
"Ahh... maafkan kami tuan dan nyonya-nyonya penolong... seperti dalam mimpi saja tiba-tiba datang dan menolong kami... padahal kami sudah pasrah dengan nasib kami... ah iya... kenalkan kami adalah 1 keluarga... saya Wong TaeCha dan ini istri saya Chae SinYu... itu ayah saya Wong SiuCha dan ibu Khang TaeLin yang sedang membuat teh hangat untuk kita sedangkan yang ini adalah adik dari ayah saya Wong KhuCha...!", kata sosok pria dewasa yang mengaku Wong TaeCha.
"Bagaimana perasaan kakek... nenek dan paman sekalian...? apakah ada perubahan...? kenalkan...! saya YoLang dan ini kedua istri saya YoLun dan Mayang...!", kata YoLang ikut memperkenalkan diri dan kedua istrinya.
"Terimakasih nyonya Mayang yang sudah menemukan kami dalam keadaan sakit dan tak berdaya...! sudah sebulan ini kami seperti mengalami kesulitan bernafas... hal ini terjadi saat kami sedang mencari tanaman herbal dihutan dekat perbatasan dengan Daratan Nam Yan dan bertemu dengan kelompok serangga seperti lebah madu tapi ukurannya lebih besar dari lebah madu...? mungkin sebesar anak burung yang belum bisa terbang...! setelah kembali kerumah malamnya baru kami merasakan... tubuh kami mulai panas dingin dan terasa gatal dileher dan hidung...! dan seminggu kemudian baru kami merasa kesulitan berbafas...!", kata Wong TaeCha memberikan penjelasan asal muasal mereka menderita penyakit itu.
"Paman TaeCha...! nama racun yang membuat paman dan yang lainnya kesulitan bernafas adalah "Racun Asap Hijau' racun itu memang terdapat pada serangga jenis lebah... dan namanya 'Lebah Hijau' setelah terkena asap atau uap beracun dari lebah hijau penangkal pertama agar racunnya tidak sampai masuk kedalam tubuh adalah dengan minum air kelapa setiap hari selama 1 minggu...! setelah itu pengaruh racunnya akan menghilang dengan sendirinya...?", kata YoLang menjelaskan cara pengobatan 'Racun Asap Hijau' itu.
"Ahh... begitu...? maaf tuan YoLang apakah seorang tabib...?", tanya Wong SiuCha.
"Benar kakek SiuCha... saya juga seorang Alkemis... saya juga melihat keluarga ini berprofesi sebagai Alkemis...? jadi kita sama satu profesi...! hehehe...", kata YoLang.
"Iya benar tapi kami hanya Alkemis tingkat ahli... baru bisa meracik Pil sampai tingkat-7...! ahh... itu teh hangatnya sudah tiba... mari silahkan diminum tuan dan nyonya-nyonya...!", kata Wong SiuCha.
Setelah berbagi pengalaman dalam bidang Alkemis dan pengobatan, YoLang meninggalkan beberapa jenis resep Pil tingkat tinggi (tingkat 7 dan 8) serta sebuah kitab turunan pengetahuan tentang Tabib kepada keluarga Wong untuk dipelajari. Kemudian dia berpamitan untuk kembali kegedung dimana anggota Klan Zheng sedang memulihkan diri, setelah berada ditempat sepi YoLang memegang tangan kedua istrinya dan langsung berteleportasi menuju lantai 2 gedung Klan Zheng...
__ADS_1
Whhhuuuzzz...
Dari kekosongan YoLang, YoLun dan Mayang muncul dilantai 2 gedung Klan Zheng tersebut, kemudian mereka turun kelantai 1 dimana para anggota Klan Zheng sedang berkultivasi sambil memulihkan kesehatan mereka akibat ditawan selama 1 tahun dengan kondisi kurang gizi. Setibanya dilantai 1 YoLang melihat ke-21 orang itu masih berkultivasi dan dipintu masuk gedung terdapat 6 orang yang sedang berjaga, kemudian YoLang memanggil sala satu dari mereka,...
"Apakah kalian mengetahui tentang kediaman Klan Zhen...?", kata YoLang.
"Saya mengetahuinya tuan muda..! karena saya pernah tinggal disitu... tapi komplex kediaman Klan Zhen sejak setahu yang lalu sudah diambil alih oleh penguasa kota...! mulai mereka dinyatakan tewas secara resmi oleh penguasa kota...!", kata petugas itu.
