
Selama 3 hari YoLang membawa bibi Maya, Mayang dan LoryMei ke airterjun, pagi pergi dan sore mereka kembali sambil memantapkan teknik meringankan tubuh ketiganya. Tiga buah pondok latihan telah selesai dibangun untuk ditempati oleh YoLang dibagian tengah, sebelah kirinya ditempati LoryMei dan sebelah kanannya ditempati Mayang, sedangkan bibi Maya tetap menempati sayap bagian selatan paviliun keluarga Piyo, dan pondok diatas pohon sepenuhnya telah menjadi rumah dari sepasang Rajawali Dua Alam yaitu Jula siHitam dan Juli siPutih yang senantiasa mengerami telur-telurnya.
Pelatihan phisik dan penguatan jiwa ketiga wanita itu setiap hari bertambah porsinya walau tak semenderita YoLang waktu menjalani pelatihan-pelatihan tersebut, dan diwaktu malam mereka bermeditasi melancarkan aliran darah maupun aliran energi diseluruh titik meridian. Hanya dalam waktu 3 minggu terlihat pondasi kekuatan mereka telah kuat dan kokoh, diminggu keempat latihan phisik dan penguatan jiwa hanya dilakukan saat pagi hari dan disore hari mereka mulai latihan penguasaan teknik beladiri dan dimalam harinya mereka melakukan meditasi. Tidak ada keluh kesah diwajah mereka semua mereka jalani dengan tekun dan penuh semangat diselingi oleh keceriaan kedua gadis kecil itu.
"Bibi Maya... besok mau diajak ibu melihat lihat kota Klentang... jadi bibi bisa latihan dipaviliun saja dan ini Pil untuk meningkatkan kekuatan bibi...", kata YoLang sambil menyerahkan 3 butir Pil 'Balik Bumi'.
"Yah... kakak... kita kapan jalan-jalannya...?", tanya LoryMei.
"Nanti... tunggu guru... ayo bersihkan diri dulu, hari sudah sore... kita lanjut nanti malam...!", kata YoLang.
Semenit kemudian ketiganya berpisah menuju pondok masing-masing untuk membersihkan diri, didalam pondok YoLang sedang melihat ruang dimensi didalam cincin jiwanya yang berisi berbagai jenis hewan dari gunung biru dan seperti yang sudah diatur gurunya Dewa Obat, terlihat salah satu sisi gunung es diselimuti kubah tipis tempat dimana herbal langka tumbuh.
"Hmm... tinggal ruang dimensi daratan tengah yang belum terisi makhluk hidup... ahh... nanti sekalian saja...!", katanya bergumam dalam hati.
Wwhhuuuuzzzz.....
"Bagaimana kabarmu muridku...?", suara gurunya sang Dewa Cahaya.
"Guru...! murid baik-baik saja... bagaimana dengan guru...?", kata sang murid.
"Seperti yang kau lihat tidak ada yang berubah dengan ketampananku ini...! hehehe...", kata Dewa Cahaya sambil memainkan alis matanya keatas dan kebawah.
"Kedatanganku sehubungan dengan kedua gadis cerewet itu... dan ada sedikit juga denganmu... bagaimana latihanmu dengan siBocah jelek itu...?", kata sang guru.
"Sangat baik guru... murid dapat menguasai dengan cepat...!", kata sang murid.
"Bagus... kau harus lebih meningkatkan kekuatanmu muridku... agar tubuhmu sudah siap ditempa nanti... jika giliran siBocah Sombong datang...!", kata sang guru.
"Bersiaplah...! makan pil stamina 5 butir kemudian serap dan alirkan keseluruh tubuhmu... aku akan memberikan sedikit kekuatanku padamu...!", kata sang guru.
Kedua telapak tangan Dewa Cahaya telah menempel dipunggung YoLang dan cahaya putih terlihat melesat memasuki tubuhnya, aliran deras energi memasuki tubuh YoLang dengan cepat dan memenuhi danau energi didalam dantiannya, dia melihat danau energinya perlahan meluas tak berhenti hampir seluas benua tapi arus energi yang memasuki tubuhnya masih terus berdatangan tambah besar sehingga terlihat danau sudah berubah menjadi lautan bahkan samudera energi dan terlihat lautan energi tersebut bergejolak bagai ada badai yang melanda, kilatan petir sambar menyambar diatas lautan energi yang semakin bergelombang kemudian YoLang merasakan desakan kekuatan yang tak tertahankan keluar dari dalam tubuhnya,...
Bhhuuuuummmmm....
Bhhuuuuummmmm....
Bhhuuuuummmmm....
Bhhuuuuummmmm....
YoLang mengalami kenaikan 4 tingkat dalam sekali jalan dari tingkat Kaisar awal menjadi Holy Tyrant tahap-1 (tingkat kekuatan Alam Dewa),
Tingkatan Kekuatan Alam Dewa memiliki 5 tahap setiap tingkat.
