
"Ya sudah nanti kalau waktuku banyak akan kubuatkan ayah dan ibu serta ibu Maya yang tingkat Ilahi...!", kata YoLang kemudian berlalu untuk menemui para gadis yang sedang bergosip ria dikamar LoryMei.
Sesampainya didepan kamar LoryMei, dia mendengar suara canda tawa para gadis didalam kamar tersebut,...
Tok... tok... tok...
"Siapa...?", suara Lory dari dalam.
"Ada yang mau hadiah...?", taya YoLang dari luar kamar.
Krieeekkk...
"Mana...! hadiahnya apa...?", tanya Mayang.
"Nih... buatmu...", kata YoLang kemudian memberikan calon pasangannya itu 'Pedang Intan Naga Es' tingkat Ilahi.
"Waaahhh... tingkat Ilahi...! hehehe... terimakasih kakakku...!", kata Mayang manja.
"Kakaaak... punyaku mana...!", tanya LoryMei setengah berteriak.
"Nih... buat adikku yang cerewet...!", kata YoLang sambil memberikan 'Pedang Amukan Phoenix Api' pedang tingkat Ilahi.
"Nah... semuanya sudah mendapat senjata yang terbaik... sekarang berlatihlah dengan baik untuk meningkatkan kekuatan kalian", kata YoLang.
"Iya kakak... ", jawab kedua gadis kecil yang masih berumur 6 (Mayang) dan 7 (LoryMei) tahun itu.
Tingkat Kekuatan para Pilihan saat ini :
*YoLang - 10 Tahun - Dewa Perak-9
*YoLun - 19 Tahun - Emas Akhir
*Mayang - 6 Tahun - Nirwana Puncak
*LoryMei - 7 Tahun - Nirwana Puncak
*PiYo - 34 Tahun - Raja Awal
*MaiLang - 32 Tahun - Surgawi Puncak
*Maya - 29 Tahun - Surgawi Mahir
*Jula - 52 Tahun - Nirwana Puncak
*Juli - 52 Tahun - Nirwana Puncak
Setelah melengkapi seluruh keluarga terdekatnya dengan senjata tingkat tinggi, YoLang yang sedang menunggu guru selanjutnya membuat rencana pelatihan khusus untuk YoLun, karena hanya kekasihnya itu yang berada dibawah tanggungjawab YoLang untuk peningkatan kekuatannya sedangkan yang lain akan mendapat latihan dari guru-gurunya sesuai perintah sang Kaisar Dewa. Kemudian YoLang memindahkan keluarga Rajawali kedalam dunia jiwa untuk menemani YoLun yang akan berlatih disana sampai dia menjadi kuat, karena dikomplex Istana dalam dunia jiwanya, telah YoLang buat sarana tempat latihan yang lengkap baik untuk penguatan tubuh/phisik, penguatan jiwa dan latihan teknik serta didukung sumber daya yang berlimpah, termasuk termasuk Tanaman, Buah dan Madu Kehidupan yang sangat langka keberadaanya diAlam Surgawi.
__ADS_1
Dipagi hari yang cerah, didalam sebuah Istana Megah terlihat sepasang anak muda sedang sibuk menata gudang tempat penyimpanan Tanaman, Buah dan Madu Kehidupan yang barusan mereka panen, untuk jenis buah kehidupan ada Apel Emas, Cherry Emas dan Anggur Emas dan untuk tanaman kehidupan berupa Sayuran dan Daun Teh serta 'Lebah Ilahi' ciptaan Kaisar Dewa yang menghasilkan 'Madu Kehidupan' dan semuanya adalah sumber energi dan stamina yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kekuatan sesorang yang mengkonsumsinya,...
"Istana besar dan semegah ini... adik namakan istana apa...?", tanya YoLun sambil membantu YoLang mengatur keranjang buah.
"Iya... ya... belum aku pikirkan nama istanaku ini...mmm... kalau kakak bagusnya dinamakan istana apa...?", tanya YoLang balik.
"adik liat yang diatas itu... Naga Emas... nah itu nama istananya...!", kata YoLun.
"Hmmm... bagus juga... setuju... kita namakan 'Istana Naga Emas'...", kata YoLang sambil menyusun buah-buah kehidupan didalam kotak penyimpanan khusus agar tidak membusuk.
"Kak... buah-buah ini hanya boleh dimakan 1 buah setiap hari jangan lebih... begitu juga sayuran dan daun tehnya serta madu hanya bisa 1 sendok setiap hari...!", kata YoLang menjelaskan.
"Baik... kakak mengerti... siJula dan Juli juga bisa dikasih...?", tanya YoLun.