"Hmm... berarti untuk mendapatkan kembali kediaman itu perlu waktu...! ya sudah kita manfaatkan saja gedung yang sudah terbengkalai ini... baiklah... untuk sementara kalian berjaga di pintu masuk itu... jangan ijinkan seorangpun untuk masuk kedalam gedung ini sampai saya memerintahkan untuk dibuka kembali... dan juga gunakan koin emas ini untuk membeli makanan direstoran...! bawakan makanan terbaik yang ada direstoran itu... jika habis sampaikan kepada saya atau istri saya... mengerti...?", kata YoLang kemudian menyerahkan sebuah cincin jiwa dasar-2 yang berisikan 10 juta koin emas didalamnya.
YoLang kemudian kembali kelantai 2 dan menarik keluar seluruh perwiranya dari dalam dunia jiwa beserta 20 orang anggota Pasukan Naga dan 20 orang anggota Pasukan Putri Naga, demikian juga dengan Lory Mei, paman AnTam dan bibi Yue Chan serta kedua pamannya LunFai dan LunFei, mereka berkumpul dan mendengarkan penjelasan YoLang tentang situasi yang mereka hadapi di Kota Seo Moi ini, tentang 6 orang dengan aura hitam pekat yang sudah dia tandai kemudian konflik antar perusahaan ekspedisi pengiriman barang serta keberadaan Klan Zhen yang mereka temukan sedang dalam penjara bawah tanah. YoLang kemudian menjelaskan rencananya yang seperti biasa mulai mengadakan penyelidikan terhadap target-target yang sudah dia sebutkan yaitu ke-6 sosok beraura hitam pekat, ekspedisi 'Rajawali Sakti' dan eskpedisi 'Gerobak Sakti', YoLang juga menceritakan tentang keluarga Wong keluarga Alkemis yang sudah ditemukan Mayang serta mencari informasi lainnya yang berhubungan penguasa kota dan kediaman Klan Zhen yang sudah diambil alih oleh penguasa kota.
Setelah membagi tugas untuk melakukan penyelidikan, sisa para perwira dan anggota Pasukan Naga dibawah pimpinan Panglima Wang Yhu melakukan pembersihan dan penataan dilantai 2 sampai ruang bawah tanah tempat anggota Klan Zhen ditawan kemudian mulai membuat beberapa ruangan serta kamar-kamar untuk mereka dan anggota keluarga Klan Zhen. Sementara itu dilantai 1 dirancang untuk menjadi 2 bagian, bagian depan untuk Kantor Ekspedisi 'Kuda Kilat' dan bagian belakangnya menjadi kediaman para petinggi Klan Zhen selama kediaman lama mereka masih berada ditangan penguasa kota. Seiring dengan berjalannya waktu kesehatan dan kekuatan anggota keluarga Klan Zhen telah pulih kembali, tingkat kekuatan para petinggi Klan Zhen berada ditingkat Nirwana Akhir untuk Patriak Klan yaitu Zhen Lamba sedangkan yang terendah berada ditingkat Kaisar Puncak yaitu Zhen Naro dan Zhen Nare sementara itu 13 orang anggota keluarga Zhen lainnya berada ditingkat Raja Awal sampai Kaisar Awal.
Patriak Klan Zhen Lamba telah membuat surat kuasa kepada paman Wang Yhu yang akan mengurus pengembalian kediaman Klan Zhen dari penguasa kota, dengan stempel resmi Klan Zhen paman Wang Yhu berangkat menuju kantor penguasa kota bersama LoryMei, paman Lung Wei dan Ing Hua juga didampingi oleh 2 orang anggota Klan Zhen yaitu Zhen Naro dan Zhen Nare. Zhen Lamba beserta anggota keluarganya mulai menata ruangan bagian depan lantai gedung itu untuk menjadi sebuah kantor, papan nama kantor berukuran besar bertuliskan 'Perusahaan Ekspedisi Kuda Kilat' telah mereka buat dan dipasang didepan gedung itu terlihat juga mereka mulai membuat kereta-kereta pengangkut barang dan kereta gerbong yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan ekspedisi. Dalam waktu seminggu persiapan mereka untuk kembali memulai ekspedisi Kuda Kilat berjalan dengan lancar, hal itu membuat pesaing-pesaing mereka terkejut dengan hadirnya kembali ekspedisi yang 1 tahun lalu menghilang. Terlebih dengan saingan mereka yang telah membuat mereka menderita selama 1 tahun yaitu Wan Tao pemilik ekspedisi 'Rajawali Sakti' yang kembali mulai membuat rencana untuk menghancurkan perusahaan ekspedisi 'Kuda Kilat' yang baru bangkit itu.
