Titisan Dewa

Titisan Dewa
Menemukan Hewan Surgawi Lainnya


__ADS_3

Kedua Jenius baru yang ditemukan YoLang dan YoLun yaitu kakak beradik Bao Qian dan Bao Jian akhirnya setuju dan akan mengikut YoLang dan menjadi bagian dari Keluarga Besar Naga Emas setelah diberi pemahaman dan pengertian oleh YoLang Sang Terpilih, saat ini mereka sedan menuju ke Desa WuLei yang berada disebelah utara Kota Zong Lhai untuk menjemput ayah kedua jenius itu. Dengan masing-masing menggandeng tangan para jenius baru itu YoLang dan YoLun menggunakan teknik meringankan tubuh mereka dan melesat dengan cepat menuju Desa WuLei,...


"Ahh... tuan muda... perlahan sedikit...", teriak Bao Jian dengan wajah yang terlihat pucat karena merasa pusing.


"Ahh... uhhh... uuhhuukkk...", suara Bao Qian sang kakak yang juga wajahnya terlihat pucat pasi dan memuntahkan seluruh isi perutnya.


"Ahh... maafkan kami berdua...! mmm... kalian akan terbiasa nantinya dengan teknik berlari cepat seperti ini setelah kalian berlatih...", kata YoLang.


"Ahh... aku melihat banyak bintang yang beterbangan diatas langit tuan... biarkan aku duduk dulu untuk beristirahat nyonya Lun... uuhhuukkk...", kata Bao Qian yag masih terlihat pusing.


"Ya... kita akan beristirahat sejenak disini...", kata YoLun.


YoLang dapat saja memasukkan keduanya kedalam dunia jiwa, tapi dengan sengaja dia mengajak kedua jenius itu untuk mulai berlatih dengan memberikan dasar-dasar penguatan jiwa dan penguatan tubuh dan otot kepada mereka. Hal ini tanpa disadari oleh kedua kakak beradik itu bahwa mereka telah mulai diberikan latihan, setelah 1 jam beristirahat mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka dan kembali bergerak dengan cepat yang saat ini Bao Qian dan adiknya Bao Jian terlihat hanya menutup mata membiarkan tangan mereka ditarik melayang oleh pasangan suami istri itu dibawa berlari cepat menuju desa dimana ayah mereka tinggal. Menjelang sore mereka telah berada dikawasan hutan kecil pinggiran desa WuLei dengan berjalan biasa keempat sosok tersebut masuk kedalam pemukiman yang terlihat hanya terdiri dari puluhan rumah-rumah penduduk yang sederhana.


"Inilah desa kami tuan muda dan nyonya Lun...! semua penduduk desa ini adalah pendatang yang berdatangan dari kota-kota besar didaratan tengah... para orang tua kami sebagai pekerja di Kota Raja membuat tempat tinggal disini atas ijin pihak kerajaan... dari mulai 5 kepala keluarga dan berkembang sampai saat ini ada 21 kepala keluarga termasuk kami... nah itu rumah kami...! mari tuan dan nyonya...", kata Bao Qian menjelaskan.


"Kami pulang ayah...!", teriak Bao Jian setelah mendekati sebuah rumah sederhana yang tidak terlalu besar.


Kriiieeekkk...


"Ehh... kenapa hari begini kalian sudah pulang...? apakah kalian tidak bekerja lagi...? ohh... maaf ada tamu... nak siapa mereka...? apakah teman kalian...?", pertanyaan beruntun datang dari sosok pria dewasa berusia 40 sampai 50 tahun didepan mereka.

__ADS_1


"Ayah... kenalkan ini adalah tuan YoLang dan nyonya YoLun... keduanya adalah tuan kami yang baru yang akan mengubah hidup kita... hehehe... mari masuk tuan muda Yo dan nyonya Lun... kita bicara didalam saja...", kata Bao Qian kepada mereka untuk masuk kedalam rumah.


Didalam rumah sang kakak Bao Qian mulai menceritakan awal pertemuannya dengan pasangan suami istri itu kepada sang ayah Bao Cheng, kemudian mengutarakan maksud kedatangan mereka untuk membawa serta sang ayah untuk mengikuti perjalanan YoLang dalam petualangannya dan menjadi bagian dari keluarga besar Naga Emas dan dalam perjalanan itu mereka akan diberikan pengetahuan dan pelatihan untuk meningkatkan kekuatan mereka. Sang ayah Bao Cheng menyetujui keinginan kedua anaknya itu dan juga merupakan salah satu cita-citanya agar kedua putranya itu menjadi kuat agar dapat mencari keberadaan ibu mereka yang menghilang secara misterius tanpa jejak, segera kedua putra Bao Cheng melakukan persiapan dengan mengumpulkan barang-barang berharga mereka untuk mereka bawa mengikuti YoLang...


