
YoLun dan Mayang akhirnya berjalan menjauh dari taman kota dan menghilang dalam kegelapan malam, mereka berdua dengan kecepatan cahaya melesat dan masuk kedalam kediaman penguasa kota bergabung dengan LoryMei dan yang lainnya yang sedang bersiaga menanti kedatangan kedua Patriak Sekte serta puluhan anggotanya yang tersisa. Melihat perginya YoLun dan Mayang segera Patriak Sekte Pedang Langit Rhon Dhan segera memberikan perintah kepada bawahannya untuk segera bergerak dan menyerang kediaman penguasa kota yang sudah berada didepan mata mereka, pergerakan Patriak Rhon Dhan juga diikuti oleh Patriak Liu Lhai beserta anak buahnya dan setelah mereka mendekati pagar kediaman itu dengan cepat mereka melesat masuk menggunakan teknik meringankan tubuh...
Whuuzz... Whuuzz... Whuuzz... Whuuzz...
Belum lagi kaki mereka mendarat diatas tanah dihalaman kediaman penguasa kota tiba-tiba bermunculan beberapa sosok yang sudah siap dengan serangan mereka...
@YoLun
"Siluman Jari Petir"
@Mayang
"Cahaya Intan Menebar Pesona"
@LoryMei
"Phoenix Menyerap Awan"
@MuDhong
"Tarian Petir Ilahi"
@AmPhong
"Tapak Bumi Mengetarkan Langi"
@Wang Yhu
"Pedang Langit Membelah Bumi"
@Xong Te
"Pedang Naga Api"
@Lung Wei
"Petir Dewa Pemusnah"
Hiiiaaattt... Hiiiaaattt... Hiiiaaattt...
Shuutt... Dhuuaarr...
Whuuzz... Bhoom...
Whuutt... Dhuuaarr...
Drreett.. Jeedeerr...
Whuuzz... Dhuaarr...
Swiing... Bhoomm...
Swiing... Dhuuaarr...
Drreett.. Jeedeerr...
Serangan spitiual berbagai macam senjata dilepaskan anggota keluarga Naga Emas dan para perwira Pasukan Naga secara bersamaan membuat beberapa anggota kedua sekte terhempas diatas tanah dengan tubuh terbelah atau hangus terbakar, beberapa dari mereka langsung tewas ditempat tapi ada juga yang masih bertahan walaupun terluka dalam yang sangat parah.
Aahkk... aahkk... aahkk...
Aahkk... aahkk... aahkk...
__ADS_1
"Awaaasss... jebakan...", teriak Rhon Dhan memperingatkan anggotanya.
"Ahh... kita masuk perangkap...", kata Liu Lhai patriak Sekte Raja Pedang.
"Cepaaat...! menghindaaaarrrr...! teriak Rhon Dhan patriak Sekte Pedang Langit.
"Bajingan...! j4l@ng keriting...! terima pembalasanku ini...!", kata Liu Lhai sambil melancarkan serangan spiritualnya...
"Pedang Penghancur Raga"
Chhiiaattt...
Swiing... Swiing... Swiing...
Dhuuar... Dhuuar... Dhuuar...
YoLun yang mendapat serangan bilah pedang spiritual dengan cepat menggunakan teknik meringankan tubuhnya...
"Langkah Petir"
Whuuzz... Whuuzz... Whuuzz...
"Hehehe... hanya begitu sajakah seranganmu pak tua...? nih... makan petirku ini...", kata YoLun kemudian memberikan serangan balasan.
"Hujan Amarah Petir"
Hiiiaaattt...
Ddrreeettt... Ddrreeettt... Ddrreeettt...
Jjeeeddeeerrr... Adaawww...
Jjeeeddeeerrr... Ar... ggh... hkkk...
Patriak Sekte Raja Pedang, Liu Lhai tersungkur diatas tanah dan tewas seketika dengan tubuh yang menghitam hangus karena sambaran petir spiritual serangan dari YoLun, sementara itu disisi lain terlihat LoryMei dengan gesitnya melangkah kekiri dan kekanan mengindari serangan dari Rhon Dhan Patriak Sekte Pedang Langit...
Dhuuaarr... Dhuuaarr... Dhuuaarr...
"Langkah Phoenis Api"
Whuuzz... Whuuzz... Whuuzz...
