
Didalam dunia jiwa YoLang melewati waktu luangnya dengan membuat berbagai jenis senjata dan Pil untuk anggota keluarga yang baru, dan menempatkan senjata dan Pil tersebut didalam Istana Naga Emas. Dia juga menyempatkan diri untuk mengunjungi desa YaoYo untuk melihat perkembangan desa dan penduduknya serta memberikan beberapa pengetahuan dan keahlian baru serta sekedar mengunjungi saudaranya Anbin bersama kedua orangtuanya yang menjaga Wisma Pendiri Desa miliknya didesa itu. YoLang juga tidak lupa mengawasi gerakan Pangeran Pertama didaratan Selatan, dan dengan kemampuannya sudah beberapa kali dia berteleportasi kekota Wui dan kota Polak untuk melihat keadaan disana, yang ternyata setelah kelompok bandit yang membantu Pangeran tersebut dilumpuhkan oleh YoLang membuat niat sang Pangeran surut karena sudah tidak ada yang mau membantunya, hanya tertinggal sang ibu yang juga sebagai Selir Raja dan sang Perdana Menteri yang terlihat sangat berniat untuk berkuasa. Tapi YoLang masih yakin bahwa pihak Pasukan Kerajaan dibawah kepemimpinan menteri Pertahanan dan Panglima Pasukan Kerajaan dibantu oleh 2 Jenderal yang menjaga Benteng Pertahanan bisa meredam niat sang Pangeran yang dijadikan boneka oleh Perdana Menteri dan ibunya sang Selir Raja.
3 bulan telah berlalu, semua anggota keluarga Mei dan keluarga Lun yang baru bergabung telah mulai bermeditasi untuk meningkatkan kekuatan mereka, anggota keluarga Mei sudah menetap dipaviliun kedua buyutnya Surapong dan LinMei dan berlatih disana sambil melakukan usaha dagang. Sedangkan anggota keluarga Lun termasuk sang ayah mertua sudah menetapkan hati untuk terus mengikuti YoLang dan PingYu/YoLun dan tinggal didalam dunia jiwa, dengan dibantu kedua orangtuanya dan ibu Maya anggota keluarga Lun mendapat latihan penguatan tubuh dan jiwa didalam dunia jiwa, sedangkan untuk latihan beladiri dibimbing oleh LoryMei, Mayang dan YoLun/PingYu. Setelah merasa tidak ada hal yang mendesak untuk dia lakukan di daratan tengah ini, maka YoLang mulai menyusun rencana untuk melanjutkan petualangannya ke benua lain dengan mulai mencari informasi,...
"Ayah mertua...! apakah ayah mengetahui tentang benua besar...?", tanya YoLang.
"Ya nak... leluhur kami berasal dari sana... dan 15 tahun lalu kedua orangtuaku juga kembali kesana dan juga kecurigaan kami tentang keluarga paman LunWei dan paman LunDa yang melarikan diri ke benua besar untuk menghindari kejaran anggota 'Assosiasi Matahari Merah' waktu itu...!", kata LunPing.
"Berapa lama perjalanan kesana...? dan apakah ada kapal setiap waktu untuk digunakan kesana...?", tanyanya kembali.
"Seingatku perjalan kami kesini memakan waktu berbulan-bulan...! dan beberapa tempat yang harus disinggahi untuk menambah perbekalan dalam perjalanan... selain menumpang kapal dagang juga bisa dengan kapal sewaan...? coba kau ajak LunGon karena dia banyak mengetahui seluk-beluk pelabuhan kota Arung...!", kata sang mertua.
"Ohh... begitu...? baiklah aku akan mengajak adik Gon untuk mencari informasi dipelabuhan kota Arung...!", kata YoLang kemudian mencari LunGon untuk diajaknya kembali kekota Arung untuk mencari informasi.
Setelah memberitahu kepada sang istri, YoLang kembali berteleportasi kekota Arung dan mengeluarkan LunGon dari dunia jiwa...
"Kakak Yo... nanti aku kenalkan dengan beberapa juragan pemilik kapal, biar kita menyewa kapal dari mereka sekalian dengan awak kapalnya...!", kata LunGon saat mereka memasuki area pelabuhan dikota Arung.
__ADS_1
"Hmm... bagus... ayo antarkan aku menemui mereka...!", kata YoLang.
Berdua mereka menuju sebuah gedung yang besar karena terlihat selain merupakan tempat kediaman juga digunakan sebagai kantor dari perusahaan pelayaran. Mereka memasuki gedung itu tanpa hambatan karena LunGon sudah dikenal oleh hampir semua pengusaha pelayaran dan orang-orang yang bekerja dipelabuhan kota Arung.
"Heii.. saudara Gon angin apa yang membawamu kemari...? aku mendengar kamu sudah mengikuti saudarimu kedaratan tengah...?", kata sesorang yang mengenali sang adik ipar LunGon.
"Ahh.. saudara AngBei... aku ada keperluan dengan ayahmu...! dan benar aku sekarang tinggal bersama kakakku didaratan tengah...! ini...! kenalkan kakak iparku YoLang...! dan enmm... bagaimana kabar adikmu AngNie...?", kata LunGon.
