
Seperti biasanya kedua insan muda pemilik Istana Naga Emas itu sebelum melakukan aktivitas rutin mereka, yaitu bermeditasi dimalam hari sampai pagi hari, dan saat ini sambil minum teh hijau hangat buatan sang istri mereka berdua bersenda gurau dan membicarakan rencana-rencana hari esok.
"Kalau sudah kamu bawa semuanya kesini... pasti suasana istana ini akan menjadi ramai...!", kata sang istri.
"Ya sabar saja dulu... aku tidak mau tergesa-gesa... siapa tau mereka tidak akan setuju dengan usul aku ini...?", kata YoLang.
"Sayang... mungkin hanya kamu satu-satunya anak kecil didunia ini yang mempunyai pikiran melebihi orang dewasa...eemmm...? iya... maaf suamiku... hehehe... sudah dewasa sekarang sudah mempunyai istri dan tanggung jawab... hehehe...suamiku usiamu seharusnya 2 juta tahun bukan 10 tahun...!", kata sang istri bercanda.
"Hmmm...istriku... sangat benar bahwa secara fisik tubuh dan jiwa saya baru lahir 10 tahun yang lalu... dan setelah mendapat tubuh, tulang dan darah baru... usia saya sekarang sama dengan 2 juta 700 ribu tahun...!", kata sang suami menjelaskan.
"Berarti aku juga sama denganmu begitu...?", tanya sang istri karena dia juga sudah mengalami pergantian tubuh, tulang dan darah yang baru.
"Ya... bisa dikatakan demikian... hehehe... kita sama-sama sudah jutaan tahun usianya... hehehe...!", kata YoLang.
Jika dipikirkan secara fantasi apa yang dikatakan YoLang benar adanya karena dia mendapatkan Tulang Penguasa dan Darah Penguasa setingkat Kaisar Dewa yang usianya sudah 18 juta tahun sedangkan kekuatan yang diberikan sebesar 5% dari kekuatan sang Kaisar Dewa.
"Sekarang bagaimana perasaanmu dengan tubuh, tulang dan darah barumu...?", tanya YoLang.
"Semakin nyaman... tapi belum mencoba kekuatannya... kan kamu bilang tunggu sebulan...? jadi aku menurut saja...!", kata YoLun.
"Hmmm... kamu memiliki Tubuh Roh... jenis tubuhmu sangat spesial... kamu memiliki kecepatan berpikir, bertindak dan mengontrol segala sesuatu dengan sangat cepat... itu adalah kelebihan dari jenis Tubuh Roh... kalau benar-benar sudah menyatu dengan utuh dengan seluruh bagian tubuhmu itu... maka hanya dengan melihat saja sebuah kitab teknik... kamu sudah bisa menguasai dan menggunakan teknik tersebut dengan sempurna...!", kata sang kekasih menjelaskan.
"Tapi... aku sudah berusaha untuk mencoba menggunakan teknik 'Mata Cahaya' sampai sekarang baru bisa melihat sampai jarak 500 meter saja...! apa ada yang kurang atau salah...?", tanya sang istri kemudian.
"Hehehe... daya tampung energi spiritualmu masih sedikit... makanya tingkat kekuatan spiritualmu baru sebatas itu... sabarlah... nanti juga kamu bisa melihat antar alam...!", kata YoLang menjelaskan.
"Hmmm... baiklah... aku akan lebih mendalami lagi semua pengetahuan yang kamu berikan...!", kata sang istri.
"Ya... itu baru istriku...! pahami dan kuasai secara sempurna...! dan saat latihan prakteknya kamu tidak akan menemui kesulitan... karena kamu memiliki tingkat kecepatan yang sangat tinggi seperti Inti kekuatanmu Petir...!", kata sang suami.
"Baiklah suamiku...! aku bermeditasi dulu...! eemmm...?", kata sang istri sambil menyodorkan siLesung kearah suaminya.
