
Masih dengan teknik penyamaran mereka Yolang dan YoLun segera meninggalkan lokasi formasi perlindungan itu kemudian mengawasi kelompok anggota 'Klan Pintu Dewa' dari kejauhan, mereka melihat terjadinya pergantian tugas patroli dikelompok itu namun ada seseorang yang terlihat merasa aneh dengan posisi kubah perlindungan mereka yang telah bergeser beberapa meter kesamping kiri dari tempat semula,...
"Ehh... itu kenapa sudah bergeser...? tetua kedua... coba perhatikan kubah perlindungan kita... saya melihat telah bergeser beberapa meter kesebelah kiri...!", kata seorang anggota kelompok itu.
"Ahh... tidak ada yang aneh dengan kubah itu... sama saja...! kamu saja yang mungkin kurang tidur...!", kata tetua kedua.
"Hahh... aneh...!", kata sosok tersebut.
"Hmm... coba saja kamu masuk dan periksa didalamnya...! apakah ada yang aneh atau tidak...!", kata tetua kedua itu kembali untuk meyakinkan sang anggota itu.
"Baik tetua...", kata sosok tersebut sambil bergerak menuju kubah yang dibuat YoLang.
Anggota kelompok itu terlihat memasuki formasi perlindungan buatan YoLang dan keluar kembali dan dia tidak menemukan sesuatu hal yang aneh seperti yang dirasakannya, melihat akan hal itu tetua kedua langsung menegur anggota tersebut untuk segera kembali kebarisan kelompoknya yang akan segera mengadakan patroli mengantikan kelompok yang lain. Belum ada satupun dari ke-22 orang Klan itu yang kembali masuk kedalam formasi perlindungan buatan YoLang, sementara itu tetua pertama dan tetua ketiga terlihat masih duduk dan berbincang-bincang disekitar formasi perlindungan itu dan demikian juga dengan 20 orang anggota mereka. YoLun yang mengawasi pergerakan kelompok tetua kedua bersama 10 orang anggotanya mulai berpatroli mengitari kawasan 'Danau Merah' sambil menaburkan 'Racun Kabut Merah' sepanjang jalur yang mereka lintasi, dalam pikirannya YoLun mendapatkan sebuah ide untuk membuat kelompok itu kembali menuju tempat formasi perlindungan berada sehingga dapat dengan mudah dilumpuhkan.
Sebelum YoLun menjalankan rencananya dia mendapat pesan suara dari YoLang untuk tetap mengawasi kelompok yang sedang berpatroli tersebut karena YoLang sedang menuju kearahnya dan akan melakukan sesuatu terhadap kelompok yang sedang berpatroli tersebut,...
Whhuuuzzz...
"Eh... suamiku... apa yang akan kau rencanakan dengan mereka...!", tanya YoLun ketika sang suami tiba disampingnya.
"Biarkan dulu mereka jauh dengan kelompok yang lain... kemudian kita sergap mereka dengan cepat... aku akan lumpuhkan mereka dan kamu segera masukkan mereka kedalam penjara diruang dimensi cincin jiwa...!",
"Hmm... baik...", kata YoLun.
Setelah kelompok itu berada diseberang danau yang jaraknya 2 kilometer dari posisi formasi perlindungan yang dibuat YoLang, dengan segera YoLang mengerahkan kekuatan spiritualnya untuk melumpuhkan ke-11 orang itu...
"Cahaya Menggenggam Bulan"
Whhuuunnnggg...
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
Cahaya berwarna putih melesat keluar dari kedua telapak tangan YoLang dan dengan kecepatan cahaya segara menutupi kepala ke-11 orang itu membuat mereka kebingungan menatap kosong, hal ini terjadi karena teknik tingkat surgawi yang dikeluarkan YoLang salah satu fungsinya adalah untuk menyegel semua ingatan orang yang tersebut. Kemudian secepat kilat YoLun sang istri segera mengikat mereka dengan tali spiritual dan memindahkan mereka kedalam penjara ruang dimensi cincin jiwa miliknya.
"Siluman Jari Petir"
Drreeettt... Drreeettt...
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
"Nah beres... terus bagaimana rencanamu dengan yang berada disana suamiku...?" tanya YoLun setelah menyelesaikan tugasnya.