__ADS_1
Hal ini diketahui YoLang berkat penyelidikan yang dilakukan oleh anggota Pasukan Naga, dan dengan segera juga mereka membuat rencana untuk menjebak Wan Tao yang licik dan serakah itu. Dari hasil penyelidikan anggota Pasukan Naga juga telah mengetahui tentang keberadaan 6 sosok yang memiliki aura hitam pekat, mereka adalah kelompok bandit yang berada dibelakang Wan Tao dalam menjalankan aksi-aksi kejahatan mereka. Mereka merampok perjalanan ekpedisi saingan mereka dan bahkan membunuh para pengawal ekspedisi saingan mereka itu. Kelompok bandit itu menamakan diri mereka sebagai 'Penguasa Bertopeng' jumlah anggota mereka hanya 6 orang termasuk pimpinan mereka yaitu Bora Khai yang tingkat kekuatannya berada ditingkat Nirwana Awal sedangkan wakilnya yang juga adalah adik kandungnya Bora Khoi berada ditingkat Kaisar Akhir, sedangkan 4 orang lainnya yang juga adalah saudara-saudara sepupu Bora Khai yang berada ditingkat Kaisar Awal yaitu Bora HuLai dan Bora Hulei kemudian Bora Jing Shu dan Bora Wei Shu yang berada ditingkat Raja Akhir.
Dari informasi yang diberikan oleh 6 orang anggota ekspedisi yang sebelumnya telah pindah perusahaan karena dibohongi oleh Wan Tao, bahwa tingkat kekuatan anggota ekspedisi 'Rajawali Sakti' yang tertinggi adalah Wan Tao sendiri yang berada ditingkat Kaisar Awal kemudian anaknya Wan Bung yang berada ditingkat Raja Akhir serta selebihnya berada ditingkat Surgawi Awal sampai Raja Awal. Setelah seminggu beroperasi perusahaan ekspedisi 'Kuda Kilat' mendapatkan kontrak pengawalan barang ke Kota Gao Guan, dimana disana terdapat pelabuhan kecil yang sering mengangkut barang-barang dagangan dari Daratan Nam Yan menuju pelabuhan besar yang berada di Kota Fang Dong Daratan Dong Yan atau menuju pelabuhan besar di Kota Liu Yang daratan BuYan...
"Ahh... kebetulan tugas pengawalan kita yang pertama ini akan melintasi desa tempat anggota keluarga kita tinggal...! sebaiknya setelah selesai mengawal barang-barang ini kita akan membawa anggota keluarga kita untuk kembali kesini...! bagaimana pendapat kalian...?", tanya Zhen Lamba kepada anggota keluarganya yang lain.
"Kakak benar... saya rasa tuan muda YoLang juga akan membantu kita dalam pengawalan kali ini...! karena tuan muda serta pasukannya telah membuat rencana untuk menjebak para bandit yang selalu membantu Wan Tao dalam melakukan aksi-aksi mereka...!", kata Zhen Lambo adik Zhen Lamba.
"Iya... saya sudah diberitahu oleh tuan muda YoLang... kalian tenang saja...! akan ada beberapa perwira dan anggota pasukan tuan muda yang akan ikut dengan kita...! walau terlihat tingkat kekuatan mereka berada di Surgawi Awal... tapi yang sebenarnya seperti Wang Yhu itu sudah berada ditingkat Holy Tyrant tahap 5... dan anggota pasukan tuan muda tingkat kekuatan mereka yang terendah berada ditingkat Kaisar Puncak...! maka dari itu jaga sikap kalian...! tuan muda YoLang sudah begitu baik terhadap Klan Zhen kita... sudah sewajarnya kita tunjukkan sikap hormat dan tunduk kepadanya...! apa kalian paham...!!", kata Patriak Klan Zhen Lamba menegaskan.
'Baik Patriak...! kami akan melakukannya dengan sungguh-sungguh...!", kata anggota Klan Zhen kompak.
"Bagus... buatlah tuan muda YoLang dan nyonya YoLun serta nyonya Mayang senang... dan itu adalah sebagian tanda terimakasih kita kepada mereka...! dan jangan sampai melukai hati tuan muda dan keluarganya... karena dari penuturan salah satu anggota pasukan... tuan muda paling benci dengan satu kata yaitu... 'Penghianat'...! dan tidak ada ampun bagi siPenghianat...! perhatikan akan hal itu...!!", kata Zhen Lamba menegaskan kepada anggota Klannya.
Setelah mengadakan persiapan dan memantapkan rencana mereka pasukan ekspedisi 'Kuda Kilat' mulai perjalanan mereka mengawal pengiriman barang menuju Kota Pelabuhan Gao Guan di Daratan Nam Yan, dalam pasukan itu terdapat Jendral Lung Wei bersama istrinya Jendral Ing Hua, Jendral Xiao Lai dan 10 orang anggota Pasukan Naga serta 12 orang anggota Klan Zhen dibawah pimpinan Zhen Lamba dan Zhen Nara.
__ADS_1