
Hari telah menjelang pagi saat keempatnya kembali kedalam kamar penginapan dikota Wui,...
"Kak... kirim kami ke Istana Naga Emas...! aku dan Lory mau tidur dikamarku...!", kata Mayang yang terlihat lelah tidak bersemangat.
"Hmmm... sebenarnya ada sesuatu yang akan aku tanyakan kepada kalian berdua...! tapi nanti saja... istirahatlah dulu...!", kata YoLang kemudian mengirim Mayang dan LoryMei kekamar Mayang diIstana Naga Emas didalam dunia jiwa.
Whhuuuzzz... Whhuuuzzz...
"Hahhh... semua bandit Topeng Hitam telah musnah... mengerikan kedua gadis itu...!", gumam YoLang dalam hati.
"Suamiku...! apa yang kau pikirkan...? apa masih ada yang belum kita bereskan...?", tanya sang istri yang tiba-tiba mendekat.
"Ahh... tidak... sudah beres...! hanya saja aku tidak habis pikir...! kenapa kedua gadis kecil itu sampai membantai habis puluhan bandit Topeng Hitam...?", kata YoLang.
"Sayang tadi mereka sudah bilang kepadaku... bahwa mereka marah ketika dilecehkan...! juga mereka melihat aura membunuh dari bandit-bandit itu...!", kata YoLun.
"Hmmm... aku pusing... tugasku berat tapi aku diperintahkan para guru dan maha dewa guru untuk tidak sembarangan membunuh...! juga tugasku mengawasi kedua gadis kecil itu...!", kata YoLang.
"Eennmm... ayo kita istirahat dulu... tapi aku mau tidur bersamamu di kamar kita diIstana Naga Emas... bagaimana...? eennmm...?", goda sang istri yang sengaja menunjukkan lesung dipipinya dengan senyuman manisnya sambil merangkul pinggang sang suami dan tanpa mendengar jawaban,...
Whhuuuzzz...
Seketika mereka berdua telah berpindah kedalam dunia jiwa dan berada didalam kamar utama di Istana Naga Emas, dan segera YoLang membuat Array/Formasi pelindung agar orang-orang diluar tidak mendengar suara apapun dari dalam kamar tersebut. Hari telah pagi keramaian dan kegaduhan dalam Istana Naga Emas tidak mengusik sepasang sejoli didalam kamar utama Istana Naga Emas, mereka masih berada dibalik kain hangat yang menutupi tubuh mereka. Sementara itu dibagian belakang Istana terlihat beberapa sosok sedang berlatih teknik dasar penguatan tubuh dan tulang, PiYo yang memberikan instruksi kepada LunPing, LunGon, LunChao, LunFei, LunFai, Wupiao dan SanFung, sementara itu terlihat Surapong dan LinMei sedang membimbing SanMei, Lily dan Wuxhin dan ditempat lain terlihat LoryMei sedang mengajari FungXhin dan LunHansi.
MaiLang, Maya dan Mayang terlihat sedang berada dikebun kehidupan dan sedang memetik buah dan daun teh abadi, kepada mereka semua yang berada didalam dunia jiwa telah diberitahu untuk setiap hari dapat mengkonsumsi buah-buahan abadi sebanyak 1 buah setiap harinya, dan setiap pagi bisa minum madu abadi 1 sendok serta pada sore harinya untuk minum teh dari ramuan daun teh abadi dicampur dengan tanaman herbal berenergi lainnya. Demikian juga dengan Pil Energi dan Pil Stamina yang harus mereka konsumsi 1 butir setiap minggunya, untuk peningkatan kekuatan mereka YoLang telah membuat 3 jenis menara Meditasi yaitu menara tanpa tekanan dan hanya murni untuk tempat bermeditasi menyerap energi alam langit bumi yang jika diserap akan menghasilkan hawa murni didalam tubuh, kemudian menara meditasi dengan tekanan dan didalamnya terdapat energi spiritual, untuk mereka yang sudah berada diranah puncak alam fana dan ranah Alam Tinggi/Alam Kultivator kemudian menara meditasi dengan tekanan tinggi yang dikhususkan untuk mereka yang sudah berada diranah Dewa dan ranah Surgawi.
