
Gerbang teleportasi telah berfungsi dengan baik dan mulai digunakan oleh anggota keluarga Shang di Kota Merah dan Kota Kuala yang terhubung dengan Kota Bintang dan Kota Duma serta gerbang teleportasi yang berada di Kota Mayori tempat keluarga Shu yang terhubung ke Kota Duma sementara untuk menuju keBenua lain mereka semua harus melewati gerbang yang berada di kota Duma tempat gerbang teleportasi antar benua berada. Demikian juga dengan pengobatan Racun Darah anggota keluarga Shang sudah melewati tahap akhir yaitu pencucian darah tinggal menunggu waktu selama 1 bulan sampai seluruh proses tahapan pengobatan tersebut selesai 100%.
YoLang telah mengumpulkan seluruh anggota pasukan Naga yang bersamanya tinggal menyisakan 2 orang anggota pasukan untuk menjaga gerbang teleportasi dimasing-masing Kota, dia merencanakan untuk mencari keberadaan Klan Rhu dan kedua Sekte yang telah membuat anggota keluarga Klan Shang menderita selama ratusan tahun dengan adanya 'Kutukan Racun Darah'. Informasi yang dia dapatkan dari kitab dan buku dari perpustakaan menjelaskan bawa Klan Rhu berasal dari daratan tengah bagian tengah, saat ini dilokasi tersebut ada sebuah kota besar yaitu Kota Rata tempat tujuan YoLang yang akan melanjutkan penyelidikan mereka. Sebelum mereka melakukan perjalanan menuju Kota Rata didaratan tengah dia mengumpulkan semua anggota keluarga inti Klan Shang untuk berdiskusi tentang kelanjutan penyelidikan mereka,...
"Kakak Wei dan kakak Tang... bagaimana pendapat kalian...?", tanya YoLang saat mereka berkumpul dalam ruangan pertemuan Klang Shang dikota Bintang.
"Adik Yo... ini sebenarnya adalah kewajiban kami sebagai keturunan langsung dan pewaris Klan Shang... tapi kau sebagai saudara sumpah kami sudah berinisiatif untuk melakukan penyelidikan awal sehingga sudah 'mendapat titik terang' atas penderitaan keluarga kami selama ratusan tahun...", kata Shang Tang sebagai pemimpin Klan Shang saat ini.
"Untuk itu saya sudah memutuskan walau masih dalam keadaan lemah... bahwa kami juga harus terlibat dalam hal ini...! kami berenam akan ikut serta dengan adik YoLang keKota Rata untuk bersama melakukan penyelidikan ini...!", kata Shang tang.
"Tapi kakak... kalian harus beristirahat dan masih butuh waktu selama 3 minggu lagi... begini... kami kesana hanya untuk menggali informasi tambahan... yaitu mencari tahu siapa diantara mereka yang telah menggunakan Racun dan memberikannya kepada keluarga Shang... setelah itu baru kita akan bertindak... bagaimana...?", kata YoLang.
"Baiklah... tapi setidaknya adik Yo juga membawa serta beberapa anggota keluarga yang sehat...", kata Shang Tang yang diiyakan oleh Shang Wei.
"Hmm... siapakah diantara kalian yang akan ikut bersama kami...?", tanya YoLang kepada beberapa orang muda yang tidak terdampak dengan Kutukan Racun Darah.
"Saya akan ikut...!", kata Lan Jian adik ipar Shang Tang.
"Saya juga ikut...!", kata Chun Bao adik ipar Shang Tung.
__ADS_1
"Aku juga akan ikut serta...!", kata Yun Chao adik ipar Shang Bun.
"Nah bagaimana kakak Tang...? ketiga anak muda ini akan bersama saya melakukan penyelidikan di Kota Rata...", tanya Yolang untuk mendapatkan persetujuan dari Shang Tang.
"Baiklah... berangkatlah... dan kamu Yun Chao yang mengerti dengan wilayah daratan tengah akan menjadi penunjuk jalan... dan kembalilah dengan selamat...", kata Shang Tang.
"Bagus... kalian bersiaplah malam nanti kita akan menuju Kota Merah dan akan langsung menuju ke Kota Rata... Yun Chao apakah ada sebuah tempat yang sangat kamu sukai di Kota Rata...?", tanya YoLang.
"Ada kakak... disana ada teman baik saya sesama pedagang... tempatnya berada dipusat bisnis Kota Rata...", kata Yun Chao yang tanpa disadarinya YoLang telah menyerap ingatannya tentang lokasi tersebut.
Malampun tiba, dengan menggunakan gerbang teleportasi rombongan itu menuju Kota Merah didaratan tengah, YoLang, YoLun, paman MuDhong, Jendral Wang Yhu, Jendral Lung Wei, Jendra Prapat Tung, Lan Jian, Chung Bao dan Yun Chao serta 12 orang anggota Pasukan Naga yang berada didalam ruang dimensi cincin jiwa milik Jendral Wang Yhu. Sesampainya di Kota Merah YoLang memeriksa kembali kesiapan gedung toko milik keluarga Shang Bun dan Yun Wang yang dijadikan sebagai kantor pelayanan pelayaran kapal Naga Laut Hitam dan Perusahaan Dagang JinLong serta Paviliun Naga Emas, setelah melihat keadaanya sudah seperti dengan keinginannya Yolang melanjutkan dengan membuat gerbang teleportasi yang menuju Kota Rata dengan titik lokasi sesuai dengan ingatan Yun Chao yang diserapnya.