- Tyrant - 1... 2... 3... 4... 5
- Holy Tyrant
- D a o
- Holy Dao
__ADS_1
- Monarch
- Emperor
- Half God
- God
- True God
"Nah... stabilkan aliran energi dalam tubuhmu, aku mau memulihkan energi kekuatanku dulu...!", kata sang Guru.
Setelah proses transfer energi kekuatan dari Dewa Cahaya kepada YoLang terlihat keduanya sedang bermeditasi, YoLang menstabilkan aliran energi yang kacau tak beraturan akibat lonjakan besar aliran energi yang masuk kedalam tubuhnya dan disampingnya sang guru Dewa Cahaya sedang memulihkan energi kekuatan miliknya yang terkuras karena ditransfer ketubuh YoLang. Keheningan di pondok YoLang berlangsung sampai pagi hari.
"Muridku... kau panggil kedua gadis itu sekalian aku mau kenalan dengan calon istrimu hehehe... ennn... kau cobalah kekuatan barumu ke air terjun... hati-hati jangan merusak alam...!", kata sang guru.
"Baik Guru... Murid mendengarkan Guru...", kata sang murid kemudian menuju pondok adiknya terus kepondok Mayang untuk memberitahukan kepada keduanya bahwa mereka sudah ditunggu oleh seseorang dipondoknya kemudian dia melesat pergi bagai cahaya menuju air terjun mencoba kekuatan barunya yang sudah berada diRanah kekuatan Alam Dewa.
Sesampainya di air terjun dia mulai berlatih dengan kekuatan barunya,...
"Tebasan Seribu Pedang"
Hiaaatttt.....
Dhuuaarrr... Dhuuaarrr... Dhuuaarr...
"Hujan Pedang"
Bhoomm... Bhoomm... Bhoomm...
"Jari Dewa"
Shuuttttt... Dhuuaarrr...
Shuuttttt... Dhuuaarrr...
"Wah... mengerikan...! benar-benar kekuatan Dewa sangat hebat... ehh... ini baru 70% yang kumiliki...! bagaimana setelah menerima kesengsaraan Petir dan jadi 100%...? Gunung bisa rata dengan tanah kalau begitu... iihhh...!", bergumam YoLang dalam hati.
Batu-batu pecah hancur berantakan akibat uji coba kekuatan baru YoLang.
Sementara itu didalam pondok duduk bersila dua sosok gadis kecil yang sedang menerima cahaya putih dikepalanya, setelah 30 menit berlalu terlihat kedua gadis itu membuka matanya,...
"Yang baru saja kuberikan adalah semua pengetahuan yang kumiliki tentang alam semesta ini... kalian berdua pahamilah semuanya dan kuasai teknik-teknik yang kuberikan...! apabila menemui kesulitan mintalah kakakmu..., calon suamimu... untuk memberikan penjelasan...!", kata Dewa Cahaya sambil menatap LoryMei kemudian beralih menatap Mayang.
"Kami mengerti kakek Dewa...!", jawab keduanya kompak. (Dewa Cahaya dan Dewa lainnya tidak mengangkat LoryMei dan Mayang sebagai murid resmi, mereka hanya menjalankan perintah pemimpin mereka yaitu Kaisar Dewa untuk membentuk dan melatih kedua anak gadis ini agar kekuatan mereka berimbang dengan kekuatan sang terpilih yaitu YoLang).
"Sekarang minumlah pil stamina masing-masing 5 butir kemudian serap dan berbaliklah...!", perintah Dewa Cahaya.
Keduanya mengikuti semua perintah dari Dewa Cahaya dan kembali sang Dewa mentransfer energi kekuatannya kepada LoryMei dengan tangan kiri dan tangan kanannya kepada Mayang. Prosesnya agak lama karena tingkat kekuatan kedua gadis ini berada jauh dibawah YoLang, satu jam kemudian terlihat tubuh LoryMei mulai bergetar keringat menetes deras dari dahi dan pipinya, wajahnya memerah menyerupai tomat masak dan terdengar letupan keras dari dalam tubuhnya,...
Bbhhuuuuummmmm..... 4x terdengar ledakan energi, LoryMei naik 4 tingkat dari Emas Awal ke tingkat Nirwana Awal (tingkatan kekuatan Alam Tinggi/Alam Kultivator).
__ADS_1
Kemudian disusul oleh Mayang yang terlihat mulai goyah tapi dia masih bertahan dan akhirnya letupan energi terdengar dari dalam tubuhnya,...
Bbhhuuuuummmmm..... 5x terdengar ledakan energi, Mayang mengalami kenaikan lebih banyak dari LoryMei yaitu sebanyak 5 tingkat dari Hitam Awal menjadi Nirwana Awal sama tingkatannya sekarang dengan LoryMei.