"Ahh... maaf muka bekicot...seranganmu gagal... hehehe... sekarang termalah pembalasanku...", kata LoryMei kemudian mencabut Pedang tingkat Ilahi miliknya dan mengerahkan segenap kekuatan spiritualnya kebilah pedang tersebut...
'Pedang Amukan Phoenix Api"
Whhuuunnnggg...
"Kebasan Sayap Phoeni Api"
Hhiiiaaattt...
Swiiinnggg... Swiiinnggg... Swiiinnggg...
Bhhoomm... Aahhkkk...
Bhhoomm... Aah... hkkk...
Bhhoomm... A... ah... hk... kk...
Rhon Dhan Patriak Sekte Pedang Langit tak bisa berbuat banyak dihadapan LoryMei yang sudah berada ditingkat Dewa Spiritual Emas tahap - 9 dan sedikit lagi menerobos ketingkat Dewa Spiritual Berlian tahap - 1, tubuh patriak sekte itu tewas dengan tubuh penuh luka sayatan dan batang lehernya hampir putus sementara itu para tetua dan tetua muda yang menyertai kedua patriak sekte itu juga mengalami nasib yang sama tewas dengan tubuh hancur bahkan ada yang berubah menjadi kabut darah akibat serangan spiritual tingkat surgawi yang dilancarkan Mayang dan para perwira Pasukan Naga serta anggota keluarga Naga Emas lainnya. Pertarungan dihalaman kediaman penguasa kota berlangsung tak sampai 1 jam lamanya dan hal itu juga membuat Liu Bin sang penguasa kota LiuSui dan Kong Xhen Jendral Keamanan dari Kerajaan Liu terkejut, karena mereka baru mengetahui tingkat kekuatan YoLang dan anggota keluarga Naga Emas serta para Pasukan Naga yang sebenarnya.
__ADS_1
Whhuuuzzz...
YoLang tiba-tiba sudah berada diantara mereka dan berkata...
"Segera kumpulkan maya-mayat ini untuk dikuburkan... dan kemudian bersihkan tempat ini dari sisa-sisa pertempuran...", kata YoLang kepada apara perwira Pasukan Naga.
"Siap laksanakan tuan muda...", kata para perwira itu serempak.
"Bagus... untuk para perwira Putri Naga segera bersiap untuk saya kirim kembali kedalam dunia jiwa...", kata YoLang.
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
"Nak Yo... kami juga...", kata paman MuDhong dan anggota keluarga yang lainnya.
"Tuan muda saya juga ijin untuk melihat keadaan istri saya Bhu Ying...", kata Jendral Xong Te.
"Baik bersiaplah kalian...",
Whhuuuzzz... whhuuuzzz...
"Ehh... maaf tuan YoLang mereka dikirim kemana...?", tanya Liu Bin sang penguasa kota.
"Ohh... itu... mereka saya pindahkan kemarkas kami yang sekarang berada dipuncak tertinggi pegunungan pedang...!", kata YoLang berkelit.
"Ohh... begitu... iya... ya... tuan YoLang sekarang penguasa puncak tertinggi, kedua dan ketiga pegunungan pedang... mmm... hal ini juga akan kulaporkan kepada saudara sepupuku LiuKang Raja Kerajaan Liu diKota LiuPang...", kata LiuBin sang penguasa kota.
"Ahh... tuan Liu Bin tidak perlu repot... yang terpenting kita sudah bisa menumpas para pemberontak itu...", kata YoLang.
"Bukan begitu tuan YoLang... saya harus melaporkan hal ini karena semuanya bisa teratasi berkat bantuan tuan...! kalau tidak entah apa yang akan terjadi dengan kami dikota ini...?", kata Liu BIn menjelaskan.
"Ya... terserah tuan Liu Bin saja... dan setelah pembersihan ini kami akan segera kembali kepuncak gunung pedang... kalau tuan Liu Bin ada keperluan silahkan gunakan bola suara ini yang akan terhubung dengan saya dipuncak gunung pedang...", kata YoLang kemudian menyerahkan sebuah bola suara berwarna hijau dan menjelaskan cara penggunaannya.
"Ahh... baik...baik tuan YoLang... mmm... artefak bola suara... begitu banyak hal-hal mengejutkan yang tuan YoLang tunjukkan kepada saya... saya sangat terkesan dengan semua ini... terimakasih tuan YoLang atas semua bantuannya... silahkan kalau tuan sudah akan pergi beristirahat... biarkan sisanya saya yang akan mengurusnya disini... dan saya akan segera menghubungi tuan YoLang nantinya...", kata LiuBin tulus dan hormat.
