Titisan Dewa

Titisan Dewa
Pulau Karang Hitam


__ADS_3

"Kakek...! saya dan keluarga akan melanjutkan petualangan...! tapi saya akan tetap mengunjungi kakek dan keluarga disini...", kata YoLang suatu ketika.


"Yah... kakek tidak bisa menahanmu nak...! walaupun kakek berharap banyak padamu tapi dengan kamu membawa saudara-saudaramu ikut serta dalam petualanganmu kakek sudah cukup senang...! latihlah mereka menjadi sepertimu nak...! agar bisa membanggakan keluarga kita ini...!", kata kakak AmHudi yang terlihat sedih.


"Tentu saja kek...! dan juga saya akan meninggalkan sumber daya yang banyak...! bahkan saya nantinya akan datang secara rutin...! hmm...? begini saja kalau kapal pesanan saya yang 2 buah itu sudah selesai... kakek dan nenek akan saya jemput dan mengikuti petualanganku sampai benua besar...! bagaimana kek...?", kata YoLang menghibur.


"Mmm... terserah kamulah nak...! sebenarnya bukan kebenua besar keinginanku...! aku hanya ingin bertemu keluargamu di Benua Pulau Hijau...!", kata kakek AmHudi.


"Ahh... kalau itu mudah saja kakek...! tapi...? yah selesaikan dulu kapal-kapalku itu...! kalau sudah kakek bebas memilih mau kemana...! enmm...?", katanya kemudian.


"Ya... ya... sudah sana...! selesaikan persiapan kalian...! kakek mau lihat pekerjaan saudara-saudaramu digalangan kapal...!", kata sang kakek kemudian berlalu.


Kemudian YoLang menemui paman AmPhong yang sedang melakukan persiapan bersama 25 orang anggota keluarga yang akan ikut serta dalam petualangan kali ini,...!


"Paman...! bagaimana persiapannya...?", tanya YoLang ketika mendapatkan paman AmPhong.


"Sudah beres nak...! tinggal menunggu anak-anak muda itu berpamitan dengan orangtua mereka...!", kata paman AmPhong yang kali membawa serta istri dan anak perempuannya.


"Baguslah... apakah paman mengetahui tentang keberadaan Pulau Karang Hitam...?", tanya YoLang.


"Hmm... pulau itu itu tempatnya para perompak/bajak laut nak Yo...! karena pamanmu ini pernah membuat sebuah kapal pesanan seorang kenalan dan mengantarkan kapal tersebut kepulau itu... kemudian disanalah paman mengetahui kalau kenalan paman itu adalah salah satu anggota kelompok bajak laut Tengkorak Hitam...", kata paman AmPhong menjelaskan.


"Oh... begitu...! tidak apa-apa paman... terus... dimana pulau itu berada...! aku akan menyelidiki beberapa hal disana...!", kata YoLang.


"Pulau kecil itu berada diantara Benua Pulau Merah ini dengan Benua Pulau Biru... arah barat laut dari dermaga kita ini... dan menghadap kearah 'Samudera Tak Berujung'... sekitar 5 hari pelayaran kesana...! tapi dengan kecepatan kita saat ini... kita bisa mencapainya dalam waktu 2 hari saja...!", kata paman AmPhong menjelaskan.

__ADS_1


"Jangan terlalu dekat paman...! cukup kita berlayar 1 hari saja kearah pulau itu...! selanjutnya paman mengarah kepelabuhan terdekat di Benua Pulau Biru... saya akan kesana dengan Jula...!", kata YoLang menjelaskan.


"Baiklah... paman akan melihat kesiapan anggota kita yang akan berangkat...! sekaligus dengan perbekalan...!", kata paman AmPhong.


