
Enam sosok duduk mengelilingi meja makan, ada dua sosok anak gadis terlihat sudah akrab padahal belum ada sehari mereka bertemu muka dan ada juga tiga sosok dewasa yang bingung untuk memulai percakapan serta seorang anak laki-laki yang terlihat tenang dan santai menikmati makan malamnya.
"Maafkan kami tuan... nyonya... sudah merepotkan keluarga nak YoLang...!", kata bibi Maya membuka percakapan.
"Ahh... jangan sungkan adik Maya... panggil kami kakak saja... kami percaya apa yang anak kami lakukan tujuannya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan...!", kata PiYo.
"Ya... suamiku benar adik Maya... saya MaiLang dan suamiku PiYo sangat senang adik Maya bersama kami disini... aku ada teman latihan nanti... hehehe...!", kata MaiLang menambahkan.
"Terimakasih kak MaiLang dan kak PiYo... kami akan berusaha membantu sebisa yang dapat kami lakukan... untuk membalas kebaikan kakak berdua dan nak YoLang...!", kata Maya.
"Bibi Maya... tidak usah sungkan kami sudah menerima bibi dan Mayang dirumah ini seperti keluarga sendiri...!", kata YoLang.
"Yahh... kakak payah... bilang aja langsung... bahwa sudah menerima Mayang sebagai calon... gitu aja susah... hehehe...!", usil LoryMei.
"Lory...!", YoLang melotot kearah adiknya.
Makan malam telah selesai tapi percakapan mereka masih berlanjut, dimana YoLang menceritakan pengalamannya selama didaratan utara dan tentang desa YaoYo yang juga sudah dia anggap sebagai keluarga. Dan untuk perkataan gurunya si Dewa Obat menyangkut LoryMei dan Mayang dia akan mencari waktu yang tepat.
"Mayang kamu ajaklah Lory kepondok untuk melihat siPutih...!", kata YoLang.
"Iya kak... ayo kak Lory...!", ajak Mayang.
"Ayo... adik...", kata LoryMei.
Setelah kepergian dua gadis kecil itu YoLang mengajak ayah ibunya dan bibi Maya keruang tamu untuk bicara.
"Ayah... Ibu... dan bibi Maya...! mulai malam ini LoryMei dan Mayang akan menjalani pelatihan mereka dibawah bimbingan para guru...!", kata YoLang menjelaskan.
"Maksud kamu nak...!", kata mereka bertiga serempak.
"LoryMei dan Mayang adalah pilihan Langit untuk membantuku dalam tugas yang akan kuhadapi kelak... sama sepertiku mereka juga akan dipersiapkan sejak usia dini...!", kata YoLang menjelaskan.
"Jadi ayah dan ibu serta bibi Maya... sekarang sudah mengetahui dan untuk lebih jelasnya akan dijelaskan oleh guru...!", kata YoLang dan,...
Whuuuuzzzz....
"Salam Dewa Guru...!", kata PiYo dan MaiLang
"Eh... sa... salam paman Yao...!", kata Maya masih bingung.
"Muridku... pergi dan temanilah adik dan calon istrimu...!", kata Dewa Obat.
"Hmm... Maya... aku sebenarnya bukan seperti yang kau ketahui sebagai paman Yao... itu adalah sandiwara kami... yang benar adalah aku seorang Utusan dari Langit... disana aku dipanggil Dewa Obat siBocah Jelek... hehehe... itu karena waktu kecil aku jelek sekali hehehe... mendekatlah Maya...!", kata sang Dewa Obat.
Segera bibi Maya mendekat dan duduk bersila disamping Dewa Obat, kemudian seberkas cahaya hijau terang keluar dari telapak tangannya melesat masuk kedalam kepala bibi Maya.
"Nah... itu pengetahuan tentang siapa aku sebenarnya...!", kata Dewa Obat.
Setelah itu siDewa Obat menggerakkan telapak tangannya berputar didepan dadanya kemudian diangkat keatas dan terlihat asap hijau keluar dari kedua telapak tangannya, kemudian menuju dan masuk kedalam kepala ketiga orang diruangan itu yaitu PiYo, MaiLang dan Maya....
"Dan yang baru aku berikan... adalah sebagian dari pengetahuan yang aku miliki... juga pengetahuan tentang anak-anak kalian...! sepasang yang terpilih dan seorang gadis yang akan membantu pasangan itu...!", kata sang Dewa menjelaskan.
__ADS_1
"Kami mengerti Dewa Guru...!", kata mereka bertiga serempak.
"Berbaliklah Maya... minumlah 3 butir pil Stamina ini...!", kata Dewa Obat.