"Kalau mereka belum masuk kedalam perangkapku... maka dengan cara yang sama seperti barusan kita lakukan terhadap mereka... ayo kita kembali mendekat kelokasi formasi perlindungan yang kubuat itu...!", kata YoLang.
Sebelum mereka bergerak tiba-tiba YoLang mendapat pesan suara yang dikirimkan oleh paman MuDhong yang sedang mengawasi markas 'Klan Pintu Dewa', dalam pesannya paman MuDhong mengatakan bahwa ada sekelompok orang berjumlah 11 orang bergerak keluar dari markas Klan menuju arah selatan. YoLang sudah mengerti bahwa kelompok yang bergerak itu adalah kelompok tetua keempat dan anggotanya yang sebelumnya sedang membuat 'Racun Kabut Merah' didalam markas Klan. Kemudian YoLang mengirim pesan kepada paman MuDhong untuk tetap berada dilokasinya, dan kelompok yang sedang bergerak itu akan diurus olehnya bersama sang istri YoLun...
"Hmm... ada kelompok lain yang sedang menuju kesini...! kita akan membereskan mereka terlebih dahulu... seperti yang kita lakukan sebelumnya... berhati-hatilah karena mereka membawa Racun yang baru dibuat...!", kata YoLang kepada sang istri.
"Baik suamiku...! ayo aku akan segera mengambil posisi...!", kata YoLun kemudian bergerak mencari posisi untuk menyergap kelompok tetua keempat yang sedang menuju tempat mereka.
Posisi YoLang dan YoLun berada diujung sebelah utara kawasan 'Danau Merah' sehingga menjadikan tempat itu sangat jauh dengan lokasi formasi perlindungan yang dibuat YoLang, dengan masih menyamarkan keberadaan mereka YoLang dan YoLun melihat rombongan itu mulai mendekati lokasi penyergapan. Sebelum mereka melewati tempat itu YoLang telah membuat gerakan kedua telapak tangannya dan seketika cahaya putih melesat dengan cepat kearah kepala ke-11 orang itu kemudian...
"Cahaya Menggenggam Bulan"
Whhuuunnnggg...
"Awaaaassss...! ada penyergapan...!", teriak tetua Keempat yang sempat melihat serangan yang dikeluarkan YoLang.
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
"Mmhhmm... mmhhmm...!", sempat bersuara seperti orang bisu tapi kemudian terdiam bingung sambil menatap kosong karena sudah mendapat serangan pelumpuh ingatan dari YoLang.
"Siluman Jari Petir"
Drreeettt... Drreeettt...
__ADS_1
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
"Huhh...! hampir saja... hufffttt...!", kata YoLun yang sempat was-was karena serangan suaminya sempat diketahui oleh tetua keempat.
"Ayo... kita lanjut dengan yang berada di formasi perlindungan buatanku...! tapi sebelumnya kita jemput paman Wang Yhu dan paman XongTe...!", kata YoLang mengajak YoLun untuk kembali menuju tempat mereka sebelumnya.
Whuuuzzz... whuuuzzz...
Secepat kilat mereka berdua telah sampai dimana paman Wang Yhu dan paman Xong Te berada, setelah mendapat penjelasan dari YoLang mereka berempat kembali bergerak mendekati lokasi formasi yang dibuat YoLang untuk menjebak 2 kelompok tersisa dari 'Klan Pintu Dewa' tersebut. Sesampainya dilokasi tersebut mereka melihat anggota kelompok 'Klan Pintu Dewa' itu bersama pemimpin mereka yaitu tetua pertama dan tetua kedua masih dalam posisi mereka sebelumnya berada diluar formasi pelindung yang dibuat YoLang, karena sudah mengatur siasat sebelumnya YoLang bersama paman Xong Te melakukan penyergapan dari samping kiri sementara itu YoLun bersama pama Wang Yhu akan menyerang dari sebelah kanan. YoLang segera memberikan aba-aba agar mereka berempat secara bersamaan menyerang dan menyergap kelompok itu,...
@YoLang
"Cahaya Menggenggam Bulan"
Whhuuunnnggg...
@YoLun
"Cahaya Rembulan"
Whhhuuusss...
@MuDhong
"Siulan Badai Naga"
Shhhyyyuuurrr...
@Wang Yhu
"Tarian Petir Ilahi"
Dddrrreeeetttt...