Setelah memasukkan semua anggota rombongannya kedalam dunia jiwa YoLang membuat array/formasi pelindung kemudian memasuki gerbang tersebut dan muncul dari kekosongan disebuah gedung toko milik teman Yun Chao, dengan masih diselimuti array/formasi pelindung aura dan menyamarkan keberadaanya YoLang mencari pintu keluar gedung tersebut. Sesampainya ditempat sepi YoLang mengeluarkan semua anggota rombongan yang bersamanya dan mencari Hotel untuk tempat mereka menginap karena mereka tiba diKota itu sudah malam hari, mereka mendapatkan sebuah Hotel yang cukup besar dan memiliki 3 lantai yaitu. YoLang kemudian menyewa seluruh kamar VIP yang berada dilantai 3 yang berjumlah 10 buah kamar untuk ditempat oleh semua anggota rombongannya, YoLang juga sudah membagi kelompok dan memberikan tugas untuk mencari informasi besok hari.
"Jula... terbang yang pelan saja... karena saya akan menandai beberapa lokasi daratan tengah ini...", kata YoLang kepada hewan surgawi tunggangannya itu.
Khhaaakkk...
"Bagus Jula... istriku bagaimana apa kamu sudah mendapatkan sesuatu...?", tanya YoLang kepada sang istri yang duduk didepannya sambil mengerahkan kemampuan spiritualnya untuk merasakan keberadaan aura aneh dibawah mereka.
__ADS_1
"Belum sayang... padahal kebanyakan dari mereka sedang terlelap dalam mimpi...", kata sang istri.
"Baik lanjutkan... kamu fokus sebelah kiri dan aku akan memeriksa yang sebelah kanan...", katanya kemudian mengedarkan kesadaran spiritualnya.
Sudah 2 jam mereka mengitari langit kota Rata dan tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan, dan dengan arahan tuannya Jula siHitam mengarah kebagian pinggiran kawasan Hutan Bintang, menyusuri pinggiran hutan itu sepanjang kurang lebih 50 kilometer dan mereka menemukan bekas aura kehidupan disebuah kawasan datar tanpa pepohonan dengan luas area 2 kilometer,...
"Nah itu bekas lokasi Kota Shang Selin... Jula terbang diatas kawasan itu dan berputar diatasnya seluas 2 kilometer...", kata YoLang memerintahkan hewan tunggangannya.
Khhaaakkk...
"Suamiku... aku merasakan adanya banyak aura kehidupan didalam Hutan Bintang sejauh 10 Kilometer dari tempat ini...!", kata YoLun kepada sang suami.
"Bagus... kita tandai dulu lokasi ini dan kemudian menuju lokasi yang kau maksudkan...", kata YoLang.
Setelah selesai menandai lokasi bekas Kota Shang Selin, Jula melesat dengan kecepatan tinggi memasuki kawasan Hutan Bintang, mereka menuju lokasi yang dirasakan oleh YoLun terdapat banyak aura kehidupan. Tidak berapa lama mereka sampai diatas sebuah pemukiman yang besar yang luasnya hampir sama besar dengan luas Kota Rata, tidak ada bangunan besar tapi rumah-rumah tinggal berukuran besar banyak terdapat dilokasi kawasan pemukiman itu, dan dengan kekuatan spiritual mereka berdua mereka mendapatkan banyak kehidupan dibawah mereka memancarkan aura hitam pekat...
"Sayang ini mungkin tempat mereka... tapi kita tidak tahu siapa mereka... apakah Klan Rhu...? Sekte Gunung Kabut...? atau Sekte Hutan Merah...?", kata YoLang.
"Itu...! disana masih ada 7 orang yang sedang beraktivitas... coba kamu fokus kepada mereka... dan dengarkan apa yang sedang mereka bicarakan...!", kata YoLun kepada suaminya.
__ADS_1
"Disana juga ada 4 orang yang sedang bekerja membuat sesuatu...! kamu fokus kearah 7 orang yang sedang beraktivitas itu... dan saya kearah 4 orang itu... Jula berhati-hatilah... jangan sampai kita ketahuan oleh mereka...", kata YoLang dan terlihat Jula hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara.
Selama 1 jam lebih mereka mengintai pemukiman itu dan mendengar percakapan orang-orang yang sedang beraktivitas ditengah malam menjelang subuh itu kemudian keduanya kembali menuju Kota Rata setelah menandai lokasi pemukiman itu, Hari telah menjelang pagi saat keduanya tiba diatas atap Hotel tempat mereka menginap kemudian masuk dan menuju kamar yang mereka sewa.