Titisan Dewa

Titisan Dewa
Kedatang Kapal Naga Laut Hijau dan Naga Laut Hitam


__ADS_3

Malam harinya YoLang bersama keempat Jendralnya serta 30 orang anggota pasukan Naga telah berada didermaga pelabuhan kota Duma menunggu 2 kapal Naga Laut yang terlihat mulai mendekati dermaga pelabuhan untuk berlabuh, banyak orang yang sudah menunggu kedatangan sanak keluarganya mereka yang datang dari benua pulau hijau dan para pedagang yang menanti barang dagangan mereka. Didalam pelayaran tersebut terdapat juga anggota keluarga Klan Mu yang dipimpin oleh paman MuDhong, setelah menunggu selama 2 jam akhirnya tangga kapal naga laut hijau mulai diturunkan pertanda para penumpang sudah diperbolehkan untuk turun. Segera paman Wang Yhu bergegas naik untuk mendapatkan paman MuDhong dan memberitahukan bahwa junjungan mereka telah menunggu didermaga, tak lama kemudian terlihat rombongan 10 orang yang turun pertama kali dari atas kapal Naga Laut Hijau dan segera bergabung dengan kelompok YoLang yang sudah menanti didermaga...


"Ahh... nak YoLang ternyata sudah lebih dulu sampai dibenua ini... hehehe...", kata paman MuDhong.


"Bagaimana pelayarannya paman...?", tanya YoLang.


"Awal pelayaran terasa berat untuk paman yang belum terbiasa dengan suasana laut... tapi minggu keduanya paman mulai merasa nyaman walau ada gelombang yang tinggi...!", kata paman MuDhong menceritakan pengalamannya selama pelayaran dari benua pulau hijau sampai ke benua pulau hitam.


"Hahaha... paman akan terbiasa kalau sudah sering berlayar...", kata YoLang.


Mereka masih berada didermaga pelabuhan sambil menunggu Kapal Naga Laut Hitam bersandar dibelakang Kapal Naga Laut Hijau yang sudah lebih dulu bersandar dan sedang menurunkan penumpang dan barang-barang bawaannya, kedatangan 2 buah Kapal Naga Laut Hijau dan Kapal Naga Laut Hitam itu membuat dermaga pelabuhan kota Duma semakin terlihat ramai dengan banyaknya orang yang dengan masing-masing keperluannya. Ada yang menjemput sanak keluarga mereka yang datang dari benua pulau hijau dan ada pula yang menjemput barang dagang kiriman, demikian juga para calon penumpang dan para pedagang yang akan mengirimkan barang dagangan kepelabuhan berikutnya yaitu di Kota Kuala Daratan Bawah dan kemudian melanjutkan ke Kota Merah di Daratan Tengah Benua Pulau Hitam.


"Ayo semua...! kita kegedung perusahaan...!", ajak YoLang kepada paman MuDhong dan rombongannya termasuk kedua kapten kapal dan perwira kapal.


"Baik tuan muda...!", kata salah seorang kaptel kapal naga laut.


Sesampainya di gedung Perusahaan Dagang JinLong, YoLang memperkenalkan mereka semua kepada Shang Wei dan Windy Shu dan menjelaskan siapa mereka. Selanjutnya YoLang menjelaskan juga bahwa tempat tersebut juga akan menjadi kantor yang akan melayani semua urusan tentang jasa pelayaran kapal naga laut miliknya, mulai dari penjualan tiket penumpang dan penerimaan barang-barang para pedagang yang akan dikirimkan ketempat lain. YoLang juga sudah membuat jadual keberangkatan dan tujuan kedua kapal naga miliknya itu agar pelayanan jasa pelayarannya akan berkesinambungan, kapal naga laut hijau akan kembali kebenua pulau hijau sedangkan kapal naga laut hitam akan berlayar menuju ke Kota Merah daratan tengah benua pulau hitam dengan singgah dipelabuhan Kota Kuala daratan bawah.

__ADS_1


"Nanti kita akan membuat papan pengumuman didepan gedung ini... agar memudahkan para calon penumpang atau pedagang yang akan menggunakan jasa pelayaran kita...", kata YoLang.


"Benar adik... kalau begitu saya akan memanggil beberapa anggota keluarga kita yang akan mengurusi kantor pelayanan jasa pelayaran serta bisnis lainnya...", kata Windy Shu.


"Iya kak... semakin cepat semakin baik... karena setelah urusan dibenua pulau hitam ini selesai...! kami akan segera kembali kebenua besar... karena disana masih banyak yang akan diurus juga...!", kata YoLang.


"Hmm... kita harus merenovasi gedung kita ini jumlah kamar untuk karyawan dan anak buah kapal jika kapal naga berlabuh terasa masih kurang untuk menampung semuanya...", kata Shang Wei.


