Titisan Dewa

Titisan Dewa
Bertemu Sesepuh Keluarga Lun


__ADS_3

Setelah semua anggota keluarga Lun berkumpul YoLang segera memasukkan mereka kedalam dunia jiwa, dan dia sendiri langsung berteleportasi dilokasi yang sudah diberikan oleh anggota pasukan Naga Hijau. Sesampainya didaratan barat dia berada dipinggiran kota NanBei karena dia melihat ada kawasan pinggiran hutan dengan jalan kecil menuju kesebuah pemukiman yang gerbangnya bertuliskan 'Klan Lun' atau Keluarga Lun, YoLang kemudian mengeluarkan seluruh anggota keluarga Lun dari dalam dunia jiwa dan bersama mereka memasuki gerbang kediaman Klan Lun tersebut.


Suasana dihalaman depan terlihat sepi dan tidak ada aktivitas orang didalamnya, kakek LunWei mencoba berkeliling untuk melihat-lihat kedalam kediaman dan melihat ada beberapa anak kecil yang sedang duduk didepan sebuah ruangan dan terlihat sedang membaca kitab pelajaran sastra,...


"Hai anak-anak... kemanakah orang tua kalian...?", sapa kakek LunWei sambil bertanya.


"Kakek siapa...? orangtua kami sedang di kebun sayur bagian belakang kediaman ini... dan yang lainnya sedang kepusat kota untuk berdagang...", jawab seorang anak.


"Hmm... saya Wei dan didepan masih ada saudara-saudara saya... kalau boleh tanya siapa pemimpin Klan Lun ini...?", kata kakek Lun Wei.


"Pemimpin Klan Lun ini kakek saya... namanya Dao... LunDao... tapi kakek dan ayah serta ibu saya sedang berdagang dipusat kota NanBei...", kata anak itu.


"Oh... begitu...? namamu siapa nak...", kata kakek Lun Wei.


"Saya Lun Shai...", jawab anak itu.


"Kalau kakek LunXiao berada dimana...? atau nenek Shin YuWen...", tanya kakek Lun Wei lebih lanjut.


"Mmm... kakek buyut sedang sakit... dan nenek buyut lagi dikebun bersama yang lain...", kata Lun Shai


"Boleh kamu antarkan kakek menemui kakek buyutmu itu...? kalu tidak bisa sampaikan saja... saya LunWei adik kakek buyutmu itu... ingin bertemu...", kata kakek LunWei.


"Oh... kakek Wei adiknya buyut Xiao ya...! mari kek ikut saya...!", kata anak itu kemudian mengajak kakek LunWei menuju kesebuah ruangan disamping kanan gedung kediaman Klan Lun tersebut.


Sesampainya diruangan itu terlihat ada sosok tua yang sedang terbaring ditempat tidur, kemudian anak kecil tersebut mencoba membangunkan kakek buyutnya,...


"Kakek Xiao... ada tamu yang ingin bertemu... bangunlah dulu...!", kata Lun Shai.


"Shai...! panggil ayahmu atau ibumu untuk melayani tamunya... buyutmu ini tidak bisa bangun...!", kata sosok yang terbaring sakit itu.


"Kakak... aku Wei...!", kata Lun Wei seketika mendengar suara sosok dalam kamar yang sangat dikenalinya.


"Wei...? Lun Wei...? Uhhuukk... uhuukk... ahh... Shai... bantu aku duduk...!", kata sosok itu.

__ADS_1


"Biar saya bantu kakak...! ahh... kamu sakit apa...! kenapa sudah separah ini...?", kata kakek Lun Wei membantu sang kakak Lun Xiao untuk duduk diatas tempat tidur.


"Ahh... sudah puluhan tahun...! kami disini sudah beranggap bahwa kalian semua yang berada dibenua pulau hijau sudah tidak ada...?", kata LunXiao.


"Kakak...! kami masih selamat... ahh... nanti saja kita bicarakan... nak Shai... ! kamu kehalaman depan panggil semua orang disana... terutama yang namanya YoLang dan PingYu... mereka berdua bisa mengobati buyutmu ini biar cepat sembuh...!", kata Lun Wei kepada anak kecil yang namanya Lun Shai.


