Titisan Dewa

Titisan Dewa
Api Phoenix Ilahi


__ADS_3

Seminggu telah lewat dan berbagai latihan penguatan mental dan jiwa telah dilalui dan berulang-ulang dilakukan hingga saat ini, YoLang mulai berlatih teknik 'Jari Dewa', mengalirkan energi spiritualnya dan memusatkan pikiran kearah jari telunjuknya kemudian membuat sebuah pisau energi yang keluar dari ujung jarinya.


Penguasaan teknik 'Jari Dewa' menyerupai teknik 'Hujan Pedang' makanya dia dengan cepat menguasai teknik ini, hanya membutuhkan waktu sedetik dia sudah bisa menciptakan pisau, belati atau pedang dari 10 jari miliknya kemudian mengendalikan senjata-senjata energi tersebut sesukanya.


Teknik 'Telapak Kapas' yaitu teknik yang memanfaatkan kekuatan luar, mengambil dan menguasainya secara halus tanpa disadari atau diketahui oleh pemilik kekuatan tersebut. Pengambil-alihan kekuatan ini berbanding terbalik dengan tingkat kekuatan diri sendiri, jika tingkat kekuatan sama atau dibawah tingkatan yang kita miliki maka 100% bisa dikendalikan dan apabila setingkat lebih tinggi hanya 80% yang dapat kita kendalikan.


Dalam pengobatan teknik 'Telapak Kapas' memanfaatkan aliran energi pemilik tubuh atau mengalirkan energi dari dalam tubuh kita kemudian mengarahkannya ketubuh sisakit untuk meregenerasi tulang, otot atau organ dalam yang mengalami kelemahan atau sakit.


"Muridku... coba kau terima ini...!", sambil melemparkan sebuah karung yang penuh berisikan pasir kearah muridnya.


YoLang mulai mengendalikan karung tersebut dan berhenti diudara kemudian dengan perlahan berputar balik arah kembali mengarah ke gurunya, 5 kali hanya sebuah karung, selanjutnya 2 buah karung kemudian lanjut sampai 5 buah karung dan arah datangnya dari sisi yang berbeda beda.


"Baik... latihan ini harus kau lakukan berulang-ulang untuk lebih menajamkan tingkat kecepatan dan pengendalian dengan menambah berat beban... kembalilah kepondok dan berlatih disana... aku akan menyiapkan tempat ini untuk latihan berikutnya...!", perintah gurunya.


"Siap guru...!", kata sang murid.


Sama seperti sebelumnya, tiada kata beristirahat bagi YoLang sebelum ilmu yang dipelajari belum dikuasainya secara sempurna, hanya ada berlatih dan berlatih. Setelah berlatih didalam pondoknya yang sudah dipasang 'Formasi Ilusi' oleh gurunya, YoLang kembali kelapangan latihan dan melihat ada 3 tempat yang bergantungan batu-batu sungai dengan besaran berbeda-beda mulai yang sebesar bola basket (25kg), sebesar lingkaran tong kayu (50kg) dan terakhir dengan ukuran batu seberat 100kg.


Batu batu tersebut kemudian diayunkan kearah YoLang, awalnya satu persatu kemudian meningkat 2 buah secara bersamaan sampai semuanya bergerak secara bersamaan dan dimulai dari tempat batu 25 kg sampai ke tempat yang 100 kg. Latihan ini dilakukan YoLang sampai matahari terbenam.


"Besok kau ulangi latihan ini... pergi istirahat kepondokmu... dan malam nanti kita lakukan yang lain...!", perintah sang guru.


"Baik guru...!", kata sang murid kemudian naik keatas pohon dimana pondoknya berada.


Didalam pondok YoLang membersihkan dirinya/mandi dengan menggunakan elemen air miliknya kemudian duduk bersila berhadapan dengan sang guru.

__ADS_1


"Keluarkan 'Tungku Hua' muridku...!", kata sang guru.


"Gunakan Api milikmu dan mulailah panaskan tungku itu...", kata gurunya.


"Baik Guru...!", kata sang murid.


YoLang memusatkan energi spiritualnya kemudian mengeluarkan elemen api dan terlihat api Merah keBiru-biruan keluar dari kedua telapak tangannya mengarah ketungku yang berwarna keemasan dihadapannya dan semakin lama warna api berubah menjadi warna Biru sepenuhnya.


"Sekarang api yang kau miliki adalah 'Api Phoenix Ilahi'...! tapi tingkatnya masih di tahap Puncak dan masih ada tahap Kuno dan tahap Surgawi diatasnya dan tahap itu akan naik seiring dengan tingkat kekuatanmu yaitu ketika tingkat kekuatanmu berada ditingkat Tyrant maka Api Phoenix Ilahi berada di tingkat Kuno dan jika sudah berada ditingkat Spiritual God kamu akan memiliki Api Phoenix Ilahi tingkat Surgawi...!", kata gurunya menjelaskan sementara itu YoLang sementara memanaskan Tungku Hua.


