
Rombongan Ekspedisi 'Kuda Kilat' telah melanjutkan perjalanan mereka dan YoLang bersama kedua istrinya, LoryMei, paman Wang Yhu serta paman MuDong masih bersama anggota Klan Zhen yang berada di 'Desa Ujung'. Nie Yin istri Zhen Lamba mengisahkan tentang 'Desa Ujung' yang didirikan oleh leluhur keluarga Zhen yang dahulunya terkenal karena mereka adalah para Nelayan Laut yang handal, sering menangkap ikan-ikan besar sampai dilautan yang terdalam diwilayah laut sebelah selatan benua tengah. Nie Yin juga menceritakan sejarah tentang Desa Ujung dan hubungannya dengan 'Hutan Ujung Laut', karena pekerjaan mereka sebagai nelayan akan sangat membutuhkan banyak bahan Kayu yang kuat dan tahan terhadap air untuk membuat perahu dan tombak-tombak berukuran panjang untuk memburu ikan-ikan besar.
'Hutan Ujung Laut' merupakan sumber dari pohon-pohon kayu yang mereka butuhkan, sehingga hampir setiap hari para anggota keluarga Zhen keluar masuk hutan tersebut untuk mengambil Kayu Keras dan tahan terhadap air yang mereka namakan 'Pohon Kayu Perahu'. Mereka juga sering bertemu dengan berbagai hewan buas didalam hutan tersebut juga terdapat berbagai jenis tanaman herbal dan tanaman beracun yang sering mereka gunakan untuk membuat racun tingkat rendah, dan racun tersebut mereka gunakan untuk menangkap ikan-ikan berukuran kecil yang hanya membuat ikan-ikan itu pingsan sesaat dan mudah untuk ditangkap. Nama desa Ujung mereka ambil dari nama Hutan tempat mereka mengambil kayu dan tanaman herbal itu, sampai sekarang masih terdapat beberapa anggota keluarga yang profesinya sebagai nelayan penangkap ikan besar dilaut dalam dan juga sebagai Alkemis tingkat Mahir yang bisa membuat Pil/Obat tingkat menengah atau tingkat 4,5 dan 6.
"Terimakasih bibi Nie Yin atas informasinya... saya besama kedua istri dan beberapa anggota lainnya akan menyempatkan diri untuk melihat-lihat 'Hutan Ujung Laut' itu...", kata YoLang kepada istri paman Zhen Lamba itu.
"Sama-sama tuan muda YoLang...! kami juga berterimakasih karena sudah menolong suami dan ayah mertua saya... kami juga sudah menyiapkan sebuah rumah tinggal untuk tuan muda dan nyonya berdua serta anggota rombongan tuan muda...! walaupun sederhana tapi nyaman untuk ditinggali... silahkan tuan muda ikuti saya...!", kata Nie Yin kemudian mengajak YoLang dan kedua istrinya menuju sebuah rumah sederhana yang sudah mereka siapkan.
Didalam rumah sederhana itu terdapat 3 buah kamar tidur dan sebuah ruangan ditengah bangunan yang menjadi tempat makan dan tempat berkumpul anggota keluarga, YoLang mengumpulkan anggota keluarga dan para perwira Pasukan Naga...
"Hari ini kita akan berburu kedalam 'Hutan Ujung Laut' itu... selain mencari tanaman herbal juga mencari inti hewan buas yang dapat kita temukan... untuk itu saya akan membagi kelompok menyusuri kawasan hutan itu sampai kawasan dalam dan jangan dulu masuk sampai ke kawasan inti hutan... bagaimana...? apa kalian semua paham...?", tanya YoLang kepada mereka.
__ADS_1
"Baik tuan muda...!", jawab paman Wang Yhu.
"Baik...! paman Wang Yhu akan bersama adik Lory Mei, Lung Wei, Ing Hua dan paman MuDhong serta 5 orang anggota pasukan Naga dan 5 orang Pasukan Putri Naga.... saya akan bersama YoLun, Mayang, Xiao Lai dan 5 orang anggota pasukan Naga serta 5 orang Pasukan Putri Naga...!", kata YoLang menjelaskan tentang pembagian kelompok.
"Selanjutnya kita akan bertemu diperbatasan kawasan inti hutan dan kawasan dalam hutan bagian sebelah utara... dan nanti dari sana kita menyusuri kawasan inti hutan sampai ujung yang berbatasan dengan tepi pantai...!", kata YoLang memberi rincian perburuan mereka.
Setelah melakukan persiapan mereka berangkat menuju kawasan 'Hutan Ujung Laut' tersebut, hari masih siang dan sebentar lagi akan menjelang sore dan terlihat 2 kelompok pemburu sedang memasuki kawasan luar hutan kemudian berpencar menyusuri bagian selatan dan kelompok lainnya menyusuri bagian utara. Dengan kemampuan spiritual para petinggi kelompok tersebut satu-persatu tanaman herbal mulai mereka dapatkan, YoLang kemudian mengeluarkan Jula siHitam untuk diajaknya menyusuri kawasan hutan tersebut dari atas langit. Dari atas langit YoLang melihat hamparan Pohon 'Maha Dewa' yang adalah pohon kayu yang menjadi bahan untuk membuat kapal seperti yang berada di Hutan Besar benua pulau merah Alam Fana dan dari kisah Nie Yin istri paman Zhen Lamba tentang 'Pohon Kayu Perahu' maka YoLang memastikan bahwa di Alam Kultivator ini pohon Maha Dewa dinamakan pohon Kayu Perahu.
