
Kapal layar Naga Laut berlayar dengan cepat menuju pelabuhan kota Choi didaratan utara benua pulau biru, sudah seminggu sejak pelayaran mereka dari kota Loya benua pulau merah. Dengan fasilitas baru kapal Naga Laut membuat kecepatan berlayarnya menjadi 3 kali lebih cepat dari sebelumnya,...
"Nak Yo...! paman rasa 2 hari lagi kita akan sampai dibenua pulau biru, sungguh diluar pemikiran paman pelayaran yang biasanya selama 1 bulan hanya ditempuh dalam waktu 9 hari saja... betul-betul ide kamu sangat mengagumkan nak...!", kata paman AmPhong.
"Ahh... itu karena saya memang memerlukan mobilitas yang tinggi paman...! hehehe... bagaimana kondisi saudara-saudara yang ikut paman...! apakah mereka masih tetap berlatih...?", tanya YoLang.
"Iya nak...! anak dan istriku juga tetap melakukan latihan... karena mereka melihat fasilitas tempat latihan dikapal sama bagusnya dengan yang didermaga kita dikota Sompoi...!", kata paman AmPhong.
"Baguslah...! apa paman sudah mendapat kabar dari istriku tentang sesuatu hal...?",
"Ahh... belum nak... ada apa...? apakah ada sesuatu yang kurang dikapal ini...?", tanya paman AmPhong.
"Ohh... bukan begitu...! hanya ada sebuah rencana baru... sebentar aku panggilkan istriku...!", kata YoLang kemudian mengirim pesan kepada sang istri untuk datang keanjungan kapal menemuinya dan paman AmPhong.
"Hmm... ada apa suamiku...?", kata YoLun.
"Iya... apakah kamu sudah menunjukkan isi cincin jiwamu kepada paman AmPhong...?", tanya YoLang kepada sang istri.
"Ahh... maaf suamiku...! aku belum sempat menunjukkan karena barusan aku mengurus para tawanan-tawanan itu didalam sana...!", kata YoLun sambil menunjuk cincin dijari manisnya.
"Hmm... tawanan...? apa maksudnya ini nak...! ", tanya paman AmPhong yang terlihat bingung.
"Ini paman...lihatlah...!", kata YoLun sambil memperlihatkan isi cincin jiwanya kemudian menjelaskan semua peristiwa yang terjadi di pulau karang hitam.
"Hahaha... kalian berdua cukup berani...! padahal mereka anggotanya ada ratusan... apalagi kelompok matahari merah... mereka adalah kelompok terbesar di daerah samudera tak berujung... mereka memiliki ratusan kapal bajak laut dan ada beberapa yang memiliki meriam seperti kapal kita...!", kata paman AmPhong menjelaskan.
"Tenanglah paman...! saya akan membawa keempat kapal tersebut kepada kakek AmHudi... untuk direnovasi menjadi seperti kapal Naga Laut ini...! hehehe...", kata YoLang.
"Iya betul... paman rasa bahan-bahannya masih cukup banyak disana...!", kata paman AmPhong.
"Baiklah paman...! kami akan beristirahat dulu... tolong kabarkan saya kalau sudah dekat dengan pelabuhan...!", kata YoLang.
__ADS_1
"Baik nak...! saya juga akan bergantian dengan kapten Gon... hehehe... kami sudah membuat jadual dan bergantian setiap 12 jam...!", kata paman AmPhong kemudian mereka berpisah dan menuju kamar.
YoLang berada didalam kamar utama kapal Naga Laut bersama sang istri yang terihat masih sibuk membuat sesuatu didalam cincin jiwanya...
"Istriku... apa belum selesai urusanmu dengan para bajak itu...?", tanya sang suami.
"Sayang aku lagi membuat bangunan penjara diruang dimensiku dan membuat ruangan yang terpisah untuk kelompok Tengkorak Hitam dan Assosiasi Matahari Merah...! karena aku melihat orang-orang tengkorak merah sudah menurut dan mau mengikuti kita... tapi dikelompok assosiasi matahari merah masih ada yang keras kepala sehingga mempengaruhi yang lainya...! kalau menurutmu bagaimana...?", kata YoLung meminta pendapat sang suami.
"Hmm... hilangkan saja ingatan mereka tentang kelompok mereka itu... tapi jangan hilangkan pengetahuan mereka dan asal-usul mereka... coba kamu ajak Mayang biar cepat menangani mereka...!", kata YoLang.
"Huhh... kenapa aku tidak teringat adik Mayang biar bisa membantuku...? baiklah aku cari Mayang dulu... eenmm?... cuupph...! terima kasih sudah mengingatkan aku sayang...!", kata sang istri kemudian berlalu untuk mendapatkan Mayang.
Kemudian YoLang bermeditasi sambil berpikir mendapatkan ide-ide baru yang akan dia kerjakan, dan beberapa saat kemudian terlihat senyuman dari wajahnya.
"Hmm... akan kujadikan kalian pasukanku... hehehe... mmm... sebaiknya aku segera membuat senjata busur buat mereka...!", bergumam YoLang dalam hati kemudian menghilang masuk kedalam dunia jiwanya untuk membuat berapa senjata.
Whhuuuzzz...
