Titisan Dewa

Titisan Dewa
Membuat yang Terbaik


__ADS_3

Pertemuan itu berlangsung sampai siang hari dan beberapa kesepakatan telah dibuat diantara mereka semua, yang pertama adalah mereka akan menampung barang atau bahan yang menjadi ciri khas daerahnya masing-masing seperti bahan kulit hewan buas dari daratan utara benua pulau hijau yang banyak dicari orang demikian juga dengan kuda liar yang sudah dijinakkan bahkan sudah diternak oleh anggota keluarga dikota Klentang kemudian dibawa keBenua besar untuk diperdagangkan. Dan sebaliknya membeli barang-barang dibenua besar dan dijual didaerah masing-masing dan tidak menutup kemungkinan untuk mereka saling bertukar barang dagangan sesuai dengan kebutuhan pasar diwilayah masing-masing.


Proses perdagangan antar benua ini menjadi lancar karena gerbang teleportasi yang dibuat YoLang, namun penggunaannya hanya untuk kepentingan anggota keluarga dekat atau keluara inti saja dan tidak diketahui oleh pihak luar. Hal ini sudah ditegaskan oleh YoLang kepada semua anggota keluarganya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena akan memicu konflik sehingga akan menghambat proses perdagangan. Setelah YoLang mengkaji ulang masalah gerbang teleportasi tersebut akhirnya dia mengambil keputusan untuk membeli sebidang lahan yang akan dia bangun menjadi kediaman sekaligus menjadi markas bagi pasukannya dikota TangJun tersebut.


YoLang kemudian meminta bantuan paman WangYhu dan paman XongTe untuk mencari lahan yang cukup luas disekitar kota TangJun yang akan dibelinya,...


"Paman WangYhu dan paman XongTe... nanti tolong bantu carikan lahan yang cukup luas disekitar kota TangJun ini... kita akan membuat sebuah kediaman yang besar dan sekaligus akan menjadi markas pasukan kita...", kata YoLang kepada kedua pimpinan pasukan Naga itu.


"Baik tuan muda... kami akan mendatangi tempat penjualan properti dikota ini...!", kata mereka berdua.


"Paman untuk diingat...! agar selalu merendah dan jangan membuat perhatian yang menyolok jika berada dikeramaian... hal ini juga tolong disampaikan kepada semua anggota pasukan...!", kata YoLang menegaskan.


"Siap laksanakan tuan muda...! hal itu akan menjadi perhatian utama kami...! dan kalau sudah tidak ada perintah yang lain kami permisi pamit dulu tuan muda...", kata Jendral Wang Yhu.


"Baik... berhati-hatilah...! dan saya menunggu kabar dari paman berdua...", kata YoLang.


Setelah kepergian kedua perwira utama itu YoLang kembali kedalam kamarnya untuk melakukan beberapa hal sehubungan dengan hasil pertemuannya dengan seluruh anggota keluarganya, Dia membuat beberapa pasang gerbang teleportasi yang akan dia tempatkan dibenua besar ini untuk mempermudah perdagangan yang akan dijalani oleh anggota keluarganya selama mereka berada diBenua Besar ini. Sementara itu WangYhu dan XongTe berjalan menuju tempat perdagangan properti dipusat kota Tangjun, sesampainya disana mereka berdua disambut oleh petugas properti seorang gadis muda yang cantik dan berambut panjang,...


"Selamat datang tuan-tuan... ada yang saya bisa bantu...?", sambut petugas tersebut.


"Ohh... iya... kami mencari sebuah lahan yang cukup luas untuk dijadikan kediaman tuan besar kami...!", kata Xong Te.


"Ada beberapa lokasi yang kami miliki tuan-tuan... mari silahkan ikuti saya... akan saya perlihatkan lokasinya dipeta yang berada dimeja kerja saya...", katanya kemudian mengajak Wang Yhu dan Xong Te menuju meja kerja sang petugas.

__ADS_1


"Nah ini tuan-tuan... yang ini luasnya 500 meter persegi berada disebelah barat kota... dan ini luasnya 800 meter persegi berada diseberang kantor walikota kota TangJun... kemudian yang ini luasnya 1.200 meter persegi tapi berada dipinggiran kota sebelah utara...", kata sang petugas menjelaskan.


"Apakah kami dapat mengetahui harga lahan-lahan itu...?", tanya WangYhu.


"Bisa tuan-tuan... akan saya buatkan daftar harganya dan lokasinya...", kata sang petugas.


"Ahh... bagus... kami akan membawanya dan akan memberitahukan kepada tuan kami... setelah itu kami akan kembali lagi kesini...", kata Wang Yhu.


