
Mereka menemukan banyak warisan dari Dewi Peri Alura, demikian juga dengan jumlah harta dalam jumlah yang banyak. Milyaran koin emas, ratusan juta keping platinum, puluhan juta Batu Krystal, jutaan Batu Roh dan jutaan Batu Semesta yang terdapat dibeberapa ruangan dalam gua tersebut. Mereka juga menemukan ratusan botol giok berisi pil-pil energi tingkat surgawi, berbagai jenis senjata tingkat surgawi dan beberapa jenis Jimat/Artefak serta kitab-kitab teknik tingkat surgawi milik Dewi Peri Alura. Setelah memasukkan semua temuan mereka kedalam cincin jiwa mereka keluar dari dalam gua dan tak lupa kedua gadis itu membawa serta bunga-bunga indah berbagai warna untuk mereka tanam ditaman kediaman mereka dikota TangJun diBenua Besar, kemudian mereka kembali kejalan lintas dimana Anbin yang setia menunggu mereka dengan kereta kuda,...
"Ahh.... maafkan kami saudara Anbin...! sudah membuat kamu terlalu lama menunggu...!", kata YoLang sesampainya mereka ditempat kereta kuda itu menunggu.
"Tidak apa-apa saudaraku...! lagi pula bukit itu agak jauh dari jalan lintas ini... bagaimana...? apakah kita sudah bisa melanjutkan perjalanan kita...?", tanya Anbin kepada YoLang dan kedua istrinya itu.
"Ya tentu saja saudaraku... ayo jalan...!", kata YoLang dan kemudian Anbin mulai memacu kuda untuk segera menarik kereta dengan gerbongnya yang ditumpangi YoLang dan kedua istrinya menuju Wisma mereka didesa YaoYo.
Beberapa jam kemudian kereta kuda yang membawa YoLang dan kedua istrinya terlihat memasuki halaman Wisma Pendiri Desa, dan terlihat paman AnTam sedang bersama paman MuTeng menunggu mereka didepan pintu masuk Wisma,...
"Bagaimana perjalanannya tuan muda Yo dan Nyonya berdua... apakah ada mengalami hambatan...?", tanya paman MuTeng kepada YoLang dan kedua istrinya.
"Wah... jalan menuju kepantai dimana pelabuhan kita berada sangat bagus... begitu juga pemandangannya... kami juga mendatangi sebuah bukit yang dipenuhi dengan beraneka warna bunga...!", kata Mayang.
"Ahh... baguslah jika Nyonya berdua bisa menikmati perjalanan kesana...!", kata paman MuTeng.
"Baikah mari kita masuk dulu... ada sesuatu yang akan kusampaikan kepada nak YoLang...!", kata paman AnTam.
"Iya... ayo kita masuk... dan kalian berdua istri-istriku... beristirahatlah dulu... aku ada urusan dengan paman AnTam dan paman MuTeng...", kata YoLang kepada kedua istrinya.
Mereka kemudian masuk kedalam Wisma dan YoLun dan Mayang segera masuk kedalam kamar mereka, sementara itu YoLang duduk diruangan tamu bersama paman AnTam dan paman MuTeng,...
"Bagaimana paman...? apakah sudah menemukan yang akan menjaga dan mengurusi Wismaku ini...?", tanya Yolang kepada kedua pamannya itu.
"Saya yang akan menjaga dan mengurusi Wisma Pendiri Desa ini tuan muda Yo...! karena saya sekaligus akan mengurusi gudang herbal yang berada diWisma ini... dan kebetulan juga adik saya sudah menikah dan belum memiliki rumah sendiri... sedangkan rumah tempat tinggal keluarga kami belum diperluas... jadi saya memutuskan untuk tinggal disini bersama istri dan anak saya...!", kata paman MuTeng menjelaskan.
"Ahh... baiklah... saya berterimakasih paman MuTeng mau tinggal disini...! silahkan paman Muteng renovasi bagian belakang kediaman ini dan buatlah senyaman paman dan keluarga... saya berharap paman akan betah tinggal diwisma ini dan merawatnya seperti milik paman sendiri...!", kata YoLang.
"Dan paman AnTam segera bersiap... karena kita akan berangkat lewat gerbang teleportasi besok hari... tolong kabarkan juga kepada kakek MuChin dan yang lain... bahwa besok siang saya akan kembali keBenua Besar...!", kata YoLang.
"Baik saya akan segera mengabari para tetua... kalau begitu saya mohon pamit dulu...!", kata paman MuTeng kemudian pamit pulang.
"Saya juga akan segera bersiap nak Yo... silahkan kamu beristirahat dulu...", kata paman AnTam kemudian pergi kekamarnya yang berada dibagian belakang Wisma.