Menjelang siang YoLang terbangun dan melihat sang istri masih meringkuk didalam selimut, kemudian dia turun dari tempat tidur dan berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian dengan yang baru. Setelah itu dia kembali untuk membangunkan sang istri yang terlihat masih terlelap dalam mimpinya,..
"Sayang bangun... hari sudah siang...!", kata YoLang sambil menggoyang-goyang bahu sang istri.
"Ennmm... kamu sudah bangun suamiku...? apakah masih ada urusan diluar sana...?", tanya YoLun dengan malas.
"Aku merencanakan untuk kembali ke daratan tengah hari ini... bagaimana...?", kata sang suami.
"Ya... lebih cepat lebih bagus...! karena kita harus mencari makam ibuku secepatnya...! tapi obati dulu pinggangku sayang...! kamu terlalu keras menghajarku semalam... tapi eennmm... aku suka... hehehe... Weeee...", kata sang istri manja.
__ADS_1
"Hmmm... lemaskan tubuhmu... ya...nah sudah...!", kata YoLang yang dengan segera mengobati sang istri tekniknya memijat Telapak Kapas.
"Ya sudah aku keluar dulu... menyelesaikan tagihan penginapan dan langsung berteleportasi kembali kedaratan tengah...!", kata sang suami.
"Baik... pergilah... aku lanjut istirahat...! eennmm...?", kata sang istri sambil tersenyum dan memperlihatkan silesung dipipinya dan sang suami tanpa berpikir panjang langsung mendaratkan kecupan dipipi sang istri.
Chuuppp...
Whhuuuzzz...
YoLang keluar dari dalam dunia jiwa dan telah berada didalam kamar penginapan Sejahtera dikota Wui, kemudian dia keluar dan menuju penjaga penginapan untuk menyelesaikan pembayaran,...
"Salam bibi...? saya yang menyewa 4 buah kamar VIP dilantai 5, kami akan menyelesaikan pembayarannya sekarang...!", kata YoLang.
"Ohh... tuan muda dan keluarga sudah mau kembali...?", tanya sang penjaga penginapan.
"Benar bibi...! berapa yang harus saya bayar...?", tanya YoLang.
"Sebentar... semuanya 450 koin emas tuan muda...!", kata sang penjaga.
Kemudian YoLang keluar dari penginapan dan menuju tempat penitipan kereta dan kuda, setelah mengambil kereta dan kuda yang dititipkan kemudian membayar biaya sewanya dia memasukkan kedua kereta gerbong tersebut bersama kuda-kudanya kedalam dunia jiwa dan dia mulai berjalan mencari tempat sepi untuk berteleportasi. Setelah menemukan sebuah tempat yang terlihat sepi dia memusatkan pikirannya untuk mengingat tempat latihan YoLun disebelah selatan Danau Es daratan utara, kemudian...
Wwhhuuuzzz...
Dalam sekejab dia telah berpindah dari daratan selatan, sekarang dia sudah berada daratan utara dekat dengan danau Es dan tepatnya ditempat latihan YoLun saat pertama mulai latihan dasar penguatan tubuh. Kemudian dia mengirim suara kedalam dunia jiwa kepada sang mertua LunPing dan adiknya LunChao, setelah memastikan mereka telah siap dia mengeluarkan keduanya dari dalam dunia jiwa...
Whuuuzzz... Whuuuzzz...
"Ahhh... dimana ini nak...?", tanya LunPing yang masih kaget dan agak pusing saat berpindah tempat dengan cepat.
"Ayah mertua...! kita sekarang berada disebelah selatan danau Es...! apakah kalau dari sini ayah mertua tahu lokasi makam ibu mertua...?", tanya YoLang.
"Kita harus berjalan nak... masuk hutan yang mengarah keperbatasan dengan daratan tengah...! dan kita harus mencari sebuah perbukitan yang memanjang dari timur ke barat... nah tempatnya disekitar situ...!", kata sang ayah mertua menjelaskan.
"Hmm... kalau begitu kita cari lewat udara saja... tunggu sebentar ayah...!", kata YoLang kemudian menarik Jula siHitam untuk mengantarkan mereka mencari lokasi makam dari atas udara..
__ADS_1
Whhuuuzzzz...
