Titisan Dewa

Titisan Dewa
Kecemasan Para Istri


__ADS_3

Hari masih pagi sekali dan matahari baru saja memancarkan sinarnya dari sebelah timur daratan Bu Yan benua tengah, didalam kamar pribadi mereka YoLang, YoLun dan Mayang sedang berkultivasi menyerap energi spiritual disekitarnya dan tiba-tiba YoLang mendapat pesan suara dari ayah mertua yang mengabarkan bahwa ibu mertuanya Maya akan segera melahirkan. Dengan segera dia membangunkan kedua istrinya dari kultivasi mereka dan menuju kediaman mertuanya itu, setibanya mereka terlihat sudah ada ibunya MaiLang dan bibi Yi Hua istri paman AmPhong serta 2 orang pelayan yang telah lama mengikuti YoLan sejak dari Kota Klentang yaitu bibi Yul dan bibi EnNi. Keempat perempuan dewasa itu membantu persalinan Maya dipagi hari itu dengan menyiapkan semua kebutuhan proses persalinan, diluar kamar semua anggota keluarga inti terlihat sudah berdatangan termasuk YoLun dan Mayang yang terlihat cemas dan ketakutan mendengar jeritan kesakitan dari sang ibu dari dalam kamarnya...


"Suamiku... mengapa ibu berteriak-teriak kesakitan...? apakah ibu MaiLang dan bibi Yi Hua tidak memberikan pertolongan sampai ibu menjerit seperti itu...?", kata Mayang cemas.


"Begitulah kalau perempuan yang akan melahirkan...! pasti akan merasa sakit dan itu sudah takdir seorang perempuan...", Kata YoLang singkat.


"Hmm... kasian ibu...! itu pasti terasa sangat menyakitkan... ahh... aku tidak bisa membantu...!", kata Mayang.


"Tenanglah adik May... sudah ada ibu dan bibi Hua didalam... pasti ibu Maya akan baik-baik saja...!", kata YoLun menenangkan Mayang padahal dari wajahnya dia juga sebenarnya merasakan kecemasan seperti yang dirasakan Mayang.


Kecemasan juga terlihat diwajah LunPing karena mendengar suara jeritan kesakitan sang istri dari dalam kamar pribadi mereka karena trauma dengan pengalamannya dulu ketika istri pertamanya Shin Yu melahirkan anak kedua mereka LunGon ditengah hutan yang sementara dikejar oleh para bandit kemudian meninggal setelah melahirkan bayi mereka, hingga 1 jam kemudian terdengar suara tangisan keras seorang bayi dari dalam kamar itu.


"Ahh... sudah lahir...", kata beberapa perempuan yang berada diluar kamar itu.


Krriieeekkk...


"Selamat saudara LunPing... putramu sudah lahir dalam keadaan sehat dan kuat sama seperti ibunya...", kata MaiLang yang keluar lebih dahulu dari dalam kamar.


"Ahh... terimakasih... terimakasih untuk semuanya... hehehe... apa aku sudah boleh masuk sekarang...?", tanya LunPing.


"Tunggulah beberapa saat lagi... saudari Yi Hua sedang merawat bayi dan ibunya... setelah itu baru boleh ada yang masuk...", kata Mailang menjelaskan.

__ADS_1


"Selamat ayah mertua atas kelahiran adik ipar... hehehe... apakah ayah sudah menyiapkan sebuah nama untuk adik iparku itu...?", tanya YoLang yang mengucapkan selamat kepada ayah mertuanya LunPing.


"Ahh... iya... aku menyiapkan nama kalau yang lahir perempuan...! dan ibu mertuamu yang menyiapkan namanya jika yang lahir laki-laki... nah nama yang disiapkan oleh ibu mertuamu adalah Lun Bao... hehehe... itulah nama adikmu...", kata LunPing yang terlihat senang.


Sementara itu terlihat YoLun dan Mayang telah menerobos masuk kedalam kamar untuk melihat keadaan ibu mereka dan sang adik yang baru lahir, mereka melihat keadaan dalam kamar yang penuh dengan cairan berwarna merah diatas tempat tidur bekas proses persalinan Maya yang membutuhkan waktu hampir 2 jam. Wajah kedua istri YoLang itu dipenuhi kecemasan dan kekhawatiran yang mendalam melihat keadaan dalam kamar tersebut...


"Ibu... apakah ibu baik-baik saja...? kenapa ada banyak darah disini...? aduh ibu kenapa wajah ibu pucat sekali...?", pertanyaan beruntun dari Mayang yang cemas.


"Ahh... ibu gunakan kekuatan ibu untuk menstabilkan aliran darah dalam tubuh ibu...! aku akan membantu...!", kata YoLun yang juga terlihat wajahnya pucat dipenuhi kecemasan kemudian menempelkan kedua telapak tangannya didepan dada sang ibu kemudian membantu menstabilkan aliran darah dalam tubuh Maya.


"Ahh... kalian berdua ini kenapa terlihat begitu cemas...? kondisi seperti ini akan dialami oleh setiap perempuan yang akan melahirkan anaknya... dan memang sudah ditakdirkan seperti ini... jadi kalian berdua tidak usah khawatir... karena dengan tingkat kemampuan dan kekuatan kalian pasti dengan mudah kalian akan melewatinya ketika saat itu tiba... hehehe... lihat itu adik kalian... namanya Lun Bao...", kata Maya kepada putrinya dan putri sambungnya.