"Iya bisa... kalau anak-anak mereka setengahnya setiap hari...!", kata YoLang.
"Hmmm... baiklah yang mulia... hamba akan melaksanakan perintahnya... dan...?", kata YoLun sambil tersenyum dengan manis menggoda sang kekasih dengan lesungnya.
"Mmm... Iya... sini... Chuupphh...!", lalu memberikan kewajibannya harus mencium silesung setiap pagi hari dan sebelum tidur malam. (ritual pasangan pranikah yang mereka berdua sepakati)
Sementara itu dipondok latihan belakang paviliun keluarga PiYo dan MaiLang terlihat sosok dua gadis kecil melakukan latihan phisik, LoryMei dan Mayang dengan rutin melakukan latihan untuk lebih memperkokoh pondasi tubuh mereka setiap pagi hari dan disiang sampai sore hari mereka akan melakukan penajaman teknik beladiri tangan kosong maupun dengan senjata kemudian dilanjutkan pada malam hari mereka berdua melatih kekuatan energi spiritual mereka dengan melakukan meditasi dan kegiatan rutin setiap hari ini sudah mereka jalani selama bulan-bulan baik dengan bimbingan langsung para Dewa atau hanya berlatih mandiri sendiri.
Seminggu kemudian dipaviliun keluarga PiYo dan MaiLang yang juga sekarang menjadi tempat kediaman Maya sang calon mertua mendapat kunjungan Surapong dan LinMei (Buyut YoLang dari ayahnya Piyo) serta Ratong Ketua perguruan Belati Emas yang juga adalah salah satu kakeknya YoLang, kunjungan mereka adalah untuk bertemu dengan YoLang yang pernah berjanji untuk membawa serta kedua buyutnya itu jika YoLang akan berpetualang kedaratan selatan sedangkan paman Ratong ada urusan masalah perguruan Belati Emas yang dipimpinnya dimana saat ini sedang berada dalam kondisi puncak dengan banyaknya murid, sehingga membutuhkan beberapa bantuan dari YoLang.
YoLang yang saat ini sedang menemani YoLun berlatih didalam dunia jiwa dapat merasakan aura kedua buyut dan kakeknya yang berada dipaviliun, dan setelah berpamitan dengan sang kekasih dia keluar dari dunia jiwanya dan menuju kepaviliun keluarganya.
"Nah... ini dia yang ditunggu...!", kata LinMei antusias menunggu kabar cucu buyutnya tentang perjalanan keselatan.
"Iya... bagaimana kabarmu nak...?", sambut Surapong.
"Eh... cucuku... kekuatannmu semakin jauh... teknik meditasi apa yang gunakan nak...?", tanya kakek Ratong.
"Tekniknya biasa saja kakek... hanya saja aku berlatih setiap hari... dan nenek buyut... rencana kita keselatan masih beberapa bulan lagi... latihanku belum selesai...!", jawabnya sekaligus.
"Iya... asalkan jangan kau pergi diam-diam... cucuku...!", kata LinMei.
Sementara itu kakek Ratong terlihat serius berbincang dengan ayahnya PiYo, mereka sedang mendiskusikan masalah Perguruan Belati Emas. YoLang yang mendengar pembicaraan keduanya jadi mengerti dan berusaha mencari solusinya.
"Kakek... kebutuhan yang mendesak saat ini untuk perguruan...?", tanya YoLang.
"Nak... kakek pikir semuanya sudah mendesak... kalau kita mengandalkan untuk membeli maka sumber keuangan perguruan tidak akan mencukupi setengahnya...!", kata kakek Ratong.
"Saya akan membantu kakek... nanti kakek buatkan daftar kebutuhannya secara detail, pisahkan senjata dan teknik, sampaikan juga hal yang sama kepada kakek Roulang yang terkait dengan Pil dan siapkan 1 orang dari anggota keluarga kita yang akan saya ajarkan menempa senjata...!", kata YoLang.
"Ayah... apakah ada tambang logam didaratan tengah ini...?", tanya YoLang kepada PiYo.
"Didaratan kita ini belum pernah ayah dengar adanya tambang bahan logam...! hanya ada didaratan selatan dengan tambang emas dan tambang biji besi... sedangkan diutara ada tambang batu giok tapi sekarang sudah habis...!", kata PiYo.
__ADS_1
"Cucuku... kakek buyutmu ini... dulu lama diutara dan pernah mendengar cerita tentang sebuah tambang tua... tapi kakek tidak tau tambang apa itu... lokasi tambang itu berada didekat danau Es...! mungkin masih ada jejaknya disana...!", kata kakek buyut Surapong.