Belum ada 2 jam perburuan mereka sudah mengkoleksi puluhan jenis tanaman herbal langka dalam jumlah yang banyak, demikian juga dengan hewan buas tingkat tinggi yang sudah memiliki inti hewan dan semakin mereka masuk kekawasan dalam hutan itu semakin banyak inti hewan buas yang mereka dapatkan. Menjelang malam YoLang merasakan sebuah pancaran aura energi yang sangat kuat yang datangnya dari kawasan inti 'Hutan Ujung Laut' itu, segera dia mengajak Jula untuk mengarah kesumber energi yang kuat itu dan setibanya disana dia melihat ada 3 puncak gunung membentuk sebuah perbukitan yang tinggi. YoLang memeriksa lebih mendalam terhadap kawasan perbukitan tersebut, dan mendapati banyaknya hewan buas yang sudah berevolusi menjadi hewan siluman dan yang lebih mengejutkan YoLang adalah kandungan dalam perut gunung yang sudah menyambung menjadi kawasan perbukitan itu.
Puncak bagian tengah gunung tersebut didalam perut gunung terdapat kandungan Batu Kristal dan Batu Roh dalam jumlah yang banyak, dan karena banyaknya sumber energi spiritual yang keluar dari dalam perut gunung membuat hewan-hewan buas disekitarnya lebih cepat berevolusi menjadi hewan siluman. Penemuan Harta Karun yang tidak ternilai ini membuat YoLang tersenyum senang dan segera mengirim pesan suara kepada kelompok LoryMei dan kelompok kedua istrinya untuk segera menuju lokasi kawasan inti hutan dimana dia berada. Tidak lama kemudian kedua rombongan itu tiba bersamaan dan menatap takjub kearah kawasan perbukitan tersebut terutama puncak gunung yang berada ditengah,...
__ADS_1
"Wah... ada harta terpendam disini... hmm... bagaimana dengan nasib para hewan siluman itu...? jumlah mereka ada ratusan...! suamiku apakah boleh aku bawa mereka semua kedalam dunia jiwa...?", tanya Mayang.
"Boleh... tapi harus dijinakkan dulu... kalau tidak akan sangat berbahaya...! sebab mereka tidak memiliki akal dan nalar... karena walaupun sudah berevolusi tapi mereka tetaplah hewan buas yang mempunyai pikiran sebagai hewan...! lain dengan hewan Surgawi, Ilahi dan hewan Mistik... mereka saat berevolusi akan seutuhnya menjadi seperti Ras Manusia atau Ras Dewa yang memiliki pikiran dan perasaan...! itulah yang membedakan Ras Hewan... Hewan Buas dan Hewan Siluman dengan Ras Hewan Surgawi... Hewan Ilahi dan Hewan Mistik...!", kata YoLang menjelaskan.
"Ohh begitu...! mmm... baiklah beberapa akan aku jinakkan selebihnya ambil saja inti hewan silumannya... itu lebih berharga sebagai bahan untuk berkultivasi bagi anggota pasukan dan anggota keluarga lainnya...!", kata sang istri Mayang.
"Ya... terserah kamu..! hanya untuk diperhatikan agar tetap menjaga keseimbangan hutan ini... setiap spesies jangan kamu ambil dan bantai semua...! tinggalkan beberapa agar mereka tetap melangsungkan habitatnya dan tetap berada dihutan ini... tapi harta dalam perut gunung itu akan sangat kita butuhkan jika kita sudah naik ke Alam Dewa dan Alam Surgawi nantinya...!", kata YoLang memberi mereka pemahaman.
"Baik suamiku...! ayo apa lagi yang kita tunggu... hari akan semakin gelap dan nanti akan menyulitkan kita dalam mengambil tambang Batu Energi itu...!", kata YoLun.
"Kalian tenang saja...! akan aku buatkan penerangan yang cukup... dalam kita bekerja menambang batu-batu energi tersebut...!", kata YoLang memberi mereka semangat.
__ADS_1
Kemudian puluhan anggota Pasukan Naga dan Pasukan Putri Naga dikeluarkan YoLang dari dalam dunia jiwa untuk membantu mereka yang sudah terlebih dulu berada diluar, kemudian mulai menggali dan memindahkan seluruh kandungan batu kristal energi dan batu roh yang berada didalam perut gunung itu. Sementara itu paman Wang Yhu, paman MuDhong dan beberapa perwira yang lain berburu hewan siluman untuk diambil inti hewannya, menjelang subuh pekerjaan mereka tuntas dan meninggalkan sebuah lobang yang besar membentuk sebuah kawah dibagian tengah perbukitan tersebut, selain batu kristal dan batu roh mereka juga menemukan kandungan batu intan dari perut gunung tersebut dan hal ini menjadi kebahagian tersendiri bagi para kaum perempuan yang mulai merencanakan akan membuat perhiasan dari bahan batu intan itu untuk mereka gunakan mempercantik diri mereka.