Titisan Dewa

Titisan Dewa
Persiapan Menyambut Musuh


__ADS_3

Keesokan harinya YoLang kembali memeriksa kondisi dermaga yang dibuatnya, hal ini untuk memastikan bahwa dermaga hasil buatannya baik-baik saja dan dapat disandar oleh sebuah kapal besar. Dia kembali masuk kedalam rumah dan mendapatkan beberapa anggota keluarga Lun sedang menikmati sarapan pagi mereka diruang makan, dia ikut duduk dimeja makan sambil makan makanan ringan dan minum teh hangat kemudian memberitahukan kepada mereka yang hadir,...


"Siang nanti kapal kita akan berlabuh...! dan ini akan menarik perhatian beberapa kelompok yang sedang berada didaratan ini...! untuk itu saya mengharapkan semuanya untuk menunjukkan sikap yang biasa-biasa saja selayaknya seorang pedagang...!", kata YoLang menjelaskan kepada semua anggota keluarga yang berada diruang makan tersebut.


"Baik nak... dan untuk tidak membuat mereka curiga yang berlebihan...! sebaiknya perlihatkan kita mengangkut sisa-sisa barang kami ini keatas kapal...!", kata kakek LunWei kepada YoLang.


"Benar kakek...! karena target kita belum berada didaratan ini...! sesuai informasi yang saya dapatkan...! mereka selalu bermarkas di pemukiman sebelah utara yang berjarak 2 kilometer dari sini... namanya desa 'Matahari Terbit'...!", kata YoLang menjelaskan.


"Hmm... kalau benar yang kalian musnahkan saat dibenua pulau biru itu adalah Bai Wong siJubah Kuning...! berarti yang bermarkas disini adalah Bai King siJubah Biru pemimpin kelompok Bajak Laut Matahari Merah yang juga adalah orang kedua dari Assosiasi Matahari Merah...!", kata kakek LunWei.


"Kalau markas besar mereka di Benua Besar berada dimana kakek Wei...?", tanya YoLang.


"Hmm... kakek pertama kali mengetahui tentang Assosiasi ini saat berada dipelabuhan XanYang... dimana kami pertama kali akan kebenua bagian selatan untuk berdagang...! dan waktu itu kami hanya mengetahui assosiasi ini adalah suatu organisasi perdagangan besar...! dan setelah diperjalanan baru kami mengetahui bahwa mereka ternyata adalah kelompok bajak laut yang paling berkuasa di jalur pelayaran samudera tak berujung ini...!", kata kakek LunWei menjelaskan.


"Untuk markas besarnya dibenua besar... kakek belum mengetahui dengan pasti... mungkin kakekmu LunXiao yang mengetahuinya karena waktu muda dia sering berpetualang bersama nenekmu Shin Yuwen...", kata kakek Lun Wei melanjutkan.


"Hmm... kita akan menunggu disini sampai kelompok itu datang...! dan kita akan membuat perhitungan dengan mereka...!", kata YoLang.


LunPing dan YoLun atau PingYu menghabiskan waktu sepanjang pagi itu dengan bertukar pengalaman dan menceritakan pengalaman masing-masing selama 15 tahun berpisah dengan kakek Lun Wei dan Lun Da serta beberapa anggota keluarga lainnya, sampai siang hari ketika mereka melihat sebuah kapal layar berwarna putih dengan perlahan mulai mendekat kedermaga yang dibuat YoLang. Kapal Layar Naga Laut dengan bendera berwarna putih bersulamkan seekor Naga Emas yang berkibar diatas tiang utama tampak gagah dengan badan kapalnya sudah dilapisi dengan bahan besi baja serta terdapat puluhan meriam yang bersembunyi disekeliling sisi kapal, demikian juga dengan 109 orang pasukan didalam kapal yang dipimpin oleh Panglima Pasukan Wang Yhu dan wakilnya Yun Thao serta beberapa orang Jendral Pasukan.


Struktur Pasukan Kapal Naga Laut :


Panglima Pasukan : WangYhu - Raja Puncak


Wakil Panglima : YunThao - Raja Akhir


Jendral - Utama : XongTe - Raja Mahir


Jendral - II : LungCen - Raja Awal (komandan pasukan diatas geladak)

__ADS_1


Jendral - II : Lung Ma - Raja Awal (komandan pasukan meriam)


Jendral - II : Lung Wei - Raja Awal (komandan pasukan pemanah)


Jendral - III : Xiao Lai - Emas Akhir (komandan pasukan logitik dalam)


Jendral - III : CharlesMa - Emas Akhir (komandan pasukan logistik luar)


Jendral Muda : PrapatTung - Emas Mahir (komandan pasukan penyusup Naga Merah)


Jendral Muda : DengSun - Emas Mahir (komandan pasukan penyusup Naga Hijau)


Jendral Muda : AlexLee - Emas Mahir (komandan pasukan mata-mata)


Perwira Kapal : Yastaki - Ungu Akhir


Perwira Kapal : DanLee - Ungu Akhir


Kapal Layar Naga Laut telah berlabuh dan tali penambat dikedua ujung kapal telah terikat dengan kuat di dermaga, terlihat para anak buah kapal sedang menggulung layar-layar utama dan mengatur tali-tali kendali layar. YoLang menaiki kapal untuk menemui panglima pasukan Wang Yhu dan sang kapten kapal LunGon, serta beberapa jendral yang sudah berkumpul di anjungan kapal,...