"Akan kakek bawa daftarnya besok pagi...! dan kakek harus pergi sekarang untuk mengurus daftar-daftar itu... sampai besok pagi...!", kata Ratong kemudian pamit pulang.
"Nak... cucuku...! kakek dan nenekmu juga mau kembali... dan kami menunggu kabarmu cucuku...!", kata Surapong kemudian kembali kekediaman mereka.
"Ayah... ibu... aku kembali berlatih lagi... besok pagi aku kesini lagi nanti...!", kata YoLang pamit dan kembali kedalam dunia jiwanya.
Didalam dunia jiwa YoLang tidak kembali keIstana Naga tapi dia berkeliling didalam dunia jiwanya, melihat kebun herbal dan mengambil banyak bahan yang diperlukan untuk membuat Pil kemudian kelokasi dimana gunung batu berada dan menambang bahan-bahan logam dan berbagai jenis batu giok serta terakhir menuju tempat lokasi pohon jati tua yang kayunya juga dia perlukan saat ini. Dia teringat dengan semua yang dibuatnya untuk Klan Mu didesa YaoYo maka akan dia buat juga untuk keluarga besarnya di kota Klentang ini, diawal aktivitasnya YoLang memulai dengan membuat ribuan botol giok kecil untuk tempat pil karena persediaan didalam cincin jiwanya mulai menipis kemudian dengan semua herbal yang ada padanya dia mulai meracik pil-pil tingkat 6, 7, dan 8 serta pil tingkat Legenda yang dialam fana ini banyak dikonsumsi orang.
Selanjutnya dia mulai membuat berbagai jenis senjata mulai dari yang terbanyak yaitu senjata latihan yang terbuat dari kayu, dibuatnya sebanyak jumlah murid perguruan Belati Emas saat ini. Kemudian berbagai jenis senjata tingkat Bumi dan Langit dan selanjutnya senjata tingkat Kuno dan Dewa kemudian terakhir dia berusaha untuk membuat beberapa senjata tingkat Surgawi dan syukur-syukur bisa menjadi tingkat Ilahi tapi untuk membuatnya dia memerlukan konsentrasi yang tingggi dan butuh waktu yang lebih lama. YoLang juga menyiapkan sarung senjata dan kotak penyimpanannya untuk yang tingkat Kuno, Dewa dan Surgawi serta tingkat Ilahi yang disain dan kualitasnya sesuai dengan tingkatan senjata yang bersangkutan.
YoLang menghabiskan waktu lebih dari 12 jam untuk membuat semua itu, karena dia mulai membuat sebelum siang hari dan berhenti saat tengah malam, Ribuan botol giok berisi Pil, Ribuan batang Tombak, Ribuan Bilah Pedang, Ratusan Belati, Busur Panah dan Batang Tongkat (Toya) dan dalam pikirannya tidak semuanya akan dia berikan tapi akan dia simpan untuk kebutuhannya kelak terutama senjata-senjata dengan tingkat Dewa, Surgawi dan Ilahi. YoLang juga juga membuat puluhan Kalung giok untuk dia jadikan Artefak/Jimat pemanggil seperti yang dia serahkan kepada kakek MuChin dan kakek MuFeng di Klan Mu, kemudian memilah-milah hasil buatannya sesuai jenisnya dan memasukkan semua itu kedalam cincin jiwa dasar-4 yang memiliki luas penyimpanan 50 meter persegi.
"Hahh... akhirnya selesai...! hmm... mudah-mudahan pondasinya sudah kuat... biar besok bisa mulai... mmm...!", kata YoLang dalam hati memikirkan rencana buat siLesung yang sedang berlatih menguatkan pondasi tubuhnya.
Whuuuzzz...
YoLang tiba di tempat YoLun melakukan latihan..
"Hmmm... kemana dia...?", tidak menemukan yang dicari, YoLang mengedarkan kesadaran spiritualnya dan melihat sang kekasih berada didalam kamarnya...
Whuuuzzz...
"Ehh... adik... masuk lewat pintu...! kenapa harus tiba-tiba muncul begitu...? kakak belum terbiasa...! huuhh...!", kata YoLun terlihat kesal karena terkejut dengan kemunculan YoLang yang tiba-tiba.
"Hehehe... maaf kakak... tidak sengaja... tapi kenapa berhenti latihannya...? mmm... cukup... sudah cukup...!", kata YoLang sambil melihat kondisi tubuh YoLun yang stabil dan kuat untuk menerima proses selanjutnya.
"Hmm... besok kakak akan menjalani proses penempaan tubuh... jadi sekarang kakak istirahat saja sambil bermeditasi...!", kata YoLang dengan lembut sambil memandang sang kekasih.
