Titisan Dewa

Titisan Dewa
Bertambah Kuat


__ADS_3

"Istriku... keluarkan para tawanan yang berada diruang dimensi cincin jiwamu...!", kata YoLang.


"Baik suamiku...!", kata sang istri.


Whuuzzz... whuuzzz...


45 orang anggota bajak laut matahari merah duduk diatas lantai geladak kapal Naga Laut dan diantara mereka masih ada yang terluka,...


"Paman Xong Te...! aku serahkan mereka kepadamu... karena aku melihat ada beberapa orang yang mengenali paman...!", kata YoLun.


"Baik nyonya...!", jawab Xong Te sang Jendral Utama kapal Naga Laut.


"Kalian semua dengarkan...! saya mengetahui beberapa dari kalian menjadi anggota bajak laut matahari merah karena dipaksa... nah saya atas nama tuan dan nyonya kami menawarkan kepada kalian... pertama untuk mengikuti kami dengan setia dan patuh kepada tuan dan nyonya kami...! atau kembali ketempat asal kalian...?", tanya Xong Te.


"Pemimpin...! kami sudah tidak punya tempat tinggal lagi... keluarga kami sudah dibunuh oleh BaiKing dan anak buahnya... kalau diijinkan kami akan mengikuti tuan dan nyonya pemilik kapal ini...!", kata seseorang.


"kamu berbicara untuk dirimu seorang atau dengan yang lainnya...!", kata Xong Te.


"Saya berbicara juga mewakili mereka... karena sebelumnya mereka telah menunjuk saya sebagai wali dari kami semua...!", kata orang tersebut.


"Hmm... kalian semua...! apakah benar yang sampaikan oleh orang ini...?", tanya Xong Te.


"Benar pemimpin...!", jawab mereka serempak.


"Bagus... dengarkan...! saya Xong Te Jenderal Utama dikapal Naga Laut ini... tuan kami adalah tuan muda YoLang dan nyonya kami adalah Nyonya YoLun dan Nyonya Mayang... dan disamping saya adalah atasan saya Panglima Kapal Naga Laut Jendral Wang Yhu... kalian akan mengenal petinggi yang lainnya nanti...", kata Jendral Xong Te menjelaskan.


"Kalian akan mengikuti tuan dan nyonya kami kemanapun mereka pergi... ingat tidak ada kata ampun bagi seorang penghianat...! kalian akan bekerja dan mendapatkan gaji setiap bulannya... juga kalian wajib berlatih untuk meningkatkan kekuatan dan akan diberikan sumber daya...", kata Jendral Xong Te melanjutkan.


"Nah itu saja... jika diantara kalian ada pertanyaan silahkan...!", kata Xong Te.


"Kami paham Jendral...! dan kami berjanji akan patuh dan setia kepada tuan muda YoLang dan Nyonya YoLun serta Nyonya Mayang...!", jawab seseorang yang mewakili ke-45 orang tersebut.


"Bagus...! saya sudah selesai tuan muda... silahkan tuan muda ambil alih...!", kata Xong Te kepada YoLang.


"Baik... sekarang yang terluka memisahkan diri untuk diobati... kemudian yang tingkat kekuatannya diatas tingkat Merah pindah disamping kiri saya dan selebihnya tetap didepan saya...", kata YoLang kemudian mentransfer kekuatannya untuk meningkatkan kekuatan pasukan baru tersebut sampai tingkat Merah Akhir kemudian tanpa sepengetahuan mereka YoLang telah menanam formasi kesetiaan ditubuh ke-45 orang tersebut.


"Paman Wang Yhu dan paman Xong Te... silahkan distribusikan ke 45 orang ini kedalam pasukan yang masih kurang...! kemudian periksa apakah Dek-Pasukan masih cukup untuk menampung pasukan tambahan ini...?", kata YoLang.


"Baik tuan muda...! akan kami laksanakan dan akan melaporkannya kepada tuan muda apabila sudah selesai...!", kata Wang Yhu.


"Ya silahkan antar mereka ke Dek-Pasukan... jangan lupa berikan sumber daya kepada mereka...",


"Siap laksanakan tuan muda...! kami permisi dulu...", kata sang Panglima Pasukan.

__ADS_1


Kemudian YoLang dan YoLun menuju anjungan kapal untuk menemui LunGon dan paman AmPhong yang sedang mengemudikan kapal Naga Laut,...


"Adik Gon... paman AmPhong... bagaimana situasi pelayarannya...?", tanya YoLang setibanya dianjungan kapal.


"Baik kakak... hanya saja kita akan bertemu badai besar didepan... jadi saya dan paman AmPhong sudah membuat rute baru untuk menghindari badai besar itu... dan waktu pelayaran kita akan bertambah 5 hari dari jadual sebelumnya...", kata LunGon menjelaskan.


"Ohh begitu... baik...! saya rasa tidak ada masalah... lebih baik kita mencari situasi yang aman... dan nanti tolong sampaikan kepada semua anak buah kapal dan anggota keluarga lainnya... agar memanfaatkan waktu pelayaran yang cukup lama ini untuk tetap serius berlatih dan bermeditasi...", kata YoLang.


"Baik kakak...! akan saya sampaikan...", jawab LunGon.


"Ahh... nak Yo... saya ada permintaan untuk anak saya yang sudah mulai berlatih... dia tertarik dengan senjata Tombak...! apakah ada senjata jenis itu yang cocok buat anak saya...?", tanya paman AmPhong kepada YoLang.


"Ohh...bagus... tenang paman... akan saya buatkan tombak yang cocok untuknya...",


"Ahh... terimakasih nak...!", kata paman AmPhong.


