
YoLang mulai mengikuti 3 sosok yang menarik perhatiannya saat di restoran dan terlihat ketiganya sedang berjalan mengarah kedalam pelabuhan, sambil membuntuti mereka YoLang mengirim pesan kepada YoLun, Mayang dan LoryMei untuk juga mengikuti ketiga orang tersebut untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Ketiga orang tersebut sudah YoLang tandai aura tubuh mereka sehingga dengan mudah kedua istrinya dan sang adik menemukan ketiga sosok tersebut dan membuntuti mereka secara terpisah sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari ketiga sosok tersebut.
YoLang kemudian kembali keatas kapal Naga Laut dan tugas mengikuti ketiga orang tersebut dilanjutkan oleh LoryMei dari tempat terpisah, kemudian YoLun dan Mayang yang berjalan bersama mengintai dari disisi lain. YoLang membiarkan kedua istri dan adiknya mengikuti 3 sosok tersebut karena dia melihat tingkat kekuatan mereka masih berada jauh dibawah kedua istri dan adiknya, sehingga apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dia tidak merasa kuatir karena sangat yakin kedua istri dan adiknya dapat menghadapi ketiga sosok tersebut.
Ketiga sosok yang dicurigai tersebut terlihat naik kesebuah kapal yang cukup besar dengan sebuah bendera berwarna kuning dan hitam dan terdapat lambang seekor ikan Hiu berwarna Biru ditengah bendera tersebut, LoryMei yang melihat itu segera kembali kapal Naga Laut untuk memberitahukan kepada kakaknya tempat dimana ketiga orang tersebut saat ini berada. Sementara itu ditempat lain YoLun dan Mayang masih berjalan-jalan disekitar pelabuhan sambil mengawasi kapal yang dinaiki oleh ketiga sosok tersebut, dan diatas kapal YoLang yang sudah mendengar laporan dari LoryMei segera mendapatkan kapten kapal yaitu sang adik iparnya LunGon...
"Adik Gon...! berapa lama lagi kita akan berlayar...?", tanya YoLang.
"Kakak ipar... kita masih menunggu para buruh selesai menurunkan semua barang... dari laporan masih ada 3 kamar barang yang belum diturunkan...! mungkin baru tengah malam bisa selesai...! saat ini paman AmPhong sedang mengawasi proses penurunan barang...!", kata LunGon melaporkan.
"Hmm... bagus...! 1 jam sebelum berangkat tolong kasih tau saya...! karena saya sedang menyelidiki beberapa orang yang mencurigakan dipelabuhan ini...!", kata YoLang.
"Baik kakak...!", jawab sang kapten kemudian YoLang meninggalkan anjungan kapal tempat sang kapten dan menuju kamarnya untuk berdiskusi dengan sang adik dan kedua istrinya yang sudah dipanggilnya untuk kembali kekapal Naga Laut.
"Istriku...! bagaimana...? apakah kalian ada melihat aktivitas dikapal itu...?", tanya YoLang.
"Tidak ada terlihat kesibukan di kapal itu...! kami hanya melihat beberapa orang yang berjaga diatas kapal dan yang masuk kedalam kapal hanya ketiga orang itu...!", jawab YoLun.
"Nama kapalnya 'Hiu Biru - 1'... sesuai dengan gambar bendera yang berada diatas kapal...!", sambung Mayang menambahkan.
"Hmm... kita harus tetap mengawasi orang-orang yang keluar masuk dikapal itu...! dan sebisanya mendapatkan informasi... karena aku mencurigai mereka...? segera kalian awasi secara bergantian...! aku akan coba menyusup masuk kedalam kapal tersebut...!", kata YoLang.
"Baik kak...!", suara Mayang.
"Baiklah suamiku...!", kata YoLun
"Siap laksanakan komandan...!", sang adik LoryMei berkata.
Segera mereka bergerak, turun dari kapal dan menjalankan misi mereka untuk menyusup dan mengintai kapal Hiu Biru tersebut. YoLang dengan semua kemampuannya menyusup masuk kedalam kapal tanpa diketahui oleh orang-orang yang berada didalam kapal tersebut, dengan menyamar sebagai seorang pembersih ruangan kapal dia mulai berkeliling mencari informasi dan keberadaan ketiga sosok yang dijumpainya direstoran beberapa waktu sebelumnya dan mendapati mereka sedang berada disebuah kamar besar yang terletak dibagian atas kapal. Sambil berpura-pura membersihkan lantai kapal dia mendekat kekamar tersebut untuk mencuri dengar pembicaraan mereka yang berada didalam, tapi tiba tiba dia mendengar suara yang memanggilnya dari arah belakang...
__ADS_1
"Heii... kamu petugas pembersih... bersihkan kamarku ini...!", kata sosok tersebut.
"Baik tuan...! segera akan saya bersihkan...!", jawabnya kemudian masuk kekamar orang itu yang secara kebetulan berada disamping kamar yang sedang dia intai.
