Titisan Dewa

Titisan Dewa
Sekte Serigala Bulan


__ADS_3

Disebuah ruangan besar dalam gua bagian tengah YoLang dan Mayang masih dengan penyelidikan mereka, Mayang sudah menemukan beberapa barang peninggalan sosok yang dia curigai sebagai seorang Tabib atau Alkemis itu. Kemudian dia juga sudah mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi bahwa sosok tersebut adalah seorang petinggi dari kelompok tersebut, karena dalam tumpukan kayu bekas meja tulis dia menemukan beberapa buah kitab dan ada 2 buah kitab yang masih utuh dan masih bisa dibaca sementara kitab yang lain sudah hancur. Kemudian ada sebuah kotak kayu yang masih tertutup rapat dan perlu sebuah kunci untuk membukanya yang dia temukan dari tumpukan kayu bekas lemari penyimpanan, bersama kotak itu dia juga menemukan sebuah kotak lainnya yang terbuat dari batu giok dan dalam keadaan terkunci sama seperti kotak kayu yang dia temukan sebelumnya.


Dibagian lain YoLang tidak menemukan sesuatu yang bisa dijadikan bahan untuk mendapatkan informasi, semua tumpukan kayu yang dia curigai sebagai meja dan lemari penyimpanan telah dia bersihkan dan terakhir dia membersihkan tumpukan kayu yang dia curigai sebagai bekas tempat tidur dengan ukuran besar. Lantai ruangan yang tertutup tumpukan kayu itu berukuran 2 meter kali 3 meter masih terlihat sisa-sisa kayu, kain dan kulit hewan buas yang menjadi bahan dari tempat tidur itu. Setelah membersihkan lantai itu YoLang melihat potongan-potongan pelat besi yang menyerupai pintu menuju kesebuah ruang bawah tanah, segera YoLang membuka paksa pintu besi itu dan melihat sebuah tangga yang mengarah kebawah dan dengan berhati-hati dia mulai memeriksa isi ruangan bawah tanah tersebut.


YoLang tidak menemukan aura kehidupan didalam ruang bawah tanah tersebut kemudian dengan kekuatan elemen cahaya miliknya dia membuat telapak tangannya bercahaya untuk menerangi jalan menuju keruang bawah tanah tersebut, sesampainya diruangan itu dia menyalakan beberapa buah obor api yang menjadi sumber penerangan diruang bawah tanah itu dan setelah membuat ruangan itu terang dia melihat deretan lemari penyimpanan disekeliling ruangan itu. Karena suhu dan kelembaban ruangan itu sangat stabil membuat proses pembusukan bahan-bahan kayu menjadi lambat sehingga kondisi lemari penyimpanan dan isinya terlihat masih utuh dan dalam keadaan baik, dalam lemari penyimpanan dia menemukan 2 buah kotak kayu dan 1 buah kotak dari bahan batu giok kemudian dilemari lainnya YoLang menemukan 2 stel pakaian kebesaran milik anggota kerajaan berserta jubah kebesarannya.


Dideretan rak kayu lainnya terlihat banyak terdapat perabotan dari batu giok dan keramik tanah dengan ukiran serta dilukis dengan indah seperti dibuat oleh seorang pelukis yang ahli demikian juga dengan beberapa buah kitab yang masih terlihat utuh dan dalam keadaan baik, YoLang mulai memeriksa barang -barang tersebut sambil mengirim pesan suara kepada kedua istrinya dan paman Wang Yhu untuk segera datang keruangan bawah tanah tersebut. Tak berapa lama kemudian YoLun, Mayang dan paman Wang Yhu terlihat turun dari atas dan memasuki ruangan bawah tanah tersebut dimana YoLang telah menunggu,...


"Kalian periksa isi rak dan lemari-lemari itu... perlahan-lahan membukanya karena kemungkinan bahan kayunya sudah lapuk dan mudah hancur...!", kata YoLang.


"Suamiku aku juga menemukan kotak-kotak ini dan 2 buah kitab ini diruangan tempat sosok yang kita curigai sebagai Tabib dan Alkemis itu...!", kata Mayang sambil memperlihatkan barang-barang temuannya.


"Hmm... simpan saja dulu...! nanti kita periksa setelah menyelesaikan memeriksa isi ruang bawah tanah ini...!", kata YoLang menjelaskan.


Braaakkk...

__ADS_1


Prraaanngg... prraaanngg...


"Ehh... apa itu paman Wang Yhu...?", tanya YoLun yang terkejut setelah mendengar suara barang-barang yang jatuh kemudian hancur.


"Ahh... maaf... ini ada sebuah seperti pintu dibalik rak kayu ini... saat menarik keluar tiba-tiba raknya hancur...!", jawab paman Wang Yhu yang menemukan sebuah pintu rahasia didalam ruang bawah tanah tersebut.


"Tidak apa-apa paman... coba buka pintunya dan lihat apa isi kamar rahasia itu... tapi sebelumnya simpan barang-barang yang masih utuh dan bagus kedalam cincin jiwa...!", kata YoLang.


"Baik tuan muda...!", kata paman Wang Yhu.