"Baiklah kalau begitu tuan Liu Bin... kami pamit dulu...", kata YoLang kemudian mengirim semua Perwira Pasukan Naga dan anggota keluarga yang tersisa kecuali YoLun kedalam dunia jiwa.
Kemudian YoLang membuat gerbang teleportasi yang lokasi kedatangannya berada didepan gedung berbentuk pentagram dipuncak tertinggi pegunungan pedang, kemudian mengandeng tangan sang istri dan berdua mereka masuk dan menghilang. DiPuncak tertinggi YoLang dan YoLun muncul dari kekosongan...
Whhuuuzzz... Whhuuuzzz...
Kemudian segera mereka berdua mengedarkan kesadaran spiritual mereka untuk merasakan jika terdapat aura kehidupan atau aura aneh lainnya disekitar mereka dan didalam gedung tersebut, setelah merasa yakin tidak ada yang aneh dan mencurigakan YoLang menarik keluar paman AnTam, AmPhong, MuDhong, Wang Yhu, Lung Wei dan Ing Hua, Prapat Tung dan Weng Sin, Xiao Lai, Deng Sun dan Yastaki...
Whhuuuzzz... Whhuuuzzz...
"Maaf paman sekalian... saya menarik kembali paman sekalian keluar karena akan menyampaikan bahwa kita akan membuat markas baru ditempat ini... untuk itu saya butuh bantuan paman sekalian jika mempunyai ide dengan markas Keluarga Naga Emas yang baru... silahkan perhatikan gedung dan tata letaknya serta tempat disekitar bangunan itu... apa saja yang dapat kita ganti atau buat baru...", kata YoLang menjelaskan maksudnya.
"Ahh... tuan muda harus mendengar dari kedua tuan besar dan kedua nyonya besar juga... karena saya merasa mereka lebih punya selera dengan bangunan...", kata paman AnTam yang juga adalah seorang ahli membuat perabotan dari kayu.
"Ahh... kalau ayah dan ibu mungkin masih bisa... tapi kalau kedua mertua saya belum bisa diganggu karena ibu Maya sedang hamil tua... sama seperti Mu Lei dan Bhu Ying...", kata YoLang kemudian mengirim pesan kepada PiYo dan MaiLang agar bersiap untuk ditarik keluar dari dalam dunia jiwa.
Whhuuuzzz... Whhuuuzzz...
"Ada apa nak... sepertinya penting sekali ditengah malam begini kamu tarik kami keluar...", kata PiYo sambil menggosok-gosokan jarinya dikedua matanya terlihat seperti baru bangun tidur.
"Ahh... maafkan putramu ini ayah... ini kita akan membangun markas baru dipuncak ini... coba lihat bangunan itu... apakah begitu saja atau perlu perubahan dan penambahan baru...", kata YoLang menjelaskan tentang pembuatan markas baru bagi Keluarga Naga Emas.
"Hmm... baiklah siapkan kertas berukuran besar... biar ayah buatkan sketsanya...", kata PiYo yang mulai berantusias setelah mendengar penjelasan putranya yang akan membuat kediaman baru buat mereka.
"Ohh... kebetulan saya masih punya kertas untuk membuat sketsa pembuatan kapal tuan besar PiYo... ini...silahkan digunakan...", kata paman AmPhong yang ahli membuat kapal.
Setelah itu PiYo mulai membuat sketsa dibantu oleh semua perwira dan anggota keluarga lainnya yang telah melihat sekeliling bangunan baik dari depan, belakang samping kiri dan kanan serta dari atas langit, demikian juga dengan ide-ide dari MaiLang kemudian ide dari istri-istrinya YoLun dan Mayang yang mengusulkan agar bagian atas bangunan utama dibuatkan seperti bangunan utama Istana Naga Emas dalam dunia jiwa dan ide-ide lainnya digambarkan PiYo dalam sketsa yang sedang dibuatnya itu. Menjelang matahari terbit barulah sketsa itu selesai dibuat oleh PiYo, selanjutnya mereka semua melihat gambar bangunan yang akan dibangun itu dan ada beberapa bagian masih menggunakan bangunan lama hanya saja bagian atapnya yang berubah. Kemudian YoLang melihat keterangan sketsa itu yang menunjukkan jenis bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembangunan markas baru itu.
__ADS_1