
"Kami sudah hampir 1 tahun dikurung diruangan bawah tanah ini...! gedung ini adalah milik keluarga kami yang juga adalah pemilik perusahaan ekspedisi 'Kuda Kilat'... kami dikhianati oleh kelompok ekspedisi 'Gerobak Sakti' milik seorang bangsawan dari Kerajaan Gao dan tinggal di Kota Gao Guan bagian sebelah selatan daratan NamYan... dan ada kemungkinan mereka bekerja sama dengan ekspedisi lokal dikota ini yaitu ekspedisi 'Rajawali Sakti'...! hahh... mereka sungguh serakah...! padahal sudah banyak bantuan yang kami berikan kepada juragan Wan Tao itu... dan dia adalah pemilik ekspedisi 'Rajawali Sakti' yang menjadi saingan kami dalam bisnis ekspedisi pengiriman barang lintas Daratan di Benua Tengah ini...!", kata seorang pria dewasa yang menjadi pimpinan kelompok itu.
"Apakah perselisihan yang terjadi hanya karena persaingan bisnis atau ada hal lain paman...?", tanya YoLun lebih menggali informasi dari orang tersebut.
"Ada lagi nyonya... anak perempuan saya sudah dipinang oleh anak juragan Wan Tao...! tapi cara mereka meminang anak saya sungguh sangat tidak sopan...! dengan cara memaksa dan mengancam kami keluarga...! sehingga anak perempuan saya... kami singkirkan kekota lain untuk menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan... dan akhirnya saya memutuskan untuk sementara anak-anak dan seluruh perempuan dikeluarga kami ikut menyingkir sementara waktu...! sampai akhirnya kami berakhir seperti ini...! dan itupun karena mereka dengan licik menggunakan racun bius untuk melumpuhkan kami...!", kata sosok itu memberi penjelasan.
"Hmm... baik...! cobalah beristirahat sampai kesehatan dan kekuatan paman sekalian pulih kembali... dan jangan dulu menampakkan diri keluar... saya akan menyelidiki lebih lanjut situasi diluar... karena sebelumnya dilantai-1 terdapat 6 orang anggota ekspedisi Rajawali Sakti sedang menunggu kedatangan barang kiriman mereka yang katanya dibawa oleh eskpedisi 'Gerobak Sakti'...!", kata YoLang.
"Ahh... mereka itu hanya dijadikan boneka oleh juragan Wan Tao... kemungkinan besar mereka adalah para karyawan perusahaan kami yang sudah diberikan cerita bohong oleh juragan Wan Tao...!", kata orang tersebut.
"Tenanglah paman...! agar supaya kesehatan paman sepat pulih kembali...!", kata YoLang kemudian berjalan kembali menuju lantai-1 gedung itu dimana terdapat 6 orang yang mengaku anggota ekspedisi 'Rajawali Sakti'.
"Apakah yang kalian tunggu sudah tiba...?", tanya YoLang ketika tiba didekat mereka.
"Ahh... itulah tuan... padahal kami sudah menunggu sejak sore hari tadi... ini sudah menjelang tengah malam tapi rombongan ekspedisi itu belum juga datang-datang...!", keluh seorang penjaga itu.
"Apakah kalian benar-benar karyawan ekspedisi 'Rajawali Sakti' atau bukan...? karena saya mendengar ada beberapa karyawan ekspedisi 'Kuda Kilat' yang berpindah menjadi anggota ekspedisi lain...?", kata YoLang memancing.
__ADS_1
"Mmm... tebakan tuan memang benar... kami berenam memang bekas karyawan espedisi 'Kuda Kilat'... setelah pemimpin perusahaan dan anggota keluarganya tewas karena dibantai habis oleh kawanan perampok dikawasan 'Hutan Ujung Laut' maka kami karyawan yang tersisa berusaha mencari pekerjaan lain... dan kemudian kami mendapat tawaran untuk bekerja pada juragan Wan Tao yang baru mendirikan perusahaan ekspedisi baru yaitu ekspedisi 'Rajawali Sakti'...!", kata penjaga itu menjelaskan dan berkata jujur.
"Hmm... sebenarnya kalian telah dibohongi oleh juragan Wan Tao... kalian tidak menyangka bahwa seluruh anggota perusahan ekspedisi 'Kuda Kilat' semuanya masih hidup... dan selama 1 tahun ini mereka menjadi tawanan juragan Wan Tao dan menderita kekurangan gizi bahkan ada yang kedua kakinya dipatahkan sampai lumpuh...?", kata YoLang.