Tanpa menutup pintu kamar, YoLang mulai membersihkan kamar tersebut sambil mendengar percakapan yang terjadi dilamar sebelahnya...
"Belum ada kabar dari orang-orangku tentang keberadaan kapal-kapal assosiasi pelindung kita... padahal mereka telah 2 minggu pergi berlayar...!", kata seseorang.
"Ahh.. paman Khun seperti tidak tau saja...'Assosiasi Matahari Merah' hanya akan membantu kepada yang rutin membayar biaya perlindungan setiap bulannya kepada mereka...! sedangkan kita hanya membayar kalau kita membutuhkan mereka...!", kata seseorang.
"Ohh... tidak... aku sudah beberapa kali memberikan upeti kepada mereka dan seseorang yang menjadi petinggi assosiasi itu adalah kenalan saya... tenanglah pasti mereka membantu kita untuk menghadapi bajak laut 'Tengkorak Hitam' itu...!", kata sosok bernama Khun itu.
"Sebaiknya kita tunggu kabar dari anggota saya...! namun sebagai persiapan segera mengurus surat-surat pelayarannya agar sewaktu-waktu kita bisa segera berlayar...!", kata seseorang.
"Sudah... tadi saya sudah menyuruh adikku untuk mengurus surat-suratnya...!", kata seseorang yang lain.
"Iya sebaiknya begitu...! karena anggota saya juga akan menuju kesana setelah mendapat kabar dari assosiasi...!", kata siKhun.
Setelah selesai membersihkan kamar tersebut YoLang keluar dan langsung turun dari atas kapal, karena merasa informasi yang dia dapatkan sudah cukup jelas tentang siapa mereka sebenarnya dan apa maksud mereka. Dan sekembalinya dia kekapal Naga Laut bertepatan dengan pemberitahuan dari LunGon bahwa kapal Naga Laut sudah siap berlayar dan akan menuju kedermaga pembuatan kapal milik paman AmPhong dan keluarganya di kota Sompoi. YoLang segera mengirimkan pesan kepada sang adik dan kedua istrinya yang sedang melakukan tugas pengintaian disekitar kapal Hiu Biru -1 tersebut.
2 Jam kemudian kapal Naga Laut mulai bergerak keluar dari pelabuhan kota Loya, YoLang yang sedang berada didalam kamarnya bersama kedua istrinya dan sang adik mengatakan informasi yang didapatnya diatas kapal Hiu Biru, bahwa orang-orang tersebut adalah sebuah assosiasi dagang dari benua besar dan sering meminta perlindungan kepada Assosiasi Matahari Merah dalam setiap pelayaran mereka. Dan pelayaran mereka kali ini mendapat hadangan dari kelompok bajak laut Tengkorak Hitam, karena merasa tidak mampu menghadapinya mereka berniat untuk minta perlindungan dari organisasi yang leih besar seperti Assosiasi Matahari Merah yang merupakan target utama YoLang dalam petualangannya ke benua besar.
YoLang telah berjanji kepada istrinya YoLun untuk mencari orang-orang yang telah membunuh beberapa anggota keluarga Lun dan juga yang telah mengakibatkan ibunya meninggal, serta mencari dalang dari pembunuhan tersebut dan YoLang juga melihat bahwa keberadaan Assosiasi Matahari Merah dan para bajak laut banyak menimbulkan kerugian bagi para pedagang dan pelintas laut. Untuk itu dengan kemampuannya dia akan berusaha untuk menyadarkan mereka bahkan akan memberikan pelajaran yang keras ketika melawan. Dan untuk menunjang kelancaran usahanya itu dia akan segera merenovasi kapal Naga Lautnya sebagai satu-satunya sarana yang dia miliki untuk menemukan Assosiasi Matahari Merah dan para Bajak Laut disamudera tak berujung.
Selang 2 hari kemudian mereka telah sampai dipantai kota Sompoi, terlihat sepanjang pantai banyak berdiri dermaga-dermaga pembuatan kapal milik para penduduk kota Sompoi yan terkenal dengan keahlian mereka dalam membuat kapal layar dari kayu. Paman AmPhong yang mengambil alih kemudi kapal dianjungan berkata...
"Tuan muda...! dermaga keluarga kami yang ada bendera Merah itu... kebetulan lagi kosong dermaganya...!", kata paman AmPhong.
"Hmm... baguslah... pekerjaan kita lumayan banyak paman...! nanti setelah berlabuh kita akan bicara sedikit tentang rencana yang saya sampaikan sebelumnya...!", kata YoLang.
__ADS_1
"Baik tuan muda...! saya juga akan memanggil ayah dan dua orang paman saya yang memimpin keluarga kami...! sekalian berkenalan dengann tuan muda...!", kata paman AmPhong.
