Titisan Dewa

Titisan Dewa
Misteri Danau Merah


__ADS_3

Diatas langit Kota Gao Khong sebuah titik hitam terlihat melesat turun dengan cepat dan hinggap disebuah pohon besar dipinggiran kota, Jula siHitam Rajawali Dua Alam hewan peliharaan YoLang yang setia membawa tuan dan nyonyanya mendekati kota dan menurunkan keduanya dekat pintu gerbang kota yang masih berjarak 200 meter. Hari masih gelap dan masih ada 1 jam lagi matahari memancarkan sinarnya ke Daratan Nam Yan, bergegas sepasang suami istri itu memasuki kota mencari tempat yang dapat mereka gunakan untuk duduk dan beristirahat. Suasana kota yang sepi dan hening lebih mempertajam kesadaran spiritual YoLang dan YoLun dalam memeriksa keadaan dan situasi kehidupan dalam kota Gao Khong, mereka merasakan ribuan aura kehidupan dalam kota itu dan ada beberapa yang mengeluarkan aura gelap tanda sedang sakit berat dan ada juga aura merah yang menandakan seseorang yang sedang dalam emosi yang tinggi atau sedang mengalami mimpi yang buruk.


Beberapa aura memancarkan energi kekuatan spiritual tingkat puncak Alam Kultivator, tapi YoLang dan YoLun tidak menemukan aura hitam yang menandakan niat jahat. Setelah berjalan selama 10 menit keduanya melihat sebuah kedai yang masih menyalakan lampu penerangannya dan setelah mendekat mereka melihat 2 sosok pria dan wanita dewasa sedang menunggui kedai makan mereka,...


"Salam paman... bibi... bolehkan kami menumpang duduk sebentar...?", kata YoLang menyapa ramah.


"Ahh... salam tuan muda dan nyonya... mari silahkan duduk... kami menyediakan kopi dan teh hangat... juga ada makanan dan kue silahkan dicoba kalau berminat...harganya tidak mahal...!", kata pria dewasa itu.


"Terimakasih paman... kami sedang dalam perjalanan dan baru tiba dikota ini... saya dan istri saya sedang mencari penginapan atau hotel... bisakah paman merekomendasikan tempat untuk kami...?", kata YoLang kemudian memesan teh hangat dan sepiring kue.


"Tuan muda dan nyonya... bisa berjalan kearah gerbang utara... disebelah sana terdapat banyak hotel dan penginapan berbagai kelas... tapi jangan mendekati gedung berwarna merah... karena itu rumah bordil... tempatnya para lelaki hidung belang...! hehehe... mari silahkan dinikmati teh hangatnya...!", kata sang pemilik kedai sementara itu istrinya terlihat menyiapkan kue-kue berbagi macam disebuah piring kemudian meletakkannya diatas meja.


"Silahkan kuenya tuan muda dan nyonya...!", kata istri pemilik kedai itu.


"Terimakasih bibi...! wah sepertinya kue ini enak...!", kata YoLun sambil mencoba kue yang disajikan oleh istri pemilik kedai itu.


Sambil menikmati teh hangat dan kue sajian kedai disubuh hari itu, YoLang mulai mengorek keterangan dari sepasang suami istri pemilik kedai dengan mulai bertanya,...


"Paman... apakah memang biasa berjualan sampai subuh hari...?",tanya YoLang.

__ADS_1


"Benar tuan muda... kami berjualan dari malam sampai subuh... karena pagi hari setelah berjualan kami berdua mencari tanaman herbal dihutan bagian selatan... setelah itu langsung dijual kepasar... kami hanya beristirahat sore hari sampai menjelang malam kemudian lanjut lagi membuka kedai ini sampai subuh...!", kata sang pemilik kedai.


"Wah... rajin sekali paman dan bibi... jika saya boleh tau jenis tanaman herbal apa yang sering didapati dalam hutan dibagian selatan itu paman...!", kata YoLang menyelidik.


"Kami sering menemukan jenis herbal tingkat rendah sampai menengah... untuk tingkat tinggi sudah susah ditemukan... kalau hutan dekat 'Danau Merah' masih banyak jenis herbal tingkat tinggi dan langka hanya saja sudah berpuluh-puluh tahun tidak ada yang berani kesana karena terdapat racun yang mematikan disekitar danau merah itu...!", kata sang pemilik kedai menceritakan situasi disekitar Danau Merah.


"Hmm... racun...? saya melihat paman dan bibi memiliki kekuatan dan sudah berada ditingkat Penyempurnaan Qi tahap puncak... apakah dengan tingkat kekuatan seperti itu masih bisa terkena racun...?", tanya YoLang menyelidik.


"Tuan muda...! pernah sekali waktu ada seseorang yang tingkat kekuatannya sudah berada ditingkat Raja tapi kembali tinggal nama... dia tewas dengan seluruh tubuhnya berubah menjadi berwarna merah...! dan menurut teman yang bersamanya... korban tersebut sempat menghirup kabut beracun yang berada disekitar danau tersebut... mulai saat itu sudah tidak ada lagi yang mendekati kawasan danau merah tersebut...! dan tragedi itu terjadi 10 tahun lalu... nah apalagi kami yang hanya tingkat Penyempunaan Q...! hehehe...", kata pemilik kedai menceritakan korban kabut beracun didanau merah.


