
YoLang dan YoLun kembali keKota DunKwon dan menemui kembali bibi Sun Liang dikedainya tempa berjualan, dari kejauhan terlihat kedai tersebut sedang ada 3 orang pengunjung yang sedang menikmati kopi dan teh hangat sajian bibi Sun Liang. Dalam perjalanan mereka dari kawasan 'Hutan Iblis' YoLang dan YoLun telah sepakat dan mengambil keputusan untuk membawa serta bibi Sun Liang bersama mereka dalam petualangan, setibanya dikedai pasangan suami istri itu langsung mengambil tempat duduk yang berdekatan dengan tempat dimana bibi Sun Liang biasa duduk. Karena kesibukanya melayani 3 orang pengunjung bibi Sun Liang belum memperhatikan kedatangan pasangan suami istri tersebut, dan setelah selesai melayani ketiga pengunjung barulah bibi Sun Liang melihat kearah YoLang dan YoLun,...
"Kami berdua juga ingin secangkir teh hangat buatan bibi Liang...", kata YoLang menyapa wanita dewasa itu.
"Ahh... kalian sudah kembali...? syukurlah kalian baik-baik saja...! ohh... iya... sebentar bibi buatkan teh hangat untuk kalian berdua...!", kata Sun Liang kemudian segera berlalu menuju dapur kecil yang berada didalam kedai itu.
"Istriku nanti kamu saja yang bicara... pasti sesama perempuan akan lebih akrab...", kata YoLang kepada sang istri.
"Iya... baiklah... kamu duduk saja disini dan terima beres... hehehe...", kata YoLun kemudian mengikuti bibi Sun Liang kedapur.
Didapur bibi Sun Liang terkejut mendapati YoLun yang telah menyusulnya kemudian membantu membuat teh hangat pesanan mereka, kemudian mendapat kesempatan berdua itu YoLun segera mengutarakan maksudnya yang telah dia dan YoLang sepakati saat perjalanan kembali dari kawasan 'Hutan Iblis'. Dengan sejujurnya YoLun memberi penjelasan kepada bibi Sun Liang terlebih melihat kehidupannya yang sendirian tanpa sanak keluarga dan kondisi tempat tinggal yang sudah tidak layak lagi, setelah memberikan penjelasan dengan panjang lebar akhirnya YoLang melihat dari kejauhan bibi Sun Liang mengangguk tanda setuju dan memeluk YoLun. Malam itu juga YoLang mengirim YoLun dan bibi Sun Liang kedalam dunia jiwa setelah menutup kedainya dan membawa beberapa barang pribadi milik bibi Sun Liang, YoLang juga meminta sang istri untuk memberikan penjelasan kepada bibi Sun Liang tentang apa dan bagaimana dunia jiwa itu serta apa yang harus dilakukannya.
YoLang melanjutkan perjalanannya sendiri dengan diantar Jula siHitam menuju kota-kota berikutnya didaratan barat benua timur ini, Kota tujuan selanjutnya adalah Kota DunMing yang adalah pusat dari Kerajaan Dun sang penguasa didaratan barat. Dengan perlahan Jula membawa tuannya karena mengetahui YoLang sedang melakukan pemeriksaan disepanjang jalur lintas perjalanan mereka sambil menandai beberapa tempat strategis dan mudah diingat olehnya, karena tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan akhirnya YoLang memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota berikutnya yang berada disebelah barat yaitu Kota DunKwin. Perjalanan YoLang dan Jula kembali tidak menemukan sesuatu yang harus membuat YoLan turun dan tinggal karena semua yang dirasakan dan dilihatnya dalam keadaan baik-baik saja, kemudian mereka melanjutkan kekota terakhir yang berada dibagian selatan daratan barat ini yaitu Kota DunKwan yang juga adalah sebuah Kota pelabuhan kecil khusus untuk para nelayan laut menjual hasil tangkapan ikan mereka.
__ADS_1
Mendekati Kota DunKwan hari sudah pagi dan YoLang memerintahkan Jula untuk membawanya turun dipinggiran kota setelah mendapat pesan suara dari sang istri yang minta ditarik keluar bersama bibi Sun Liang karena sang bibi memerlukan sesuatu dikota itu,...
"Ada apa istriku...? aku mau melanjutkan perjalanan kedaratan tengah karena tidak ada sesuatu yang aneh dan mencurigakan diKota ini,...", kata YoLang ketika sang istri dan bibi Sun Liang telah berada diluar dunia jiwa.
"Ahh... tidak... hanya aku akan membawa bibi Liang dan adik AmYi Hua kekota untuk membeli keperluan perempuan dan beberapa stel pakaian untuk mereka...", kata YoLun menjelaskan.
"Ohh... ya sudah ayo kita masuk kedalam kota...", kata YoLang kemudian membawa kedua wanita itu memasuki Kota DunKwan.
