
Bola suara telah disiapkan YoLang untuk dibawa oleh kelompok pertama yang dipimpin oleh paman Lung Wei menuju Kota LiuYang yang adalah sebuah Kota Pelabuhan besar yang berada di Daratan BuYan, sementara itu kelompok kedua yang dipimpin oleh paman Wang Yhu menuju Daratan Fang Yan diKota Pelabuhan Fang Dong yang juga merupakan sebuah pelabuhan besar. Dengan menunggang Jula siHitam paman Lung Wei dibawa melesat dengan cepat dikegelapan langit Kota Losian menuju Kota Pelabuhan LiuYang di Daratan BuYan demikian juga dengan Juli siPutih membawa paman Wang Yhu diatas punggungnya melesat diatas langit menuju Kota Pelabuhan Fang Dong di Daratan FangYan bagian sebelah timur Benua Tengah, sebelum keberangkatan kedua Rajawali Dua Alam tersebut YoLang telah memerintahkan keduanya untuk menandai lokasi-lokasi strategis yang jauh dari pemukiman penduduk disetiap kota yang mereka lalui.
Digedung toko paman Xong Te bersama 2 orang anggota pasukan Naga telah bersiaga disebuah ruangan dan didalamnya sudah diletakkan 2 buah 'Bola Suara' berwarna merah diatas sebuah kotak kayu berlapiskan kulit hewan buas yang lembut, mereka telah diajarkan YoLang tentang cara mengoperasikan 'Bola Suara' itu kemudian mencatat semua suara yang mereka dengar dari setiap bola. YoLang juga telah memasang 2 buah gerbang teleportasi yang pasangannya dibawa oleh paman Wang Yhu dan paman Lung Wei, dan dengan dipasangnya gerbang teleportasi tersebut terlihat sudah ada 10 orang anggota pasukan naga yang berjaga disekitar tempat gerbang itu berada.
Sementara itu YoLang yang sedang berada didalam kamar pribadi bersama kedua istrinya mengatakan,...
"Istriku... nanti bantu aku menyiapkan barang-barang yang akan dikirimkan ketempat tujuan paman Wang Yhu dan paman Lung Wei... utus saja anggota pasukan naga yang akan membawanya lewat gerbang teleportasi yang sudah aku buat... jika gerbangnya sudah berwarna hijau itu artinya pasangan gerbangnya sudah aktif dan gerbang tersebut sudah dapat digunakan... gerbang no.1 menuju tempat paman Wang Yhu di Kota Fang Dong Daratan Fang Yan... sedangkan yang no.2 menuju tempatnya paman Lung Wei di Kota Liu Yang Daratan BuYan...", kata YoLang menjelaskan.
"Baikah suamiku...! kami akan ketoko dan menyiapkan barang-barang tersebut...!", kata kedua istrinya bersamaan kemudian keluar dan menuju lantai 1 tempat gudang persediaan berada.
Tiba-tiba YoLang mendapat bisikan suara dari langit yang memberi peringatan kepadanya agar bersiap untuk ditarik...
Whhuuuzzz...
Seketika YoLang merasakan sebuah kekuatan besar menariknya kedalam ruang hampa yang kosong dan hanya terlihat gelap, dia kemudian berkonsentrasi dan fokus dengan kesadaran spiritualnya sambil melindungi dirinya dengan teknik pelindung diri dan penyamaran aura keberadaanya. 5 menit kemudian dia melihat sebuah cahaya didepannya yang semakin lama semakin membesar, kemudian...
Bruuukkkhhh...
Aduuhhh...
YoLang terlempar kesebuah ruangan berukuran sedang dan jatuh terduduk diatas lantai dan dalam keadaan pusing, kemudian samar-samar dia melihat didalam ruangan tersebut terdapat sebuah meja kayu berbentuk bundar dan dikelilingi oleh 7 buah kursi tahta serta terdapat sebuah Mahkota Dewa diatas setiap masing-masing sandaran kursinya. 6 buah kursi tahta telah diduduki oleh 5 sosok yang dia kenali sebagai 5 Dewa yang menjadi Guru-Gurunya kemudian dikursi keenam yang adalah kursi tahta terbesar dan termegah yang pernah dilihat YoLang, karena kursinya memancarkan cahaya putih keemasan dan terlihat sosok seorang tua berjanggut putih panjang sampai didada dan memakai topi caping yang terbuat dari kain sutera sedang duduk diatas kursi tersebut. Didalam ruangan mewah yang dipenuhi dengan berbagai senjata Tingkat Surgawi itu dia melihat sebuah tulisan 'Ruang Pertemuan Surgawi' Kemudian dia segera bangkit dan berlutut dihadapan keenam sosok dihadapannya itu sambil memberi hormat...
