Titisan Dewa

Titisan Dewa
Kamar kedua


__ADS_3

Dengan penuh keyakinan setelah selesai memusatkan seluruh kekuatannya perlahan dia melangkah memasuki Kamar Kedua dan kembali terlihat 8 buah tong kayu berjejer didepannya sama seperti di kamar pertama. segera YoLang menghancurkan tong paling kanan,...


Brraaaakkkkk....


Bermunculan puluhan akar pohon dari samping kiri bergerak menuju kearahnya dan dengan cepat dia mengeluarkan 'Pedang Cahaya' dari dalam cincin jiwanya kemudian menebas satu persatu akar pohon tersebut, tiba-tiba dari arah samping kanan keluar lagi puluhan akar pohon, padahal yang samping kiri belum habis dibabatnya...


"Langkah Cahaya"


"Tebasan Seribu Pedang"


Hiiiaaaaatttttt...


Chraass... chraass... chraass...


Dengan teknik Tebasan Seribu Pedang yang digabung dengan teknik Langkah Cahaya YoLang bergerak kesana kemari dengan cepat, seakan tanpa habisnya akar pohon tersebut keluar terus tanpa henti dari dinding kamar dan sekarang bertambah dari arah belakang dan depan. Pergulatan dengan akar pohon kayu didalam Kamar Kedua sudah berlangsung selama 3 jam dan belum ada tanda tanda akan berhenti, gerakan YoLang semakin cepat dan hanya terlihat sebuah bayangan putih melesat kesana kemari sambil membabat habis akar pohon yang keluar dari empat sisi kamar itu. Ratusan akar pohon hampir habis ditebas sudah 5 jam berlalu kemudian tiba-tiba dari langit-langit goa melesat turun ratusan akar pohon, demikian juga dari arah bawah bermunculan ratusan akar pohon meliuk-liuk melilit tubuh YoLang. Sambil menebas keatas dan kebawah dia menyalurkan Energi Spiritualnya kearah Pedang Cahaya, dan kemudian dia berputar membentuk pusaran,...


"Langkah Cahaya"


"Niat Pedang"


"Hujan Pedang"


Hiiiaaaaatttttt...


Chraass... Chraass... Chraass...


Dhuuaarr... Dhuuaarr... Dhuuaarr...


Sepuluh jam telah berlalu, dengan keringat bercucuran membasahi bajunya dia terduduk dan menatap kearah pintu kamar ketiga sambi menstabilkan kembali aliran energi dalam tubuhnya, setelah merasakan kondisinya sudah pulih dia langsung memasuki kamar ketiga,...


Brraaaakkkkk,...


YoLang kembali menghancurkan salah satu tong kayu didepannya dan


Jeedeeeer... jeedeeeer... jeedeeeer...


Petir berwarna kebiruan melesat menyambar tubuhnya, sambil menggunakan teknik 'Langkah Cahaya' YoLang berlari menghindar sambaran petir tersebut. Namun tanpa henti puluhan petir tersebut terus menyambar tubuhnya, walaupun sudah dengan kecepatan tinggi dia masih merasa terkena sengatan beberapa sambaran. Tubuhnya bergetar merasakan sengatan yang kuat dan terlihat luka bakar dilengan kedua tanganya, pakaiannya robek dan hancur berkeping-keping menyisakan celana yang sudah koyak disana-sini dan akhirnya dia menyelesaikan pelatihan nya dikamar ketiga dalam waktu 7 jam.


YoLang kembali merasakan energi dalam tubuhnya mulai habis, dia memutuskan untuk kembali menyerap Energi Alam dan Energi Spiritual untuk mengisi Danau Energinya sampai penuh. Demikian juga dengan Energi Hawa Murninya yang memenuhi seluruh titik Meridiannya yang semakin cerah warnanya, kemudian dia merasakan adanya lonjakan energi yang besar dari dalam tubuhnya. Hal ini terjadi karena banyak energi disetiap titik Meridiannya sudah meluap sehingga terjadi tabrakan energi kemudian meledak,...

__ADS_1


Bhuumm...


Tingkat kekuatannya kembali naik ketahap Pembentukan Qi tahap Mahir (Ranah Alam Tinggi atau Alam Kultivator) atau Coklat Awal (Ranah Alam Fana), dan setelah kenaikan tahap tingkat kekuatan seperti biasanya YoLang melakukan penstabilan aliran energi didalam tubuhnya. 3 jam kemudian dia bergerak memasuki kamar keempat, dihadapannya kini menunggu 7 buah tong kayu dan tanpa pikir panjang YoLang menghancurkan tong yang bagian tengah,...


Brrraaakkk...


Whuuuzzz... whuuuzzz... whuuuzzz...


Tiga patung besi tiba tiba menghadangnya dan langsung menyerangnya dengan cepat, tak mau kalah YoLang menyerang patung-patung besi itu serta tak lupa menangkis dan menghindari serangan mereka. Tak mau berlama-lama dia mengeluarkan jurus pamungkasnya...


"Langkah Cahaya"


Whuuuzzz....


"Niat Pedang"


"Hujan Pedang"


Chraass... Chraass... Chraass...


Dhuuaarr... Dhuuaarr... Dhuuaarr...


"Langkah Cahaya"


Whuuuzzz....


"Niat Pedang"


"Hujan Pedang"


Chraass... Chraass... Chraass...