"Cchhuuuppp...", sambut sang suami memberikan kecupan kepada siLesung dipipi.
__ADS_1
Kemudian keduanya melakukan meditasi bersama.
Malam semakin larut dan keduanya juga larut dalam keheningan meditasi mereka, dan beberapa saat kemudian YoLang dikejutkan dengan sebuah suara bergema dalam pikirannya dan mengatakan untuk segera menuju pondok latihannya,...
Whuuuzzz...
Masih dalam posisi lotus, YoLang telah berada didalam pondok latihannya. Cahaya menyilaukan mata tiba-tiba membungkus bagian dalam pondok tersebut dan munculnya sosok tua memakai jirah perang berwarna merah lengkap dengan topi perang kemudian berkata,...
"Akhirnya kita berjumpa anak muda...! setelah 1 juta tahun menunggu... Putra Terpilih.... hmmm... bagus... ketiga bocah sebelumnya telah bekerja keras... hahaha...!", kata suara tegas berwibawa didepannya.
"Maafkan aku Dewa...! tidak menyambutmu sebagaimana mestinya...!", kata YoLang dengan sopan.
"bagus... anak baik... seperti yang diharapkan..., dengarkan aku nak... aku adalah Dewa Perang... para bocah itu memanggilku siBocah Gila... tapi aku tidak seGila mereka dan aku tidak pernah mengakui julukan itu... kamu sudah mengetahui... bahwa kami yang memilihmu semenjak kau berada dalam kandungan ibumu... dan kenapa kami memilihmu serta apa tujuannya sudah kau ketahui juga...!", kata sosok yang mengaku sebagai Dewa Perang siBocah Gila.
"Waktu pertama datang keAlam Fana ini aku sudah bertemu dengan ayahmu dan kini aku datang kembali untuk kedua kalinya dan bertemu denganmu untuk melatihmu...! sama seperti ketiga Bocah sebelumnya... yaitu mempersiapkan dirimu untuk menjadi Pemimpin... Penguasa... dan untuk menjaga Keseimbangan Alam Semesta ini... dan aku ditugaskan oleh siBocah Tua untuk memberikan semua kemampuan yang aku miliki agar kamu siap menjalankan tugas-tugas Langit dimasa yang akan datang, tugasmu bertambah berat nak...! karena informasi terakhir yang kami ketahui sisa-sisa para pembantai yang menginginkan alam semesta kita ini hancur mulai bermunculan...! proses pelatihanmu sampai saat ini masih jauh dari kata SIAP... tapi itu sudah sesuai dengan harapan kami... dan kami sangat berharap banyak padamu... untuk itu saya sudah disini untuk bertanya...! apakah kamu siap menerima pelatihan dariku dan bersedia menjadi muridku...?", kata sosok Dewa yang mengaku sebagai Dewa Perang si Bocah Gila.
"Murid bersedia menerima pelatihan dari Guru...!", kata YoLang sambil bersujud 3 kali dihadapan Dewa Perang si Bocah Gila.
"Saya YoLang putra PiYo dan MaiLang Bersumpah dan Berjanji akan melaksanakan perintah Surgawi ketika saya sudah Siap serta melakukan dan mengikuti semua petunjuk dan nasehat Guru...", kata YoLang dengan lantang dan tegas.
Jeeedeeerrrrr........
Alam Surgawi kembali menerima Sumpah YoLang yang keempat kalinya dengan mengirim Petir Surgawi.
"Sekarang mendekatlah muridku...!". kata sang guru.
YoLang menghampiri guru resmi keempatnya dengan posisi berhadapan, dan telapak tangan sang guru menempel dikepala YoLang kemudian terlihat kepala dan tangan tersebut diselimuti cahaya Merah Terang, dan sambil menutup matanya, YoLang mendapat banyak ingatan dan tulisan-tulisan berjalan serta suara-suara bergema didalam pikirannya. Berbagai pengetahuan tentang strategi, rencana dan teknik berperang dengan skala kecil sampai tingkat perang besar yang melibatkan jutaan prajurit. Teknik membuat berbagai jenis Array/Formasi dan penggunaanya termasuk Segel/Kunci untuk suatu keadaan atau posisi juga teknik dan cara membuat berbagai jenis Artefak/Jimat yang digunakan dalam pertempuran, penyamaran/pengintaian dan untuk perlindungan.