Maya mengikuti apa yang perintah kemudian sang Dewa menyentuh punggung Maya dengan kedua telapak tangannya dan terlihat cahaya putih keemasan memasuki tubuh Maya, beberapa saat kemudian tubuh Maya bergetar dan terdengar letupan keras dari dalam tubuhnya, ledakan energi kenaikan tingkat (tingkatan alam Fana 1 tingkat \= 3 tahap).
Bbhhuuuuummmmm...
Bbhhuuuuummmmm...
Bbhhuuuuummmmm...
Bbhhuuuuummmmm...
Bbhhuuuuummmmm...
Aahhkkk...
"Tahan Maya...!", kata Dewa Obat.
Dewa Obat masih melakukan penstabilan aliran energi dalam tubuh Maya, yang saat ini baru saja mengalami kenaikan besar-besaran untuk kekuatannya dari Putih naik 5 tingkat menjadi Ungu Awal (penyempurnaan Qi Awal).
"Bagaimana perasaanmu Maya...?", tanya sang Dewa.
"Sangat baik Dewa Guru dan tubuhku terasa ringan...!", jawab Maya.
"Baik PiYo dan MaiLang... kalian berdua bantu Maya untuk meningkatkan pondasi tubuh dan kekuatannya sambil kalian bertiga berlatih menguasai teknik-teknik yang barusan aku berikan...!", kata Dewa Obat.
Wwhhuuuuzzzzz....
Di pondok tempat latihan YoLang terlihat 2 orang gadis kecil sedang fokus dengan meditasinya, karena beberapa saat yang lalu mereka berdua baru menerima kekuatan dari Dewa Obat sama seperti orang tua mereka. PiYo saat ini berada di tingkat Ungu Akhir (penyempurnaan Qi Akhir) dan MaiLang ditingkat Ungu Awal (penyempurnaan Qi Awal) sedangkan kedua gadis kecil setelah mendapatkan warisan kekuatan saat ini untuk LoryMei berada di tingkat Emas Awal (jendral akhir) dan Mayang di tingkat Hitam Awal (penyempurnaan Qi puncak).
Sementara itu YoLang sedang bersama kedua Rajawali disudut lain pondok dan sedang memberikan energi spiritualnya kepada 2 butir telur yang sedang dierami oleh siPutih yang dari pengamatannya masih membutuhkan beberapa bulan lagi baru menetas, karena hewan Surgawi memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menetaskan telurnya secara normal dan tiba-tiba...
Wwhhuuuuzzzzz...
"Guru...!", sapa YoLang.
"Muridku... tugasmu sekarang sampai sebulan kedepan adalah membantu kedua adikmu untuk menguatkan pondasi tubuh dan kekuatannya... serta bantu mereka untuk secepatnya menguasai teknik-teknik yang sudah kuberikan... juga kamu olah semua herbal tingkat Legenda ini dan jadikan 'Pil Balik Bumi' dan gunakan Pil-pil tersebut sebaik-baiknya untuk meningkatkan kekuatanmu... kedua orangtuamu dan Maya serta kedua gadis kecil itu...!", kata gurunya sambil mengeluarkan banyak herbal dari dalam Dunia Jiwa miliknya. (didalam dunia jiwa Dewa Obat terdapat perkebunan Herbal dari tingkat tinggi sampai tingkat Surgawi)
"Murid akan melakukan yang terbaik Guru...!", kata YoLang.
"Baik... aku akan kembali lagi nanti... setelah siTampan selesai melakukan tugasnya terhadap mereka berdua... aku pergi dulu muridku...!", kata sang Dewa sambil menatap kearah LoryMei dan Mayang kemudian menghilang.
Wwhhuuuuzzzzz...
Setelah kepergian gurunya YoLang mengeluarkan Tungku Hua miliknya dan mulai membuat Pil tingkat Legenda sesuai dengan bahan herbal pemberian gurunya, setelah 3 jam seluruh herbal telah berubah menjadi ratusan 'Pil Balik Bumi' adalah pil tingkat Legenda untuk mengisi energi kedalam dantian menjadi kekuatan Spiritual. Setelah itu dia bermeditasi mengikuti kedua gadis kecil dihadapannya, dan dalam keheningan meditasinya dia membayangkan penderitaan kedua gadis kecil dihadapannya ini dalam menjalani proses latihan dari guru-gurunya.
Suara kokok ayam jantan yang saling bersahutan dengan siulan burung camar, hamparan lembayung embun pagi mulai memudar seiring sang mentari yang perlahan mulai menampakkan wajahnya menyinari bumi kota Klentang. Tidak terusik oleh irama alam tersebut ketiga sosok dalam pondok masih asyik dengan meditasinya dan satu jam kemudian mereka terbangun dan berdiri merenggangkan otot-otot mereka.