YoLang beranjak dari tempat duduknya dan masuk kedalam kamarnya dan melihat kedua istrinya sedang memeriksa isi cincin jiwa mereka,...
"Pil tingkat surgawi bisa kalian gunakan... selebihnya bagikan kepada yang lain... batu roh juga bagikan kepada para penjaga gerbang portal... dan untuk batu semesta simpan dulu... itu akan berguna diAlam Dewa dan Alam Surgawi nanti... ", kata YoLang kepada mereka berdua.
"Iya sayang... ini juga kami lagi memilah barang-barang tersebut...!", jawab Mayang.
"Senjata-senjata tingkat Surgawi sudah kami tempatkan digudang senjata Istana Naga Emas...!", kata YoLun.
"Bagus... kalian memang yang terbaik... hehehe... cepat selesaikan kesibukan kalian itu... kita akan segera menyerap 'Air Mata Peri'...!", kata YoLang kemudian mengirim pesan suara kepada adiknya LoryMei untuk bersiap ditarik keluar dunia jiwa.
Setelah menunggu beberapa saat, YoLang menarik sang adik dan memberitahukan tentang 'Air Mata Peri' yang akan mereka serap kekuatannya bersama,...
"Apa kalian sudah siap...?", tanya YoLang.
"Kakak... kamu keluar dulu... kami harus membuka pakaian kami saat mengoles cairan itu ditubuh kami...!", kata sang adik LoryMei.
__ADS_1
"Ya sudah... kakak keluar dulu...!", kata YoLang kemudian keluar dari kamar.
Setelah menunggu beberapa saat YoLang kembali masuk kedalam kamar dan melihat ketiga gadis itu telah membungkus tubuh mereka dengan kain dan dalam posisi Lotus, sambil menyerap energi kekuatan dari cairan 'Air Mata Peri' yang sudah dioleskan keseluruh tubuh mereka kecuali kedua mata mereka. YoLang mengawasi mereka bertiga dan dengan kesadaran spiritualnya dia dapat melihat proses penyerapan energi kekuatan itu didalam tubuh mereka masin-masing,...
"Hmm... dengan banyaknya kandungan energi kekuatan 'Dewi Peri' bisa mendorong mereka untuk naik beberapa tingkat...!", kata YoLang dalam hati sambil mengawasi ketiga gadis didepannya itu.
"Sebaiknya aku menunggu mereka selesai...", katanya dalam hati kemudian melakukan meditasi sambil tetap mengawasi proses penyerapan mereka.
Tanpa terasa hari telah pagi,... cahaya sinar matahari pagi telah memasuki celah ventilasi kamar mereka tanpa mengusik ketiga sosok gadis didalamnya yang sedang fokus bermeditasi, YoLang yang masih setia menunggu dan mengawasi ketiga gadis itu mulai melihat pergolakan energi didalam tubuh LoryMei yang akan mendesak untuk keluar dari dalam tubuhnya. Segera YoLang membuat array/Formasi pelindung didalam kamarnya untuk menghindari ledakan energi yang kuat dari dalam tubuh ketiga gadis itu yang dapat merusak isi dalam kamarnya itu, kemudian terlihat energi yang besar mulai mendesak keluar dari dalam tubuh sang adik,...
Bhhuuummm... Dao - 5
Bhhuuummm... Holy Dao - 5
Bhhuuummm... Monarch - 5
Bhhuuummm... Emperor - 5
"Hahh... hahh...", suara tarikan nafas sang adik yang terlihat kelelahan menahan gejolak ledakan energi karena barusan mengalami kenaikan 5 tingkat.
"Stabilkan aliran energi spiritualmu adik...", kata YoLang kemudian melihat san calon istri Mayang mengalami hal serupa,...
Bhhuuummm... Dao - 5
Bhhuuummm... Holy Dao - 5
Bhhuuummm... Monarch - 5
Bhhuuummm... Emperor - 5
Kemudian disusul oleh sang istri YoLun,...
Bhhuuummm... Dao - 1
Bhhuuummm... Holy Dao - 1
Bhhuuummm... Monarch - 1
Bhhuuummm... Emperor - 1
Bhhuuummm... Holy Emperor - 1
Setelah mengalami kenaikan tingkat mereka bertiga masih tetap melakukan meditasi sambil menelan Pil Stamina, proses pemulihan stamina dan menstabilkan kekuatan energi mereka lakukan sampai 3 jam kemudian,...
"Bagaimana perasaan kalian...?", tanya YoLang.
"Hmm... sangat melelahkan... aku berpikir sebelumnya tidak akan bisa mengendalikan lonjakan energi yang besar itu... hahh... akhirnya bisa juga...!", kata Mayang.