"Ahh... tuan tau dari mana...? pemimpin kami sebelumnya tuan Zhen Lamba dan seluruh anggota Klan Zhen telah tewas dibunuh oleh perampok yang menguasai 'Hutan Ujung Laut'... saat itu mereka sedang menyingkirkan anak perempuan tuan Zhen Lamba yang tidak mau menikah dengan tuan Wan Bung anak dari tuan Wan Tao... dan kejadian itu terjadi sudah setahun yang lalu dan sudah diberitakan secara resmi oleh penguasa kota tentang tewasnya seluruh anggota 'Klan Zhen'... jadi kami sangat percaya dengan berita tersebut...!", kata seorang penjaga menjelaskan mengapa mereka sampai pindah perusahan.
"Baikah kalau begitu... tinggalkan senjata yang kalian bawa dan temuilah bekas junjungan kalian diruang penjara bawah tanah...! itu pintunya lewat disitu dan turun kebawah...!", kata YoLang kepada mereka dan mengumpulkan 6 buah senjata biasa milik mereka.
YoLang menyempatkan diri memeriksa posisi sang istri sambil mengirim pesan suara menanyakan situasi dan keadaanya dan kemudian menjelaskan situasinya bersama YoLun digedung berlantai 2 ini, setelah mendapat penjelasan dari Mayang YoLang juga memeriksa posisi ke-6 orang beraura hitam pekat yang diikutinya dan melihat mereka masih berada di 3 tempat. Setelah memastikan semua keadaan diluar dalam situasi terkendali dia kemudian ikut turun keruang bawah tanah melihat keadaan disana, sesampainya disana dia melihat ke-6 orang penjaga sedang berlutut didepan Zhen Lamba dan memohon pengampunan...
"Sudah... bangkitlah kalian semua...! kalian tidak bersalah... kalian hanya dimanfaatkan oleh Wan Tao...!", kata Zhen Lamba.
"Ya sudah... kalau begitu kamu dan teman-temanmu ini segera carikan makanan yang layak untuk kami semua... dan ingat jangan memberitahukan keberadaan kami saat ini... pergilah...!", kata sosok yang diketahui YoLang sebagai Zhen Lamba yang menjadi pimpinan perusahan pengiriman barang 'Kuda Kilat' dan juga sebagai Patriak Klan Zhen.
'Baik tuan Zhen...! kami akan membawakan makanan untuk semua anggota keluarga Zhen... tunggulah kami segera kembali...!", kata orang tersebut kemudian seijin YoLang mereka keluar dari gedung itu dan menuju kesebuah kedai makan yang buka dari malam sampai subuh hari yang berada tidak jauh dengan gedung berlantai 2 itu.
"Bagaimana paman sekalian...? apakah sudah merasa baik...? kalau sudah mari kita pindah keatas karena tempat dibawah tanah ini suasananya tidak sehat...!", ajak YoLang kepada mereka yang sudah terlihat sehat dan kekuatannya sudah kembali.
__ADS_1
"Baiklah tuan penolong... maaf saya belum memperkenalkan diri... saya Zhen Lamba...! Patriak Klan Zhen...! dan keempat orang tua disana adalah ayah saya Zhen Landa dan paman-paman saya... adik kedua Zhen Lande, adik ketiga Zhen Nara dan adik keempat Zhen Ryu... kemudian itu adik saya Zhen Lambo, dan itu sepupu kembar saya Zhen Naro dan Zhen Nare dan yang lainnya adalah anggota keluarga Zhen yang setia mengikuti saya dan ayah saya...!", kata Zhen Lamba mengenalkan anggota keluarganya.
"Saya YoLang dan ini istri pertama saya YoLun... dan istri kedua bernama Mayang... saat ini sedang mengurus 5 orang yang sedang terbaring sakit disebuah rumah diarah sebelah timur dari gedung ini...! nanti setelah memindahkan paman dan yang lainnya saya akan menjemput istri saya itu...!", kata YoLang kemudian memapah satu persatu anggota Klan Zhen itu kelantai 1 gedung.
"Ahh... terimakasih tuan YoLang dan nyonya YoLun...! kalian adalah dewa dan dewi penyelamat keluarga Zhenku ini...! semoga berkah langit menyertai tuan dan nyonya...!", kata Zhen Lamba jujur dan tulus.