Dhuuaarr... Dhuuaarr... Dhuuaarr...


10 patung hancur,..... 20 patung hancur,..... 30 patung hancur,..... 40 patung hancur,..... 60 patung hancur,..... 80 patung hancur,..... 100 patung hancur,.....


Tanpa beristirahat YoLang langsung memasuki kamar kelima, memecahkan sebuah tong kayu paling kiri didepannya


Brraaaakkkkk...

__ADS_1


Kemudian dari dalam tong kayu yang hancur keluar 5 buah bola terbuat dari tanah, bergerak berputar dan memantul kesisi dinding selanjutnya mencari sasaran. Saling silang bola-bola tersebut melesat dengan kecepatan tinggi memantul dari dinding yang satu kesisi dinding lainnya kemudian mengarah ketubuh YoLang mengantisipasi keadaan tersebut dia juga bergerak kesana kemari menghindar sembari mengeluarkan tekniknya,...


"Tebasan Seribu Pedang"


Sing... sing... sing... sing... sing...


Sama halnya dengan yang sebelumnya, setiap kali YoLang menghancurkan bola tanah tersebut diganti dengan yang lainnya dengan jumlah yang lebih banyak.


"Tebasan Seribu Pedang.....!!!"


Sing... sing... sing... sing... sing... sing..


sing... sing... sing... sing... sing... sing...


Dua jam berlalu bola tanah semakin banyak dan tidak berputus asa kembali jurus pamungkasnya dia keluarkan,


"Hujan Pedang.....!!!"


"Langkah Cahaya.....!!!"


Sing... sing... sing... sing... sing... Sing... sing... sing... sing... sing... Sing... sing... sing... sing... sing...


Dengan lenyapnya ratusan bola tanah itu dia baru bernapas lega, sambil merenggangkan otot dan tulangnya dia duduk bersila untuk mengembalikan staminanya yang hampir habis. Tanpa disadarinya sudah 5 hari dia berada didalam Gua Jiwa dan dari sembilan kamar sampai saat ini dia baru menyelesaikan 5 kamar berarti dia masih menyisakan 4 kamar lagi untuk menyelesaikan seluruh misi didalam dunia jiwa gurunya.


Setelah merasa seluruh kekuatannya telah pulih YoLang perlahan menuju kamar keenam, membuka pintu dan melihat didepannya berjejer 4 buah tong kayu yang tersisa. Kembali dia memilih tong kayu sebelah kiri hal ini dia lakukan karena merasa setiap kali memilih sebelah kiri dia mendapat tantangan yang lebih mudah dari yang sebelah kanan, padahal kalau mau dilihat semuanya sangat sulit dihadapi oleh seorang manusia dewasa biasa apalagi seorang anak kecil.


Brraaaakkkkk.....


Tiba tiba suhu ruangan kamar berubah menjadi panas, semakin lama semakin panas. YoLang langsung duduk bersila memusatkan pikiran kemudian mengalirkan energi spiritualnya keseluruh permukaan kulitnya, melapisi seluruh tubuhnya dengan aura elemen api miliknya yang sudah berada di tingkat Puncak. Dinding ruangan kamar mulai mengeluarkan api kemerahan tapi dengan entengnya sang bocah mengimbangi panas api tersebut dengan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan aura elemen api birunya, dan situasi saling serang energi panas tersebut berlangsung sampai 10 jam, kemudian secara perlahan pancaran api merah di dinding kamar mulai menghilang dan suhu ruangan kamar mulai menurun diikuti hilangnya aura elemen api biru ditubuh YoLang.


Merasa sumber energi nanya berkurang banyak karena sebelumnya pertarungan api melawan api dia menggunakan banyak energi spiritualnya, kembali dia melakukan meditasi untuk mengisi kekosongan energi dalam tubuhmya.


Beberapa jam kemudian dia bangkit berdiri dan menuju kamar ketujuh, dan didalamnya kini tersisa tiga buah tong kayu, segera dia menghancurkan kembali yang sebelah kiri


Brraaaakkkkk.....


Hampir sama dengan kondisi sebelumnya tiba tiba suhu ruangan kamar berubah menjadi dingin, semakin lama semakin dingin, dia kembali duduk bersila memusatkan pikiran kemudian mengalirkan energi spiritualnya keseluruh permukaan tubuhnya kemudian melapisinya dengan aura elemen Es miliknya yang berada di tingkat Langit. Dinding seluruh ruangan kamar termasuk lantai dan langit-langit berubah menjadi Es, walaupun agak sulit karena kalah tingkatan YoLang berusaha mengimbangi dinginya Es tersebut. Dengan mengerahkan seluruh kemampuannya dia berusaha bertahan, bibinya terlihat mulai pecah-pecah aliran darahnya hampir membeku dan badannya terlihat mulai menggigil, kembali dia mengalirkan energi spiritualnya untuk menambah kekuatan energi elemen Es miliknya yang sementara bertarung melawan kekuatan Es kamar ketujuh tersebut, selang tiga jam kemudian Es yang menyelimuti tubuhnya pecah,


Dhuuuaaarrrrr.....

__ADS_1


Demikian juga yang berada di langit-langit, dilantai dan diseluruh sisi dinding kamar itu. YoLang terbaring dengan lemas, kehabisan energinya.


__ADS_2