Setelah mendapatkan data-data lahan yang dijual oleh agen properti itu mereka berdua kembali kekapal Naga Laut untuk menyampaikan hasil yang mereka dapatkan kepada YoLang. Setelah melihat-lihat peta lokasi dan mempertimbangkan dengan harga jualnya serta meminta pendapat dan usulan kedua istrinya dan kedua orangtuanya, akhirnya dia memutuskan untuk membeli lahan yang besar yang berada di pinggiran sebelah utara kota TangJun. Keputusan YoLang didukung oleh kedua istrinya yang memang tidak terlalu suka dengan keramaian, demikian juga untuk menutupi keberadaan pasukannya yang berjumlah 154 orang itu serta aktivitas gerbang portal yang akan dia tempatkan dikawasan kediamannya nanti.


Keesokan harinya PiYo dan MaiLang dengan diantar oleh Wang Yhu dan Xong Te kembali ketempat agen penjualan properti untuk melakukan transaksi pembelian lahan tersebut, dan sesampainya mereka ditempat penjualan properti itu segera sang petugas menyambut dan melayani mereka,...


"Selamat datang tuan-tuan dan nyonya... mari silahkan duduk...", sambut sang petugas properti.


"Ahh... baiklah... sebelumnya saya akan mendata tuan dan nyonya...! hal itu untuk kami gunakan dalam pembuatan akta kepemilikan lahan yang baru... dan juga tolong beri saya keterangan tentang peruntukkan lahan tersebut...!", kata sang petugas.


"Ohh tentu... ini lencana keluarga kami... dan ini ada surat resmi dari Kerajaan TangZan tentang perusahaan dagang kami... juga lahan tersebut akan kami dirikan sebuah kediaman untuk keluarga besar kami juga beberapa bangunan sebagai tempat usaha dan kantor perusahan kami ini...!", kata PiYo menjelaskan.


"Ahh... baiklah apakah tuan dan nyonya sudah menyetujui harga penjualan yang kami tawarkan...?", kembali sang petugas bertanya kepada PiYo dan MaiLang.


"Iya benar... dan tolong surat-suratnya segera diselesaikan karena kami akan segera membangun dilahan tersebut...!", kata PiYo.


"Baik... saya tinggal sebentar tuan dan nyonya... silahkan nikmati hidangan ringan ini...!", kata sang petugas kemudian berlalu untuk mengurus surat-surat transaksi dan akta kepemilikan yang baru.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat sang petugas kembali menemui PiYo dan MaiLang yang berada disebuah ruangan yang nyaman sambil menikmati hidangan ringan yang disediakan oleh pihak penjualan properti itu,...


"Maaf tuan dan nyonya agak sedikit lama prosesnya... semua surat-suratnya sudah selesai dan ini bukti pembayarannya...! silahkan diperiksa kembali tuan dan nyonya...!", kata sang petugas sambil menyerahkan surat-surat kepemilikan yang baru dan bukti pembayarannya.


"Hmm... sepertinya sudah lengkap... dan ini pembayarannya silahkan dihitung dulu...!", kata PiYo kemudian menyerahkan sebuah cincin jiwa dasar-2 yang berisi koin emas sejumlah 50 juta.


"Ahh... cincin penyimpanan ya...! astaga...! tuan apakah pembayarannya termasuk dengan cincin ini...?", tanya sang petugas yang terlihat kaget karena baru sekarang dia melihat cincin jiwa.


"Iya... itu bonus untuk nona yang sudah mengurus surat-surat ini...!", kata PiYo kemudian menjelaskan cara penggunaan cincin jiwa tersebut kepada sang petugas properti itu yang terlihat sangat senang mendapat bonus barang langka.


"Ahh... terima kasih tuan dan nyonya...! jumlahnya sudah benar... silahkan hubungi saya jika ada keperluan lagi... nama saya Linda...!", kata nona Linda memperkenalkan dirinya.


Setelah menyelesaikan transaksi PiYo dan MaiLang mengajak WangYhu dan XongTe untuk melihat lokasi lahan yang mereka baru beli itu, dan sampai dilokasi tersebut ternyata YoLang dan YoLun telah lebih dulu berada disana dan sedang membuat sketsa rencana pembangunan kediaman dan markas mereka,...


"Eh... ayah... ibu... paman...! bagaimana transaksinya apakah sudah beres...?", tanya YoLang.


"Kamu sudah lebih dulu sampai disini nak...? ahh... iya semua surat-surat sudah berada ditangan kami... sekarang lahan ini sah milik kita...!", kata PiYo.


"Ah... baguslah... kita akan mulai membangun besok... paman WangYhu nanti tolong berkoordinasi dengan ayah dan ibu masalah pembelian bahan bangunan... dan paman XongTe mengatur para pasukan agar dapat membantu proses pembangunan... buat agar tidak terlalu mencolok...!", kata YoLang mengarahkan mereka.


"Siap laksanakan tuan muda...!", kata mereka.


"Baik lakukan sebaik mungkin karena semua ini saya lakukan untuk Membuat yang Terbaik buat semuanya...!", kata Yolang.

__ADS_1


Keesokan harinya semua anggota keluarga bergerak satu persatu menuju toko bangunan untuk memesan bahan bangunan dan ada yang langsung menuju lahan yang baru dibeli dan membuat persiapan pembangunan kediaman dan markas baru mereka.


__ADS_2