Setelah selesai dia mengunjungi Istana Naga Emas dimana beberapa anggota keluarganya sedang berlatih dan bermeditasi disana, sekalian akan memeriksa keadaan kebun herbalnya dan tanaman/buah kehidupan yang merupakan sumber daya langka diAlam Fana ini. YoLang juga memikirkan suatu saat ketika tingkat kepatuhan dan kesetiaan para tawanan itu sudah sepenuhnya dibawah kendalinya dia akan melatih mereka didalam dunia jiwa sehingga menjadi sebuah pasukan yang kuat dan tangguh. Didalam Istana Naga Emas dia melihat kedua orangtuanya sedang berkumpul dengan ibu Maya dan LoryMei,...
"Heii... kakak...! apakah masih lama kita sampai dibenua pulau biru...?", tanya sicerewet yang tiba-tiba melihat YoLang memasuki Istana Naga.
"Salam ayah... Ibu... Ibu Maya...! besok siang kita sudah akan berlabuh dipelabuhan kota Choi daratan utara benua pulau biru...!", kata YoLang.
"Ah... baguslah...! nanti besok pagi kamu tarik kami keluar dari dunia jiwa... ibu dan ibu Maya ada perlu sedikit dikota...! mau melihat kebutuhan kami...!", kata MaiLang.
"Aku juga kakak...!", kata LoryMei.
"Hmm... baiklah semuanya akan keluar nantinya... sekalian melihat barang dagangan yang bisa kita bawa dan perdagangkan di tempat lain... dan ayah.. ibu dan ibu Maya ini ada modal dagang didalam cincin jiwa ini...! pergunakanlah dengan baik...!", kata YoLang kemudian menyerahkan 3 buah cincin jiwa kepada masing-masing orangtuanya dengan puluhan juta koin emas didalamnya.
"Kaaakk...! aku juga minta tambahan modal...! hehehe...", kata LoryMei.
__ADS_1
'Hmm... ya ini... jangan boros Lory...! belilah yang kamu benar-benar butuhkan... eennmm...?", kata YoLang dan memberikan juga sang adik sebuah cincin jiwa yang sudah dia isikan 10 juta koin emas.
"Ayah... ibu...! jangan lupa saat keluar besok bawa serta juga buah dan madu kehidupan untuk stok di kapal karena saya liat sudah mulai habis yang disana..."!, kata YoLang.
"Ohh... iya... baik nak...! akan kami siapkan...!", kata sang ibu.
Kemudian YoLang kembali kekamarnya diatas kapal Naga Laut dan melihat kedua istrinya sudah berada disana dan sedang melakukan sesuatu didalam cincin jiwa milik YoLun, karena terlihat keduanya secara bergantian hilang karena masuk kedalam ruang dimensi cincin jiwa dan muncul kembali didalam kamar.
"Hmm... apa belum selesai pekerjaan kalian didalam sana...? apa perlu bantuanku istri-istriku...?", tanya sang suami dengan mesra.
"Ennmm... sedikit lagi sayang...! tinggal membuat pembatas jeruji besi antar ruangannya...!", kata Mayang.
"Baiklah selesaikan dulu... ada sesuatu yang akan kubicarakan dengan kalian setelah itu...!", kata YoLang.
"Iya sayang... sebentar lagi...!", jawab YoLun.
Setelah selesai mereka berdua bertanya kepada sang suami apa yang akan mereka bicarakan, YoLang kemudian menyerahkan 2 buah cincin jiwa kepada mereka yang berisikan masing-masing 100 juta koin emas.
"Ini untuk kalian pakai mencari barang-barang yang bagus dan jarang ditemui ditempat lain...! dan nantinya akan kita perdagangkan ditempat lain... eenmm...?", kata YoLang kemudian menyerahkan sebuah cincin jiwa kepada masing-masing mereka.
"Hmm... baiklah...! sekalian kita akan mencari informasi tentang assosiasi matahari merah... karena anggota yang kita tawan itu tidak memberikan informasi yang banyak... mereka hanyalah kelompok bajak laut yang sudah lama berada dilautan dan hanya berlabuh atau bersembunyi dipulau-pulau kecil yang mereka lalui...!", kata YoLun.
"Ya sudah...! nanti juga kita akan menemukan mereka... karena aku sudah membuat rencana untuk membentuk sebuah pasukan...! yang akan membersihkan lautan tak berujung ini dari segala macam perompak dan bajak laut...!", kata YoLang yang terlihat serius.
"Bersiaplah besok siang kita akan segera berlabuh dipelabuhan kota Choi daratan utara benua pulau biru... aku akan bermeditasi dulu...!", kata YoLang kemudian mulai bermeditasi dan kedua istrinya melanjutkan pekerjaan mereka membuat bangunan penjara didalam ruang dimensi cincin jiwa milik YoLun.
Keesokan harinya sebuah daratan besar mulai terlihat dari kapal Naga Laut, segera YoLang menarik keluar semua anggota keluarganya yang berada didalam dunia jiwa untuk bersiap turun dipelabuhan kota Choi itu. Setelah beberapa jam kemudian kecepatan kapal Naga Laut mulai melambat, dan terlihat para anak buah kapal yang terdiri dari 20 orang anggota keluarga Am' sudah bersiap-siap dengan tali pengikat dipinggir kapal untuk menambatkan kapal Naga Laut kedermaga pelabuhan dan ada juga yang sedang menurunkan layar dari tiga buah tiang utama kemudian menggulungnya dan mengikat layar tersebut di tiang kapal.
Kapten kapal LunGon yang berada dianjungan didampingi sang istri AngNie, memimpin kapal Naga Laut yang sedang berlabuh kemudian berkata kepada dalam hati...
"Akhirnya kita sampai juga di Benua Pulau Biru...!", kata sang kapten.
__ADS_1