"Sebenarnya tuan muda dan nyonya tidak perlu repot-repot dengan masalah kecil ini... pakaianku masih layak untuk dikenakan...", kata AmYi Hua.
"Ya... terserah nyonya Lun saja... bibi akan mengikuti...", kata sang bibi.
"Nyonya Lun... aku nanti ingin melihat-lihat saja karena uang bekal dalam cincin jiwa sudah aku tinggalkan kepada ayah dan ibu...", kata AmYi Hua.
__ADS_1
"Hehehe... kamu tenang saja adik Hua... nanti kita minta sama tuan muda itu... hehehe", kata YoLun kepada putri paman AmPhong itu.
Keempat sosok itu berjalan memasuki kawasan pusat bisnis Kota DunKwan, YoLun membawa bibi Sun Liang dan adik AmYi Hua memasuki beberapa toko pakaian dan perlengkapan perempuan kemudian membelikan beberapa stel pakaian serta perlengkapan perempuan lainnya kepada mereka. Tak lupa mereka masuk kesebuah toko perhiasan dan juga membelikan perhiasan untuk bibi Sun Lian dan AmYi Hua. Setelah puas berbelanja YoLang mengirim kembali bibi Sun Liang dan AmYi Hua kedalam dunia jiwa dan YoLang berpesan agar segera berlatih dan berkultivas untuk meningkatkan tingkat kekuatan mereka berdua, kemudian YoLang dan YoLun melanjutkan perjalanan mereka menuju daratan tengah dengan Kota Zong Nan sebagi kota pertama yang akan mereka kunjungi didaratan tengah ini. Perjalanan menuju Kota Zong Nan akan membutuhkan waktu 1 hari 1 malam dan mereka akan melintasi kawasan pantai selatan daratan barat dan daratan tengah, karena Kota Zong Nan berada dipantai selatan yang juga sebagai kota pelabuhan yang terbesar didaratan selatan ini.
Menjelang sore mereka telah melewati perbatasan daratan barat dan daratan tengah, Jula membawa mereka menyusuri sepanjang pantai daratan tengah dengan pemandangan sebelah kiri dengan hamparan hutan serta jajaran perbukitannya dan disisi sebelah kanan mereka terlihat lautan luas yang tak berujung. Dengan tetap mengedarkan kesadaran spiritual mereka sambil menikmati pemandangan terbenamnya matahari diufuk barat, saat malam tiba pasangan suami istri itu tidak membiarkan waktu berlalu dengan sia-sia dan mulai berkultivasi Yin dan Yang sambil menunggu pagi. YoLang dan YoLun terbangun dari kultivasi mereka setelah mereka mulai merasakan keberadaan banyak aura kehidupan dari arah depan mereka, dan menyadari bahwa mereka telah memasuki kawasan pinggiran Kota Zong Nan. Hari masih subuh tapi terlihat aktivitas dipinggiran pantai kota itu telah banyak para nelayan yang bersiap untuk kelaut mencari rejeki yang akan diberikan laut kepada mereka, dan segera Jula siHitam membawa turun kedua junjungannya turun tidak jauh dari pintu gerbang mask Kota Zong Nan.
Memasuki kota mereka tidak melihat adanya penjaga dipintu gerbang masuk, masih dengan mengedarkan kesadaran spiritualnya mereka memasuki kota dan mencari hotel untuk beristirahat. Memasuki kawasan pelabuhan mereka melihat deretan hotel besar dan kecil dengan segera YoLun menarik tangan sang suami mengarah kesebuah hotel besar dan terlihat mewah,...
"Selamat datang di 'Hotel Bintang' tuan dan nyonya...masri silahkan masuk...", kata sang pelayanan hotel.
"Kami akan menginap sampai besok pagi... berikan kami kamar terbaik yang dimiliki hotel ini...", kata YoLang.
"Baik tuan...! kami memiliki kamar VVIP dengan layanan spesial kepada tamunya... pertama makanan akan disiapkan diruangan makan yang berada dikamar selama menginap... kedua ada layanan mandi air panas dan yang ketiga layanan pijat refleksi bagi setiap tamu yang menginap dikamar VVIP... dan biaya sewanya sebesar 1.500 koin emas 1 hari... jika tuan setuju silahkan menyelesaikan pembayaran awalnya dikasir hotel...", kata sang pelayan memberikan penjelasan.
__ADS_1
"Baik kami akan menginap dikamar tersebut...!", kata YoLang kemudian menuju kasir hotel dan membayar biaya sewa kamar VVIP tersebut..
Pelayan 'Hotel Bintang' mengantar YoLang dan YoLun kelantai 5 yang adalah lantai teratas dari hotel itu, dan dilantai tersebut hanya terdapat 2 buah kamar VVIP yang berukuran besar karena memiliki beberapa ruangan didalamnya termasuk ruang pijat dan ruangan untuk mandi air panas dan salah satunya telah disewa YoLang dengan sang istri YoLun.