"Baik kakek...!", kata Lun Shai kemudian segera berlari menemui YoLang dan anggota keluarga lainnya dihalaman depan kediaman keluarga Lun ini.


YoLang dan lainnya segera masuk menuju ruangan dimana kakek Lun Xiao berada dan sedang berbincang kakek Lun Wei, dan dengan kemampuannya YoLang memeriksa keadaan kakek Lun Xiao dan melihat penyakit yang dideritanya,...


"Kakek istirahat saja dulu dan minumlah pil-pil ini... saya akan mengobati kakek...!", kata YoLang kemudian mengeluarkan peralatan pengobatannya yaitu sebuah kotak giok yang berisikan 'Jarum Emas'.


YoLun/PingYu yang melihat sang suami mengeluarkan kotak tersebut langsung mendekat dan membantu membersihkan jarum-jarum emas itu, dan dia sudah mengetahui bahwa penyakit yang diderita kakeknya sangat parah karena YoLang akan melakukan pengobatan akupunktur dengan teknik 'Jari Dewa' yang adalah teknik pengobatan tingkat Ilahi yang dimiliki oleh YoLang. Teknik pengobatan seperti ini jarang digunakan YoLang kecuali jika penyakit yang akan diobatinya sudah sangat parah dan susah untuk diobati,...


"Istriku... tolong kamu siapkan cairan obat pembersih darah... ini bahan-bahannya... haluskan satu-persatu bahannya kemudian peras dan ambil cairannya... pakai mortar ini untuk menghaluskan herbal-herbal itu...", kata YoLang menjelaskan cara pembuatan cairan obat itu kepada sang istri.


"Baik suamiku...", jawab YoLun.


"Aku akan mencabut kembali jarum-jarum itu... setelah kakekmu memuntahkan cairan darah yang sudah menghitam... segeralah minumkan cairan obat yang kau buat itu...!", kata YoLang kepada sang istri yang membantunya mengobati sang kakek.


"Baik...! hmm... sayang...! apakah kakekku akan sembuh...?", tanya sang istri yang terlihat gelisah melihat sang kakek yang dalam keadaan tertidur lemah.


"Percayalah... suamimu ini akan segera menyembuhkan kakekmu...! eennmm...?", kata YoLang meyakinkan sang istri.


Uhuukk... uhuukk...


Hoeekkhh... hoekkhh...


Kakek Lun Xiao terbatuk-batuk sambil mengeluarkan cairan berwarna kehitaman dari mulutnya, segera YoLang mencabut semua Jarum Emas yang menancap ditubuh sang kakek kemudian membantu sang kakek untuk duduk diatas tempat tidur,...


"Kakek minumlah cairan obat ini...!", kata YoLun/PingYu kepada kakek Lun Xiao.


"Ahh... baik... baik...", kata kakek Lun Xiao.

__ADS_1


Setelah meminum cairan obat yang diberikan YoLun, sang kakek berbaring kembali dan YoLang melanjutkan pengobatannya dengan teknik berikutnya,...


"Telapak Kapas"


Whhuuusss... whhuuusss...


Kedua telapak tangan YoLang menempel didada bagian depan sang kakek yang terlihat mengeluarkan asap putih, kemudian berpindah dibeberapa tempat bagian tubuh sang kakek. Sementara itu diruangan utama dalam kediaman Klan Lun telah berkumpul anggota keluarga Lun yang sudah lama terpisah, Shin YuWen sang nenek sangat gembira melihat kedua anaknya LunPing dan LunChao ternyata masih hidup sekaligus juga sedih mendengar menantunya ShinYu telah tiada. Mereka berbagi cerita pengalaman selama 15 tahun berpisah, dan juga LunPing menceritakan bahwa mereka talah menumpas anggota Assosiasi Matahari Merah yang berada di benua-benua bagian selatan yang telah mencelakai anggota keluarga mereka.


