Titisan Dewa

Titisan Dewa
Mengurus Tawanan


__ADS_3

Pembersihan lokasi dermaga pelabuhan BunNan telah selesai dilakukan oleh anggota keluarga Lun, YoLang juga sudah memanggil anggota pasukan Naga yang berjaga diluar kota BunNan untuk membantu mereka membersihkan bagian pelabuhan yang lain. Sementara itu didalam gedung besar bekas kediaman BaiZhu YoLang yang didampingi oleh kedua istrinya PingYu/YoLun dan Mayang sedang berdiskusi dengan Kakek Lun Xiao, nenek Shin YuWen, kedua mertuanya LunPing dan Maya, kedua kakek Lun Wei dan Lun Da, paman Lun Chao serta kedua paman LunFei dan LunFai. Mereka membicarakn masalah tawanan BaiZhu yang mereka temukan dipenjara bawah tanah serta 20 orang wanita yang dijadikan BaiZhu dan pembantu-pembantunya sebagai pemuas nafsu bejat mereka,...


"Begini saja...! berikan mereka modal yang cukup dan kembalikan mereka kepada keluarga mereka...!", kata LunPing.


"Ayah...! mereka bukan dari benua besar ini... menurut penuturan seorang wanita itu... mereka dibawa oleh komplotan BaiZhu dari benua lain... ada yang dari benua pulau biru dan ada yang mereka culik dari daratan seribu suku...!", kata PingYu/YoLun.


"Iya... mereka juga mengatakan kepadaku kalau semua anggota keluarga mereka telah tewas dibantai oleh kelompok bajak laut Matahari Merah...!", kata Mayang menambahkan.


"Hmm... terus bagaimana dengan para tawanan yang kita temukan dipenjara bawah tanah itu...?", tanya kakek Lun Xiao.


"Apakah mereka sudah memberitahukan tempat mereka berasal...?", tanya nenek Shin YuWen.


"Belum nenek... kami belum menanyakan sesuatu kepada para tawanan itu...!", kata PingYu/YoLun.


"Ya sudah... bawa ke-20 wanita itu kesini biar aku tanyakan apa keinginan mereka setelah ini...!", kata YoLang dan dengan segera kedua istrinya keluar kediaman itu untuk menemui wanita-wanita tersebut dan membawa mereka kembali masuk kedalam kediaman itu.


"Dengarkan... saya YoLang dan ini kakek Lun Xiao pemimpin Klan Lun... kalian sudah bebas sekarang... dan kalian bisa pergi dan kembali kepada keluarga kalian... jika tempatnya diluar kota BunNan ini...? nanti akan ada dari anggota keluarga kami yang akan mengantarkan kalian... bagaimana...?", kata YoLang kepada mereka.


"Maafkan kami tuan muda... tuan besar...! kami bukan berasal dari daerah ini... kami dibawa dengan kapal dari jauh... saya dengan 4 orang wanita ini dari daratan seribu suku... dan yang lainnya dari benua pulau biru... ada juga yang dari pulau-pulau kecil diantara benua pulau biru dan benua pulau merah... tapi semua keluarga kami telah dibunuh oleh orang-orang jahat itu...!", kata BhuYing yang mewakili ke-20 wanita itu,

__ADS_1


"Sebelumnya kami ada 32 orang saat tiba ditempat ini... karena perlakuan kasar dari orang-orang jahat itu... ada 12 orang dari kami yang jatuh sakit dan satu persatu meninggal... karena tidak mendapatkan pengobatan yang semestinya....!", kata BhuYing melanjutkan.


"Saya BhuYing... akan mewakili kami semua sesuai dengan kesepakatan bersama... saya mewakili kami semua 20 orang ini memohon kepada tuan muda dan tuan besar kiranya dapat menerima dan mempekerjakan kami... biarlah kami mengikuti tuan muda dan tuan besar untuk menjadi pelayan dikediaman tuan-tuan selamanya...!", kata BhuYing menyampaikan maksud mereka.


"Hmm... apa sangsinya jika suatu saat kalian menghianati kami...?", tanya YoLang.


"Silahkan tuan menghukum kami... ambil nyawa kami kalau perlu... karena saat ini kami sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi... dan ketika tuan mengambil kami itu sama dengan nyawa kami sudah berada ditangan tuan...!", kata BhuYing bersungguh-sungguh dan tulus kemudian diikuti oleh ke-19 teman senasibnya.


"Kami akan setia dan patuh kepada tuan... dan kami menyerahkan nyawa kami ditangan tuan...!", kata mereka serempak.


YoLang yang melihat ketulusan dan kesungguhan hati mereka sudah mengambil keputusan dan akan membawa mereka, dia merencanakan untuk menjadikan ke-20 wanita itu sebagai pelayan diIstana Naga Emasnya didalam dunia jiwa menggantikan 6 orang pasukan boneka yang saat ini sedang menjaga dan merawat Istana itu. YoLang juga akan melatih mereka didalam dunia jiwa sampai mereka menjadi kuat dan dapat dijadikan pengawal oleh kedua istrinya dalam petualangan mereka dimasa depan. Dan dengan kejadian ini terbersit sebuah ide dikepala YoLang yang akan membentuk sebuah 'Pasukan Wanita' yang nantinya akan menjadi bawahan kedua istrinya,...


