Titisan Dewa

Titisan Dewa
Upacara Pernikahan


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu penduduk Kota Klentang menyambut datangnya perayaan tahunan yang biasa mereka rayakan pada saat akan berakhirnya musim dingin dan juga pertanda akan memasuki tahun yang baru dan saat ini mereka mengenalnya dengan tahun Naga Emas, diberbagai sudut kota terlihat banyak hiasan beraneka ragam dengan warna merah juga anak-anak dengan pakaian mewah berwarna merah berlomba-lomba menerbangkan lampion keatas langit disertai bunyi petasan sambung menyambung mewarnai langit Kota Klentang. Perayaan seperti ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun dengan sebuah kepercayaan para penduduk bahwa dengan memakai pakaian berwarna merah atau memasang petasan dapat mengusir roh-roh jahat yang akan mengganggu kelangsungan kehidupan penduduk atau yang akan mengganggu hasil panen dan perburuan mereka.


Disisi lain Kota Klentang tepatnya disebuah Paviliun besar milik keluarga PiYo dan MaiLang terlihat kesibukan yang mewarnai kediaman itu, sebuah panggung besar telah berdiri mengelilingi pavilun besar itu, panggung yang sudah dihiasi berbagai macam ornamen berwarna merah dengan ratusan kursi yang disusun rapi menghadap sebuah pelaminan mewah dengan 3 buah kursi tahta ditengahnya. Didepan paviliun terlihat banyak anak-anak yang sedang bermain petasan didampingi beberapa anak muda, sementara itu dilokasi lain paviliun banyak anggota keluarga dibantu banyak anak murid Perguruan Belati Emas membuat berbagai hidangan dan ada juga yang sementara menyuling arak wangi racikan keluarga paman Bua dan bibi Sarah. Dibagian lain terlihat beberapa anggota keluarga yang sedang memanggang puluhan ekor hewan ternak dan hewan buas serta ratusan ekor ikan besar dari danau Es.


Malam hari itu semua anggota keluarga PiYo dan MaiLang serta anggota keluarga LunPing dan Maya tengah mempersiapkan diri untuk upacara pernikahan anak-anak mereka yaitu YoLang dan kedua istrinya YoLun dan Mayang, didalam kamarnya YoLang yang ditemani oleh AnBin sedang mencoba pakaian yang akan dipakainya besok hari pada upacara pernikahan, pakaian mewah berjubah yang berwarna merah dengan sulaman benang emas diberbagai sisi pakaian telah siap. Tamu-tamu yang terdiri dari anggota keluarga Naga Emas yang tersebar di 5 Benua sudah berdatangan di Kota Klentang, mereka menyebar dihampir semua Hotel dan Penginapan di Kota Klentang bahkan ada yang menginap dipaviliun keluarga PiYo dan MaiLang karena semua kamar Hotel dan penginapan telah terisi penuh.


Keesokan harinya ketika waktu menjelang siang, ratusan anggota Pasukan Naga telah berdiri didepan pintu masuk dan disekeliling paviliun kediaman keluarga PiYo dan MaiLang. Mereka bertugas menjaga keamanan dan ada juga yang bertugas menjemput tamu-tamu yang datang dan mengarahkan para tamu itu mereka ketempat duduk yang sudah diatur, rombongan pertama yang memasuki gerbang paviliun tempat acara berlangsung adalah dari Benua Besar, anggota keluarga Lun dari Kota Nan Bei kemudian rombongan Klan Mu dari Desa YaoYo yang dipimpin oleh kakek MuChin. Masih 1 jam upacara pernikahan akan dilangsungkan tapi tenda-tenda yang didirikan disekeliling paviliun telah dipenuhi oleh para tamu yang berdatangan dari 5 benua, satu-satunya tamu luar yang hadir dan bukan anggota Keluarga Besar Naga Emas adalah tuan walikota Kota Banto daratan utara benua pulau hijau. Sang Walikota turut hadir sebagai penghormatannya kepada sosok YoLang yang telah banyak membantu mensejahterakan penduduk daratan utara, dan telah membuat sebuah pelabuhan yang akan membawa nama Daratan Utara Benua Pulau Hijau dikenal dibenua lain.


Tepat tengah hari terlihat iring-iringan anak-anak kecil yang membawa kotak-kotak hadiah terbungkus kertas merah keluar dari dalam paviliun menuju panggung upacara, dan dibelakang mereka YoLang yang diapit kedua istrinya YoLun dan Mayang berjalan perlahan menuju panggung tempat upacara pernikahan. Dengan pakaian senada berwarna merah dengan sulaman benang emas ketiga sosok berbahagia itu berjalan perlahan melewati para tamu yang berdiri menyambut mereka bertiga, diatas panggung telah menunggu kakek Surapong yang akan memimpin Upacara Pernikahan disamping PiYo dan MaiLang serta LunPing dan Maya dan setibanya ditempat upacara mereka bertiga langsung bertekuk sebelah kaki sebagai tanda hormat pada leluhur,...


"Saya SuraPong sebagai leluhur keluarga Pong... menikahkan keturunanku YoLang... putra PiYo dan MaiLang... dengan YoLun...! putri dari LunPing... dan dengan... Mayang... putri dari Maya... disaksikan Langit dan Bumi serta semua hadirin yang menyaksikan upacara ini...!", kata SuraPong mengawali rangkaian Upacara Pernikahan itu.


"Hormat kepada orang tua...!",


"Hormat kepada Langit dan Bumi...!",


"Saling memberi hormat antara suami dan istri-istri...!",


"Silahkan suami membuka kain penutup kepala kedua istri dan menghadap kearah semua yang hadir...!",

__ADS_1


"Upacara selesai...", kata SuraPong mengakhiri rangkaian Upacara Pernikahan YoLang dan kedua istrinya YoLun dan Mayang.