__ADS_1
"Murid memberi hormat kepada Guru-Guru Yang Mulia...", katanya sambil berlutut.
"Berdirilah muridku...! dan berilah hormatmu kepada 'Yang Mulia Kaisar Dewa'...!", kata Dewa Cahaya guru pertamanya.
"Murid memberi hormat kepada Yang Mulia Dewa Guru...!", kata YoLang berlutut dihadapan Kaisar Dewa yang adalah entitas tertinggi di Alam Semesta dan menjadi pemimpin 'Kelompok Dewa PanJelSoLaSi' dan juga sudah menjadi Guru keenam YoLang saat mengunjunginya didalam dunia jiwa kemudian memberi Pembaptisan Petir terhadap 3 buah Senjata Ilahi ciptaanya dan Pembaptisan Petir untuk tingkat Kekuatannya yang saat itu telah menerobos puncak kekuatan Ranah Alam Kultivator dan Ranah Alam Dewa.
"Bangkitlah muridku...! dan tempati kursimu yang sudah kusiapkan...!", kata sang Kaisar Dewa.
"Terimakasih Yang Mulia Dewa Guru...! dan terimakasih juga kepada para Guru Yang Mulia...!", kata YoLang hormat dan menuju sebuah kursi yang masih kosong.
"Nah... sekarang kalian sudah lengkap menempati kursi masing-masing...! baik...! kita akan mulai pertemuan ini diawali dengan mendengarkan evaluasi dari 'siBocah Tampan' tentang perkembangan hasil pengajaran dan pelatihan kalian berlima terhadap 'siBocah Berandal' ini...", kata 'Kaisar Dewa' yang memiliki julukan 'siBocah Tua'.
"Terimakasih Yang Mulia...! selama kurang lebih 14 tahun ini 'Sang Terpilih' telah melewati masa pendewasaannya dengan hasil... Sempurna... tingkat kekuatan melebihi ekspetasi kami sebagai guru-gurunya dan bisa dikatakan... Lebih Dari Sempurna... kemudian pengendalian emosi dan kejiwaan... Sangat Sempurna... selanjutnya ada beberapa yang akan disampaikan oleh Guru-Gurunya yang lain...! silahkan Bocah Jelek...!", kata 'Dewa Cahaya' yang mempunyai julukan 'siBocah Tampan'.
"Terimkasih Bocah Jelek... saya juga sama Yang Mulia... saya akan mempertanggungjawabkan hasil evaluasi yang disampaikan siBocah Tampan dan juga saya mengusulkan kepada Yang Mulia kiranya berkenan untuk memberikan Gelar 'Master Penempa Ilahi' kepada 'Sang Terpilih' karena prestasinya yang telah berhasil membuat 2 buah Senjata Tingkat Ilahi dalam sehari... dan hal itu terjadi didepan mata saya sebagai saksinya... dan selanjutnya saya persilahkan Bocah Gila jika ada penyampaian...!", kata 'Dewa Naga' dengan julukan 'siBocah Sombong'.
"Terimakasih Bocah Sombong...! dari saya tidak banyak Yang Mulia... hanya akan menguatkan penyampaian hasil evaluasi terhadap murid kami 'Sang Terpilih' bahwa banyak hal yang berada diluar nalar kami guru-gurunya atas hasil yang diperihatkan baik dalam latihan maupun dalam berinteraksi dengan makhluk lain... baik dengan Ras Manusia maupun Ras Hewan... sebagai contoh telah menolong perkembangan populasi Yeti digunung biru yang saat ini jumlahnya telah berkembang dari 2 menjadi 14 Yeti yang hidup dikawasan gunung biru...dan selanjutnya saya persilahkan Bocah Suci untuk menambahkan...!", kata 'Dewa Perang' yang mendapat julukan 'siBocah Gila'.