"Terimakasih tuan YoLang dan nyonya Lun... saya dan kedua anak saya akan setia dan tetap mengikuti tuan dan nyonya... mudah-mudahan dengan kehadiran kami tidak akan menjadi beban keluarga tuan dan nyonya nantinya...", kata Bao Cheng dengan tulus dan jujur.


"Paman Cheng tidak usah sungkan...! kami yang berkeinginan mengajak kedua putra paman karena melihat potensi mereka kedepan sangat baik... dan saya yang memastikan akan hal itu... setelah ini paman Cheng dan Bao Qian serta Bao Jian akan menjadi anggota keluarga saya...", kata YoLang menjelaskan.


"Benar paman... nantinya semua kesulitan paman dan kedua anak paman juga akan menjadi kesulitan kita sebagai anggota keluarga... nah selamat bergabung di Keluarga Naga Emas... dan ditempat kami keluarga adalah harta yang tak ternilai... yang harus djaga dan dilindungi oleh semua anggota keluarga...", kata YoLun menambahkan.


"Ahh... sungguh mulia kebajikan yang tuan dan nyonya bawa kepada kami keluarga kecil ini... ada sebuah masalah yang telah lama saya pendam dalam hidup ini yaitu soal istri saya ibu dari QIan dan Jian... dengan misterius istri saya itu menghilang tanpa jejak 17 tahun yang lalu... waktu itu usia Qian baru 2 tahun dan Jian baru 3 bulan... saya tidak tahu harus mencari kemana keberadaan istri saya itu... hahh...!", kata Bao Cheng berkeluh-kesah.


"Paman Cheng... masih adakah barang-barang peninggalan bibi...? dan lebih bagus barang-barang kesukaan atau yang sering digunakan oleh bibi... coba bawa kesini...", kata YoLang.


"Ini semua milik Erl Wang... ada beberapa stel pakaian dan perhiasannya dan ini... didalam kotak kayu itu terdapat sebuah batu mutiara berwarna biru... sering digunakan oleh istriku kalau salah satu dari kami menderita sakit... batu mutiara hijau itu dicelupkannya kedalam gelas berisi air... dan kemudian meminumkan air itu kepada yang sakit... dan keesokan harinya pasti sudah sembuh...", kata Bao Cheng sambil menyerahkan sebuah tas dari kulit hewan buas dan menjelaskan barang-barang peninggalan sang istri yang bernama Erl Wang.


"Hmm... bibi Erl masih hidup... aku masih bisa merasakan aura kehidupannya... tapi tempatnya sangat jauh bahkan tidak berada di Alam Kultivator ini... nanti saatnya akan saya jelaskan tapi yakinlah istri paman Cheng bisa kita temukan...!", kata YoLang menyakinkan karena dapat mengetahui semuanya dari jejak aura yang terdapat pada pakaian dan batu mutiara milik Erl Wang.


"Ahh... syukurlah kalau begitu... ahh... terimakasih tuan YoLang dan nyonya YoLun... sudah membawa kabar baik ini...", kata Bao Cheng penuh hormat.


Setelah semua persiapan sudah dilakukan Bao Qian pergi memberitahukan kepindahan mereka kepada kepala desa WuLei, selanjutnya YoLang memasukkan mereka kedalam dunia jiwa setelah memberitahukan kepada paman Wang Yhu tentang ketiga anggota baru Keluarga Naga Emas itu dan untuk membantu mereka dalam latihan-latihan dasar berkultivasi maupun latihan penguatan tubuh, tulang dan otot dengan menggunakan semua sarana latihan yang sudah dibuat YoLang diIstana Naga Emas. Selanjutnya YoLang dan YoLun melanjutkan perjalanan mereka didaratan tengah ini menuju Kota Zong Fang, Kota Zong Bei dan terakhir keKota Zong Dong, dari perjalanan mereka di 3 kota itu mereka tidak menemukan sesuatu yang aneh atau mencurigakan sehingga ketika sampai dikota terakhir daratan tengah YoLang mengeluarkan para perwira Pasukan Naga serta kedua pamannya LunFai dan LunFei untuk berteleportasi kelokasi kawasan 'Pegunungan Ular Putih' sedangkan untuk kedua istri pamannya yaitu Jendral Ai Yun ada Ai Yin sudah YoLang tidak ijinkan untuk ikut karena sedang hamil muda.