Terlihat ketiganya tetap melakukan meditasinya, LoryMei dan Mayang melakukan penstabilan aliran energi didalam tubuh mereka sementara Dewa Cahaya melakukan pemulihan energi dengan menelan 2 butir pil energi tingkat surgawi untuk mengisi kembali kekosongan energi kekuatannya yang terkuras hampir habis setelah mentransfernya kepada LoryMei dan Mayang.
YoLang kembali dari airterjun dan memasuki pondoknya dan melihat 3 sosok sedang fokus dengan meditasinya dan tersenyum melihat tingkat kekuatan adiknya dan Mayang yang sudah tidak berselisih jauh dengan tingkatnya saat ini, kemudian ikut melakukan meditasi sambil menunggu gurunya terbangun. Tanpa YoLang sadari hari telah pagi dan dia tidak melihat ketiga sosok tersebut kemudian dia keluar pondok tapi tidak menemukan sosok gurunya maupun adiknya dan juga Mayang akhirnya dia mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk mencari jejak ketiga orang tersebut tapi tidak juga menemukan mereka.
YoLang berjalan kearah pohon dan naik kepondok diatas pohon dengan memanjat tali, masuk kedalam dan melihat siPutih sedang duduk ditengah sarangnya mengerami telur-telurnya dan siHitam duduk menemani disamping sarang itu.
"Jula... Juli... makanlah... dan telan pil-pil ini kemudian serap...!", kata YoLang kemudian memberikan potongan daging dan pil stamina serta pil energi masing-masing 2 butir kepada keduanya.
Khaaakkk... khaaakkk...
"Bagus... cepat tingkatkan kekuatan kalian dan ikut denganku berpetualang kealam yang lebih tinggi...!", kata YoLang sambil mengelus- elus kepala kedua Rajawali tersebut.
Khaakk... khaakk...
YoLang kemudian turun untuk melakukan latihan mempertajam teknik-tekniknya dengan kekuatan barunya hanya saja dia tidak menggunakan kekuatan spiritualnya karena bisa menghancurkan pondok-pondok disekitarnya.
Hiaatttt...
Whuuzzz... whuuzzz...
Ditengah latihannya dia mendengar suara didalam pikirannya...?
"Selama sebulan 2 gadis ini akan melakukan pelatihan mereka didalam dunia jiwaku...! kamu berlatihlah disana dan perkuat pondasimu...!", suara sang guru mendengung didalam pikirannya.
"Hmm... semoga kalian kuat dan tabah menghadapi latihan itu...", gumamnya dalam hati karena terbayang saat latihannya dulu didalam dunia jiwa sang guru, kemudian dia tersenyum pahit.
YoLang melanjutkan latihannya dan jika ada yang melihatnya berlatih saat ini maka yang terlihat adalah sebuah bayangan yang melesat kesana kemari dan menimbulkan sambaran angin yang kuat dan suatu saat keluar butiran es dilain saat sambaran petir melesat menghantam tanah, berganti-ganti setiap gerakannya diiringi teriakan pasti akan mengeluarkan kekuatan elemen miliknya (api, air, tanah, logam, kayu, cahaya, es dan petir) dan tersisa elemen angin yang belum dimilikinya.
Tanpa terlihat lelah, melewati makan siang YoLang terus berlatih mengasah kekuatannya dan dia berhenti saat hari menjelang malam kemudian membersihkan diri dan menuju kepaviliun menemui kedua orang tuanya serta bibi Maya. Dia masuk kedalam paviliun dan mendapati kedua orangtuanya dan bibi Maya sedang berbincang-bincang diruangan tengah,...
"Salam ayah... ibu... bibi Maya...", kata sang putra.
"Eh... nak... adikmu dan Mayang kenapa tidak ikut...?", tanya ibunya.
"Mereka berdua lagi berlatih tertutup tidak bisa diganggu selama sebulan...!", jawab YoLang.
"Ha...? sebulan...? mereka makan apa nantinya nak Yo...?", tanya bibi Maya yang terkejut mengingat putri satu-satunya.
"Ahh... bibi Maya jangan khawatir saat ini mereka berdua lagi berlatih bersama guru dan sekarang kekuatan mereka sudah setengah Dewi jadi mereka tidak perlu makan dan tidur setiap saat hehehe...", jawab sang calon menantu.
"Saudari Maya... tenanglah... dulu YoLang berlatih tertutup bersama gurunya itu selama 2 bulan...", kata MaiLang.
"Tuan... Nyonya... makanan sudah siap... silahkan...", suara bibi Yul.
"Terimakasih bibi Yul... ayo... kita makan dulu bicaranya nanti disambung setelah makan...", kata PiYo mengajak.
Kemudian keempat sosok itu menuju meja makan.
__ADS_1