"Nah... itu pengetahuan tentang seni berperang... tapi teknik dan strategi itu tidak semata hanya digunakan dalam perang...! setelah kamu memahami semua pengetahuan itu dengan sempurna... ingatlah kataku ini... Perang adalah melakukan suatu Perlawanan... terhadap semua tindakan... rasa dan keinginan... yang ditimbulkan oleh seseorang atau kelompok yang akan merampas sebuah 'Kebebasan' atau 'Hak Hidup' makhluk hidup yang lain dialam semesta ini", kata sang Dewa.
"Aku tidak memiliki teknik bertarung yang lebih baik dari yang kaumiliki saat ini...! tapi teknik yang kuberikan padamu adalah seni berperang untuk kau gunakan dalam menjalankan seluruh roda kehidupanmu... dengan teknik Formasi/Array yang kuberikan sebagai teknik pendukung dan pelindung dalam setiap langkahmu dalam berperang...!", kata sang guru melanjutkan.
"Nah... mulailah untuk memahami semua pengetahuan yang kuberikan dan segera kuasai dengan sempurna...!", kata sang Dewa Perang menambahkan.
__ADS_1
"Baik Guru...! murid mendengarkan dan akan mengikuti semua petunjuk Guru...!", kata sang murid.
"Dan terimalah ini... isinya akan sedikit membantumu dan para pendampingmu serta para pengikutmu dalam tugas yang akan diberikan Langit... sekarang mulailah berlatih... aku pergi dulu sebentar...!", kata sang guru yang sebelum menghilang telah menyerahkan sebuah cincin jiwa tingkat Surgawi yang berisikan puluhan Zirah perang bermacam-macam bentuk dan model untuk laki-laki dan untuk wanita juga ada banyak perhiasan yang diyakininya adalah Artefak dan juga dia melihat adanya gunungan batu energi (batu kristal dan batu roh) serta milyaran kepingan emas dan platinum (didalam hatinya YoLang berpikir bahwa harta yang dilihatnya adalah hasil rampasan perang gurunya).
Whhuuuzzz...
Menghilangnya sang guru, YoLang tidak berdiam diri dan langsung mulai fokus bermeditasi dan mulai memahami semua pengetahuan baru dikepalanya. Perang secara fisik terlalu mudah untuk dia pahami tetapi pada tingkatan Surgawi banyak terjadi perang spiritual dan sebagai contoh kecil adalah persaingan para Dewa pemula untuk menjadi Dewa Dunia, mereka menyebarkan perang kejiwaan di Alam Surgawi untuk dapat terpilih sehingga merugikan para Dewa yang lain. Dimulai dengan hal-hal kecil tersebut akan berkembang menjadi sebuah perang kejiwaan antar kelompok Dewa sehingga akan mengganggu kehidupan di Alam Surgawi. Oleh karena itu pernah suatu saat Kaisar Dewa, sang Pemimpin para Dewa tidak melakukan pengangkatan Dewa Dunia, Dewa Nirwana dan Dewa Pencipta selama jutaan tahun. Tingkatan kekuatan dibatasi dan disegel oleh para Dewa Penguasa, yang saat ini hanya ada 5 Dewa Penguasa yaitu mereka yang tersisa dengan julukan Kelompok Dewa PanJelSoLaSi yang langsung berada dibawah sang Penguasa Alam Semesta ini yaitu Sang Kaisar Dewa.