"Sudah nanti saja bicaranya...! ibu istirahatlah dulu... ahh... apakah memang sangat menyakitkan...?", kata YoLun yang masih bertanya-tanya dalam hati tentang proses melahirkan seorang bayi yang penuh dengan resiko dan kesakitan.


"Paman... setelah pondasi tuh mereka sudah kuat mulailah fokus dan perdalam teknik kultivasinya manfaatkan inti-inti hewan buas dan hewan siluman yang ada digudang penyimpanan... juga untuk para Pasukan Naga dan Pasukan Putri Naga... dan untuk para perwira dan keluarga inti dalam waktu dekat akan saya berikan 'Inti Batu Jiwa' dan 'Inti Batu Meteor' yang saya temukan di benua timur...", kata YoLang.


"Baik tuan muda... akan kami perhatikan kultivasi mereka...!", kata kedua Jendral itu dengan hormat.


"Bagaimana dengan perkembangan bibi Sun Liang... apakah sudah mulai berlatih degan senjata busurnya...?", tanya YoLang.


"Sudah tuan... 2 hari ini saudari Liang sudah mulai menyesuaikan diri dengan senjata tersebut dan terlihat dia merasa nyaman dan cocok dengan jenis senjata tersebut...", kata paman Wang Yhu memberikan penjelaskan.

__ADS_1


"Ahh... bagus kalau begitu silahkan lanjutkan paman... dan secara bertahap tingkatkan tekniknya seiring dengan peningkatan tingkat kekuatannya...", kata YoLang menambahkan.


"Baik tuan muda... akan saya laksanakan...!", jawab Panglima Pasukan Naga itu.


"Paman Lung Wei... nanti aku tugaskan untuk secara berkala mendatangi tempat saudara-saudara kita di benua ini... lihat apa mereka mengalami kendala dalam bisnis maupun latihan mereka dan membutuhkan bantuan kita... ajaklah beberapa perwira lainnya yang tidak mempunyai kesibukan banyak...", kata YoLang kepada wakil Panglima Pasukan Naga itu.


"Baik tuan muda... saya akan segera menjalankan perintah...! dan mungkin istri saya juga akan ikut serta...", kata Jendarl Lung Wei.


"Bagus... silahkan dilanjutkan latihannya... saya kembali dulu...", kata YoLang kemudian berlalu dan kembali kegedung induk dimana kamar pribadinya berada.


Dalam perjalanannya menuju kegedung induk YoLang merasakan keberadaan kedua istrinya yang masih berada dikediaman pribadi kedua mertuanya, dan kemudian mengirim pesan kepada mereka bahwa dia akan melakukan sesuatu pekerjaan didalam dunia jiwa. Setelah itu YoLang masuk dan menuju keIstana Naga Emas yang hanya dijaga oleh 4 orang pelayan yang dibawanya dari kota Klentang serta 4 ekor Rajawali Dua Alam, Jula siHitam, Jul siPutih serta kedua nak mereka yang saat ini sudah tumbuh menjadi Rajawali muda yang mulai dapat ditunggangngi karena tingkat kekuatan mereka sudah berada diPuncak Ranah Alam Kultivator...


"Jula... Juli... bagaimana keadaan kalian didalam sini... apakah tidak ada keinginan kalian untuk tinggal diluar...?", tanya YoLang.


Khaakk... khaakk... khaakk... ("Kami berdua sudah merasa nyaman disini tuan... saya mengusulkan lebih baik tuan bawa Zhu dan Zhi dan berikan mereka tuan yang baru... saya merasa Zhi cocok dengan tuan putri LoryMei dan Zhu condong lebih dekat dengan nyonya Mayang...", kata Jula dalam suara burung tapi dapat dimengerti dengan jelas oleh YoLang sebagai tuannya)


"Baiklah kalau begitu... dan sebelum itu aku akan menambahkan tingkat kekuatan kalian berempat agar segera naik ke Ranah berikutnya... karena aku merasa tidak akan lama lagi kita akan segera naik ke Alam Dewa... karena tugas-tugas penting di Alam Kultivator ini telah selesai... tinggal beberapa hal yang dapat diurus oleh anggota keluarga kita yang berasal dari Alam Tinggi ini...", kata YoLang memberikan penjelasan.


Khaakk... khaakk... khaakk... ("Bagaimana dengan Ras Hewan Surgawi penghuni baru dunia jiwa ini...! apakah mereka juga akan ikut serta ke Alam Dewa...? tuan juga bisa memanfaatkan mereka sebagai tunggangan nantinya karena saat tingkat kekuatan mereka telah menerobos ke Ranah Alam Dewa maka tubuh mereka akan ditumbuhi sayap yang dapat digunakan untuk terbang... dan saya melihat ada puluhan diantara mereka yang sudah berada ditingkat Puncak Ranah Alam Kultivator ini...", kata Jula menjelaskan)


"Iya... saya juga memperhatikan hal itu...! saya akan melakukannya tapi terlebih dahulu saya akan melakukannya terhadap kalian berempat...! nanti kau sampaikan kepada pemimpin mereka agar bersiap...", kata YoLang memberikan arahannya.

__ADS_1


Khaakk... khaakk... khaakk... ("Baik tuan... kami akan menunggu waktu itu...", kata Jula)


__ADS_2