"Jula antarkan kami... terbang dengan perlahan saja...!", kata YoLang
Khhaaakkk...
"Ayah mertua dan paman naik dipunggung Juli dan duduk didepan... aku duduk dibelakang...!", kata YoLang.
Kemudian Jula melesat keudara dan terbang perlahan menyusuri hutan, sementara itu dibagian depan punggung Jula LunPing dan LunChao mulai memperhatikan kawasan hutan yang dilewati dan YoLang mengedarkan kesadaran spiritualnya merasakan sisa-sisa aura bekas kehidupan dibawahnya dengan jangkauan area seluas 1 Kilometer. Tidak sampai 1 jam perjalanan mereka diatas langit LunPing telah melihat jalur perbukitan yang memanjang dari timur ke barat.
"Itu bukitnya...! lebih mendekat dan menyisir perbukitan sebelah selatan...!", kata LunPing mengarahkan Jula.
Khhaaakkk...
"Nah... itu tempatnya...! ayo turun...!", kata LunPing yang telah melihat dengan pasti tempat makam sang istri dan beberapa anggota keluarganya.
Setelah turun LunPing berjalan menuju lokasi makam dan diikuti oleh LunChao dan YoLang, sementara itu Jula siHitam sudah dia kembalikan kedalam dunia jiwa. Dan dihadapan mereka terlihat 6 gundukan tanah yang sudah ditumbuhi tanaman merambat hingga sudah tidak terlihat lagi sebagai tempat makam, setelah YoLang melihat dan memastikan dia menarik sang istri YoLun keluar dari dunia jiwa.
Whhuuuzzz...
"Ahh... nak... kamu juga ada disini...?", kata LunPing melihat YoLun/PingYu sudah berada bersama mereka didepan makam.
"Iya Ayah... yang mana makam ibu...?", tanya YoLun/PingYu.
"Itu... yang paling kanan... kalau diurut dari kiri pertama adalah makam nenek LunFefei terus suaminya kakek NanMing kemudian anak mereka LunNan, berikutnya kakek LunMeng dan istrinya YunYue dan terakhir paling kanan adalah makam ibumu ShinYu...", kata LunPing menjelaskan.
"Hmm... ibu maafkan anakmu...! baru sekarang bisa mengunjungimu...! hiks... hiks...", tangis YoLun/PingYu didepan makam sang ibunda.
"Istriku... sudahlah... kita sudah menemukan makam ibumu dan keluarga yang lain...! sekarang kita harus mengangkat semua jenazah dan akan kita pindahkan kepaviliun ayah dikota Klentang... aku sudah mendapat ijin dari ayah dan ibu sebelumnya...!", kata YoLang menjelaskan.
"Baiklah... terimakasih suamiku...!", kata sang istri yang masih terlihat sedih.
Kemudian LunPing dan LunChao mulai menggali makam-makam tersebut dengan sedikit bantuan YoLun/PingYu, sementara itu YoLang membuat 6 buah keranda dari gelondongan kayu yang dia ambil didalam hutan, setelah itu dia ikut membantu mengangkat jenasah yang sudah digali dan dipindahkan kedalam keranda yang sudah dia siapkan. Kemudian 6 buah keranda tersebut dia masukkan kedalam dunia jiwa dan menempatkan keranda-keranda tersebut didepan Istana Naga Emas, demikian juga dengan YoLun, LunPing dan LunChao sudah berada didalam dunia jiwa dan duduk didepan 6 keranda tersebut. YoLang segera berteleportasi kepondok latihan yang berada dibelakang paviliun dan menarik keluar ayah dan ibunya untuk menanyakan lokasi yang tepat untuk makam ibu mertuanya.
Setelah menentukan lokasi untuk makam YoLang mengeluarkan semua penghuni Istana Naga Emas untuk membuat upacara pemakaman kembali 6 anggota keluarga Lun termasuk ibu mertuanya, upacara tersebut dipimpin oleh kakek buyutnya Surapong.
__ADS_1
Setelah itu semua anggota keluarga Mei mengikuti kedua buyutnya ke Paviliun mereka sementara anggota keluarga Lun sementara menginap dipaviliun milik PiYo dan MaiLang.