"Ahh... kakak mau tidur saja... kalau adik mau pergi... pergi saja... jangan ganggu kakak...!", katanya kemudian beranjak keatas tempat tidur.
"Ya... aku mau menyiapkan bahan-bahan untuk keperluan kakak besok... istirahatlah dulu... aku tidak akan lama... eemm...?", kata YoLang sambil membelai kepala siLesung dengan lembut, tapi sipemilik sudah menutup matanya tidur menuju kealam mimpi.
YoLang menuju 'Kamar Suci' untuk menyiapkan bahan-bahan untuk menempa Tubuh, Tulang dan Darah YoLun, dan dia juga menyiapkan Kristal Energi Petir yang akan dia tanamkan ditubuh YoLun. Karena saat ini YoLang yang memiliki jenis 'Tubuh Kekosongan' telah terisi Inti Kekuatan 'Yin dan Yang', Cahaya, Naga dan Api, sedangkan Mayang memiliki jenis Tubuh Yin dengan Inti Kekuatan Es Abadi dan Angin serta LoryMei dengan jenis Tubuh Phoenix memiliki Inti Kekuatan Api dan untuk YoLun akan diberikan jenis 'Tubuh Roh' dan diisi dengan Inti Kekuatan Petir kemudian TuLang tingkat Kaisar dan Darah tingkat Kaisar.
Dengan komposisi inti kekuatan mereka YoLang berpikir sudah lebih dari cukup bagi mereka menghadapi halangan dimasa depan, dan setelah semua bahan telah lengkap dia memasukkan bahan-bahan tersebut kesebuah cincin jiwa khusus karena terdapat Air Suci dan Darah Murni yang sangat rentan dengan kondisi alam luar kemudian dimasukkan kedalam cincin jiwa tingkat Surgawi miliknya. Setelah itu YoLang kembali kekamarnya dimana sang kekasih sedang tidur beristirahat, diapun ikut berbaring menatap punggung sosok didepannya dan dengan kesadaran spiritualnya dia tau YoLun belum tidur dan terlihat gelisah karena dia dapat melihat denyut jantung dan aliran darah sang kekasih yang tidak stabil. Tidak tega melihat kegelisahan sosok didepannya, YoLang tidur mendekat dan merangkul sang kekasih dari belakang dan dengan tangan kanannya dia meraih pinggang ramping sosok itu membawa dekat dengan tubuhnya dan tangan kirinya melingkari leher dan terus menempel ditubuh sang kekasih yang sedang pura-pura tidur itu. Kedua tubuh yang saling lengket tak bergerak itu akhirnya tertidur, karena sang kekasih merasakan kehangatan pelukan, belaian lembut dibeberapa bagian tubuhnya disertai hembusan nafas dari hidung sosok tampan dibelakangnya yang menerpa tengkuk lehernya, sampai akhirnya kedua sosok itu terbangun saat matahari mulai bersinar didalam dunia jiwa itu.
"Selamat pagi istriku cantik... Chhuuuppp...!", sapa YoLang ketika YoLun berbalik dan menatapnya seketika kecupan hangat dikening mendarat dengan lembut.
"Hmmm... terimakasih sayang... sudah membuat aku nyaman semalam... eemmm... eeemmm...", kata YoLun terhenti ketika dia ******* bibir sang kekasih dengan lembut dan hangat seakan meminta lebih.
YoLang yang menerima serangan tak terduga langsung menyesuaikan iramanya dengan alunan melodi dari istrinya dan tidak mau mengecewakan pasangannya untuk kedua kali, YoLang mengikuti seluruh aliran nada yang mengalir mulai dari alunan sweet memory menuju ke slow rock sampai pada hentakan heavy metal. Dan tanpa mereka sadari mereka telah berpacu dalam melodi selama 2 jam tanpa henti...
"Hmmm... istriku... sudah siang...! aku ada janji dengan kakek Ratong dipaviliun...!", kata YoLang lembut dan masih mendekap sang istri alam pelukannya.
"Suamiku... aku senang sekali... sekarang aku sudah menjadi istri yang sejati untukmu...! terimakasih... cchhuupp... bersihkan dirimu dulu suamiku... aku siapkan pakaian ganti...", kata siLesung yang masih terlihat lemas dan agak kesulitan berjalan saat turun dari tempat tidur.
__ADS_1
Setelah berganti pakaian dengan yang baru YoLang keluar dari dunia jiwa dan langsung menuju kepaviliun untuk menemui kakek Roulang dan kakek Ratong serta beberapa orang yang sudah menunggunya sejak 2 jam yang lalu.