Titisan Dewa

Titisan Dewa
Penyelidikan LoryMei


__ADS_3

Didalam kamar YoLang telah berkumpul kedua istrinya YoLun dan Mayang serta sang adik LoryMei, mereka sengaja dikumpulkan YoLang untuk membagi tugas,...


"Nanti siapa yang ingin ikut ke alam tinggi...! aku membutuhkan 2 orang untuk membantu para orang tua yang akan menerima kesengsaraan petir...!", tanya YoLang kepada mereka bertiga.


"Aku akan ikut...!", kata YoLun.


"Aku juga...!", kata Mayang.


"Hmm... baik aku disini saja sambil mencari informasi...!", kata LoryMei.


"Baik... kita sepakat... sekarang kita ketempat latihan... masih ada beberapa orang yang harus kita bantu dorong kenaikan tingkatnya sampai mencapai ranah alam tinggi... sekarang mereka lagi dibantu oleh ayah dan ibu serta ibu Maya...", kata YoLang kemudan mengajak ketiganya kearah buritan kapal dimana tempat latihan serta gerbang portal berada.


Ditempat latihan terlihat para buyutnya dan kakek/neneknya serta beberapa pamannya yang berjumlah 15 orang dari kota Klentang, juga ada 9 orang para petinggi dan tetua klan Mu dari desa YaoYo, ada juga 6 orang dari keluarga Am', kemudian 5 orang keluarga Lun termasuk sang ayah mertua. Satu persatu anggota keluarga tersebut dibantu oleh YoLang, YoLun, Mayang, LoryMei, PiYo, MaiLang dan Ibu Maya mengalami kenaikan tingkat sampai mereka menerobos mencapai ranah alam tinggi atau tingkat kekuatan Surgawi Awal. Setelah itu terlihat mereka melakukan meditasi untuk menstabilkan aliran hawa murni didalam tubuh mereka, dan YoLang memberitahu bahwa yang akan ikut serta dengannya kealam tinggi adalah YoLun, Mayang dan Ibu Maya sementara yang lain akan tetap di kapal Naga Laut menunggu mereka kembali.


YoLang mengirim semua anggota keluarganya itu kedalam dunia jiwa dengan ditemani oleh kedua istrinya dan ibu Maya, kemudian mengatur bahwa sesampainya dialam tinggi mereka akan keluar setiap 3 orang karena yang akan membantu mereka menghadapi kesengsaraan petir adalah YoLang, YoLun dan Mayang semetara ibu maya akan berjaga di Istana Naga Emas jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. Setelah mereka berada dalam dunia jiwa terlihat YoLang mulai membuat gerbang teleportasi antar alam dia fokus mengingat hamparan padang rumput dimana dia menerima kesengsaraan petir untuk pertama kalinya dan,...


Whhuuuzzz...


Dia sudah berada ditempat dimana pertama kali dia menginjakkan kaki dialam tinggi yaitu sebuah hamparan padan rumput yang sangat luas jauh dari kehidupan manusia, kemudian mengirim pesan kepada sang istri YoLun agar bersiap bersama dengan 3 orang. Kemudian secara bergantian 35 orang anggota keluarganya menerima kesengsaraan petir.


### Alam Fana ###


Diatas kapal Naga Laut terlihat LoryMei duduk sendirian direstoran kapal, sementara yang lain sibuk dengan tugasnya masing-masing. Ada yang menjaga pinggiran kapal, ada juga yang menjada gerbang portal dibagian buritan kapal dan ada juga yang sibuk mengatur barang-barang hasil buruan mereka di Kota Shang. LoryMei yang biasanya jalan bersama Mayang saat ini hanya sendiri sehingga dia mencari teman untuk bicara dan dia mendatangi ibunya MaiLang yang sedang berdua dengan sang ayah PiYo dibagian buritan kapal,...


"Ibu... temani aku kekota... aku mau mencoba makanan direstoran kota ini... sekalian melihat-lihat dan siapa tahu bisa mendapatkan informasi disana...?", kata LoryMei kepada bundanya.


"Hmm... suamiku ijinkan aku menemani putri kita ini... kelihatannya dia kesepian...", kata MaiLang meminta persetujuan sang suami.


"Ya... temani dia dan berhati-hatilah disana... jangan membuat hal-hal yang menyolok sehingga menarik perhatian orang...!", kata PiYo memperingatkan.


"Baik ayah... kami jalan dulu...!", jawab LoryMei kemudian berjalan tutun dari kapal menuju kota Shang.