"Baik saya akan menerima kalian... dan kalian akan membantu kedua istri saya ini dalam mengurus kediaman kami disuatu tempat... kalian juga akan saya berikan gaji setiap bulannya... dan agar kalian ketahui bahwa saya sangat membenci dengan satu kata yaitu... Pengkhianat... dan bagi saya tiada ampun bagi mereka yang mengkhianatiku...!", kata YoLang tegas.


"Baik kalian semua duduk berposisi lotus dan menghadap saya...!", kata YoLang.


Kemudian YoLang menanamkan segel kesetiaan ditubuh ke-20 wanita itu, setelah itu dia mengirim mereka kedalam dunia jiwanya bersama kedua istrinya sambil dia mengirim pesan suara kepada kedua istrinya untuk memberitahukan secara rinci pekerjaan yang akan mereka lakukan termasuk merawat kebun tanaman dan buah kehidupan juga meminta kedua istrinya untuk memberikan pengetahuan kepada mereka agar mereka dapat berlatih dan bermeditasi dimenara meditasi yang dia buat. Selanjutnya dia keluar dari gedung itu menemui para tawanan yang mereka temukan didalam penjara bawah tanah sebanyak 32 orang yang rata-rata berusia antara 25 tahun sampai 40 tahun dan memiliki kekuatan ditingkat Biru Awal sampai Biru Akhir,...


"Perkenalkan saya YoLang... dan disamping saya adalah kakek saya Lun Xiao pemimpin keluarga Lun atau Klan Lun... kami yang menumpas kelompok BaiZhu ini... dan menemukan kalian dipenjara bawah tanah... nah... kalian saat ini sudah bebas... silahkan kembali ketempat keluarga kalian masing-masing...", kata YoLang sambil memeriksa pikiran dan isi hati mereka melalui kekuatan spiritualnya.

__ADS_1


"Kami sudah tidak punya tempat lagi tuan... kami berasal dari sebuah pulaun kecil didaratan seribu suku... kami adalah penduduk asli disana kemudian diserang oleh bajak laut matahari merah... mereka telah menghancurkan desa kami pulau itu dan membunuh semua anggota keluarga kami...", kata seorang tawanan.


"Kami dibawa kesini karena akan dijadikan anggota pasukan mereka... tetapi kami menolak dan tidak ingin bergabung... sebenarnya besok adalah hari terakhir kami... mereka memberikan kesempatan kepada kami untuk menentukan sikap sampai besok hari... tapi tuan-tuan sudah melenyapkan mereka...", kata salah seorang tawanan BaiZhu.


"Kalau tuan berkenan dan bersedia menerima kami... maka kami akan sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tuan muda... karena kami tahu tuan pasti orang baik tidak seperti kelompok Matahari Merah itu yang selalu semena-mena terhadap kami...!", kata orang itu menjelaskan.


"Baik saya akan menerima kalian... dan kalian akan menjadi bagian dari pasukanku... dan agar kalian ketahui bahwa saya sangat membenci dengan satu kata yaitu... Penghianat... dan bagi saya tiada ampun bagi mereka yang menghianatiku...!", kata YoLang tegas dan mau menerima mereka karena dia sudah membaca semua pikiran dan isi hati mereka yang hanya ketulusan dan niat baik yang ada didalamnya.


"Kami akan selalu setia dan mengikuti semua perintah tuan... dan apabila kami berbuat yang tidak berkenan dihadapan tuan... silahkan menghukum kami dengan hukuman yang setimpal...!", kata orang tersebut.


"Baik... sekarang duduk dengan posisi lotus dan menghadap kearah saya...", kata YoLang kemudian menanamkan segel kesetiaan ditubuh ke-32 orang itu.


"Nah sekarang silahkan kalian mengikuti Panglima pasukan saya Jendral Wang Yhu... paman Wang Yhu tolong atur mereka dan bimbing mereka sampai menjadi kuat...", kata YoLang.


"Baik tuan muda... saya akan melakukan yang terbaik untuk mereka...", kata paman Wang Yhu.


"Terimakasih paman... untuk sementara biarkan mereka berlatih dulu diKediaman Naga Emas... nanti kita lihat bersama akan ditempatkan di divisi mana mereka nantinya...", kata YoLang kepada jendral utamanya itu.


"Selanjutnya... paman bawa mereka semua keKediaman Naga Emas melalui gerbang portal sementara diluar kota... dan kembali lagi kesini dengan membawa setengah kekuatan pasukan kita disana... karena akan menjaga pelabuhan ini... dan anggota pasukan lainnya tetap disini termasuk 10 orang murid yang sebelumnya menjalankan tugas mata-mata disini...", kata YoLang

__ADS_1


"Siap laksanakan tuan muda...", kata Jendral Wang Yhu.


"Bagus... saya akan menunggu paman disini...!", kata YoLang kemudian masuk kembali kedalam gedung bekas kediaman BaiZhu.


__ADS_2