"Salam tuan muda...!", kata Wang Yhu dan para Jenderal yang menyambut YoLang.


"Ahh... salam kembali...! selamat datang dipemukiman ini... hehehe... masih darurat tapi sudah lumayan untuk ditempati... baiklah ada beberapa hal yang akan saya sampaikan kepada semuanya....!", kata YoLang.


"Pertama kepada semua pasukan jangan dulu menampakkan diri kepermukaan...! target buruan kita belum ada didaratan ini...! kita masih akan menunggu kedatangan mereka beberapa hari lagi... untuk itu siapkan orang di menara pengawas secara bergilir selama 1 kali 24 jam... jika dibutuhkan didarat...! agar turun satu persatu jangan berkelompok...! mengerti...?", kata YoLang menjelaskan.


"Kami mengerti tuan muda...!", kata mereka serempak.


"Bagus... jangan lupa juga untuk mengawasi gerbang teleportasi di bagian buritan kapal secara bergantian...! dan antarkan anggota keluarga yang datang...! dan yang mempunyai waktu senggang silahkan lanjutkan berlatih... Xiao Lai segera hubungi paman AmPhong jika membutuhkan tambahan sumber daya buat pasukan... juga Charles Ma siapkan orang-orangmu untuk mencari sumber air bersih...!", kata YoLang.

__ADS_1


"Nah... mari kita persiapkan segalanya untuk menyambut musuh kita...! instruksi selanjutnya kalian akan mendengarkannya dari kapten LunGon atau paman AmPhong sebagai pengganti saya dikapal ini jika saya tidak ada...!", kata YoLang kemudian menuju kamar anggota keluarga untuk bertemu dengan ayah dan ibunya.


"Ehh... nak...! bagaimana dengan bajak laut itu apakah sudah beres...?", tanya PiYo ketika melihat putranya.


"Mmm... belum ayah...! mereka tidak berada didaratan ini...! mungkin sedang berlayar... dan kita akan menunggu kedatangan mereka beberapa hari kedepan...! tapi kami berhasil menemukan keluarga Lun yang hilang dikota Arung... mereka terdampar disini...! dan sekarang sedang berada dipemukiman...!", kata YoLang menjelaskan.


"Ohh... begitu...? baiklah kami kesana dulu untuk menemui mereka...! bagaimanapun juga mereka adalah keluarga menantuku...!", kata MaiLang sambil mengajak PiYo untuk turun dari kapal menuju kepemukiman.


"Hmm... sebentar ayah... ibu...! nanti setelah itu... aku mau minta tolong untuk mencarikan dan membuat pakaian untuk pasukanku ini...! untuk awalnya 2 stel saja dulu... bagaimana...?", kata YoLang kepada kedua orangtuanya sebelum mereka turun dari kapal.


"Ya... baiklah... ditoko kita di kota Klentang terdapat banyak bahan kain yang cocok untuk membuat pakaian para prajurit... tapi untuk Zirah dan Topi perang serta pelindung kaki dan tangan ibu rasa tidak ada dibenua kita...! kamu harus mencarinya paling tidak di benua pulau biru karena disana ada kekaisaran...!", kata MaiLang.


"Iya ibu...! aku sendiri yang akan membuatnya karena didalam dunia jiwa bahannya tersedia banyak...!", jawab YoLang dan mereka tidak mengetahui bahwa diwaktu luangnya YoLang telah membuat semua perlengkapan perang tersebut dari bahan-bahan logam yang terdapat banyak didalam dunia jiwanya.


"Ahh... baiklah... kami turun dulu...!", kata ibunya kemudian turun kedarat bersama ayahnya.


Setelah itu YoLang menuju Dek-Pasukan untuk menemui komandan logistik XiaoLai,...


"Xiao Lai...! ayo ikut aku kegudang senjata...!", ajak YoLang.


"Siap tuan muda...!", jawab sang komandan.


Setelah mereka masuk kedalam ruangan senjata YoLang mengeluarkan ratusan senjata tingkat Langit berbagai jenis dan puluhan tingkat Legenda dan Kuno serta ratusan pasang perlengkapan tempur (Zirah, Helm dan pelindung kaki/tangan) yang terbuat dari bahan logam baja karbon yang elastis sehingga nyaman untuk dipakai dalam pertempuran.


"Peralatan tempur dan senjata-senjata tingkat Langit ini...? nanti bagikan kepada seluruh pasukan...! dan khusus untuk para Jendral Utama, Kedua dan Ketiga bagikan senjata tingkat Kuno dan untuk para Jendral Muda dan Perwira lainnya berikan senjata tingkat Legenda...!", kata YoLang menjelaskan.


"Nanti ada lagi pakaian seragam buat semuanya sedang dalam pembuatan...! hehehe... kalian tidak akan menyesal mengikutiku...!", kata YoLang yang terlihat senang.


"Terimakasih tuan muda...! kami tidak akan mengecewakan tuan muda dan keluarga...!", jawab sang komandan yang terlihat tulus.

__ADS_1


Setelah mengatur semua yang ada diatas kapal Naga Laut, YoLang kembali kekediaman di pemukiman menemui anggota keluarga yang sedang berkumpul disana.


__ADS_2