Titisan Dewa

Titisan Dewa
Gerbang Teleportasi


__ADS_3

Kapal Naga Laut telah bersandar di pelabuhan kota Choi, dan LunGon sebagai kapten ditemani sang istri AngNie turun dan melapor kepada penguasa pelabuhan atas kedatangan kapal mereka dan juga melaporkan lamanya mereka akan berlabuh serta tujuan kedatangan kapal tersebut di pelabuhan Choi dan tujuan pelayaran kapal selanjutnya. Setelah membayar pajak berlabuh dan mendapatkan izin berlabuh selama 1 minggu sang kapten bersama istrinya menyempatkan diri untuk berjalan-jalan melihat keramaian kota Choi, tak lupa mereka berbelanja barang-barang yang disukai atau menarik perhatian mereka.


Ditempat lain semua anggota keluarga yang telah ditugaskan YoLang mulai bergerilya didalam kota Choi, mereka mencari barang-barang yang menurut perkiraan mereka akan laku dijual dengan harga yang lebih tinggi ditempat lain. Selain itu tak lupa mereka juga mencari berbagai informasi yang mereka tanyakan secara langsung atau dari mendengar pembicaraan orang-orang yang mereka temui, dan ditempat lain YoLang telah berada di perpustakaan kota Choi untuk membeli buku-buku yang diperlukannya. Buku yang dia cari adalah antara lain buku informasi tentang benua biru secara detail dan menyeluruh, juga tentang sistim pemerintahan yang berada di Benua Pulau Biru ini serta buku-buku yang berkaitan dengan perkapalan, meriam untuk kapal dan lokasi-lokasi pertambangan bahan logam.


YoLang juga berencana akan berkeliling ke seluruh daratan benua pulau biru ini dengan menunggang Jula siHitam saat malam hari, hal ini dia lakukan untuk menandai tempat-tempat strategis dan mudah diingatnya agar jika sewaktu-waktu dia akan dengan mudah dan cepat ber-teleportasi ketempat mana saja di seluruh benua pulau hijau ini. YoLang sudah mendapatkan beberapa buku yang antara lain buku tentang sistim pemerintahan di benua pulau biru serta silsilah Kekaisaran dan semua Kerajaan bawahannya, dan yang membuat YoLang tertarik adalah sebuah buku pengetahuan tentang pembuatan berbagai jenis meriam serta peluru-pelurunya dan juga sebuah peta besar yang memperlihatkan letak kota-kota dan kondisi geografis benua pulau hijau.


Selain buku pengetahuan tentang meriam dan pelurunya YoLang juga tertarik dengan keberadaan daratan barat yang mayoritas penduduknya adalah para pendatang dari benua besar kemudian mendirikan kerajaan Shu, dan didalam pikirannya dia harus melihat dan memeriksa daerah itu karena dia yakin akan mendapatkan banyak informasi penting yang dia butuhkan dalam petualangannya di benua besar nantinya dan berharap mendapatkan informasi tentang keberadaan assosiasi matahari merah. Dengan segera dia kembali ke kapal Naga Laut untuk berkonsultasi dengan paman AmPhong yang mempunyai banyak pengalaman selain itu juga dia akan membaca informasi lainnya yang berada didalam buku-buku yang baru dibelinya dari perpustakaan kota Choi.


Sesampainya di pelabuhan dimana kapal Naga Laut sedang berlabuh, dia merasa heran melihat banyaknya orang yang berkumpul disekitar kapal sambil melihat-lihat kapalnya. Kemudian dia mendekat dan mulai mendengar percakapan orang-orang tersebut,...


"Wah... kapal yang sangat kuat...! pasti tidak ada satupun perompak yang bisa menghancurkan kapal besi ini...!", kata seseorang.


"Saudara apakah kamu mengetahui siapa pemilik kapal ini...?", tanya yang lain.


"Aku tidak mengetahuinya saudaraku...! aku baru melihat kapal ini dan namanya terasa asing... sepertinya kapal Naga Laut ini adalah kapal baru...!", kata seorang pria gemuk yang terlihat sebagai seorang pedagang.


"Baru sekarang aku melihat kapal layar terbuat dari bahan besi...! sungguh pembuatnya seorang ahli kapal terkenal...! apakah kapal ini berasal dar benua besar...?",

__ADS_1


"Tidak... menurut informasi dari penguasa pelabuhan mereka datang dari benua pulau merah... dan pemiliknya berasal dari benua pulau hijau...!", kata seseorang.


"Ahh... tidak mungkin orang-orang dari benua bagian timur sudah bisa membuat kapal sekuat ini...!", kata seseorang yang lain.