"Wah... mengerikan juga racun itu...! dan sudah berlangsung selama 10 tahun...! ehh... paman kalau berjualan disini apa tidak mendapat gangguan dari bandit-bandit... apalagi paman berjualan sampai subuh...!", tanya YoLang.


"Ohh iya paman... tehnya enak... tambah lagi 2 gelas untuk saya dan istri saya...!", kata YoLang.


"Hmm... paman bolehkan aku memberikan bantuan kecil kepada paman dan bibi...!", tanya YoLang yang melihat sepasang suami istri pemilik kedai itu adalah orang-orang baik dan berhati jujur dan dari tangan mereka banyak orang bisa mendapatkan bantuan dan pertolongan untuk itu YoLang berniat membantu keduanya.


"Ahh... bantuan...? tuan muda... kami hanya orang kecil... dan tidak membutuhkan harta yang banyak... keadaan seperti ini sudah cukup untuk kami menjalani hidup dengan tenang dan bahagia... walaupun kami belum memperoleh keturunan tapi kami bisa merasakan kebahagian berdua...!", kata pria itu tulus dan jujur.


"Begini... saya melihat paman dan bibi adalah orang baik... untuk itu saya akan memberikan sesuatu yang dapat paman dan bibi gunakan untuk membantu banyak orang... saya akan memberikan pengetahuan tentang Alkemis dan pengobatan kepada paman dan bibi... ! apa paman dan bibi bersedia...?", kata YoLang menjelaskan.

__ADS_1


"Ohh... Dewa...! benarkan tuan...! ahh istrku... mereka adalah dewa dan dewi...! berlututlah...!", kata pria itu kemudian akan bersujud didepan YoLang dan YoLun.


"Jangan paman... bibi...! kami berdua adalah manusia biasa seperti paman dan bibi... tapi kami memiliki kemampuan sebagai Alkemis dan Tabib... nah... terimalah...!", kata YoLang kemudian mentransfer pengetahuannya tentang Alkemis dan ke-Tabib-an kepada sepasang suami istri itu dan sedikit kekuatan agar mereka bisa meracik Pil sampai tingkat Kuno.


Whhuuuzzz...


Bhhuuumm... bhhuuumm... bhhuuumm...


Whhuuuzzz...


Bhhuuumm... bhhuuumm... bhhuuumm...


"Nah... stabilkan energi spiritual paman dan bibi...! kemudian pahami dan kuasai pengetahuan yang saya berikan...! dan ini adalah cincin jiwa...! didalamnya ada Tungku Alkemis dan bahan-bahan herbal untuk paman dan bibi berlatih...! serta ada beberapa Pil obat yang paman dan bibi harus minum setiap hari 1 butir... setelah menguasai pengetahuan yang saya berikan...! tugas paman dan bibi adalah membantu orang yang perlu mendapatkan pertolongan... dan tebarkan kebaikan kepada banyak orang...! nah... hari sudah pagi... kami harus pergi mencari penginapan... terimakasih paman dan bibi... tehnya sangat enak... permisi...!", kata YoLang dan mengajak sang istri YoLun untuk segera pergi dengan cepat.


Whhuuuzzz...


Seketika keduanya lenyap dari kedai itu dan meninggalkan sepasang suami istri yang masih duduk berposisi lotus, karena sedang menstabilkan Energi Spiritual mereka didalam tubuh yang barusan mengalami kenaikan 3 tingkat sekali jalan. Tingkat awal keduanya adalah tingkat penyempurnaan Q tahap puncak menjadi tingkat Raja tahap puncak, YoLang juga meninggalkan 2 buah cincin jiwa dasar-4 kepada mereka yang luas penyimpanan dalam cincin itu sebesar 50 meter persegi dan masing-masing cincin yang didalamnya berisi Pil Stamina (untuk menambah stamina), Pil Pelangi (untuk mengobati kemandulan), Pil Forsa (untuk menyuburkan rahim pada perempuan dan menguatkan sel telur kepada laki-laki) kemudian didalam cincin jiwa itu juga terdapat bahan-bahan herbal untuk dipakai berlatih dan tungku Alkemis serta 1 juta koin emas.


Hari telah pagi suasana kota Gao Khong terlihat mulai menggeliat, beberapa orang mulai terlihat berlalu lalang dijalan utama kota itu. Kemudian YoLang melihat sebuah penginapan sederhana yang telah buka dan mengajak YoLun sang istri untuk menginap dipenginapan sederhana tersebut, didalam kamar yang tidak terlalu besar itu YoLang mengeluarkan paman Wang Yhu dan paman Xong Te kemudian mendiskusikan rencana mereka untuk segera melakukan penyelidikan ke Danau Merah.

__ADS_1


__ADS_2