"Perhatikan...! untuk membuat Pil tingkat Kuno dan Surgawi panas tungku harus mencapai 300 derajat... hal itu dibutuhkan untuk mencairkan bahan-bahan herbal tingkat tinggi agar supaya bisa bercampur dengan baik...!", lanjut sang guru.


"Masih terlalu lama... dinginkan kembali tungku itu... konsentrasilah dengan baik dan panaskan kembali tungku itu sampai sempurna paling lama 5 menit... bila belum ulangi lagi...!", kata siDewa Obat.


"Energimu tidak akan habis hanya untuk memanaskan tungku itu muridku...! lakukan lagi sampai sempurna...!", kata Dewa Obat.


Berulang-ulang YoLang melatih kemampuan menggunakan apinya sementara sang guru mengeluarkan bahan-bahan herbal dari dalam cincin jiwanya. Setelah lancar mengendalikan apinya YoLang mulai membuat Pil.


"Dari pengetahuanmu...! herbal tingkat apa yang ada dihadapanmu ini dan Pil apa dan ditingkat berapa yang akan dihasilkan...?", tanya sang guru.


"Rumput Macan 50 tahun... Ginseng putri 50 tahun dan Daun Layar serta Akar Lawang... herbal tingkat sedang untuk membuat 'Pil Balik Bumi' Pil Legenda level tinggi yang berfungsi untuk mengisi kembali energi didalam Dantian dengan cepat...", kata sang murid menjelaskan.


"Mulailah meracik resep pil ini...!", kata gurunya.


Kemudian YoLang memasukkan 1 batch resep herbal tersebut kedalam Tungku Hua yang sudah panas, kemudian menutupnya kembali sambil terus mengarahkan api kearah tungku untuk mencairkan bahan-bahan herbal tersebut.

__ADS_1


"Kontrol panas apinya muridku...! proses mencampurnya cairan herbal memerlukan konsentrasi yang tinggi kalau tidak bahan-bahan itu tidak akan bercampur dengan baik... demikian juga ditahap membuang kotoran sisa bahannya harus terbakar dan menguap... jika tidak bersih dari kotoran hasil Pil akan menjadi level rendah...!", kata sang guru sambil memperhatikan muridnya membuat Pil.


Sambil berkonsentrasi pada kekuatan apinya YoLang mendengar arahan dari gurunya, beberapa saat kemudian keluar asap hitam dari dalam tungku yang menandakan terbakarnya sisa bahan herbal yang tidak terpakai sehingga cairan yang tertinggal dalam Tungku Hua murni cairan obat yang akan menjadi Pil.


"Padatkan"


Bhumm...


Bunyi ledakan dari dalam tungku sampai membuka penutupnya dan terlihat 2 buah Pil perlahan mengambang keluar dari dalam tungku.


"Ahh... berhasil... 1 batch menghasilkan 2 butir Pil...!", gumamnya sambil tersenyum.


"Mmm... lumayan... tidak mengecewakan... Muridku...! ulangi sampai mendapatkan hasil yang maksimal selayaknya seorang Alkemis Surgawi... jangan mempermalukan gurumu ini... dengan pengetahuan milikmu seharusnya kamu menghasilkan 5 butir Pil setiap batch... itu adalah kemampuan maksimal seorang Alkemis Surgawi...!", kata siDewa Obat.


"Maafkan muridmu ini kalau mengecewakan Guru... murid akan berusaha Guru...!", kata YoLang dengan penuh hormat.


"Baik... lakukan lagi...!", sambil menyerahkan 2 macam resep Pil yang masing-masing terdiri dari 5 batch (satu batch sama dengan satu kali peracikan dengan jumlah hasil maksimal 5 butir Pil).


Pembuatan kedua YoLang sudah menghasilkan 3 butir Pil, dengan penuh tekad dia mengerahkan seluruh kemampuannya,...


"Padatkan"


Bummm...


Dan nampaklah 5 butir perlahan keluar mengambang diatas tungku dengan sigap dia memasukkan Pil-pil tersebut kedalam botol giok yang sudah disiapkan oleh gurunya. Demikian juga dengan resep kedua adalah bahan-bahan herbal untuk membuat sebuah Pil yang dinamakan 'Pil Peri Biru' yang kegunaannya untuk menyembuhkan luka dibagian tubuh dengan sangat cepat, akibat terkena senjata tajam baik itu tergores, terbelah ataupun terpotong sampai terlepas/terpisah dari tubuh.

__ADS_1


Dari setiap batch resep 'Pil Peri Biru' YoLang berhasil membuat dengan sempurna yang menghasilkan 5 butir setiap batchnya total yang dihasilkan dari 5 batch sebanyak 25 butir Pil. Dengan senyum sang guru menyambut keberhasilan sang murid dalam latihan membuat Pil hari itu dan tak terasa malam semakin larut tapi kedua sosok murid dan guru itu masih asyik dengan kegiatan mereka dalam pondok sampai pagi menjelang.


Ratusan butir Pil sudah berada dalam botol giok kecil yang masing-masing botol berisi 10 butir Pil, YoLang berencana akan memberikan Pil-pil tersebut kepada ayahnya untuk digunakan dan sebagian bisa dijual dipaviliun obat milik keluarga besar mereka.


__ADS_2