"Ohh ya... baik...! saya juga ingin mengenal dengan baik seluruh keluarga paman...!", kata YoLang.
"Ahh... tuan mudah tidak usah sungkan... tuan muda sudah bergitu baik kepada saya dan yang lainnya...!", kata YoLang.
Setelah bersandar dengan baik didermaga, paman AmPhong beserta 7 orang anggota keluarganya yang ikut dalam pelayaran dari benua pulau hijau turun dan mendapati keluarganya masing-masing yang setahun lebih mereka tinggalkan untuk membuat kapal Naga Laut di Benua Pulau Hijau. Paman Amphong mengajak YoLang dan anggota keluarganya untuk ikut turun dan menuju kesebuah bangunan yang terlihat seperti sebuah kantor, dan disana terlah menanti beberapa sosok orang dewasa dan beberapa anak kecil,...
"Ayah...!", teriak seorang anak perempuan dan berlari mendapatkan paman AmPhong.
"Hei... putri kecil ayah sudah tambah besar...!", kata paman AmPhong menyambut sang putri kecilnya kemudian menggendongnya, dan setelah memperkenalkan rombongan YoLang kepada seluruh anggota keluarganya...
"Ayah...! ini tuan muda YoLang...! pemilik kapal Naga Laut itu... dan kapal itu yang kami bangun di Benua Pulau Hijau...? dan tuan muda YoLang memiliki rencana merubah struktur bangunan kapal dibeberapa bagian...! dan beberapa ide baru tentang pembuatan kapal... mungkin kalau ayah dan kedua paman ada waktu bisa kita diskusikan...!", kata paman AmPhong menjelaskan kepada 3 sosok pria tua didepannya.
"Salam tuan muda YoLang...! perkenalkan saya AmHudi ayah AmPhong pemimpin keluarga ini...! selamat datang ditempat kami... silahkan masuk dan beristirahat dulu didalam...!", kata AmHudi menyambut YoLang dengan rombongannya.
"Terimakasih tuan AmHudi...! sudah menyambut kami...!", kata YoLan sopan.
"Ahh... tuan muda jangan sungkan panggil nama saya saja...! jangan dengan kata tuan...!", kata AmHudi merendah.
Setelah mengenal satu sama lain YoLang mendapat kesempatan untuk nanti malam berdiskusi dengan seluruh ahli pembuat kapal dari keluarga kakek AmHudi dan anggota keluarga lainnya mengunjungi kota Sompoi untuk melihat-lihat dengan diantar oleh istri paman AmPhong. Keluarga kakek AmHudi adalah keluarga pertama yang membuat kapal layar dengan ukuran besar dan perusahaan yang mereka beri nama 'Perusahaan AmJung' sudah berdiri selama 110 tahun sejak kakek AmHudi masih remaja, dan sudah ratusan kapal layar dari kayu dengan berbagai ukuran yang mereka buat dan tersebar dibeberapa benua termasuk Benua Besar.
YoLang yang melihat besarnya potensi keluarga pembuat kapal ini tertarik dan berniat untuk bergabung dan bekerjasama dalam pembuatan kapal, terlebih dia sudah mempunyai rancangan untuk membuat sebuah kapal dari bahan logam/besi baja. Ketika malam tiba didalam gedung kantor perusahaan AmJung sudah berkumpul hampir semua anggota keluarga senior dari kakek AmHudi termasuk paman AmPhong, dan setelah memperkenalkan YoLang kepada semua yang hadir kakek AmHudi mempersilahkan YoLang untuk menjelaskan rencananya...
"Baik... terimakasih kakek AmHudi...! dan semuanya yang sudah bersedia hadir... saya mempunyai sebuah ide untuk menambah daya dorong kapal layar yang hanya mengandalkan hembusan angin...! yaitu dengan menambah ruang untuk para pendayung...! juga ada sebuah ide dengan menambah baling-baling besi dibagian belakang kapal dan juga membuat lapisan besi diseluruh kapal...! dan rancangan saya seperti gambar-gambar ini...! silahkan dilihat...!", kata YoLang menjelaskan kemudian menyerahkan tumpukan kertas yang berisi sketsa yang dibuatnya.
"Silahkan dipelajari dulu... dan jika ada yang perlu ditanyakan saya akan menjawabnya...!", kata YoLang.
Para Ahli pembuat kapal itu secara bergantian mempelajari sketsa yang dibuat YoLang dan terjadi diskusi diantara mereka, kemudian secara bertahap YoLang menjelaskan tentang kemampuannya untuk membuat pelat-pelat baja sebagai bahan untuk membuat badan kapal tersebut. Demikian juga dengan bagaimana membentuk biji besi baja menjadi sebuah pelat baja dan bagaimana memperoleh kekuatan tersebut, dan setelah mendengarkan semua penjelasan YoLang mereka menjadi tertarik untuk belajar bermeditasi demi mendapatkan kekuatan.
__ADS_1