YoLang kemudian menuju kamarnya diatas kapal yang sudah berubah, tidak ada lagi kamar untuk para penumpang karena semuanya telah direnovasi menjadi kamar-kamar yang besar dan mewah. Sengaja YoLang membuat demikian agar semua anggota keluarga yang ikut berlayar merasa nyaman, dan dalam pelayaran ini YoLang membawa banyak perabotan dari kayu hasil buatan anggota keluarga Am' sebagai barang dagangan yang akan dia jual di benua pulau biru. YoLang sudah tidak menerima pengiriman barang dari orang luar karena dia akan memanfaatkan kapalnya hanya untuk kepetingan dan bisnis keluarga besarnya, sebab dia merencanakan akan memberikan gaji kepada mereka yang ikut berlayar dengannya.


Didalam kamarnya YoLang kembali membaca buku tentang benua pulau biru, dan dari informasi yang dibacanya dari buku tersebut bahwa dibenua pulau biru adalah sebuah benua yang besar memiliki 5 daratan yaitu daratan tengah dimana terdapat sebuah kekaisaran yang memimpin 4 Kerajaan disetiap daratan yang berada dibenua pulau biru yaitu 'Kekaisaran Boolung' yang dipimpin oleh 'Kaisar Boo' dengan ibukota kekaisaran berada di 'kota Malota'. Kemudian daratan utara dengan 'Kerajaan Kunir' yang berpusat di 'kota Chai' dan juga terdapat sebuah pelabuhan besar yan berada dibagian timur daratan utara ini yaitu di 'kota Choi', selanjutnya daratan barat yang dikuasai oleh 'Kerajaan Shu' dengan ibukota kerajaan di 'kota Shung' yang juga memiliki sebuah pelabuhan besar yang berada di 'kota Shang' tempat masuknya para pedagang dan petualang dari Benua Besar sehingga menjadikan daratan barat ini dikuasai oleh orang-orang dari benua besar.


Kemudian daratan selatan dengan ibu kota 'Kerajaan Loi' berada di 'kota Rondo' dan terakhir daratan timur yang dikuasai oleh 'Kerajaan Wesu' yang berada di 'kota Lantang' yang juga memiliki sebuah pelabuhan besar yang berada di 'kota Luntung' dan menjadi tempat persinggahan para pendatang dan petualang yang akan menuju kearah timur kebenua pulau merah, benua pulau hijau atau kebenua pulau hitam. Dan dari buku yang dia baca tidak ada informasi yang menyebutkan tentang pulau karang hitam, hanya informasi dari paman AmPhong yang mengatakan sebagai sebuah pulau kecil.


"Hmm... wajar kalau tidak ada informasi karena hanya sebuah pulau kecil... tapi kemungkinan menjadi sarang para bajak laut... aku harus memeriksanya...", kata YoLang dalam hati.


Tok... tok... tok...


"Kakaaak... buka pintunya...!", teriak LoryMei dari luar.


"Ada apa Lory...?", tanya YoLang.


"Kata paman AmPhong kita sudah siap berangkat...", kata sang adik.


"Ohh...? bagaimana dengan kalian apa sudah siap...?", kata sang kakak.


"Sudah... kakakku...! hanya saja aku dan Mayang mau berlatih diIstana Naga Emas...!", kata LoryMei.


"Hmm... baiklah tanyakan siapa saja yang mau berlatih diIstana Naga Emas...! nanti kakak kirim kesana...!", kata YoLang.

__ADS_1


"Aku tanyakan dulu siapa saja yang mau kesana...!", kata LoryMei kemudian berlalu, sementara itu YoLang menuju anjungan kapal untuk melihat sang kapten LunGon memimpin pelayaran kali ini.


Setelah menunggu beberapa saat LoryMei kembali dan mengatakan bahwa mereka yang akan berlatih diIstana Naga Emas sudah menunggu dan berkumpul dikamarnya, kemudian YoLang bergegas dan mengirim LoryMei, Mayang, PiYo, MaiLang, Maya, AngNie, LunPing, LunChao, SitiHan dan LunHansi kedalam dunia jiwanya, sementara paman LunFai, LunFei dan sang istri YoLun tetap tinggal dikapal untuk menemani YoLang dan LunGon sebagai kapten kapal.


