area terlarang YoLang merasakan energi yang sangat kuat hampir menyamai kekuatan miliknya, segera dia menuju tempat itu dan melihat seekor ular berwarna kuning bergaris coklat dan dikepala ular tersebut tumbuh sebuah tanduk sepanjang 30 centimeter dan tubuh ular sudah sebesar pohon besar,...
__ADS_1
"Hmmm... Hewan Siluman tingkat rendah... tapi sangat kuat... mmm... bagus untuk latihanku...!", gumamnya dalam hati.
Perlahan YoLang menghampiri sang Ular Hewan Siluman itu sambil mempersiapkan dirinya, karena dia ingin bertarung dengan kekuatan phisiknya sedangkan untuk pertahanan dia mengandalkan pelindung dari kalung jiwa pemberian gurunya, merasa terganggu sang ular berbalik menatap YoLang sambil badannya melilit sebuah pohon besar...
Zzzzzz... zzzzzz...
Croooot...
Kepala Siluman Ular Kuning yang bertanduk satu itu bergerak-gerak keatas dan kebawah berdesis kemudian menyemprotkan cairan racunnya, YoLang dengan teknik Langkah Cahayanya berkelit menghindari semprotan bisa ular itu...
"Heeiiit....",
Whuzz... whuzz...
Plaakkk...
"Aduhhh... Bruukk...",
Suara YoLang mengaduh dan terlempar sejauh 10 meter... karena terkena tebasan ekor siluman ular kuning itu.
"Uhhh... cerdik juga kau siluman kuning... mmm... ternyata tubuhnya saja yang melilit batang pohon, ekornya disembunyikan untuk menyerang secara sembunyi sembunyi... benar benar licik...", kata YoLang dalam hati.
"Mari kita main main...", kata si bocah.
"Langkah Cahaya"
Whuuzzz.... whuuzzz...
Hiiaaatttt.....
Buk... buk... Dheesss...
Tiga pukulan YoLang bersarang dikepala dan leher siular,...
Zzzzzzzzzzz.... zzzzz... zzzzz
terlihat si ular kesakitan,... dan kembali menyerang YoLang dengan ganasnya, mematuk sambil menyemprotkan bisa ular yang sangat beracun. YoLang tak mau kalah dan kembali menyerang kepala dan badan si ular...
"Langkah Cahaya"
Whuuzzz.... whuuzzz... whuuzzz...
Hiiaaatttt.....
__ADS_1
Deeg... buk... Dheess... Jhleebbb...
Kepala Siluman Ular Kuning terputus jatuh ke tanah, dan segera YoLang mengambil inti Siluman Ular itu kemudian memasukkan kedalam cincin jiwanya bersama bangkai ular tersebut.