Titisan Dewa

Titisan Dewa
Naga Laut


__ADS_3

Waktu berjalan terus dan tanpa terasa 2 minggu telah berlalu, segala persiapan telah dilakukan mulai dari merenovasi kamar-kamar yang sebelumnya berjumlah 100 kamar untuk para penumpang dirubah menjadi hanya 50 buah kamar dengan membuat 20 buah kamar besar dan mewah yang diperuntukkan untuk para anggota keluarga. Juga telah dibuat sebuah restoran yang berada diantara bagian kamar-kamar penumpang dan kamar-kamar anggota keluarga, badan kapal sudah dicat dengan warna putih dan sebuah bendera putih dengan sulaman seekor Naga dari benang emas telah dipasang diatas tiang utama kapal. Perbekalan selama pelayaran telah berada didalam gudang kapal, juga barang-barang beberapa pedagang yang akan dikirimkan ke benua pulau merah telah dimasukkan kedalam ruangan barang yang berada dibagian bawah kapal. Beberapa penumpang juga sudah ada yang menempati kamar-kamar mereka dan tinggal menunggu pemberangkatan kapal.


Hari ini adalah acara pernikahan LunGon dan AngNie yang dirangkaikan dengan acara peresmian kapal, nampak para anggota keluarga Ang sudah berada diatas kapal demikian juga dengan anggota keluarga Lun termasuk PiYo, MaiLang, LoryMei dan YoLang. Acara pernikahan berlangsung dengan hikmat kedua pengantin terlihat sangat bahagia sambil mengucapkan janji dan hormat kepada orang tua mereka serta mendapatkan berkah dari leluhur keluarga besar mereka sebagai pertanda resminya sepasang kekasih itu menjadi suami istri.


Kemudian acara dilanjutkan dengan peresmian kapal baru, tampak seorang pembawa acara tampil didepan para hadirin yang berada diatas kapal itu,...


"Perhatian semua...! saatnya kita akan mengikuti acara peresmian kapal ini... untuk diketahui kapal ini dibuat oleh para ahli pembuat kapal dari Benua Pulau Merah...! selama 8 bulan proses pembuatannya dan juga telah melewati tahap uji coba sehingga telah mendapatkan sertifikat layak berlayar dari penguasa pelabuhan kota Arung...! untuk memulainya saya undang kepada tuan YoLang sebagai pemilik kapal untuk tampil kedepan... kami persilahkan...!", kata sang pembawa acara.


"Terimakasih...! pertama saya ingin mengucapkan penghargaan yang tinggi kepada paman AngLee sebagai orang pertama yang telah merancang dan memulai pembuatan kapal ini... kedua kepada paman AmPhong dan anggota keluarganya yang telah membangun kapal yang besar dan megah ini selama 8 bulan sehingga seperti yang kita lihat saat ini sudah siap untuk berlayar... dan kepada istri saya PingYu yang sudah memberikan nama kepada kapal ini dengan nama 'Naga Laut' yang artinya kapal ini akan mengarungi lautan seperti seekor Naga yang menaklukan samudera...!", kata YoLang.


"Selanjutnya sebagai tanda peresmian kapal 'Naga Laut' ini saya mengundang kepada 2 orang kekasih hati saya... PingYu dan Mayang... untuk memecahkan Guci Arak kebadan kapal sebagai tanda kapal ini sudah siap digunakan untuk berlayar...!", kata YoLang dan mengajak kepada istri dan calon istrinya untuk menuju haluan kapal dan...


Brraaakkk... brraaakkk...

__ADS_1


Plok.. plak.. plok.. plak.. plok..


Suara tepuk tangan semua hadirin memecahkan suasana diatas kapal Naga Laut, dan ucapan kata 'Selamat' datang dari semua hadirin kepada YoLang dan kedua istrinya itu. Acara berlangsung sampai malam dimana telah tersedia bermacam-macam hidangan serta tak lupa suguhan arak wangi kepada semua yang hadir. Disela-sela kemeriahan acara terlihat paman AngLee mendekati YoLang kemudian...


"Nak Yo... ini semua surat-surat kepemilikan kapal dan sertifikat uji kelayakan kapal dari penguasa pelabuhan... juga sudah saya uruskan surat ijin berlayar untuk kapal 'Naga Laut' selama 10 tahun...!", kata paman AngLee sambil menyerahkan setumpuk dokumen kepada YoLang.


"Ahh... paman AngLee sungguh bermurah hati telah menguruskan semua dokumen ini... terimakasih paman...!", kata YoLang.


"Seperti yang nak Yo sampaikan sebelumnya... aku juga senang karena kapal ini dipimpin oleh menantu saya...! hehehe...", ucap paman AngLee senang.