Plok... plok... plok... plok... plok...


Plok... plok... plok... plok... plok...


Suara tepuk tangan meriah dari seluruh anggota keluarga besar Naga Emas bergema diseluruh bangsal upacara pernikahan itu, kemudian satu-persatu para tamu berjalan keatas panggung dimana tempat pengantin pria dan 2 pengantin wanitanya duduk diatas kursi tahta dan kemudian memberikan ucapan selamat dan hadiah pernikahan kepada para pengantin. Setelah acara pemberian ucapan selamat kepada pengantin pria dan kedua pengantin wanita acara dilanjutkan dengan acara pesta makan bersama, berbagai macam hidangan telah siap tersaji diatas meja tak lupa guci-guci arak juga disediakan dibeberapa sudut bangsal pesta. YoLang, YoLun dan Mayang yang masih duduk dikursi pelaminan masih mendapatkan ucapan selamat dari beberapa orang terdekatnya, ucapan itu datang dari paman AnTam dan keluarga...


"Selamat nak Yo...! selamat berbahagia buat kalian bertiga...! paman dan bibi ikut berbahagia...!", kata paman AnTam yang didampingi bibi Yue Chan.


"Saudaraku...! saudari-saudari iparku...! selamat berbahagia...! hehehe... jangan bilang aku segera menyusul... tunggu sampai aku jadi kuat seperti kalian baru aku mau menikah...!", kata AnBin mendahului.


"Benar saudaraku...! apa kamu tidak kasian melihat paman AnTam dan bibi Yue Chan sudah ingin mendapatkan seorang cucu...?", kata YoLang menambahkan.


"Ah... itu tidak benar...! nanti sajalah... jangan desak aku dengan persoaalan itu...! hehehe... aku pergi dulu... mau bantu dibagian dapur dulu...!", kata AnBin sambil berlalu untuk menghindari pertanyaan selanjutnya.


"Hahh...! biarkan saja dulu saudaramu itu nak Yo...! kami orangtuanya sudah beberapa kali menanyakan masalah itu kepadanya... tapi dia sepertinya tidak memikirkan masa depannya itu...!", kata bibi Yue Chan sambil mengeluh.


"Hehehe... aku ada ide... paman dan bibi kalau...??? (sambil berbisik)... bagaimana apakah setuju...?", kata Mayang.

__ADS_1


"Ahh... jangan dipaksakan nak May... biarkan dia yang menemukan pasangannya...! hehehe... tapi kalau jodoh bibi akan sangat setuju...!", kata bibi Yuex Chan.


Pesta berlangsung dengan sangat meriah terlebih ketika malam tiba, suasana diramaikan dengan pesta kembang api oleh keluarga besar Naga Emas sekaligus juga masih dalam suasana perayaan tahun baru. Anggota keluarga yang berasal dari benua pulau biru mendatangkan banyak jenis kembang api karena disana terkenal dengan para pengrajin kembang api terbaik, selama 1 jam lebih pesta kembang api berlangsung membuat langit Kota Klentang terang benderang. Malam telah larut dan anggota keluarga Naga Emas terutama para prianya masih bertahan dibangsal pesta, mereka saling tukar informasi dan berbagi pengalaman dari benua mereka masing-masing, dan mereka juga masih akan tinggal di Kota Klentang karena 2 hari kemudian masih akan dilangsungkan acara Pertemuan Besar Kedua keluarga besar Naga Emas dari lima benua.


Sementara itu YoLang dan kedua istrinya telah berada di Istana Naga Emas dalam dunia jiwa milik YoLang, didalam sebuah kamar mewah yang besar terlihat ketiganya masih mengenakan pakaian pernikahan mereka...


"Hmm... sayang...! sebaiknya kamu membersihkan diri terlebih dahulu...! nanti kita akan bergantian... sementara itu biar kami menyiapkan pakaian ganti untukmu...?", kata YoLun.


"Ah... terlalu lama... ayo kita mandi bertiga saja...!", kata YoLang kemudian menuntun kedua istrinya kedalam kamar mandi.


Selesai membersihkan diri ketiga sosok itu telah berganti dengan pakaian tidur yang terlihat kekurangan bahan, segera mereka bertiga membaringkan diri diatas kasur empuk untuk kemudian beristirahat setelah mengalami hari yang panjang. Diatas tempat tidur diantara ketiganya terlihat Mayang yang sedang gelisah karena malam ini akan menjadi malam pertamanya sebagai istri sejati YoLang, sedangkan YoLun sudah beberapa tahun yang lalu mengalaminya walaupun sudah sering diajarkan saudarinya tapi tetap saja Mayang masih ragu sampai sebuah tangan kekar menariknya untuk mendekati kearah sang suami yang sedang berbaring,...


"Kamu kenapa istriku...?", tanya YoLang.


"Aku hanya lelah saja sayang...! kamu sama kakak Lun terlebih dahulu biar aku bersiap-siap...! eennmm...?", katanya sambil berbisik.


"Kata saudarimu... dia akan memberikan malam ini hanya untuk kita berdua...! jatahnya biar nanti besok saja... bagaimana...?", kata YoLang ikut berbisik pelan.


"Hahh...? baiklah...! eennmm... lakukan dengan perlahan...!", kata Mayang yang terlihat gugup menghadapi malam pertamanya.

__ADS_1


Malam itu akhirnya Mayang menjadi seorang istri yang sejati bagi YoLang setelah sekian tahun mereka mengetahui bahwa keduanya sudah ditakdirkan untuk menjadi sepasang suami istri pilihan langit.


__ADS_2