"Nanti kita periksa bersama-sama paman... sementara itu simpan saja dulu barang-barang lainnya yang sudah terlihat jelas... kami masih memeriksa kitab dan isi kotak-kotak disini...!", kata YoLang sambil berusaha membuka sebuah kotak yang terbuah dari batu giok.


Kletaaakkk...


"Ahh... akhirnya bisa dibuka...! hmm... sebuah mahkota...? apakah sosok pemilik tulang diatas adalah seorang pangeran...? karena sebelumnya saya juga memeriksa sebuah pedang dan sisa pakaiannya... dan juga didalam lemari itu ada 2 stel pakaian kebesarnnya...!", kata YoLang bertanya-tanya.

__ADS_1


"Sayang... didalam kitab ini ada catatan silsilah sebuah keluarga...! coba kau lihat...", kata Mayang sambil menyerahkan sebuah kitab kepada sang suami.


Kemudian YoLang mulai membuka halaman kitab tersebut dengan perlahan dan membacanya, diuraikan dalam catatan itu keturunan keluarga Huang dari keturunan pertama sampai pada keturunan ke-7 dengan mencatat sebuah nama yaitu Yao Huang. Dari kitab yang lain mereka juga mendapati sebuah catatan pribadi dari pangeran Yao Huang yang mengisahkan bagaimana sang pangeran terusir dari Kerajaan Yin pada 100 tahun yang lalu, kemudian bersama dengan anggota pasukan kepercayaannya yang berjumlah 60 orang membuat sebuah Sekte yang mereka namakan 'Sekte Serigala Bulan'. Sekte tersebut dikenal orang pada saat itu sebagai sebuah sekte aliran hitam karena menggunakan teknik terlarang dalam berkultivasi, dari banyak catatan sang pangeran dia menyebutkan adanya sebuah kegiatan mencari sumber kekuatan dengan bergerak seperti sifat seekor serigala pada saat bulan purnama.


Kegiatan yang dilakukan 'Sekte Serigala Bulan' ternyata adalah mencari para wanita perawan untuk diambil darahnya menjadi sumber peningkatan kekuatan mereka, hal ini ditemukan YoLang saat membaca sebuah kitab teknik kultivasi yang mereka temukan didalam ruangan itu. Teknik Kultivasi dengan menggunakan darah perawan adalah kitab teknik yang diajarkan para pengikut iblis dengan sebuah resiko bahwa jika dalam waktu 15 tahun berkultivasi darah perawan dan tidak mencapai 555 orang korban wanita perawan maka kekuatan sang kultivator akan hilang dan tubuhnya akan hancur dalam waktu singkat. Dan sosok yang dicurigai oleh Mayang sebagai seorang Tabib atau Alkemis sebelumnya ternyata adalah seorang pemimpin ritual iblis bagi anggota sekte dalam melakukan kultivasi darah perawan, dan dari sosok itulah sebenarnya yang mengajarkan pangeran Yao Huang tentang teknik terlarang tersebut sampai ia diusir dari kerajaan ayahnya.


"Teknik yang sangat mengerikan...! sebaiknya kitab teknik itu segera musnahkan...! karena syaratnya yang tidak masuk akal dan akan menimbulkan sebuah kejahatan yang sangat besar...!", kata YoLang kepada mereka.


"Tuan muda benar...! saya tidak bisa membayangkan jika semua anggota sekte itu berhasil dengan kultivasi mereka... 60 orang dikali 555 anak gadis yang masih perawan...! hahh...! berapa banyak nyawa manusia tak berdosa yang telah dijadikan tumbal kekuatan mereka...?", kata paman Wang Yhu membayangkan perbuatan sekte iblis itu.


"Hahh... satu misteri lagi terpecahkan dari 'Hutan Tangisan Malam' ini...! segera masukkan barang-barang berharga dan barang yang masih bisa digunakan dari dalam ruangan ini... selanjutnya kita periksa kamar rahasia temuan paman Wang Yhu...!", kata YoLang.


"Baik tuan muda...!", kata paman Wang Yhu.


Mereka melanjutkan memeriksa isi kamar rahasia yang berukuran cukup besar itu dan melihat isi harta didalamnya, ratusan juta koin emas dan puluhan juta koin platinum dan tumpukan batu roh yang tingginya mencapai langit-langit kamar rahasia itu dan disudut kamar rahasia itu terdapat 4 buah tong kayu berukuran besar dan setelah diperiksa Yolang isinya adalah ratusan bongkahan 'Batu Corundum Kuning' yang adalah batu terkeras kedua setelah batu intan. Sementara itu beberapa buah senjata Pedang, Golok dan Tombak tingkat Legenda dan Kuno telah dimasukkan paman Wang Yhu kedalam cincin jiwanya, kemudian koin emas dan koin platinum disimpan kedua istrinya dan Batu Roh dan 4 buah tong kayu berisi Batu Corundum Kuning disimpan YoLang dalam cincin jiwanya. Setelah menguburkan semua tulang-tulang manusia didalam gua itu mereka kembali keatas bukit dan melanjutkan perburuan mereka mencari tanaman herbal dan hewan siluman.

__ADS_1


__ADS_2