"Baiklah setelah ini saya akan melakukan latihan tertutup... apabila paman dan yang lainnya ada yang penting nanti berhubungan saja dengan istri-istriku atau kedua orangtuaku...", kata YoLang kemudian pamit dan bersama sang istri menuju kamar mereka.


Sesampainya didalam kamar YoLang mengambil beberapa jenis bahan Logam dan Kayu Jati Tua kemudian membuat sebuah senjata Tombak tingkat Kuno seperti yang dijanjikannya kepada paman AmPhong, kemudian,...


"Istriku nanti senjata tombak ini kamu berikan kepada paman AmPhong... dan jangan ganggu aku karena aku akan melakukan latihan tertutup untuk beberapa waktu...", kata sang suami.


"Hmm... baiklah... aku juga akan bermeditasi nantinya...!", kata sang istri.


"Ya... sebaiknya begitu... dan juga aku sudah mengeluarkan Jula dan Juli mereka sedang berada di menara pengawas...", kata YoLang.


Kemudian YoLang menelan 3 butir 'Pil Balik Bumi' kemudian mulai bermeditasi dan menyerap energi Pil tersebut, kekuatan YoLang sudah berada ditingkat Prajurit Dewa Hitam tahap-19 dengan luas dantianya yang sudah sangat besar dia membutuhkan energi spiritual yang sangat banyak untuk dapat naik 1 tahapan tingkat kekuatan tapi dengan dorongan Pil Energi yang dia serap, YoLang merasa yakin untuk dapat naik 2~3 tahap tingkat kekuatannya. 2 hari telah berlalu dan didalam kamar mewah diatas kapal Naga Laut, YoLang masih melakukan meditasinya. Sudah puluhan butir Pil Energi 'Balik Bumi' yang dia telan tapi dia belum juga merasakan adanya gejolak energi dari dalam dantiannya, dengan teknik meditasi 'Pusaran Tornado Tarian Naga' yang dimilikinya YoLang juga menyerap energi alam Langit dan Bumi disekitarnya. Kemudian 1 jam YoLang merasakan gejolak energi yang meluap-luap dari dantiannya dan terdengar letupan dari dalam tubuhnya,...


Bhuummm... Prajurit Dewa Emas tahap-1


Bhuummm... Prajurit Dewa Emas tahap-2


"Ahh... lumayan bisa naik 2 tahap... Hmm... 17 tahap lagi masuk ranah Jendral Dewa...", bergumam YoLang dalam hati.


Kemudian dia menstabilkan aliran energi spiritualnya didalam tubuh sambil tetap bermeditasi.


Tingkat kekuatan keluarga yang mengikuti pelayaran keBenua Besar :


YoLang - Prajurit Dewa Emas-2


YoLun/PingYu - Holy Tyrant - 1


Mayang - Holy Tyrant - 5

__ADS_1


LoryMei - Holy Tyrant - 5


P i y o - Kaisar Awal


Mailang - Raja Puncak


M a y a - Raja Puncak


LunPing - Surgawi Puncak


LunGon - Raja Awal


AmPhong - Surgawi Puncak


WangYhu - Raja Puncak


XongTe - Raja Mahir


J u l a - Saint Mahir


J u l i - Saint Mahir


Z h u - Merah Awal


Z h i - Merah Awal


YoLang masih bermeditasi didalam kamar bersama sang istri YoLun/PingYu, sementara Mayang dan LoryMei berada didalam dunia jiwanya menemani kedua orangtua mereka yaitu PiYo dan MaiLang, ibu Maya dan LunPing serta anggota keluarga Lun yang baru mereka temukan didaratan seribu suku. Pelayaran menuju Benua Besar membutuhkan waktu 7 sampai 8 bulan, tapi dengan tambahan daya dorong 2 buah baling-baling besi menambah kecepatan kapal menjadi 3 kali lipat sehingga mereka dapat menempuh waktu hanya 2 sampai 3 bulan lamanya.


2 Bulan kemudian kapal Naga laut telah memasuki perairan Benua Besar, dengan jumlah pasukan 150 orang yang secara bergantian tanpa henti mereka mengayuh dayung untuk menjalankan baling-baling sehingga menambah daya dorong kapal Naga Laut bergerak lebih cepat dari biasanya...


"Kapten Gon...! segera kabarkan nak YoLang bahwa kita sudah memasuki perairan daratan selatan benua besar...", kata paman AmPhong yang memimpin pelayaran saat ini.


"Baik paman...!", jawab LunGon kemudian menuju kamar mewah milik YoLang.


Tok... tok... tok...


Kriieekkk...


"Ada apa adik Gon...?", tanya YoLang saat membuka pintu kamar dan melihat adik iparnya sedang berada didepan pintu.


"Kakak ipar...! kita sudah berada diperairan daratan selatan benua besar... dan 2 hari lagi kita akan berlabuh dipelabuhan...!", kata LunGon kepada YoLang.


"Ahh... akhirnya kita tiba dibenua besar... baik terimakasih adik Gon... kami akan bersiap-siap... hmm... sampaikan juga berita ini kepada paman Wang Yhu dan paman Xong Te... agar mereka juga bersiap-siap...!", kata YoLang.

__ADS_1


"Baik kakak...!", jawab sang kapten LunGon kemudian menuju Dek-Pasukan menemui Panglima Pasukan dan Jendral Utama kapal Naga Laut untuk memberitahukan berita tersebut.


Terlihat kesibukan diatas kapal layar Naga laut, mereka melakukan persiapan untuk berlabuh dipelabuhan daratan selatan benua besar, setelah melakukan pelayaran selama 2 bulan lebih.


__ADS_2