"Ya... siapa tau mereka orang-orang yang berasal dari benua besar kemudian sudah tinggal di sana...? seperti para penguasa di daratan barat... kalian pasti mengenal orang-orang Kerajaan Shu...! yang sudah 100 tahun lebih berada disini... padahal nenek moyang mereka berasal dari benua besar...!", kata seseorang.


"Kamu benar saudaraku...! hanya saja aku tertarik dengan kapal besi ini... berapa biaya pembuatannya untuk 1 buah... berapa banyak bahan besi baja yang dibutuhkan untuk membuatnya...?", kata yang lain.


"Hahaha... mana aku tau... itu anak buah kapal yang sudah saya coba tanyakan...! dia juga tidak mengetahuinya... mungkin harus mencari informasi pada perwira-perwira kapal Naga Laut ini...!", kata seseorang.


YoLang yang melihat dan mendengar perbincangan orang-orang yang berkerumun di dermaga dimana kapal Naga Laut bersandar hanya tersenyum sambil memikirkan sebuah peluang bisnis untuk keluarga Am' di Kota Sompoi benua pulau merah. Dan juga setelah melihat ketertarikan para penduduk berbagai kalangan di kota Choi terhadap kehadiran kapal Besi Naga Laut, membuat YoLang merasa khawatir dengan maksud-maksud jahat yang sempat dia rasakan dengan adanya aura ingin menguasai dari beberapa orang yang berkerumun di dermaga itu.


Saat malam tiba semua anggota keluarganya telah kembali dengan selamat keatas kapal Naga Laut, ada beberapa jenis barang yang mereka bawa dengan jumlah yang banyak sekaligus membawa sebuah informasi bisnis yang bagus. Karena banyak orang dikota Choi dan beberapa kota besar di daratan utara ini termasuk kota kerajaan Chai sangat memerlukan pakaian hangat yang terbuat dari kulit hewan atau bulu-bulu hewan buas seperti banyak yang terdapat di daratan utara benua pulau hijau, karena kondisi benua pulau biru ini yang sudah banyak penduduk di semua daratannya sehingga populasi hewan buas sudah sangat berkurang karena hutan-hutan tempat para hewan buas telah berubah menjadi desa dan kota tempat tinggal para penduduk. Juga dengan kebutuhan kuda tunggangan yang sangat mahal di benua pulau biru ini, karena kuda-kuda tunggangan yang diperlukan oleh pasukan di kekaisaran dan kerajaan-kerajaan dibawahnya harus menunggu dari benua lain.


Mendengar berita dari anggota keluarga yang bertugas menjalankan bisnis didalam kota Choi, membuat YoLang kembali berpikir dengan keras untuk menangkap peluang bisnis tersebut. Dari yang dia tangkap ada tiga bisnis besar yang bisa dia lakukan pertama adalah pembuatan kapal besi yang akan menjadi ladang bisnis keluarga Am' di benua pulau merah, dan yang kedua adalah kuda tunggangan bagi kekaisaran dan kerajaan-kerajaan dibawahnya yang berjumlah 4 kerajaan yang akan menjadi ladang bisnis keluarganya di kota Klentang serta yang ketiga adalah bisnis pakaian hangat dari bulu hewan buas atau bahan-bahannya yang banyak terdapat di daratan utara benua pulau hijau tempat dimana desanya YaoYo berada.


YoLang mulai melihat-lihat keadaan kapalnya mulai dari lantai atas sampai di bagian bawah kapal tempat ruangan para pendayung dan beberapa kamar gudang barang dan melihat sudah tidak tersedia ruangan kosong, dia kembali kelantai atas dan menuju kebagian belakang atau bagian buritan kapal tempat latihan para anggota keluarganya dan terdapat 2 buah menara meditasi berlantai 2 yang terlihat cukup memakan tempat. YoLang mulai berpikir dan merencanakan untuk memindahkan menara meditasi tersebut karena ruang bekas menara meditasi tersebut akan dia gunakan untuk hal lain, dan dia akan memindahkan menara meditasi disekitar deretan kamar anggota keluarganya dengan membongkar 2 buah kamar menjadi tempat menara meditasi tersebut.

__ADS_1


Kemudian dia kembali ke-buritan kapal dan mulai membuat sebuah gerbang teleportasi antar benua, sebagai master array/formasi tingkat Ilahi YoLang sudah bisa membuat gerbang teleportasi antar alam maka untuk gerbang teleportasi antar benua merupakan hal yang mudah untuk dibuatnya. Hanya saja dia memikirkan hal-hal keamanannya, untuk itu dia akan menunjuk beberapa orang yang bertugas selama 24 jam penuh untuk menjaga dan mengawasi gerbang teleportasi tersebut. Selain itu YoLang juga membuat array/formasi pelindung dan pendeteksi niat jahat disekitar gerbang teleportasi tersebut. Untuk mengoperasikan gerbang teleportasi antar benua, harus dibangun dua buah atau sepasang gerbang teleportasi dan juga pengoperasiannya harus menggunakan batu kristal roh yang hanya terdapat di alam tinggi/kultivator atau alam diatasnya.