YoLang juga mendapat keahlian baru walau telah mendapatkan gelarnya sebagai Master Array/Formasi tingkat Ilahi sebelumnya tapi untuk prakteknya baru dia dapatkan saat ini, karena Kaisar Dewa sudah melihat bahwa sang Terpilih akan menjadi seorang Ahli Formasi/Array tertinggi di Alam Semesta di masa depan. Tidak ada satupun yang dapat menembus Formasi/Array yang dibuatnya, termasuk sang Kaisar Dewa sendiri dan yang lebih mengejutkan lagi bagi Sang Penguasa bahwa YoLang akan MENCIPTAKAN sebuah TINGKATAN BARU yang BERADA DIATAS TINGKAT ILAHI.
Teknik Artefak yang mulai dipahaminya adalah teknik gabungan beberapa profesi, dasarnya dimulai dari sebuah benda hasil buatan Master Penempa kemudian diisi kekuatan spiritual dari seorang Tabib atau dari seorang Master Array/Formasi atau juga bisa dari seorang Master Alkemis dan akan menghasilkan sebuah benda dengan kemampuan multi fungsi untuk digunakan dalam pertempuran. Sebagai contoh adalah kalung yang sudah beberapa buah dibuatnya dan diserahkan kepada petinggi Klan Mu didesa YaoYo dan kepada kakeknya Ratong, kalung adalah hasil buatan seorang Master Penempa dan isi kekuatan spiritualnya adalah hasil dari seorang Master Array/Formasi, walaupun hasil buatannya itu masih dalam tingkatan Langit dan luas jangkauan masih terbatas pada satu benua. Dan ketika dia dapat menguasai teknik yang diberikan oleh sang guru barunya yaitu Dewa Perang maka Artefak buatannya akan memiliki jangkauan seluas antar Alam dan sudah sesuai dengan gelar yang disandangnya sebagai seorang Master Array/Formasi tingkat Ilahi.
Hanya dalam satu malam YoLang sudah dapat memahami semua pengetahuan baru yang diberikan oleh guru barunya yaitu siBocah Gila sang Dewa Perang, dan sambil mengulang pemahaman tersebut dia mulai belajar untuk segera menguasai teknik-teknik tersebut bahkan menambahkan sesuatu yang lebih sehingga membuat hasil buatannya berbeda tingkat dengan para pencipta sebelumnya.
Sebelum sang mentari terbit YoLang sudah kembali kekamarnya diIstana Naga Emas untuk menemui sang istri terkasih yang sedang fokus bermeditasi.
"Istriku... bangunlah... ada sesuatu yang harus aku sampaikan padamu...!", katanya lembut tidak mau mengagetkan sosok yang sedang fokus bermeditasi tersebut.
"Hmmm... ada apa sayang...? terlihat sepertinya sangat penting...? eeemmm...?", kata sang istri sambil menyodorkan siLesung dipipinya kearah sang suami tercinta.
"eemmm... Cchhuuuppp... hehehe... terimakasih sayang... ini... aku semalam sudah bertemu guru... dan saat ini sudah mulai pelatihan kembali... sebagian rencana kita akan tertunda... apa kamu tidak keberatan...?", jelasnya kepada sang istri.
"Hmmm...aku baik-baik saja... berlatihlah dulu dengan guru barumu... sambil menunggu aku selesai dengan tubuh baruku ini...! mmm...?", kata sang istri yang penuh pengertian.
"Ahhh... terimakasih sayang... kamu memang pendamping yang terbaik... aku akan memberikan hadiah yang terbaik untukmu nantinya... emm...? chuupp...!", katanya tulus sambil mengecup kening sang istri.
"Hmmm... pergilah berlatih... biar aku ditemani Jula dan Juli bermeditasi disini...!", katanya kemudian.
"Baik... aku pergi...!", jawab sang suami kemudian menghilang, kembali kepondok latihannya.
Whhuuuzzz.....
Menghilangnya sang suami dari hadapannya, YoLun kembali melanjutkan meditasinya sambil menyerap energi spiritual yang banyak terdapat didalam dunia jiwa milik YoLang.
__ADS_1