"Benar... dengan adanya nak YoLang dibelakang bisnis kita ini harapan itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai... kami keluarga Ang akan mendukung dan membantu sepenuhnya...!", kata paman AngLee sambil menerawang kemasa depan.


Tiga hari kemudian terlihat sebuah kapal layar besar berwarna putih dengan 3 layar segitiga yang terkembang lebar menantang angin, bergerak perlahan keluar dari pelabuhan kota Arung menuju kearah barat. Kapal layar berbendera putih dengan lambang seekor Naga yang disulam dari benang emas, berkibar seakan menunjukkan kebasan ekor naga yang perkasa sedang melintas diatas lautan. Dari anjungan kapal terlihat LunGon sedang mengendalikan kapal didepan roda kemudi yang didampingi paman AmPhong yang sedang memberikan petunjuk-petunjuk cara mengemudikan kapal, diluar tampak juga para wanita anggota keluarga Lun yang berdiri dipinggiran kapal menikmati pelayaran perdana mereka dan disisi lain para pria terlihat sangat sibuk menahan dan menarik tali pengendali layar sambil mendengar instruksi dari anggota keluarga paman AmPhong yang sudah berpengalaman, disana juga terlihat LunFei dan LunFai sedang memegang alat penunjuk arah dan sebuah peta besar dihadapan mereka.

__ADS_1


YoLang yang sedang berkeliling didalam kapal melihat semuanya merasa puas dan senang, dan dalam pikirannya mulai timbul beberapa ide,...


"Untuk sampai diBenua Pulau Merah menurut perhitungan akan memakan waktu selama 2 bulan...! hmm... sebaiknya aku membuat menara meditasi untuk mereka semua...!", katanya dalam hati.


"Hehehe... pekerjaan tali-temali itu bagus juga untuk latihan penguatan tubuh... ah... baru terpikirkan... sebaiknya aku konsultasikan dengan paman AmPhong dulu...!", bergumam YoLang dalam hati karena terbersit sebuah ide didalam pikirannya kemudian berjalan menuju anjungan untuk mendapatkan paman AmPhong, dan setelah samapai,...


"Paman AmPhong... saya ada pertanyaan sedikit... dari pengetahuan yang saya baca dari buku selain dengan tenaga angin ada juga dengan cara mendayung untuk menggerakkan kapal... apakah bagian bawah kapal ini bisa dimodifikasi untuk tempat orang mendayung...?", tanya YoLang.


"Bisa tuan muda Yo...! tapi mungkin cadangan kayu yang tersedia didalam kapal saat ini tidak mencukupi... dan tuan muda harus merekrut awak kapal yang bertugas mendayung minimal 20 orang untuk samping kiri 10 orang dan samping kanan 10 orang...!", kata paman AmPhong menjelaskan.


"Ohh... begitu... hmm... baiklah kita akan merencanakan ulang saat kita tiba dibenua pulau merah nanti...! baik... terimakasih paman...!", kata YoLang kemudian berlalu dan menuju kamarnya.


Didalam kamar dia tidak melihat sang kekasih, dan berpikir bahwa YoLun sedang bersama anggota keluarga lainnya diluar kamar dan menikmati pemandangan laut yang baru pertama kali mereka alami. Kemudian dia mulai membuka gambar-gambar konstruksi kapal juga beberapa buah buku untuk mendapatkan informasi yang akan mendukung ide-idenya, dari informasi yang dia dapatkan dari buku-buku itu terdapat jenis-jenis kapal layar yaitu kapal layar untuk mengangkut barang, kapal khusus untuk mengangkut penumpang dan ada juga kapal yang dirancang untuk pertempuran seperti kapal-kapal milik para bajak laut karena kapal-kapal itu selain mengangkut pasukan juga dilengkapi dengan beberapa meriam bola api disamping kiri dan kanan badan kapal. YoLang juga mempelajari tentang meriam yang akan diletakkan dikapalnya dan dalam pikirannya dia bisa membuat meriam-meriam itu bersama dengan bola-bola apinya dengan menggunakan kekuatan spiritualnya, karena bahan logam didalam dunia jiwanya masih sangat melimpah dan juga dia merencanakan akan melapisi seluruh badan kapal dengan bahan logam tersebut agar lebih kuat terlebih jika mendapatkan serangan dari para bajak laut.

__ADS_1


"Hmm... aku harus menambah jumlah orang didalam kapal ini...! yah... seperti sebuah pasukan untuk mengoperasikan meriam-meriam itu nantinya...!", katanya dalam hati sambil terus merenung semua rencananya.


__ADS_2