"Awaaasss...! berpencar.... ada serangan...!", teriak tetua pertama yang dengan tingkat kekuatannya yang sudah berada ditingkat Kaisar Puncak dia dapat merasakan adanya bahaya disekitarnya.
"Baik nyonya...!", kata Wang Yhu, kemudian mencabut pedangnya dan kembali menyerang anggota kelompok Klan Pintu Dewa itu.
Srriiinnnggg...
"Tebasan Langit"
Hiiiaaattt...
Swiinngg... swiinngg... swiinngg...
Craasshh... Aahhkk...
Craasshh... Aahhkk...
Craasshh... Aahhkk...
3 kali teknik tingat surgawi tebasan langit Wang Yhu mengenai sasaran dan membuat 3 orang anggota kelompok itu terkapar diatas tanah tak bernyawa, sementara itu ditempat lain terlihat YoLang kembali akan memberikan serangan kepada tetua pertama setelah serangan sebelumnya dapat dihindari olehnya...
"Bajingan...! siapa kalian... tetua ketiga...! serang mereka dan gunakan Racun Kabut Merah...!", kata tetua pertama sambil balas menyerang kearah YoLang...
"Tinju Dewa Menggetarkan Bumi"
Chiiaattt...
Whhuusss... Bhhoomm...
Whhuusss... Bhhoomm...
Whhuusss... Bhhoomm...
__ADS_1
Mendapat serangan pukulan spiritual tangan kosong, YoLang segera menghindar dengan teknik 'Langkah Cahaya' miliknya sehingga serangan tetua pertama mengenai tempat yang kosong...
"Langkah Cahaya"
Whhuuzzz... whhuuzzz... whhuuzzz...
Sambil menghindar YoLang membalas serangan tetua pertama itu dengan serangan spiritual tangan kosong juga...
"Amukan Badai Naga"
Bhhuuzzz... Bhhuuzzz... Bhhuuzzz...
Dhhuuaarr... Waadaawww...
Dhhuuaarr... Aahhhkkk...
Dhhuuaarr... Aarrghhkk...
Hhooeekkkhh...
3 kali serangan balasan YoLang mengenai sasaran sehingga membuat tetua pertama terluka dalam sampai muntah darah, melihat pimpinan mereka terluka memicu kemarahan ke-10 orang anggota Klan Pintu Dewa dan menyerang kearah YoLang secara bersama dengan berbagai macam senjata...
"Bantu tetua pertama...!", kata seseorang .
"Ilmu Pedang Dewa Merah"
Chiiiaaattt...
"Serang bersama...!", kata seseorang yang lain.
"Tombak Dewa Pemusnah"
Hiiaattttt...
"Gunakan racun...!", kata yang lain lagi.
Whuuss... whuuss... whuuss...
Mendapat serangan beruntun dari beberapa orang anggota Klan Pintu Dewa, YoLang kembali menggunakan teknik 'Langkah Cahaya' untuk menghindari serangan tersebut sambil mengerahkan teknik pemusnah miliknya...
"Langkah Cahaya"
Whhuuzz... whhuuzz... whhuuzz...
"Niat Pedang"
Whhuuunnnggg...
Dari kedua telapak tangan YoLang terlihat keluar banyak cahaya putih kemudian membentuk puluhan bilah pedang spiritual yang mengambang diatas kepalanya dan semua ujung bilah pedang mengarah ke-10 orang anggota Klan Pintu Dewa yang sebelumnya telah menyerang YoLang secara beruntun...
"Hujan Pedang"
Whuzz... whuzz... whuzz... whuzz... whuzz...
Dengan kecepatan cahaya puluhan bilah pedang itu melesat menuju kearah tubuh ke-10 orang itu...
Jleebb... jleebb... jleebb... jleebb... jleebb...
Dhuarr... dhuarr... dhuarr... dhuarr... dhuarr...
Aahkk... Aahkk... Aahkk... Aahkk... Aahkk...
Ledakan beruntun menewaskan ke-10 orang anggota Klan Pintu Dewa itu, sementara itu sang tetua pertama yang sudah tidak berdaya juga terkena serangan pedang spiritual YoLang sampai akhirnya menewaskan sang tetua dengan menggenaskan karena tubuhnya hancur...
Jlleebb...
__ADS_1
Dhuuaarr...
Aahhkkk...