"Suamiku... bagaimana kalau sisa halaman belakang kita bangun gedung tambahan dan menyambung dengan gedung ini...! biar nantinya bagian belakang gedung itu akan menjadi tempat menginap para anak buah kapal dan tempat kediaman karyawan Perusahaan Dagang JinLong dan paviliun Naga Emas...", kata Windy Shu.


"Baik... besok carilah tukang yang akan membuat bangunan gedung tersebut... karena setelah dipikir-pikir nantinya bisa dipakai sebagai gudang juga... kita tidak akan lagi menyewa gudang didermaga pelabuhan yang biayanya sangat mahal...", kata Shang Wei kepada sang istri Windy Shu.


"Benar kakak Windy akan mengurus pembangunan gedung tambahan itu... nanti akan dibantu oleh paman Lung Wei dan paman Xiao Lai serta 20 orang anggota pasukan Naga...", kata YoLang.


"Malam ini saya akan melanjutkan pengobatan tahap ketiga kepada kakak Shang Wei dan setelah itu kakak Shang Wei harus beristirahat selama sehari penuh tanpa menggunakan energinya...", kata YoLang.


'Baik adik... kakak siap melakukannya... lebih cepat lebih baik... kakak sudah tidak sabar lagi untuk segera beraktivitas seperti dulu lagi...", kata Shang Wei.

__ADS_1


"Bersabarlah kakak... pengobatan penyakit kakak tidak mudah...",


"Baik... baik... aku akan mengikuti petunjukmu...",


'Paman MuDhong berapa lama rencana kapal Naga Laut akan berlabuh dipelabuhan ini...",


"Para kapten kapal yang mengurus perijinan dikantor penguasa pelabuhan telah mendapat ijin selama 3 hari nak Yo... selanjutnya seperti penyampaian nak YoLang sebelumnya kapal Naga Laut Hijau akan kembali ke benua pulau hijau dan kapal Naga Laut Hitam akan melanjutkan pelayarannya sampai daratan tengah benua pulau hitam ini...", kata paman MuDhong menjelaskan.


"Bagus... kalau begitu paman MuDhong akan tetap ikut berlayar dengan kapal Naga Laut Hitam atau akan ikut dengan saya...?", tanya YoLang.


"Ahh... nak sebaiknya paman ikut bersamamu saja... paman melihat banyak pekerjaan yang bisa paman bantu disini...", kata paman MuDhong.


"Baik paman akan ikut bersama saya... besok kita akan kedaratan bawah tepatnya di Kota Bintang... bersiaplah... saya akan mengobati kakak Shang Wei dulu...", katanya kemudian berlalu dan menuju kamar Shang Wei.


Sesampainya dikamar Shang Wei, YoLang mulai melanjutkan pengobatannya tahap ketiga yaitu mengembalikan kondisi organ-organ vital yang sebelumnya sudah tidak berfungsi dengan baik dan kembali berfungsi secara normal. YoLang melakukan teknik pengobatan akupunktur dengan menggunakan jarum-jarum emas miliknya, kemudian dilanjutkan dengan teknik pengobatan 'Telapak Kapas' yang diajarkan gurunya Dewa Obat. Pengobatan masih akan berlanjut dengan tahap terakhir yaitu proses pencucian darah Shang Wei yang dari garis keturunannya telah bercampur dengan jenis racun yang sangat sulit untuk dihilangkan dan sangat jarang ada tabib yang dapat membuat obat penawarnya, YoLang dengan kemampuan Tabib Ilahinya sudah mengetahui bahwa jenis penyakit darah yang diderita oleh Shang Wei dan seluruh keturunan keluarga Wei adalah sebuah kutukan dari seseorang yang ahli dalam pengetahuan tentang racun.


Setelah selesai dengan pengobatannya, YoLang kembali mendapatkan seluruh anggota pasukan Naganya dan anak buah kapal Naga yang berada dilantai 3 gedung itu. YoLang memberikan arahan kepada mereka semua tentang tugas masing-masing dan khusus kepada Keempat Jendral yang ikut bersamanya dia telah membagi tugas untuk besok hari, Jendral Wang Yhu akan tetap mendampinginya menuju daratan bawah dan daratan tengah bersama paman MuDhong dan 10 orang anggota Pasukan Naga, Jendral Xiao Lai akan tetap berada di Kota Duma bersama 10 orang anggota Pasukan Naga sedangkan Jendral Lung Wei dan Jendral Prapat Tung bersama 10 orang anggota pasukan Naga akan ikut berlayar dengan kapal Naga Laut Hitam menuju pelabuhan Kota Kuala didaratan bawah dan melanjutkan pelayaran ke Kota Merah didaratan Tengah.

__ADS_1


__ADS_2