"Ya itulah sebabnya saya mengawasi kalian terus menerus... sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan aku akan segera membantu kalian...!", kata YoLang.
__ADS_1
"Hmm... kakak Lun masih tahap-1... apa tidak sebaiknya diberi tambahan dorongan kakak...!", tanya LoryMei kepada YoLang.
"Iya nanti... biarkan dia selesai mengisi staminanya yang terkuras dulu...!", jawab YoLang.
"Ya sudah kalau begitu aku mau kembali ke Istana Naga Emas... mau membantu ayah dan ibu mengatur gudang buah kehidupan yang semakin banyak...!", kata LoryMei.
"Sayang aku juga... ibu membutuhkan bantuan disana... sepertinya akan naik tingkat juga setelah sering bermeditasi dimenara...!", kata Mayang.
"Baik aku akan mengirim kalian kedalam dunia jiwa... segeralah kalian berdua berpakaian dan bersiap-siap...!", kata YoLang kemudian mengirim Mayang dan LoryMei keIstana Naga Emas didalam dunia jiwanya.
"Bagaimana apa kamu masih kuat...?", tanya YoLang kepada sang istri.
"Hmm... baiklah aku siap...!", jawab sang istri.
"Telanlah dulu 2 butir Pil Energi tingkat Surgawi ini... dan seraplah bersamaan dengan Inti Kristal Energi Yin ini... aku akan membantu proses penyerapannya...!", kata YoLang kemudian memberikan bahan-bahan tersebut.
Setelah menelan Pil YoLun kembali bermeditasi menyerap energi dari Pil dan sekaligus menyerap energi Yin dari Inti Kristal didepannya, sementara YoLan menempelkan kedua telapak tangannya dipunggung sang istri untuk membantu proses penyerapan energi berjalan dengan lancar dan cepat. Karena bantuan YoLang sang istri YoLun tidak membutuhkan waktu yang lama, sehingga hanya dalam waktu 2 jam dia mulai merasakan lonjakan energi dari dalam dantiannya yang mendesak untuk keluar dari dalam tubunya. Dan,...
Bhuumm... Holy Emperor - 2
Bhuumm... Holy Emperor - 3
Bhuumm... Holy Emperor - 4
Bhuumm... Holy Emperor - 5
"Hahhh.... hahhh.... huuhhh... bantu aku menstabilkan aliran energi...!", kata sang istri yang terlihat kelelahan.
"Baik konsentrasilah...!", jawab YoLang kemudian mengalirkan energi spiritualnya kedalam tubuh sang istri dan membantu mengarahkan aliran energinya agar tidak bergejolak tak beraturan.
"Ahh... sayang... aku merasa lemas... bisakah kau pijat bagian punggungku... eennmm...?", kata sang istri manja.
"Hmm... baiklah lemaskan otot-otot tubuhmu...!", kata YoLang kemudian dengan teknik tabib Ilahi miliknya dia mulai melakukan pengembalian struktur otot ditempatnya yang semula.
"Bagaimana...? apa kamu sudah merasa lebih baik...?", tanya YoLang.
"Hmm... sedikit lagi... bagian yang ini belum...! masih pegal-pegal...", kata YoLun sambil mengarakn jari tangannya dibagian yang dia rasakan masih kejang-kejang.
"Istriku... dibagian itu berbahaya... aku bisa tergoda...!", kata YoLang yang curiga karena sang istri mengarahkan kedua tangannya untuk memijat dibagian depan dadanya.
"Ennmm... lakukan saja... aku merasa pegal didaerah sekitar itu...!", kata sang istri.
"Ya... baiklah...!", tanpa ragu YoLang mengikuti keinginan sang istri dan dari belakang dia mulai memijat sang istri.
Setelah selesai keduanya terbaring diatas tempat tidur menutupi kedua tubuh mereka dengan selimut hangat yang terbuat dari bulu hewan buas, dan tanpa mereka sadari malam telah larut tapi kedua sosok itu masih tidur saling berdekapan,...
"Sayang... kenapa adikmu tidak tidur-tidur...? sedari tadi dia selalu mengganggu tidurku... suruh dia berhenti bergerak dan ikut tidur... aku sudah tak bertenaga lagi...!", bisik sang istri kepada suaminya yang lelap tertidur.
"Hmm... tuannya tidur tapi bawahannya bergerilya dibawah sana...hahh...", bergumam YoLun dalam hati.
__ADS_1
Keesokan harinya terlihat para tetua Klan Mu telah menunggu diruangan tamu Wisma Pendiri Desa, YoLang dan YoLun yang baru bangun sudah merasakan keberadaan sosok-sosok tersebut diluar segera membersihkan diri dan berpakaian dengan yang baru untuk menemui para tetua tersebut,...