"Ohh... salam saudara YoLang... kenalkan aku teman baik saudara Gon... hehehe... adikku selalu menanyakanmu saudara Gon...! sepertinya dia kehilangan kamu selama beberapa bulan ini...! ayo... aku antarkan bertemu ayahku...!", ajak AngBei.
"Ayah... ada saudara Gon bersama kakak iparnya ingin bertemu...!", kata AngBei.
"Ya... benar paman AngLee...! aku datang kesini bersama kakak iparku ini... YoLang... dia yang ada perlu dengan paman... silahkan kakak bicarakan langsung dengan paman AngLee... aku mau pergi dulu dengan saudara AngBei...!", kata LunGon kemudian pergi bersama AngBei keluar dari ruangan.
"Bagaimana nak Yo...? apa yang bisa saya bantu...? silahkan saja tidak usah sungkan...!", tanya AngLee.
"Maaf sebelumnya paman... jika kedatangan kami sudah membuat paman sibuk... begini paman... saya mau menanyakan tentang kapal yang sering berlayar keBenua Besar...?", tanya YoLang membuka pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Ohh... Benua Besar...? enmm... sebenarnya belum ada kapal-kapal dari Benua Pulau Hijau kita ini yang bisa berlayar kesana...! karena jaraknya yang sangat jauh dan resiko dilaut yang banyak perompak atau bajak laut yang kebanyakan berasal dari benua besar... dan yang datang kesini itu adalah kapal-kapal yang berasal dari sana... membawa barang dagangan dan para petualang kesini... kemudian kembali lagi kesana atau kebenua lain untuk membawa barang dagangan yang mereka angkut dari sini... sedangkan kapal-kapal kita hanya bisa berlayar sampai ke'Benua Pulau Merah'...!", kata paman AngLee menjelaskan sebisanya.
"Hmm... begitu ya...? apa paman punya peta tentang benua-benua yang ada disekitar benua kita ini...?", tanya YoLang antusias.
"Sebentar aku ambilkan...!", kata paman AngLee sambil menuju kesebuah rak buku dan mengambil gulungan kertas yang agak besar dan kembali ketempat dimana YoLang berada dan membuka gulungan kertas tersebut diatas meja.
"Nah ini dia... jadi ini benua kita...! dan sebelah timur Ini adalah 'Benua Pulau Hitam'... jaraknya cukup jauh dengan menggunakan kapal besar membutuhkan waktu sampai 5 bulan untuk mencapai benua itu dan sebelah barat ini ada 'Benua Pulau Merah' memerlukan waktu 2 bulan untuk samai kesitu... terus ini 'Benua Pulau Biru'... kemudian sebuah daratan yang tidak terlalu besar yang dinamakan 'Daratan Seribu Suku'... kemudian kearah barat laut dimana terdapat lautan yang besar yang mereka namakan 'Samudera'... dimana terdapat banyak bajak laut atau perompak serta sering terjadi badai yang besar yang dapat menenggelamkan sebuah kapal yang besar... dan melewati samudera ini membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun untuk mencapai 'Benua Besar'... dan setelah berada dipesisir benua besar akan melewati 4 pelabuhan besar untuk mencapai Pusat Pelabuhan Benua Besar... informasi yang pernah saya dengar dari seorang kapten kapal dari benua besar... bahwa dia membutuhkan waktu selama 2 tahun untuk sampai kesini dengan kapal besarnya...!", kata paman AngLee menjelaskan gambar didalam peta itu.
"Hmm... memang sangat jauh untuk sampai kesana...! ennmm... apakah paman mempunyai salinan peta ini...?",
"Ahh tidak ada lagi nak...! tapi aku mendapatkannya di perpustakaan kota... mungkin disana masih ada salinannya juga ada tersedia buku-buku mengenai benua-benua yang tadi saya sebutkan...!",kata paman AngLee.
"Ohh begitu...! baiklah aku akan kesana nantinya... satu lagi paman...! apakah paman bisa memberikan informasi... dimana saya bisa menyewa kapal atau membelinya...?", kata YoLang sambil menampilkan wajah serius.
"Hmm... apakah kamu serius nak...?",
"benar paman... saya serius...! karena saya berencana akan keBenua Besar... dan disana tempat leluhur keluarga saya berasal...!", kata YoLang.
__ADS_1
"Saya baru saja membeli sebuah kapal besar untuk digunakan membawa barang-barang dagangan ke benua Pulau Hitam... kapal ini dibuat oleh orang-orang dari benua Pulau Merah yang terkenal dengan sebutan 'Pengarung Samudera'... sekarang kapal itu sedang melaut disekitar laut Arung ini untuk melakukan tahap ujicoba pelayaran dan akan kembali dalam 2 sampai 3 hari ini... kalau nak YoLang berminat saya akan menyewakan kapal tersebut kepada nak YoLang... persoalan biaya sewa nanti setelah nak YoLang melihat kapal tersebut... bagaimana...? tanya paman AngLee memberikan harapan.
"Ahh... baiklah paman saya setuju...! kita akan membicarakan hal ini lebih lanjut 2 hari kedepan... kalau begitu saya pamit dulu mau keperpustakaan...!", kata YoLang kemudian pamit.