"Hmm... mereka berada didaratan timur...! disana pusatnya organisasi itu... LunPing... LunChao...! kalian terlihat sudah sangat kuat... sudah melebihi kekuatan ibumu ini... aku sudah tidak bisa melihat tingkat kekuatan kalian... mmm... balaskan kematian menantuku dan paman-pamanmu berserta keluarganya... hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa...!", kata Shin YuWen dengan emosi dan terlihat matanya berkaca-kaca.


"Kami akan mendengarkan nasihat ibu...! untuk sekarang kita harus berbenah... ibu tidak usah kuatir...! cucu mantumu YoLang yang akan mengatur semuanya nanti...! kekuatan kami semua saat ini karena bantuannya juga...!", kata LunPing menjelaskan.


"Hmm... harta kekayaan kita sudah habis dirampas oleh sibajingan BaiZhu itu... sudah saatnya kita akan memusnahkan mereka...! ahh... seandainya ayah kalian tidak menderita sakit yang parah kami pasti masih bisa menyelamatkan harta benda kita...!", kata Shin YuWen terlihat sedih.


"Ibu tenangkanlah dulu pikiranmu...! YoLang dan PingYu pasti bisa mengobati ayah...! mereka berdua adalah Tabib dan Alkemis tingkat Surgawi dan tingkat Ilahi...! tidak ada penyakit diAlam Fana ini yang tidak bisa mereka obati...!", kata Lun Ping menjelaskan.


"Hah...? tingkat Ilahi...? astaga anakku...! berasal dari mana menantumu itu...? apakah dia adalah keturunan para Dewa...?", tanya Shin YuWen yang terkejut mendengar perkataan anaknya LunPin tentang sosok YoLang.


"Ibu... dia hanya seorang anak yang lahir diAlam Fana ini... tapi semua gurunya berasal dari Langit...! nanti ibu akan mendengarnya sendiri dari menantuku itu...", kata Lun Ping menambahkan.


YoLang mengobati sang kakek LunXiao selama 3 jam tanpa henti, dan saat ini sang kakek tengah beristirahat sambil bermeditasi setelah mengkonsumsi beberapa pil pemberian YoLang. Lun Xiao sedang mengembalikan staminanya dan kekuatannya, dan terlihat wajahnya yang sebelum pengobatan terlihat pucat saat ini sudah mulai memerah. YoLang juga memeriksa kondisi dalam tubuh sang kakek yang beberapa organ tubuhnya sudah kembali normal, demikian juga dengan aliran darah dan energi hawa murni yang sudah bersirkulasi dengan baik dan lancar.


Kemudian YoLang dan YoLun/PingYu meninggalkan sang kakek untuk fokus bermeditasi dan mereka menuju keruangan bangunan utama Klan Lun dimana para anggota keluarga itu sedang berkumpul, sesampainya disana mereka berdua langsung mendapat pertanyaan dari nenek Shin YuWen,...


"Ahh ini dia cucu mantuku ya...! hmm... bagaimana keadaan kakekmu...? apakah dia masih bisa bertahan...?", tanya sang nenek.


"Nenek... suamiku ini seorang tabib tingkat Ilahi...! tidak ada penyakit yang tidak bisa dia sembuhkan...! lihat saja... besok kakek sudah bisa berlatih kembali...!", kata PingYu kepada mereka semua.


"Ahh... nenek tidak usah kuatir... kakek saat ini sedang bermeditasi mengembalikan stamina dan kekuatannya...! beberapa jam lagi pasti akan kesini sendiri...!", kata YoLang menambahkan.


"Mmm... bagus... cucuku kalian berdua harus mengembalikan martabat keluarga Lun kita dengan membalas kejahatan yang telah BaiZhu lakukan terhadap kita...!", kata Shin YuWen yang kembali mengenang masa-masa mereka ditindas oleh BaiZhu dan anggota Assosiasi Matahari Merah dan terlihat matanya sudah berkaca-kaca dan beberapa tetes air mata keluar dari kedua matanya.


Kemudian sang nenek mulai menceritakan awal persengketaan keluarga Lun dengan Assosiasi Matahari Merah itu.

__ADS_1


__ADS_2