"Jangan sungkan paman Lamba...! hal seperti ini sudah menjadi kewajiban saya untuk memberikan pertolongan... karena saya mampu memberikannya... jadi jangan terlalu mendewakan kami...! nanti akan membuat kami salah jalan... ayo paman perlahan jalannya...!", kata YoLang sambil membantu Zhen Lamba berjalan menaiki tangga menuju lantai 1 gedung itu.
Setelah semuanya berada dilantai 1 gedung itu dengan perabotan seadanya mereka duduk membuat diri mereka nyaman, sampai ke-6 orang penjaga kembali dengan membawa makanan yang mereka beli dari kedai makan. Terlihat sudah lama ke-21 orang anggota Klan Zhen itu tidak pernah menikmati makanan seenak malam ini, karena dengan lahapnya mereka menyantap makanan itu dalam waktu singkat sampai habis. YoLang kemudian kembali bertanya kepada Zhen Lamba tentang kediaman mereka dan keberadaan anggota keluarga yang lain,...
"Paman Lamba... kediaman Klan Zhen berada dimana...? dan juga tentang anggota keluarga yang lain... maksud saya para perempuannya yang kata paman sedang disingkirkan...!", kata YoLang.
"Kediaman Klan Zhen berada dibagian belakang gedung ini... disana ada sebuah bangunan besar sebagai pusat Klan Zhen dan disekitarnya ada puluhan rumah kediaman anggota keluarga dan juga ada bangunan untuk kediaman para anak murid...! dan beberapa bangunan untuk gudang senjata dan tempat pembuatan senjata, gudang tanaman herbal, ruang pengobatan sekaligus tempat Alkemis, perpustakaan Klan dan ruangan kultivasi...!", kata Zhen Lamba menjelaskan.
"Sementara itu semua anggota keluarga kami sedang berada disebuah desa di Daratan Nam Yan 2 hari perjalanan dari Kota Gao Fun... Desa Ujung juga berada dikawasan luar 'Hutan Ujung Laut' dan sebelah selatannya desa itu sudah merupakan pantai selatan Daratan Nam Yan Benua Tengah ini...!", kata Zhen Lamba memberikan penjelasan yang rinci.
"Baiklah saya akan membantu paman dan anggota KLan Zhen...! saya juga mempunyai anggota keluarga dan pasukan... besok pagi mereka akan saya bawa kesini... dan akan kita diskusikan rencana selanjutnya...! untuk saat ini sebaiknya paman dan yang lainnya beristirahat... agar kesehatannya bisa pulih dengan cepat...!", kata YoLang.
__ADS_1
YoLang dan YoLun kemudian menuju kesebuah rumah dimana Mayang berada dan sesampainya disana mereka melihat Mayang masih melakukan pengobatan terhadap seorang wanita dewasa yang menderita sakit pada saluran pernapasannya, sementara itu ada 2 orang pria dewasa dan seorang yang sudah lanjut usia terlihat duduk dengan berposisi lotus sedang menyerap Pil obat yang sudah diberikan Mayang sebelumnya. YoLang memeriksa keadaan tubuh bagian dalam dari ke-5 orang tersebut dan kesemuanya sedang menderita penyakit saluran pernapasan yang diakibatkan oleh 'Racun Asap Hijau', segera YoLang membuat Pil penawar racun tersebut yang bahan-bahannya dia ambil dari kebun herbal yang berada didalam dunia jiwanya. Dengan teknik Kuno dalam waktu singkat Yolang berhasil membuat puluhan Pil penawar 'Racun Asap Hijau' dan segera memberikan Pl-Pil tersebut kepada ke-5 orang tersebut, kemudian mereka diminta untuk beristirahat mengembalikan stamina mereka agar proses nertralisasi racun didalam tubuh mereka berjalan dengan lancar.
Hari baru akan menjelang subuh setelah YoLang dan kedua istrinya mengobati ke-5 orang tersebut dan sambil menunggu proses netralisasi racun didalam tubuh ke-5 orang itu selesai YoLang bersama kedua istrinya berkultivasi diruangan tamu, setelah matahari mulai bersinar barulah ke-5 orang itu bangun dari posisi lotus mereka dan keluar dari dalam kamar mereka masing-masing menemui YoLang, YoLun dan Mayang yang sedang berkultivasi diruangan tamu rumah itu.