Tidak berapa lama terlihat kapal Naga Laut dengan tiga layar besar sudah terkembang mulai bergerak perlahan meninggalkan dermaga menuju lautan lepas. Dengan badan kapal yang sudah dilapisi besi baja, tenaga dorongan kapal bertambah dengan adanya baling-baling besi hasil kayuhan para pendayung dilantai bawah kapal yang berjumlah 10 orang disamping kiri kapal dan 10 orang disamping kanan. Dibawah lantai atas kapal sudah terpasang 25 buah meriam yaitu 10 buah disamping kiri dan 10 buah disamping kanan serta 3 buah dibagian depan dan 2 buah dibagian belakang, yang sewaktu-waktu diperlukan dapat digunakan dengan ribuan peluru meriam yang dapat meledak jika dilontarkan dengan menggunakan kekuatan spiritual dan peluru-peluru tersebut terbuat dari bahan campuran timah dan besi baja.


Pelayaran kali ini memiliki misi utama yaitu mencari keberadaan 'Assosiasi Matahari Merah' sampai dibenua besar, dan yang kedua melakukan perdagangan antar benua untuk itu YoLang telah memberikan tugas kepada masing-masing anggota keluarganya ada yang melakukan bisnis dan ada juga yang akan mencari informasi tentang keberadaan Assosiasi Matahari Merah atau yang berkaitan dengan organisasi itu. YoLang yang masih duduk dianjungan kapal tetap mengawasi perjalanan kapal menuju lokasi pulau Karang Hitam, dan dengan kesadaran spiritual yang dia edarkan seluas 100 kilometer dia dapat merasakan keberadaan benda-benda yang bergerak atau diam diatas permukaan laut.


Jula siHitam menemani sang tuan yang duduk dianjungan kapal sementara dia bertengger diatas tiang utama kapal dimana tempat menara pengawas berada, dan dengan indra perasa dan pencium yang tajam milik Hewan Surgawi seperti Rajawali Dua Alam dia bisa merasakan jauh lebih luas dari YoLang karena Jula bisa merasakan pergerakan ikan yang berada didasar laut dan sebuah benda yang berjarak sampai 500 kilometer dari tempatnya berada. Setelah berlayar selama 10 jam dia mulai merasakan keberadaan 'Pulau Karang Hitam' tersebut dan segera dia memanggil sang tuan yang terlihat mulai tertidur,...


Khhaaakkk... khhaaakkk...


YoLang yang mendengar itu sudah mengetahui bahwa Jula sudah mengetahui keberadaan pulau tersebut, kemudian segera memberitahu sang kapten,...


"Adik Gon...! segera berbalik arah dan menuju pelabuhan terdekat...! aku akan terbang dengan Jula...! ", kata YoLang.


"Baik kak...! hati-hati disana...! kata paman AmPhong disana tempatnya para bajak laut...!", kata LunGon yang terlihat khawatir.


"Adik tenang saja...! kakak akan menemani kakak iparmu ini...! hehehe... suamiku jangan kau lupakan aku...! eennmm...?", suara YoLun yang tiba-tiba sudah berada dianjungan kapal karena mendengar suara Jula sebelumnya.


"Yah...! hmm... ayo Jula sudah menunggu...!", jawab YoLang kemudian menggandeng tangan sang istri kemudian melesat terbang kearah Jula yang berada diatas tiang utama kapal.


Whhuuusss... whhuuusss...


Whuuttt... whuuttt... whuuttt...

__ADS_1


Keduanya langsung mendarat diatas punggung Jula yang sudah bersiap sambil terbang mengepakkan sayapnya menunggu tuan dan nyonyanya, kemudian melesat keatas langit dan terbang dengan cepat kearah 'Pulau Karang Hitam' berada.


__ADS_2