"Lory... Mayang... kembalilah dulu ke paviliun biar kakak menyusul nanti...!", kata YoLang.
__ADS_1
"Baik kakak...", jawab LoryMei.
"Iya kak...", suara dari Mayang.
Kemudian keduanya turun dari pondok menggunakan tali dan berlari menuju paviliun keluarga PiYo.
Sementara itu YoLang mendekati sudut lain pondok itu dan mendapatkan kedua Rajawali, dimana siPutih yang sedang mengerami telur-telurnya...
"Jula... Juli... makanlah Pil-pil ini... dan seraplah... biarkan aku memberikan tambahan energi spiritual kedalam telur-telur itu...!", kata YoLang kemudian memberi masing-masing 2 butir pil 'Balik Bumi' kepada mereka dan mengarahkan kedua telapak tangannya kearah dua butir telur itu dan menyalurkan energi spiritualnya.
Khaakkk... khaaakkk...
Pagi yang cerah telah membawa penduduk kota Klentang melakukan aktivitas mereka termasuk para tukang yang telah dihubungi oleh paman Wei (kepala rumah tangga di paviliun PiYo) untuk membuat tiga buah pondok latihan sesuai pesanan YoLang, puluhan pekerja terlihat mulai sibuk menurunkan bahan-bahan bangunan, YoLang yang melihat hal ini langsung turun dari pondoknya dan menemui paman Wei,...
"Paman Wei...!",
"Tuan muda...!",
"Tolong diawasi paman...! bagi 3 kelompok pekerja agar cepat selesai...!", kata YoLang.
"Baik tuan muda...!", kata paman Wei.
Kemudian YoLang meninggalkan paman Wei dan para pekerja kemudian menuju paviliun keluarga PiYo dan MaiLang. Sesuai dengan perjanjian, mereka akan menyelesaikan ketiga pondok itu dalam waktu 3 hari.
Sesampainya di paviliun dia mencari ayahnya PiYo,
"Ayah...", kata YoLang.
"Eh... nak... sarapan dulu temani kedua adikmu... aku dan ayahmu sudah lebih dulu... karena pagi ini kami akan pergi keperguruan...!", kata MaiLang.
"Baiklah ibu... dan ayah ini...! tolong sampaikan kepada kakek Ratong untuk tambahan koleksi perguruan...!", kata YoLang sambil menyerahkan 3 kitab teknik ciptaanya kepada PiYo. (teknik yang sama dia berikan kepada Klan Mu didesa YaoYo)
"Juga dengan Pil-pil ini untuk ayah dan ibu gunakan saat bermeditasi nanti... 1 butir pil itu dapat meningkatkan 1 tahap kekuatan jika terserap habis...", kata Piyo sambil menyerahkan pil 'Balik Bumi' kepada ayah dan ibunya masing-masing 3 butir.
"Baik nak... kami berangkat dulu...", kata ayahnya kemudian keluar menaiki kereta kuda milik mereka menuju perguruan 'Belati Emas'.
YoLang kemudian menuju meja makan untuk ikut sarapan bersama LoryMei dan Mayang yang terlihat hampir selesai dengan sarapan mereka.
"Kakak... kami latihan dikamar saja ya...? dipondok berisik banyak tukang...!", kata LoryMei disusul anggukan Mayang tanda persetujuannya.
"Hmm... selesai sarapan kakak akan mengajak kalian ke air terjun...! nanti kita berlatih disana...!", kata YoLang.
"Ah... itu asyik juga...!", kata LoryMei.
"Iya... sambil menikmati pemandangan, hehehe...!", sambung Mayang.
"Mayang ajak juga ibumu biar sekalian berlatih disana...!", kata YoLang selanjutnya.
"Ohh... Mmm... baiklah aku temui ibuku dulu biar dia siap-siap...!", kata Mayang kemudian berlalu menuju sayap paviliun bagian selatan.
Satu jam kemudian terlihat 4 sosok berlarian menuju air terjun dikawasan hutan berjarak kurang lebih 50 kilometer dari kota Klentang, walau belum menguasai dengan sempurna ketiga sosok wanita itu mulai menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka. Dua jam kemudian mereka berempat tiba dilokasi airterjun, tanpa istirahat YoLang mulai memberikan arahan kepada mereka bertiga untuk melakukan latihan penguatan phisik dengan mengangkat sebuah batu, berlari dan melompat dengan membawa beberapa buah batu kemudian mereka juga melakukan latihan penguatan jiwa dengan bermeditasi dibawah guyuran air terjun dan bermeditasi didalam air, seperti yang dilakukan YoLang dulu bersama guru pertamanya Dewa Cahaya siBocah Tampan.
__ADS_1