__ADS_1


"Didaratan tengah ini sudah tidak ada yang membuat kita untuk tinggal lebih lama... untuk itu bersiaplah kita akan segera menuju kawasan 'Pegunungan Ular Putih' untuk melihat misteri apa yang tersimpan disana...!", kata YoLang menjelaskan kepada mereka.


"Baik nak... kami sudah bersiap... ayo segera berangkat...", kata paman LunFai.


"Siap laksanakan tuan muda...!", kata paman Wang Yhu yang terlihat gembira dan ceria seperti ada sesuatu hal yang menyenangkannya.


"Ehh... paman... apakah secepat itu...?", sela YoLang saat mengetahui isi pikiran paman Wang Yhu.


"Hehehe... tuan muda jeli sekali melihat sikap saya...! begitulah...! dan sepertinya kami sudah ditakdirkan untuk bersama... tapi kami masih akan menjalaninya seperti ini dulu sampai tugas kita dibenua ini selesai...! yang pasti kami berdua sudah satu hati... mohon restunya tuan muda dan nyonya Lun...", kata paman Wang Yhu yang ternyata telah melakukan pendekatannya terhadap bibi Sun Liang dan ditanggapi dengan tangan terbuka.


"Ahh... saya senang mendengarnya paman... akhirnya sang Panglima membuka hatinya untuk seorang pendamping... hehehe... bagus... ayo bersiap kita segera berangkat...", kata YoLang senang kemudian mulai membuat sebuah gerbang teleportasi menuju kawasan 'Pegunungan Ular Putih'.


Whhuuuzzz....whhuuuzzz...


Dari kekosongan YoLang, YoLun, LunFai, LunFei, Wang Yhu, Lung Wei dan Ing Hua muncul dan berada disebuah kawasan hutan lebat dan didepan mereka terlihat 2 puncak gunung yang menjulang tinggi keatas langit, setelah memeriksa keadaan sekitarnya YoLang membawa rombongan itu menuju kesebuah terowongan yang berada dikaki gunung sebelah timur...


"Paman Wang Yhu bawalah 10 orang anggota Pasukan Naga dan habisi semua hewan siluman yang berada dikawasan kedua gunung ini kemudian mengambil inti hewan siluman itu...", kata YoLang kemudian menarik keluar 10 orang anggota Pasukan Naga dari dalam dunia jiwa.


"Selanjutnya paman Lung Wei dan bibi Ing Hua membawa 10 orang anggota Pasukan Putri Naga mencari tanaman herbal yang tersebar didalam hutan besar ini... dan kedua paman LunFai dan LunFei akan membawa 10 orang anggota Pasukan Putri Naga lainnya mencari dibagian punggung kedua gunung itu...", kata YoLang menjelaskan tugas yang akan mereka jalankan.


"Baik tuan muda...! kami siap melaksanakan tugas...!", kata para perwira itu serempak.

__ADS_1


"Bagus... kami berdua akan memasuki terowongan ini... karena para hewan siluman 'Ular Putih' semuanya berada didalam... ayo bergerak... kita akan berkumpul lagi ditempat ini menjelang malam...", kata YoLang kemudian mereka berpencar melakukan tugas masing-masing dalam kawasan hutan besar itu.


Memasuki terowongan YoLang dan YoLun merasakan pacaran aura kekuatan yang sangat besar dari arah dalam terowongan, dengan membuat formasi perlindungan tingkat surgawi YoLang menyelimuti tubuhnya dan sang istri dengan kubah formasi perlindungan itu sambil memasuki bagian dalam terowongan. Dari jarak 100 meter mereka melihat kawanan 'Ular Putih' berbagi ukuran berada disebuah ruangan yang bukuran besar, dan melalui kesadaran spiritualnya YoLang mengetahui jenis hewan siluman yang dihadapinya kali ini berbeda karena dari pancaran auranya dia mengetahui bahwa sebenarnya ular-ular itu bukan hewan siluman tetapi mereka adalah salah satu jeni 'Hewan Surgawi' lainnya seperti Rajawali Dua Alam yang terlempar dari Alam Surgawi dan bersembunyi ditempat ini. Dari pengetahuan yang dimilikinya YoLang mengetahui bahwa Hewan Surgawi 'Ular Putih' ini adalah salah satu hewan penghuni 'Danau Suci' diAlam Surgawi.


__ADS_2