"Terimakasih Bocah Gila dan semua saudara-saudara anggota 'Kelompok PanJelSoLaSi'... Yang Mulia...! dari saya pribadi ada beberapa catatan penting yang akan saya tambahkan... pertama 'Sang Terpilih' sudah berhasil menggabungkan teknik-teknik Tingkat Surgawi yang kami ajarkan... menjadi sebuah teknik 'Tingkat Ilahi' ciptaannya sendiri... 'Sang Terpilih' juga membuat teknik-teknik sederhana yang dapat dikuasai dengan mudah dan cepat oleh semua anggota keluarga naga emasnya... membuat berbagai alat-alat sebagai sarana peningkatan kualitas hidup Ras Manusia juga saya meyakini akan berguna untuk Ras lainnya... dan terakhir 'Sang Terpilih' telah membuat Alam Fana telah menjadi sebuah tempat yang nyaman bagi Ras Hewan dan Ras Manusia untuk hidup berdampingan... karena telah terjadi Keseimbangan yang kokoh di Alam Fana itu...!", kata 'Dewa Pengetahuan' dengan julukannya 'siBocah Suci'.
"Baik... Bocah Berandal... buka segel yang telah kuberikan...!", kata 'Kaisar Dewa'.
__ADS_1
Whhuuzzz... whhuuzzz...
Seketika tubuh YoLang bergetar dan mengeluarkan cahaya sehingga ke-5 Gurunya dapat melihat tingkat kekuatan dan semua isi pikiran serta 'Gelar Langit' yang dimiliki YoLang saat ini...
"Ahh... muridku... sungguh aku tidak percaya bila tidak melihatnya sendiri...!", kata 'Dewa Cahaya siBocah Tampan'.
"Muridku... 2 Ranah Tingkat Kekuatan lagi kamu sudah menyamai Tingkat Kekuatan kami para Gurumu...! sesuatu yang belum pernah terjadi di Alam Semesta selama puluhan juta tahun ini...!", kata 'Dewa Obat siBocah Jelek'.
"Terimakasih Yang Mulia...! karena sudah memberikan Gelar Tertinggi di Alam Semesta untuk 'Sang Terpilih'...", kata 'Dewa Naga siBocah Sombong'.
"Hahaha... segala kuasa ada ditangan 'Yang Mulia siBocah Tua' saya berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama... jumlah anggota kelompok kita akan bertambah...", kata 'Dewa Perang siBocah Gila'.
"Benar... para pemilik sistim aliran hitam telah menunjukkan kekuatan mereka di Alam Dewa... muridku segera selesaikan tugasmu di Alam Kultivator... karena kami tidak bisa turun ke Alam itu... kami hanya bisa mengawasi Alam Dewa itu dari tempat ini...", kata 'Dewa Pengetahuan siBocah Suci'.
"Kalian para Bocah PanJelSoLaSi tenanglah...! situasi di Alam Dewa masih dalam keadaan baik-baik saja... karena disana ada yang menjaganya... dan dia berada 'diSamping Bulan'... hehehe... dan kamu Bocah Berandal... dengan tingkat kekuatanmu saat ini... butuh waktu berapa lama lagi untuk menuntaskan Keseimbangan di Alam Kultivator...!", tanya 'Kaisar Dewa sBocah Tua'.
"Yang Mulia Dewa Guru... beri saya kesempatan 3 tahun lagi... untuk melaksanakan tugas langit di Ketiga Benua Alam Kultivator itu...!", Kata 'YoLang siBocah Berandal'.
"Baik muridku... lakukanlah...! setelah 3 tahun kemudian kamu akan kembali ke 'Ruang Pertemuan Surgawi' ini... namun sebelum kamu kembali pergilah keruangan Pembaptisan... dan terimalah Kesengsaraan Petir Surgawi dan Petir Ashura sebagai pengukuhan Tingkat Kekuatanmu saat ini... tandai ruangan Pembaptisan itu agar kamu bisa kembali keruangan itu dan membawa para pendampingmu untuk menerima Pembaptisan Petir... dan hanya untuk ruangan itu... tidak dengan tempat yang lain di Alam Surgawi ini karena belum saatnya... kemudian kalian para bocah temani siBocah Berandal ini...dan lengkapi yang masih harus kalian berikan kepadanya... saya harus segera pergi karena mendapat panggilan dari 'Alam Semesta Maha Tinggi'...!", kata sang 'Kaisar Dewa siBocah Tua' kemudian menghilang.
Whhhuuuuuzzzzz.....
__ADS_1
Kepergian Kaisar Dewa dari ruangan pertemuan Surgawi itu menyisakan YoLang bersama kelima Guru-Gurunya, dan dimulailah kehebohan yang sejak tadi telah ditahan-tahan oleh Kelompok Dewa PanJelSoLaSi karena banyak rahasia yang tidak mereka ketahui tentang hubungan sang murid dengan sang Kaisar Dewa junjungan Kelompok Dewa tersebut.