YoLang telah berhasil membuat gerbang teleportasi di bagian buritan kapal Naga Laut, kemudian memanggil kedua orangtuanya untuk mengawasi gerbang yang sudah dia bangun itu sementara dia akan berteleportasi ke kota Klentang tepatnya di gedung walikota dimana kakeknya Putong sebagai walikota tinggal...


"Ayah... ibu... aku akan berteleportasi ke kota Klentang... tolong jaga dan awasi gerbang portal itu... aku sudah membuat array/formasi tapi sebaiknya ada yang mengawasi...!", kata YoLang kepada PiYo dan MaiLang.


"Hmm... baik kami akan menjaganya... kamu pergilah dan cepat selesaikan gerbang-gerbang itu... biar kami juga bisa kembali kapan saja kekota Klentang nantinya...!", kata PiYo.


"Baik ayah...Ibu... aku pergi dulu...!", kata YoLang dan mulai memusatkan pikirannya mengingat lokasi gedung walikota kota Klentang tempat kediaman kakeknya Putong dan,...


Whhuuuzzz...


YoLang telah berpindah ke benua pulau hijau tepatnya di Kota Klentang daratan tengah dikediaman kakeknya Putong, dan segera dia menemui kakek dan neneknya didalam kediaman walikota tersebut. Dan setelah menjelaskan maksudnya YoLang mendapat ijin dari sang kakek dengan mendapat sebuah tempat disamping gedung walikota, Sang kakek juga menjamin akan menempatkan anggota keluarga mereka yang terpercaya untuk menjaga dan mengawasi lokasi gerbang portal tersebut. YoLang membuat 3 buah gerbang yang masing-masing menuju kapal Naga Laut, ke Kota Sompoi di Benua Pulau Merah dan menuju ke desa YaoYo di daratan utara, kemudian YoLang menjelaskan kepada kakeknya Putong dan neneknya Muning tentang cara penggunaan gerbang portal tersebut dan menyerahkan puluhan batu kristal roh yang sudah berada didalam sebuah cincin jiwa.


Kemudian YoLang berteleportasi kedesa YaoYo tepatnya di Wismanya yang sedang dijaga oleh Anbin dan kedua orangtuanya, setelah memberitahu tentang maksudnya kepada mereka YoLang kembali membuat 3 buah gerbang portal yang menghubungkan desa YaoYo dengan kota Klentang, kota Sompoi di Benua Pulau Merah dan dengan Kapal Naga Laut. Setelah menitip pesan bahwa untuk menjaga dan mengawasi gerbang portal yang baru dibuatnya sampai dia kembali lagi, dan YoLang berteleportasi ke kota Sompoi Benua Pulau Merah,..


Whhuuuzzz...

__ADS_1


YoLang suah berada di komplex dermaga kota Sompoi yang tepatnya berada di samping gedung latihan keluarga Am', dia segera mendatangi kakek AmHudi dan memberitahukan maksudnya dan hal ini juga merupakan kabar gembira bagi kakek AmHudi karena dia berkeinginan untuk menemui keluarga YoLang yang berada di benua pulau hijau. Setelah memberikan ijin, sang kakek segera memanggil beberapa anggota keluarga untuk menjaga dan mengawasi portal yang dibuat YoLang itu. Dan satu persatu gerbang portal yang dibuatnya mulai dia aktifkan dengan menggunakan batu kristal roh, kemudian dia mencoba menggunakan semua gerbang portal tersebut dan meyakini semuanya berfungsi dengan baik dan tepat kearah yang dituju.


Keesokan harinya dia mulai menjelaskan cara kerja gerbang-gerbang portal tersebut yang sudah dia tandai dengan menuliskan nama tujuan masing-masing gerbang portal tersebut, dan juga menjelaskan tentang indikasi penggunaan portal bahwa jika sedang berwarna merah tidak boleh digunakan karena sedang digunakan oleh gerbang yang diarah berlawanan. Demikian juga kalau berwarna hijau menandakan bahwa gerbang tersebut sedang bebas dan bisa digunakan dan untuk gerbang yang memberikan indikasi warna hitam/gelap menunjukkan gerbang tersebut sedang rusak atau sedang disegel dan tidak dapat digunakan.


__ADS_2