__ADS_1


Ibu dan anak berjalan bergandengan tangan menyusuri Kota Shang, kemudian berhenti didepan sebuah restoran yang terlihat mewah karena terdiri dari beberapa lantai dan memasuki restoran tersebut,...


"Selamat datang direstoran 'Nikmat Surgawi' Nyonya dan Nona... silahkan masuk...! apakah mau ditempat biasa atau tempat khusus...?", sambut sang pelayan sambil menawarkan tempat yang disiapkan oleh pihak restoran.


"Hmm... antarkan kami ditempat yang terbaik milik restoran ini...!", kata LoryMei.


"Mari iku saya Nyonya dan Nona...! ruangan VIP berada dilantai 5... dan bisa melihat pemandangan kota Shang dari atas sana...", sang pelayan menjelaskan sambil mengantarkan MaiLang dan LoryMei kelantai 5.


Sesampainya di ruangan VIP lantai 5, mereka tidak melihat keberadaan orang lain disana dan hanya ada mereka sebagi pelanggan pertama diruangan VIP tersebut. Setelah memesan beberapa jenis makanan, mereka duduk sambil menikmati makanan ringan yang sudah disediakan disetiap meja ruangan VIP tersebut. Memang benar kata sang pelayan bahwa dari lantai 5 restoran itu mereka bisa melihat sebagian besar pemandangan kota Shang, orang-orang yang beraktivitas dijalan maupun dipertokoan dapat dilihat dengan jelas dari tempat ini. LoryMei yang sedari tadi telah mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk melihat keadaan sekitar yang dapat dijangkaunya tapi dia tidak merasakan aura-aura aneh dan mencurigakan, sampai pesanan mereka tiba dengan diantar oleh 3 orang pelayan kemudian berkata...


"Silahkan dinikmati hidangannya Nyonya dan Nona...! dan kalau masih ada yang dibutuhkan silahkan memanggil saya...!", kata sang pelayan.


"Ohh... baik terimakasih bibi...! dan kalau boleh saya bertanya... saat waktu kapan restoran akan menjadi ramai...?", tanya LoryMei.


"Hmm... biasanya pagi hari dan sore menjelang malam hari Nona...! kalau siang-siang begini memang agak kurang pengunjungnya...?", kata sang pelayan.


"Hmm... baik terimakasih bibi...", kata LoryMei.


"Kami yang menemukan mereka terlebih dahulu... jadi kami yang berhak untuk menentukan sikap...! kalian ikut kami dan kami akan membayar kalian sesuai dengan pekerjaan kalian... mengerti...!", kata kelompok di meja beranggotakan 3 orang.


"Kalau begitu kita jalan masing-masing saja... karena kami sudah mengincar kapal itu sejak mereka mulai berlabuh... dan juga anggota kami lebih banyak dan lebih kuat dari kalian... huuhtt...!" kata seseorang dikelompok yang berjumlah 5 orang.


"Ya... terserah kalian saja... apa kalian tidak tahu siapa yang dibelakang kami hahh...?", kata seseorang dikelompok 3 orang yang terlihat sebagai pemimpin mereka karena dia yang mendominasi dikelompok itu.


"Kami tahu siapa yang ada dibelakang kalian... tapi jangan lupa...! orang penting di assosiasi itu adalah saudara sepupu saya...?",


"Persetan dengan kalian...! kita lihat saja... tapi yang pasti kapal besi itu milik kami...! kalian jangan coba-coba melangkahi kami...!",


LoryMei yang mendengar percakapan mereka terkejut dengan kata Kapal Besi...


"Hmm... kapal besi...? sepertinya mereka mengincar kapal Naga Laut...? mmm... harus kuselidiki...!", bergumam LoryMei dalam hati kemudian berbisik kepada sang ibu...

__ADS_1


"Ibu...! kembalilah kekapal dan beritahu ayah untuk bersiap dan menambah penjagaan diatas kapal...! saya akan mengikuti mereka...!", kata LoryMei.


"Baiklah putriku... berhati-hatilah...! kelihatannya mereka memiliki banyak anggota...!", kata MaiLang.


"Hehehe... baguslah biar pasukan kakak bertambah...!", kata LoryMei dalam hati.


Kemudian Ibu dan Anak itu turun kelantai 1 dimana petugas restoran berada...


"Bibi kami sudah selesai...! berapa semua biayanya...?", kata LoryMei.


"Total biaya makanan dan ruangan VIP sebesar 450 koin emas Nona...!", kata sang pelayan.


"Baik ini biayanya...! terimakasih...", kata LoryMei kemudian membayar biaya makan mereka dan mengajak sang ibu keluar dari restoran.


MaiLang langsung menuju dermaga pelabuhan dimana kapal Naga Laut sedang bersandar sementara LoryMei masih berada disekitar restoran untuk mengikuti kedelapan orang yang ditemuinya dilantai 5 restoran 'Nikmat Surgawi' barusan. LoryMei berjalan mencari tempat yang sepi dan secepat kilat dia merubah penampilan wajah dan bentuk tubuhnya agar tidak dikenali oleh kedelapan orang yang akan dibuntutinya, sambil terus mengawasi mereka yang dilantai 5 restoran dia pura-pura melihat dan menawar barang dagangan dipinggiran jalan. Tidak beberapa lama terlihat kedelapan orang tersebut keluar dari restoran dan berjalan secara terpisah menurut kelompoknya, kemudian dia mengikuti kelompok yang beranggotakan 3 orang karena merasa mereka yang lebih mempunyai niat untuk menguasai kapal Naga Laut seperti yang didengar LoryMei dari pembicaraan mereka sebelumnya.


LoryMei mengikuti mereka bertiga sampai kesebuah kediaman yang terlihat cukup nyaman dengan sebuah gedung berlantai 2 dan terdapat penjaganya didepan pintu masuk, Lory Mei kemudian menandai lokasi kediaman tersebut dan sebelumnya direstoran dia telah menandai kedelapan orang tersebut. Dia berencana akan menyelidiki tempat itu pada malam hari, kemudian merasakan aura keberadaan kelompok 5 orang yang sebelumnya berjalan terpisah dan mendapatkan mereka berada disekitar dermaga pelabuhan dan segera LoryMei bergerak menuju pelabuhan dengan masih menyamar bentuk wajah dan tubuh orang lain. Sesampainya dipelabuhan dia melihat kelima orang tersebut sedang berada disebuah kedai kopi berbaur dengan beberapa orang buruh pelabuhan, tapi dari gerak-gerik mereka LoryMei melihat mereka sedang mengawasi aktivitas dikapal Naga Laut...


"Hmm... mereka terlihat serius juga...! apa mereka tidak bisa melihat tingkat kekuatan orang-orang dikapal NagaLaut...? padahal mereka sudah ada yang tingkat coklat dan ungu...!", kata LoryMei dalam hati sambil tetap mengawasi orang-orang tersebut.


"Sebaiknya aku menunggu apa tindakan mereka selanjutnya...! siang hari begini aku tidak bisa mengambil tindakan... hufftt...!", kata LoryMei dalam hati.


Karena melihat kelima orang tersebut hanya melakukan pengamatan atas kapal Naga Laut, LoryMei akhirnya memutuskan untuk membiarkan mereka dan kembali keatas kapal tanpa terlihat oleh mereka berlima. Kemudian dia mendatangi kedua orangtuanya yang ternyata telah berkumpul dengan 24 orang anak buah kapal yang sedang berjaga diatas kapal, mereka sedang mendapat instruksi dari PiYo dan MaiLang untuk memperketat penjagaan terutama ditangga kapal karena hanya itu satu-satunya akses untuk naik dan memasuki kapal. Karena seluruh bagian kapal telah terdapat aray/formasi kubah pelindung yang dibuat YoLang,...


"Baik atur penjagaan 4 orang dibawah tangga, dan 4 orang diatas... selebihnya berjaga disekitar pinggiran kapal dan tetap waspada sambil mengamati pergerakan didermaga...!", kata PiYo memberi perintah.


"Baik tuan PiYo... akan kami laksanakan...!", kata mereka serempak.


"Lory... kamu disini saja...! ayah dan ibumu akan memberitahu anggota keluarga yang lain untuk tetap tinggal diatas kapal... dan akan melakukan pengawasan dari anjungan...!", kata PiYo.


"Baik ayah... ibu...! saya akan berjaga disini...", kata LoryMei.

__ADS_1


Penjagaan telah diperketat tapi belum ada pergerakan dari bawah kapal, LoryMei sudah melihat hal ini karena dia berpikir mereka akan bergerak saat malam hari. Dia juga mempunyai rencana untuk mendahului kelompok-kelompok itu karena dian sudah menandai lokasi tempat mereka berada, demikian juga dengan kedelapan orang tersebut. Sambil menunggu malam tiba, LoryMei mulai merencanakan tahapan penyergapannya, pertama dia akan mendatangi markas tempat kelompok 3 orang dan setelah membereskan mereka baru menuju ketempat kelompok 5 orang yang berada dikomplex pelabuhan.


__ADS_2